NovelToon NovelToon
Bila Tak Jodoh

Bila Tak Jodoh

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Cintapertama / Badboy / Cintamanis / Patahhati / Contest / Tamat
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: Marya Juliani Jawak

Menceritakan tentang hubungan kasih antar remaja hingga dewasa yg sudah berjalan lama. Tak terasa, hubungan bertahun - tahun membuat perasaan mereka menjadi tak menentu. Ada rasa jenuh sehingga ingin melepas.

Bersama dengan orang yg baru membuat diri kita akan bahagia, tanpa kita sadari bahwa ada hati lain yg bisa saja terluka.

Ditengah kebimbangan dan rasa jenuh yg melanda, mampukah kita mempertahankan hubungan lama yg dimulai dari awal atau melepaskannya begitu saja guna kebahagiaan yg kita dapatkan dari orang baru?

Simak terus yu bg/kk... Novel ketiga aku. Semoga suka ya 🤗.

Jangan lupa tinggalkan jejak (Rate, Favorite, Like, Komen ya). Salam sehat selalu 🤗🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marya Juliani Jawak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ulang Tahun Nicholas Stevanus

Bertepatan dengan tanggal dan bulan yg sama namun berbeda tahun. Hari ini adalah hari ulang tahun Nicholas Stevanus yg ke 18 Tahun.

Ia pulang dari kota hanya untuk menuruti permintaan kekasihnya Sabrina yg akan merayakan ulang tahunnya di Pantai.

Mereka pergi pagi hari dengan membawa dua mobil. Satu mobil untuk semua anak kostnya dan satu mobil lagi untuk dirinya serta keluarkan nya. Nic bersampingan dengan Sabrina di bangku depan, sedangkan Ayah dan Cindy berada di bangku penumpang. Sedangkan Bunga adik kandung Nic tidak hadir karena ada ujian.

Nic saat ini sudah semester 2 sedangkan Sabrina dan Cindy sudah kelas XII. Kelas akhir yg menentukan langkah kaki mereka menuju masa depan yg akan mendatang.

"Kamu nanti mau kuliah dimana?" Tanya Nic seraya melajukan mobil dengan kecepatan sedang.

"Aku sama teman - teman aku mau kuliah di kota aja. Biar nanti bisa pulang pas liburan."

"Mau ambil jurusan apa?"

"Rahasia..." Bisik Sabrina yg membuat Nic kepo.

"Hmmm....."

"Abang sepupu, aku gak ditanyak?" Ucap Cindy yg merasa terasingkan oleh mereka berdua.

"Kamu gak usah di tanyak. Pasti mau langsung merid." Ketus Nic yg membuat Sabrina tertawa sedangan Cindy cemberut.

"Enak aja bilang langsung merid aja. Jangan - jangan Abang sepupu lagi yg mau ngajak Sabrina merid setelah lulus nanti. Sabrina awas aja ya kalau elu mau merid sama sepupu aku ini pas lulus." Ancam Cindy.

Bukannya merasa terancam, Sabrina hanya menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Cindy jika mereka akan langsung menikah.

"Gila aja Lo mau nikah muda. Gak.... gak bisa.... Om, om gak bakalan setuju kan?" Pandangan Cindy tertuju pada Agung Papanya Nic.

"Kalau mereka memang berjodoh, om bisa apa Cin. Lagian biarlah mereka di halalkan dalam Agama." Jawabnya tenang yg membuat mulut Cindy ternganga tidak percaya dengan jawaban om nya.

"Lagian jika kamu mau merid juga, om bisa membuatkan kalian pesta bersamaan."

Cindy pun semakin dibuat tidak percaya, kenapa ia mempunyai om seperti papanya Nic. Cindy pun hanya bisa diam dan melihat keluar dimana pemandangan lebih baik untuk di pandang daripada semua orang yg ada di mobil tersebut.

"Cindy akan bekerja dulu sebelum menikah. Jadi om gak perluh repot membuat dua pesta untuk Cindy dan Abang Nic.

