TAMAT
Kisah ini bercerita tentang seorang wanita yang ditinggal pergi oleh kekasihnya untuk selama-lamanya tepat seminggu sebelum pernikahan mereka.
5 tahun berlalu, seorang pria datang kedalam hidupnya.
Mampukah pria itu membuatnya melupakan kekasih masa lalunya?
Karena nyatanya bersaing dengan orang yang masih hidup terasa lebih gampang daripada bersaing dengan kenangan indah yang ditinggalkan oleh orang yang telah tiada.
Pict from pinterest
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gresyst_lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 12
Hampir satu jam setengah, Vio sampai juga di perusahaan saingan (Dewi Apparel) Vio menghampiri Febby yang sedang berjalan dengan seorang pria yang merupakan CEO perusahaan itu.
Langkahnya terhenti saat seorang melewatinya dengan wajah yang penuh emosi bahkan sepertinya lebih emosi darinya.
‘’Bil apa yang kamu lakukan?’’ teriak Vio saat melihat Sabila menarik kasar rambut Feby.
‘’Aku akan memberi wanita ini pelajaran. Dasar tidak tau diri, berani-beraninya kamu mengganggu sahabatku!’’ Sabila menggebu-gebu bahkan tidak peduli saat Febby meringis kesakitan.
‘’Bil dia kakakku, kau bisa membunuhnya.’’ Vio menarik tangan Sabila, tapi wanita itu sama sekali tidak mau melepaskan tarikan tangannya dari rambut Febby.
‘’Dia kakakmu bukan kakakku dan aku akan memberi pelajaran pada siapapun yang mengganggumu!’’ Sabila terus menyerang Febby sampai security memisahkan mereka.
‘’Dasar nggak tau malu. Kalau nggak punya bakat itu berusaha bukan mencuri hasil kerja keras orang lain.’’ teriak Sabila mempermalukan Febby. Dalam sekejap para karyawan mulai berbisik-bisik membicarakan Febby.
‘’Apa kamu bilang, memang apa yang ku curi? Jangan asal bicara jika kamu tidak punya bukti apapun. Aku bisa saja menuntutmu karena pencemaran nama baik.’’ Febby membalas dengan mendorong tubuh Sabila.
‘’Kamu iri padaku karena rancanganku mendapat sambutan yang baik dari masyarakat? Vi, sebagai adik harusnya kamu memberiku ucapan selamat bukan malah menjatuhkan seperti ini. Kamu selalu saja iri padaku padahal aku selalu baik padamu.’’
Febby mendekat menatap Vio dengan tatapan senduhnya. Dalam waktu singkat nama Vio menjadi buruk. Yang tadinya mencibir Febby, kini balik mencibir Viona. Mereka mengatai Viona sebagai adik yang tidak baik dan hanya ingin sukses sendiri.
‘’Apa maksudmu kak? Sejak kapan aku iri padamu? Aku malah senang jika kamu berhasil, tapi caramu salah kak.’’ Vio mengambil kedua tangan Febby. Bukannya merasa bersalah Febby malah menatap Vio dengan tatapan kesalnya. Tiba-tiba….
‘’Kamu baik-baik aja kan?’’ Rayn tiba-tiba datang dan memeluk Vio. Pria itu tidak peduli dengan orang disekelilingnya.
Tadi Rayn sedang meeting. Sehabis meeting tidak sengaja Rayn melirik ponsel kliennya yang sedang menonton Live peluncuran koleksi terbaru Dewi Apparel. Cepat-cepat Rayn melajukan mobilnya ke kantor Vio.
‘’Dimana dia?’’ Rayn bermonolog saat tidak mendapati Vio di kantornya. Akhirnya terpikirkan untuk pergi ke Dewi Apparel dan benar saja Rayn melihat Vio sedang beradu argumen dengan Febby.
‘’Sayang kamu disini?’’ Febby hendak memegang lengan Rayn. Langsung ditepis kasar oleh pria itu.
‘’Kamu kenapa kasar padaku. Oh tunggu dulu, kenapa kamu memeluk adikku? Apa kalian berselingkuh dibelakangku? Ingat Rayn aku calon istrimu.’’ Dan lagi-lagi apa yang diucapkan Febby membuat nama Vio semakin buruk. Dalam hatinya Febby tersenyum senang saat mendengar beberapa orang berbisik dan menjelekan Vio.
