ini lanjutan cerita dari novel sebelumnya Tentara Penakluk Hati..
disini diceritakan kisah tentang Mega Lestari dan Joni Andrean setelah menikah...mari kita ikuti manis.asam.asin nya bahtera rumah tangga seorang Mega Lestari menjadi pendamping seorang TNI AD Letnan Satu Joni Andrean.
akan kah Mega dipertemukan kembali dengan Doni?akankah Joni tetap setia mencintai Mega?
ayo kita baca kelanjutannya kisah cinta Mega Lestari.Joni Andrean.Doni Maulana dan Elsa Juwita
cekidooottttt...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TPH 12
Pagi pukul 06.00
Bang Jon sudah berada di Kompi.kebetulan hari itu olah raga bersama...
Bang Jon menerima pesan dari Ayah Reva..Ayah Reva meminta Jon untuk pergi ke RS TNi mengecek keberadaan Reva.karena Reva tidak bisa dihubungi sejak kemarin sore.
Jon baru saja menutup ponselnya..berniat ke Kompi mengajak Rangga agar tidak ada kesalah pahaman.
baru saja Jon akan beranjak ternyata Rangga sudah berada Di KomPI A.
"Apa kamu juga dapat pesan yang sama dengan ku??tanya Joni kepada Rangga
"iya..."
"kita berangkat bersama....jangan sampai istri-istri kita salah paham"
"iya apalagi istri ku galak,bisa-bisa aku tidur di barak "ucap Rangga.
"sama saja...Istri aku juga sensitif kalau masalah perempuan" ucap Jon..
"ya sudah ayo kita berangkat..."ajak Rangga.
mereka berangkat ke RS.TNI memakai training olah raga batalyon untuk mencari Reva dan melihat keadaannya.
setelah sampai di RS.TNI ternyata Reva tidak ada...salah satu perawat memberitahu bahwa Reva sedang sarapan di kantin rumah sakit.
Joni dan Rangga menuju kantin...dilihatnya Reva sedang duduk melamun dengan ditemani secangkir teh.
"Reva.."
Panggil Rangga dan Joni,keduanya langsung duduk berhadapan dengan Reva.
Reva membulatkan matanya saat dua pria yang pernah atau mungkin masih dia cintai ada dihadapannya.
"Ayah mencoba menghubungi kamu katanya nomer kamu tidak aktif" Rangga memulai pembicaraan
"jadi karena itu kalian kesini??karena Ayah??" ucap Reva
"Ayah khawatir dengan kamu Reva" ucap Joni
"Apa kalian juga khawatir??"
"Iya kami juga khawatir" ucap Rangga.
"Lalu kenapa nomer kalian juga tidak bisa aku hubungi" ucap Reva menatap Rangga dan Joni.
"Reva maaf untuk hal itu.." ucap Rangga
"Abang juga minta maaf" ucap Joni
"kenapa kalian menghindariku???"
"Reva...Abang minta kamu mengerti..Abang sudah punya kehidupan sendiri...sekarang Abang sudah menikah" ucap Rangga
"Abang juga sama" ucap Joni.
"Kenapa kalian tidak mengerti perasaan Reva"
"Reva maaf untuk hal itu...Bang Rangga...Bang Joni...sebelum kenal sama Reva sudah kenal lebih dulu dengan istri-istri kami sekarang" ucap Rangga.
"Kami hanya menganggapmu sebagai adik kami...mohon jangan disalah artikan" ucap Joni.
Reva menangis mendengar ucapan kedua laki-laki tersebut.
Dengar Reva...kamu seorang Dokter...kamu akan dapatkan siapapun yang kamu inginkan..kamu cantik" ucap Rangga
"lalu kenapa salah satu dari kalian tidak menginginkanku...bahkan aku lebih cantik dari Istri kalian"
"karena kami menganggap kamu saudara .kamu harus bisa mengerti kalau Abang....terus Bang Jon sekarang sudah menikah" ucap Rangga.
"lambat laun Reva pasti bisa menerima nya,mungkin sekarang Reva belum bisa menerima kenyataan kalau Bang Rangga juga Bang Joni sudah menikah." ucap Joni
Reva melihat keduanya...betapa beruntung nya wanita-wanita yang menjadi pendamping mereka.
"jadi dari dulu kalian hanya menganggapku adik??" tanya Reva.
"Iya,jadi mulai sekarang Reva anggap Bang Rangga dan Bang Jon sebagai kakak Reva."