Cindy tidak yakin bisa menikah apa tidak. Cindy takut pernikahan Cindy tidak akan bertahan lama seperti pernikahan mama dan papanya. Jadi seumpama Cindy di campakkan, Cindy masih bisa bekerja untuk mencukupi kebutuhan Cindy setelah perceraian. Batin Cindy terluka mengingat perceraian kedua orangtuanya.

Situasi Cindy memang sedikit tidak mendukung. Orangtuanya bercerai di usianya yg menginjak umur 7 tahun. Ia di tinggalkan di tempat kakeknya yg tak lain adalah papa kandungnya Agung dan papa kandungnya sendiri.

Selama ia hidup, ia selalu di bohongi oleh orang - orang terdekatnya. Jika menanyai keberadaan orangtuanya, maka semua orang akan mengatakan jika kedua orangtuanya sedang sibuk bekerja di luar negeri. Padahal ia tau sendiri apa arti dari sebuah perceraian. Ia hanya bisa tersenyum dan tidak pernah menanyakan tentang orangtuanya lagi. Karena jawaban yg di dapatkan adalah jawaban yg selalu sama.

Ia tumbuh menjadi gadis yg ceria dan periang. Ia sangat menyayangi Nic sebagaimana rasa sayang adik terhadap abangnya. Sosok Nic lah yg menjadi penyemangat dalam dirinya. Ia menemukan perhatian Nic sebagai pelengkap hidupnya dalam menutupi kasih sayang orangtuanya yg tak pernah ia dapatkan.

Walaupun jika di dalami, itu merupakan suatu topeng untuk menutupi rasa rindu dan pedihnya ketika tidak memiliki orangtua di sisinya. Orangtua yg bercerai dan meninggalkannya seorang diri.

Angin bertiup kencang dan suara air ombak yg menjadi ciri khas dari pantai ini. Mereka telah sampai sedari tadi dan langsung memasang tenda untuk tempat barang - barang yg mereka bawa. Anak kostnya Nic juga memasang alat panggangan guna acara panggangan ikan yg ikannya sedang di beli oleh Sabrina dan Cindy.

Bara api yg memerah serta asap dan wangi ikan tercium oleh Indra penciuman mereka. Ada yg memanggang, bergitar, dan menyiapkan keperluan untuk makan siang di atas tikar yg mereka sewa sebelumnya.

Makan siang pun tiba, Nic duduk di tengah memakai topi ulang tahun dan di depannya sudah tersaji kue yg di atasnya terdapat angka 1 dan 8 sesuai umunya saat ini.

Mereka bernyanyi dengan iringan gitar dan tepuk tangan yg menjadikan suasana menjadi meriah.

*Hari ini saat bahagia untukmu*

*Bertambah satu tahun usiamu*

*Ku nyanyikan sebuah lagu*

*Agar istimewa harimu*

*Happy birthday to you (Happy birthday*)

*Happy birthday to you (Happy birthday*)

*Happy birthday to you, oh*

*Uh-woah*

(*Happy birthday, happy birthday*)

(*Happy birthday, happy birthday) Oh-woah*

*Hari ini istimewa (Hari ini*)

*Karena ini ulang tahunmu (Ulang tahunmu*)

*Hari ini berbahagia (Hari ini*)

*Nikmati saja*

*Happy birthday to you*

*Happy birthday to you (Hari istimewa, nikmati saja*)

*Happy birthday*…

Selesai lagu ini dilanjut dengan lagu tiup lilin...

"Sayang buat permohonan..." Pinta Sabrina dan Nic segera memejamkan kedua matanya.

*Aku harap kamu adalah sumber kebahagiaanku untuk selamanya Sab*.....

Lilin pun di tiup berbarengan dengan kedua matanya yg terbuka. Ia tersenyum bahagia dan mengucapkan terimakasih untuk semua yg ada di sana.

Acara demi acara pun berlanjut dengan baik. Semua yg hadir merasakan kebahagiaan yg hakiki.

Dika dan Rendi maju kedepan. Mereka sudah menyiapkan kejutan untuk semuanya. Mereka beranggapan jika Rendi dan Dika akan bernyanyi ataupun dance dengan iringan musik.

"Nungguin ya?" Kompak mereka yg membuat lainnya merasa gemas. Sedangkan mereka tertawa bersama karena sudah berhasil membuat lainnya kesal.