‘’Apa maksudmu kak, aku dan Rayn sama sekali nggak punya hubungan seperti itu.’’ Vio membela diri karena tidak ingin orang salah paham padanya.
‘’Kamu pikir aku bodoh, kamu pikir aku buta, jelas-jelas aku melihat dengan mata kepalaku sendiri Rayn memeluk dan mengkhawatirkanmu.’’
Febby bertepuk tangan. ‘’Hebat sekali kamu, aku selalu memperlakukanmu dengan baik karena kamu adikku. Tapi apa yang terjadi? kamu dengan tega berselingkuh dengan calon suamiku?’’ Febby menangis walau hatinya berteriak kesenangan karena berhasil membuat buruk nama Vio.
‘’Dasar wanita tidak tau diri dari tadi kau terus merendahkan Vio.’’ Sabila hendak menarik rambut Febby lagi, tapi dengan cepat Vio menghadangnya dan menarik Sabila keluar dari tempat itu.
‘’Kenapa ditarik Vi?’’ Sabila berjalan dengan pandangan yang masih melihat arah belakang. Dia terus melotot pada Febby. Rayn pun buru-buru menyusul Vio, sekilas melihat Febby. Dia merasa beruntung karena menolak perjodohannya, bisa hancur hidupnya jika beristri wanita licik seperti itu.
‘’Kenapa kamu diam saja diperlakukan seperti itu?’’ geram Sabila yang kini duduk dalam taxi.
‘’Kata siapa aku diam, dan lagian untuk apa kamu kesini?’’ Vio pura-pura marah dan membuang wajahnya ke arah jendela mobil.
‘’Tentu saja untuk membelamu. Kita memang sedang bertengkar tapi tetap saja nggak akan kubiarkan orang lain memperlakukanmu seperti itu dan aku juga minta maaf, aku janji nggak akan bertemu dengan Dion lagi. Dia brengsek Vi selingkuhannya bukan aku aja tapi banyak, dimana-mana ada.’’ Vio tersenyum mendengar ucapan terakhir Sabila dan dengan gemas mengetuk kecil kepala Sabila.
‘’Baru sadar sekarang, kemarin kemana aja?’’
Sabila menyengir memeluk Vio. ‘’Kemarin khilaf Vi, namanya juga cinta. Kan kata orang cinta itu buta.’’
Vio memutar malas bola matanya lalu meminta sopir mengantar mereka ke kantornya.
*****
‘’Aku harus apa sekarang?’’ Vio berjalan ke kanan kekiri. Anggota tim duduk diam, ikut berpikir. Hampir sejam, tapi Vio dan timnya belum menemukan jalan keluar.
‘’Apa yang bisa aku bantu?’’ Rayn datang tiba-tiba mengalihkan perhatian tim itu.
Vio mendekat pada Rayn. Memutari sempurna pria itu. Sepertinya dia mendapatkan sebuah ide. Vio pun menarik Rayn bersamanya.
‘’Hhmm begini, Karin tolong keluarkan beberapa pakaian pria yang pernah kita buat.’’ Walau bingung, Karin tetap menuruti perintah Vio.
Vio mengangkat salah satu pakaian pria dan mulai mengutarakan idenya pada anggota tim. Tidak pernah sebelumnya, tapi Vio memutuskan untuk menampilkan pakaian pria pada fashion show nanti.
Sebenarnya Vio menyimpan koleksi pria itu untuk ditampilkan pada peringatan ulang tahun perusahaan mereka yang ke 55 tahun yang akan diselenggarakan dua bulan lagi. Tapi masalah itu bisa dipikir nanti bukan?
Untungnya para anggota tim setuju dengan idenya. Mereka pun mulai bergegas, untuk menyiapkan semua yang diperlukan.
Vio juga meminta Rayn menjadi model utamanya. Sengaja memang, untuk menarik perhatian.
Pagi harinya sebelum fashion show
Vio menelisik penampilannya di depan cermin, beberapa kali mengatupkan bibirnya, menyampingkan tubuhnya dengan satu kaki sedikit ditekuk untuk memastikan tak ada kekurangan dalam penampilannya.
‘’Perfect,’’ pujinya pada diri sendiri.
‘’Doakan aku ya.’’ Vio memberikan flying kiss pada foto Kevin sebelum keluar dari kamarnya.
Bersambung ....
Jangan lupa dukung otor dengan berikan vote, bunga atau kopi dan jangan lupa like dan komennya ya🤗
Cinta harus diperjuangkan & diperjelas 😎😎