"tapi nomer lalian tidak bisa Reva hubungi"
"'begini saja..kalau kamu butuh kami..kamu bisa hubungi nomer telepon Batalyon yah." ucap Joni
"Reva akan pindah lagi ke Aceh..nanti Reva telpon Ayah..HP Reva rusak..belum beli lagi" ucap Reva
Joni dan Rangga saling tatap
"kamu mau pindah lagi??" tanya Rangga dan Jon serempak
"Iya..." Reva menghapus sisa air matanya dan menghabiskan teh nya.
"Reva masih harus menemui pasien...terimakasih kalian sudah menemui Reva...ucap Reva berdiri dan meninggalkan Rangga juga Joni.
Rangga dan Joni menarik nafas panjang dan saling angkat bahu.
"setidaknya masalah Reva sudah bisa dijinakan" ucap Joni.
Rangga dan Jon melihat jam ditangannya jam 08.30
"nanti kalau istri kamu tanya kita habis dari mana??mau jawab apa??jawaban harus sama..kita telat pulang kerumah. .olah raga jam 08.00 juga beres .." tanya Jon.
"kita jujur atau bohong??"
"jujur salah...bohong apalagi"
"terus bagaimana??
"malah balik tanya"
"mending jujur Jon...kalau bohong nanti ketahuan lebih ribet....kalau jujur setidaknya mereka terima atau tidak itu urusan mereka...toh kita menemui Reva berdua tidak sendiri. ucap Rangga
"Oke setuju" ucap Joni.
mereka pun meninggalkan rumah sakit dan kembali kebatalyon.
-------
batalyon pukul 09.00
"Abang dari mana???sarapannya keburu dingin"
Joni mencoba membuka mulutnya...tapi terasa susah alan memulai bicara...
"Abang kenapa??"
"tidak apa-apa..."
ya sudah sarapa dulu...Mega menyodorkan nasi dan lauknya..
"Amaaan...Mega tidak menanyakan kembali aku dari mana" guman Joni sambil terus makan.
"jadi Abang dari mana dulu?"
"uhuuuk uhukk...Joni langsung keselek saat Mega menanyakan kembali pertanyaan tersebut
Mega langsung memberikan air putih kepada Jon.
"minum dulu" ucap Mega.
Joni pun langsing menengak habis air minum nya
dada nya berdetak kencang...sangat takut Mega marah dan salah paham.
keringat dingin bercucuran dari badannya
"Abang kenapa??"Mega heran yang melihat Joni tampak pucat dan ketakutan
"Yank..."
"Apa??" Mega menjawab dengan heran.
"jangan marah..."
"siapa yang marah???heran...
"Abang mau jujur..."
"jujur apa??" Mega menghentikan makannya
"tadi Abang menemuk Reva..
Dengan reflek Mega melemparkan sendok nya ke lantai dan meninggalkan Joni.
"yank...yank...abang bisa jelaskan...abamgvtadi sama om Rangga...dengerin dulu abang...Abang ga pi ter ngomong...aduh bagaimana agar kamu mengerti..ucap Joni.
Yank...dengerin dulu...Joni meraih lengan Mega yang hampir menutup pintu kamarnya.
"tadi Abang sama Om Rangga...tanya Santi...Om Rangga juga pasti sama menjawabnya begitu.
"Abang ada alasan menemui Reva...dengerin dulu abang"
Mega melemah dan membuka kembali pintu kamarnya. yang hampir tertutup.
"Tadi Ayahnya Reva kirim pesan..waktu abang masih diKompi...kamu baca sendiri pesannya.
Om Rangga juga dapat pesan yang sama.karena Ayah Reva sudah kami anggap Orang tua angkat waktu di Aceh
"jadi apa yang kalian bicarakan??"
"duuuh harusnya aku rekam tadi" gumam Joni.
"apa yang kalian bicarakan??"
"ngasih pengertian sama Reva..kalau Abang dan Bang Rangga hanya menganggapnya saudara.
lagi-lagi bawa nama Om Rangga" ucap Mega.
"om Rangga saksi nya Yank" kita tidak ngapa-ngapain.kamu temui Santi..siapa tahu kamu lenih mendengarkan penjelasan Santi daripada penjelasan Abang"
"ya sudah..Mega percaya...tapi nanti kalau ketemu santi dan Om Rangga aku mau tanyakan"
"iya kamu tanyakan saja...Om Rangga juga pasti menceritakan hal yang sama...kita pria-pria jujur ko" ucap Joni masih sedikit takut..
Mega tersenyum saat Joni mengatakan mereka pria-pria jujur.
"Percaya ya sama Abang"
"iya...." ucap Mega sambil tersenyum
Joni memeluk Mega dan mencium kening Mega
"tidak pernah ada yang lain.." ucap Joni.
.
.
.
.
.
.
like.vote dan komentar🤗🤗
tanggung jawab lu thor
😍😍💪