"Buruan....." Teriak Cindy menatap tajam Dika dan Rendi secara bersamaan.

"Sabar dong.... Semua butuh proses...." Jawab Rendi yg di tengah-i oleh Dika.

"Baiklah kami disini ingin mempersembahkan sebuah kenangan yg akan menjadi moment penting bagi yg berulang tahun hari ini.

Mereka menekan tombol play pada laptop yg di bawa tadi dan menambah volume suara pada laptop agar dapat di dengar melalui speaker yg mereka bawa juga.

Wajah Nic yg bahagia berubah menjadi masam. Beda dengan lainnya yg tertawa terbahak - bahak. Sedangkan Cindy memukul jidatnya malu dengan apa yg ia lihat barusan.

"Astaganaga.... Serius itu bukan temen gue ..." Rutuknya dalam hati menatap Sabrina yg tersenyum puas.

"Darimana Lo dapat itu, matikan gak." Kesel Nic pada Rendi dan Dika. Yg disebutkan namanya hanya bisa tertawa memegangi perut mereka.

"Sayang kok dimatiin...." Rengek Sabrina yg membuat wajah kesel tapi berubah menjadi wajah terkejut.

"Sabrina lo apaan sih? Masa pacaran ambil rumput untuk bocil." Celah Cindy menatap tak percaya pada temannya ini. Sedangkan Nic setuju dengan pendapat Cindy.

"Memangnya kenapa? To kami gak keberatan. Ia kan sayang." Ucapnya tanpa beban pada Nic.

"Ren, Dik... Nanti aku minta softcopy nya. Nanti aku mau buatkan ke kaset. Jadi hadiah aku ada dua de...." Ucapnya bangga dan bahagia.

Rendi dan Dika hanya mengajukan jempol berusaha menahan tawa lagi.

"Sayang...." Panggil Nic kembali.

"Kenapa sayang? Kamu gak suka ya?" Terdengar seperti mengancam yg membuat nyali Nic menjadi ciut.

"Su... suka kok yank. Hehehe. Makasih ya yank..."

"Sama - sama sayang. Nanti kamu harus bilang makasih ya sama Rendi dan Dika. Coba kalau gak ada mereka yg merekam. Pasti gak ada sejarah dalam hubungan kita."

*Apes banget sih gue punya cewek kek Sabrina. Untung cinta, kalau gak udah gue musnahkan tu video dan foto*. Batin Nic

*Untung Lo di sayang Sab. Kalau gak, udah gue cuci otak Lo di pantai tu. Biar otak Lo bersih. Masa pacaran ngambil rumput sih. Sab... Sab*.... Batin Cindy.

***Happy Reading Say..... Semoga kalian suka. Jangan lupa 💟, ⭐, 👍 serta 💬 ya say***.... 🤗😇

1
rikosembiring
Ditunggu lanjutannya y thor
Marya Juliani Jawak: Siap... Di pantengin terus ya 🙏😇
total 1 replies
Marya Juliani Jawak
Makasih kk.... Sukses buat kita semua 🤗
TK
first
semangat
sukses
TK
next
TK
first coment 👍
Nicco
Sabrina nya kapan nikah ya kak,novelnya terlalu greget pengen tau endingnya nih😁
Marya Juliani Jawak: Hahaha, sabar bang, semua ada waktunya. Indah pada masanya. hrhehe
total 1 replies
TK
semangat Thor 👍
Marya Juliani Jawak: Makasih kk....
total 1 replies
TK
like
TK
first 👍
TK
Anne dan Anna hadir 👍
TK
first
TK
next Thor 👍
TK
lelaki Berkacamata 🤗🙏
Marya Juliani Jawak
Makasih kk.... Semangat selalu 💪
TK
Anne dan Anna hadir 👍
Darah Biru (Bangsawan)
next up 💕😘😘😘😘
Darah Biru (Bangsawan)
😘😘😘
Darah Biru (Bangsawan)
semangat selalu 💕
Darah Biru (Bangsawan)
💕💕💕
Darah Biru (Bangsawan)
💕💕💕💕💕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!