Vika gadis ceria dan sedikit tomboy jatuh cinta pada Ihsan yang merupakan teman kecilnya.
Vika terpaksa harus memendam rasa sukanya pada Ihsan karena ada begitu banyak hal yang membuat mereka tak bisa bersama.
Penasaran ....
yuk simak kisah lengkapnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Maelani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB l2
🌹SELAMAT MEMBACA🌹
Beberapa hari berlalu setelah Ujang menyatakan rasa sukanya pada Vika.
"Kenapa dia gak mau nemuin aku sih,apa salah kalo aku jatuh cinta sama dia"batin Ujang sambil menatap hamparan sawah yang hijau dan ditemani bebek milik nenek Dilla yang biasa ia angon bersama Vika.
Sejak Ujang menyatakan cintanya Vika seakan menghindari Ujang,ia tak pernah lagi menemani Ujang menggembala bebek milik neneknya, pesan wa dari Ujang pun tak pernah Vika balas namun selalu dibaca.
Sementara itu didalam kamarnya Vika nampak termenung memikirkan apa ia harus move on dari Ihsan dan menerima Ujang.
Memang beberapa hari ini Vika tak mau menemui Ujang Ia coba memikirkan apa ia juga suka dengan Ujang atau menganggap nya hanya sebagai teman dekat saja.
Ada begitu banyak pesan chat dari Ujang namun tak satupun yang ia balas.
Ia ingin menyakini hatinya apakah ia juga mempunyai rasa yang sama dengan Ujang atau hanya menganggapnya sebagai teman dekat saja.
"Vika..." teriak nene Dilla dari luar kamar Vika
"Vika bukan atuh pintunya"teriak nene Dilla lagi dan entah untuk keberapa kalinya sang nene memanggil nya namun kerena asik dengan pikiran nya sendiri membuat Vika tak mendengar nenek nya berteriak dari depan pintu kamar nya.
Kerena penasaran nene Dilla pun membuka perlahan pintu kamar Vika yang kebetulan tidak terkunci.
"Astaghfirullah dari tadi nene panggil ternyata lagi ngelamun" ucap nene Dilla dengan suara sedikit kencang dan berhasil membuyarkan lamunan Vika.
"Kamu tuh kenapa Vika udah beberapa hari ini gak keluar rumah,kasian tuh si Ujang gak ada temennya jagain bebek" nene Dilla duduk di samping Vika sambil memperhatikan wajah cucunya.
"Muka kamu biasa aja gak pucat, berarti kamu lagi gak sakit kan?" lanjut nene Dilla
"Emang siapa yang bilang Vika sakit Nek,lagi males aja"jawab Vika sambil merubah posisi duduknya.
"Kamu teh lagi berantem ya sama Ujang makanya kamu gak mau ketemu sama dia?" nene Dilla terus saja mendesak Vika dengan berbagai pertanyaan hingga akhirnya Vika pun menceritakan semuanya.
ha....ha
"Astaga orang mah kalo ditembak sama cowo tuh seneng Vika bukannya malah ngumpet"
Vika memajukan bibirnya beberapa mili kerena kesal pada sang nene yang terus saja menggoda nya.
"nene sok tau kata nembak"gerutu Vika dengan wajah sedikit cemberut.
"Biarpun udah tua nini mah gaul atuh Vika"
"kalo cuma kata ditembak sama cowo mah ngerti"
"Saran nini diterima aja kan kamu juga sudah kenal lama sama Ujang dia juga tau Waktu kamu lagi gemuk,item,dan jelek"
"Huaaaaa punya nene kenapa kaya gini amat sih,cucu sendiri dikatain" ucap Vika dengan memasang wajah sedih mendengar perkataan nene Dilla.
"Bukan gitu Vika, maksudnya dia itu udah tau kamu, dulu kamu itu jelek dan sekarang cantik" ucap nene Dilla menjeda ucapannya sambil melihat wajah Vika yang semakin cemberut .
"terus kenapa Nek?"tanya Vika kesal
"Jadi kalo besok kamu jelek lagi dia gak bakal ninggalin kamu toh awal ketemu kamu kan " nene Dilla menggembungkan kedua pipinya bertanda gemuk lalu dengan sedikit cepat keluar dari kamar Vika sambil tertawa puas karena telah berhasil menjahili cucu nya.
Vika yang mengerti maksudnya nene Dilla yang sedang menggodanya langsung berteriak
"Neeeeneeeekkk "teriak Vika merajuk pada sang nene.
Ujang yang kebetulan baru saja memasukkan bebek kedalam kandang sontak langsung melihat kearah kamar Vika begitu mendengar suara teriakan dari gadis yang saat ini sedang ia tunggu jawaban nya.
Nene Dilla hanya tertawa mendengar suara Vika sambil menyapu halaman.
"Ni...Vika kenapa?" tanya Ujang yang penasaran.
