JUDUL LANJUTAN “SAMUEL”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyCaca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12-NONA WILLIAM
Arbian dan Black tim pengejar langsung menyergap lokasi yang sudah di tentukan oleh Sadam, sedangkan Samuel berdiri membiarkan tim pengejar untuk membuka jalan, Sadam mengirim berupa foto Lenka yang di sekap di sebuah ruangan bersama beberapa pria yang tertangkap sedang bermain kartu.
Samuel yang menatap gadis nya itu sedang terbaring pingsan, langsung menatap kesal beberapa orang yang ada di dalam kamera cctv itu, sebuah percakapan pun terdengar.
"Jika mereka mengancam kita, sebaiknya kita kirim saja gadis ini ke pesawat selanjutnya ke perdagangan manusia bos, Dia cukup cantik untuk para pria yang haus wanita di luar sana,"ucap salah satu pria memakai topeng itu berbincang.
"Kau benar, harga nya pasti tinggi,"ujar pria itu mengangguk tanda setuju kepada teman nya itu.
Mereka semua tertawa puas, tidak menyadari jika ada seseorang yang memperhatikan dan mendengar gerak gerik mereka.
"Aku akan bunuh kalian semua,"ancam Samuel menatap nyalang tampilan vidio itu.
Sementara itu Lenka terbangun dalam posisi kaki dan tangan nya di rantai, ruangan yang di tempati kali ini berbeda dari pada tadi, seperti nya Dia sudah sangat lelah menghadapi ini semua, rasa berani tadi berubah menjadi rasa takut saat pria bertopeng itu mendekati nya.
"Sebelum kami menjual mu bagaimana kalau kami yang mencicipi mu?"tanya pria itu membelai wajah Lenka.
Hiks.. hiks..
"Maafkan Aku, jangan sentuh Aku, jangan, Aku mohon!!!"teriak Lenka kepada pria yang bersiap akan menarik kancing baju nya.
Lalu sebuah derap langkah kaki yang ramai dan suara seseorang yang Dia kenal membuka pintu.
Brak..
Bruk..
Dor.. dor..
Sebuah tembakan tepat mengenai kepala pria yang ada di depan Lenka itu, dua tembakan itu seketika membuat pria itu langsung meregang nyawa di tempat, Lenka seketika ketakutan untuk pertama kali nya Dia melihat orang melakukan peryegapan adalah hal yang buruk.
"Lenka are you ok?" ucap Samuel menguncang tubuh gadis itu yang berlinangan air mata dan akhirnya pingsan.
"Si@lan kalian membuat gadis ku ketakutan,"
"Arbian bunuh mereka semua Aku tidak mau tahu!"teriak Samuel mengendong tubuh Lenka ala bridle style ke dalam pelukan nya.
"Yes Bos,"ujar Arbian menembak mereka semua tanpa belas kasihan.
Suara gemercikan air terdengar sayu di pendengaran Lenka, mata nya yang terpejam kembali terbuka perlahan, pandangan nya berusaha menelusuri setiap sudut ruangan yang ada di sana.
Kamar bewarna yang dominan hitam yang tidak Dia ketahui itu membuat nya merasa heran dan memilih menganti posisi nya yang berbaring menjadi duduk, Lenka menyentuh pakaian nya yang sudah berganti menjadi pakaian tidur berbahan sutra itu.
"Dimana ini, apa di surga,"gumam Lenka dengan b0doh nya.
"Tapi jika Aku di surga apa Aku sudah mati, tolong lah Aku belum mau mati,"ucap Lenka dengan suara ngambek nya.
Hingga suara gemercikan air yang Lenka dengar berhenti, dan suara pintu terbuka pelan dari dalam kamar mandi.
Krek..
"Kyaaa Sam pakai baju mu!"teriak Lenka dengan keras.
Bagaimana gadis itu tidak berteriak saat melihat pria lain bertelanjang dada dan hanya memakai lilitan handuk di pinggang nya itu keluar dari kamar mandi.
Samuel yang mendengar teriakan itu bukan nya menjawab Dia malah mendekat kepada Lenka dan langsung memeluk gadis itu.
Grep...
"Kau sudah bangun, Aku sangat mencemaskan mu,"ujar Samuel dengan nada yang sangat khawatir itu.
Lenka membuka mata nya perlahan Dia merasakan kulit tubuh Samuel yang bersentuhan dengan diri nya, gadis itu hanya menghembuskan nafas.
"Jadi kau yang menyelamatkan ku? Terimakasih,"ucap Lenka mengusap punggung pria itu.
"Cium Aku,"ucap Samuel dengan mendadak.