"Oh..itu si Vika tadi nini isengin,oh iya kamu gimana sama Vika?" tanya nene Dilla tanpa basa basi.
"Gimana apanya Ni? Ujang balik bertanya pura-pura tidak mengerti.
"Diterima apa ditolak?" tanya nini Dilla lagi
emmmmm
belum sempat Ujang menjawab nene Dilla sudah melengos pergi sambil berteriak " Ditanya lagi atuh Jang, pantang menyerah sebelum diterima"
Dalam perjalanan pulang kata-kata nene Dilla terus mengngiang di telinga Ujang.
Malam itu di pos ronda tempat biasa Ujang dan teman-temannya berkumpul.
"Assalamualaikum"
"Vika gimana kabarnya?"
"Kenapa sampai saat ini kamu belum kasih aku jawaban"
"kenapa juga semua chat aku gak kamu balas?"
"Apa aku salah kalau aku ngungkapin perasaan aku ke kamu"
"Sebetulnya kamu nolak aku juga gak apa-apa Vika,tapi aku mau kita tetap berteman"
Ujang pun langsung mengirim pesan itu pada Vika dan kebatulan langsung dibaca oleh Vika.
Vika nampak termenung membaca semua chat dari Ujang.
Malam itu Vika memutuskan akan menemui Ujang dan memberi jawaban kepada Ujang.
Sementara itu di rumah Vika di kota nampak Pian sudah mengepak pakaiannya untuk pergi ke Bandung dan bertemu dengan Vika.
Begitu juga dengan Ihsan yang telah membuat janji bersama temannya selepas kuliah langsung menuju kota Bandung untuk bertemu dengan Vika gadis yang telah berhasil membuatnya tidak bisa tidur dengan nyenyak,tidak enak untuk makan dan membuat nya serba salah.
" Gw yakin loe itu Vika temen gw"
"Tapi kenapa bisa loe jadi cantik banget sih"
"Bikin gw makin penasaran" Ihsan bermonolog sendiri sambil menatap foto Vika yang ia ambil saat bermain Voly.
Ujang dengan semangat langsung datang kerumah nene Dilla begitu mendapat pesan wa dari Vika yang meminta nya untuk menemuinya dirumah.
"Assalamualaikum" teriak Ujang dengan perasaan tak menentu.
Nene Dilla yang kebetulan mendengar suara Ujang langsung membukakan pintu dan meminta Ujang untuk menunggu diteras sebentar.
Dengan perasaan yang mungkin sama dengan Ujang Vika pun memberanikan diri untuk menemui Ujang.
"Hai...."sapa Vika dengan suara bergetar karena dek-dekan.
"Hai juga..."
"Gimana kabarnya Vika"sapa Ujang sedikit kaku.
Vika menarik sedikit bibirnya maksakan untuk tersenyum.
"Baik... Jang" jawab Vika yang langsung menunduk malu karena Ujang menatap nya.
"Kenapa jadi kaku gini suasananya ya Vik" ucap Ujang
"Iya" jawab Vika singkat
"Vika...aku gak apa-apa kamu nolak aku,tapi aku mohon jangan menghindar dari aku"
"Aku gak kuat kalau kamu diemin aku kaya gini Vika"
"Aku mau kita kaya dulu lagi walaupun hanya sebatas teman"
Ujang langsung mengeluarkan semua isi hatinya pada Vika.
"Jang maafin aku sudah bikin kamu gak nyaman"
"Sebenarnya aku juga gak bisa jauh dari kamu Jang"
"Aku mau kok jadi pacar kamu,tapi kamu harus sabar ya sama aku"
Seakan tak bisa berkata-kata,Ujang langsung menatap kearah Vika seakan tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Kamu serius Vika,mau jadi pacar aku?" tanya Ujang seakan tak percaya
"Iya Jang,aku serius walaupun aku baru belajar mencintai kamu" ucap Vika lagi.
"Tak apa Vika biarpun kamu baru belajar mencintai ku,aku yakin suatu saat nanti kamu pasti bisa mencintai aku setulus hati" wajah Ujang nampak begitu berbinar bahagia akhirnya ia dapat menjadi kekasih Vika walaupun saat ini rasa suka di hati gadis itu baru sedikit untuk nya.
MAAF YA SEMUA OTHOR BARU BISA UP LAGI.
SEMOGA PARA READER GAK LUPA YA CARA KASIH DUKUNGAN BUAT OTHER.
KALAU LUPA NI OTHOR KASIH INGET LAGI
TEKAN TOMBOL LIKE
2.SARAN,KRITIK, KOMEN JUGA JANGAN LUPA
3.TEKAN TOMBOL FAVORIT JUGA BOLEH
4.MAU KASIH MAWAR ATAU VOTE LEBIH BOLEH LAGI.
5.TERIMA KASIH
AMELLAJJ/AUTHOR