Brak...
Gadis itu kaget mendengar penuturan Samuel, tentu Dia sontak mendorong tubuh pria itu sehingga terjatuh ke lantai dan lebih parah nya Dia melihat apa yang tidak seharusnya Dia lihat.
"Sam kau gil@!"teriak Lenka berlari keluar kamar dengan wajah memerah karena malu.
Samuel mengusap pelan bokong nya karena lumayan sakit, Dia seketika tersenyum miring ketika melihat eksperesi lucu Lenka.
"Apa seorang dokter sok polos seperti itu,"ujar Samuel mengeleng dan berdiri memakai pakaian nya.
Sementara itu Lenka berlari hingga sampai ke ruang tamu, dan Dia mendapatkan kejutan kembali ketika melihat banyak pria di sana sedang berbincang.
"Nona!"serempak mereka semua menunduk dengan hormat.
Tentu mereka sangat hormat, karena Lenka adalalah salah satu Anggota keluarga William yang harus mereka jaga terlebih gadis itu adalah gadis yang di sukai Samuel.
"Eh copot jantung Gua!"teriak Lenka sekali lagi ketika membalikan badan melihat banyak nya pria berpakaian hitam itu duduk bersama dan makan.
"Kalian siapa?"tanya Lenka mengusap dada nya berusaha menghilangkan rasa kaget nya.
"Kami Tim Aeros Nona, pasti Anda tahu,"ujar Arbian menjawab pertanyaan Lenka.
Gadis itu berjalan dan duduk di sofa yang kosong di samping Sadam, seketika Sadam langsung berdiri dan pindah, Dia tidak mau kalau Samuel sampai melihat Dia duduk di samping Lenka mungkin saja nyawa nya akan pergi.
"Kenapa kau pindah, Aku hanya numpang duduk saja,"ujar Lenka dengan heran.
"Saya tidak sopan jika duduk di samping Nona William,"ucap Sadam mengatakan itu dengan sopan.
"Kevin!"teriak Lenka mendekati seorang yang Dia kenal berada di sana.
Pria itu yang sedang berjalan ke arah teman-teman nya seketika menatap Lenka dan menunduk menyapa gadis itu.
"Nona Anda sudah sadar,"ucap Kevin menyapa.
"Kevin ini dimana?"tanya Lenka dengan heran.
"Markas Aeros Nona,"ucap Kevin menjawab pertanyaan gadis itu dengan cepat.
Gadis itu tampak mengerti, satu hal yang tidak Dia ketahui ialah keluarga nya yang tidak ada, apakah mereka tidak khawatir sama sekali atas kehilangan diri nya.
"Kevin apa Daddy dan Mommy tidak mengetahui kejadian yang Aku alami,"ujar Lenka mengatakan itu.
Belum sempat Kevin menjawab, Samuel sudah dulu berdiri di samping gadis itu dan merangkul pinggang nya dan menjawab.
"Tidak, jangan sampai tahu, atau kau akan dimarahi habis-habisan karena ikut party dan malah di culik,"ucap Samuel menjelaskan itu.
"Tangan mu,"kesal Lenka memukul tangan Samuel yang melingkar di pinggang nya.
Mereka semua akhirnya memutuskan untuk makan malam, sebenarnya Lenka ingin pulang tapi Samuel memaksa nya untuk makan terlebih dahulu, mereka semua nampak menikmati makanan tapi bedanya di meja makan hanya ada Samuel dan Lenka sisa nya teman-teman mereka berada di meja yang berbeda.
"Kevin kenapa kau hanya berdiri ayo duduk dan makan,"ajak Lenka.
"Makan saja makanan mu jangan pikirkan orang lain,"kesal Samuel mendengar perhatian Lenka kepada Kevin.
"Tapi,"
Brak..
Samuel mengebrak meja makan nya dengan tatapan kesal.
"Aku bilang makan saja!"teriak Samuel.
Membuat semua orang yang ada di sana langsung terdiam, sementara itu Lenka malah menunduk tidak mau makan dan meneteskan air mata nya.
Samuel yang melihat air mata gadis nya itu seketika mendengus kesal lalu menatap tajam Kevin.
"Kau dengar Kevin, duduk dan makan atau Aku yang akan menyuapi mu!"teriak Samuel kepada Kevin.
"Berhenti menangis, Kevin akan makan bersama kita,"ucap Samuel membujuk gadis itu dan mengelap air mata nya.
Lenka yang menangis tadi seketika menatap Samuel tersenyum manis.
"Dasar,"
aku akan setia nunggu cerita barunya☕☕☕☕☕☕☕☕☕