NovelToon NovelToon
My Ex Husband

My Ex Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Nikahmuda / Duda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:49.8k
Nilai: 5
Nama Author: putrimaya

Setelah 6 tahun berlalu atas perceraiannya, Haleth Vasthi tak lagi mudah mempercayai seorang pria. Selain banyak omong kosong, pria selalu penuh dengan tipu daya hingga Haleth tak mau lagi merasakan kecewa untuk yang kedua kalinya.

Namun tiba-tiba pria itu datang kembali. Siapa lagi jika bukan Legrand Adam, mantan suami sekaligus ayah biologis Tasha Elivia Legrand. Meski sudah tak asing karena pria itu selalu berkunjung satu tahun sekali untuk menemui Tasha, tapi entah kenapa kehadirannya kali ini cukup berbeda. Tak ada angin, tak ada hujan, Adam tiba-tiba mengajaknya untuk rujuk!

Memang, masih adakah kesempatan kedua untuk Adam dari Haleth?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrimaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alasan yang Tidak Bisa Diterima

Kacau, lelah, marah, kesal. Keempat elemen yang mengendap di dalam hatinya itu semakin menyiksa Haleth yang kini ditambah oleh rasa pening yang menyerang kepalanya. Ia ingin menangis. Sangat sangat ingin. Tapi entah mengapa tak ada setitik pun air mata menggenang di pelupuk matanya. Ia ingin berteriak. Tetapi setiap Haleth hendak membuka suara, tenggorokannya seperti tercekat dan berakhir hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar.

Kedua kakinya bergerak menginjak karpet yang terhampar di putihnya marmer. Berjalan dengan wajah lesu memasuki kamar mandi, Haleth lantas melucuti pakaiannya satu per satu. Berendam di air hangat mungkin bisa membantunya merilekskan tubuh dan pikirannya. Sebelum menuju bath tub, wanita itu mengambil essential oil di rak. Namun sebuah pantulan dirinya di cermin membuat Haleth terdiam lebih lama di sana.

Mata kecoklatan nya menatap nanar tubuh telanjangnya yang terdapat bekas-bekas kemerahan yang membiru. Entahlah, kenapa ia baru sadar jika jumlahnya begitu mengejutkan. Seganas apa percintaannya dengan Adam semalam?

Huh? Percintaan? Itu hanya sebuah kesalahan yang berakhir dengan kecelakaan. Tidak ada perasaan yang terlibat.

Wanita itu mendengus kemudian melakukan tujuan awalnya. Haleth mengubur dirinya dalam tumpukan busa yang meluap dari bath tub nya. Matanya terpejam. Ia mencoba menikmati waktunya dan berusaha keras melupakan semua masalahnya.

Haleth menghabiskan waktu cukup lama untuk menenangkan dirinya, dan meninggalkan bath tub setelah merasakan pegal pada punggungnya. Haleth berjalan kembali ke kamarnya, lalu memakai pakaiannya satu per satu sebelum memutuskan untuk keluar.

Kakinya melangkah membawanya menuju dapur. Wanita itu lapar dan butuh sesuatu untuk di makan. Ia ingat makanan yang Adam beli untuknya tadi. Mungkin Haleth bisa memakannya, toh pria itu sudah pergi dari rumahnya. Jika Adam menanyakan apakah dirinya memakan atau tidak menu makan siang yang pria itu belikan, Haleth akan bilang tidak. Jangan harap Haleth akan jujur. Dia pasti ditertawakan oleh gengsinya yang selangit itu.

Namun langkahnya seketika berhenti saat Haleth sampai di ambang perbatasan dapur dengan ruang tengah. Haleth menghembuskan nafasnya putus asa.

"Hai. Kau ingin makan siang?"

Sial!

...***...

"Aku melihatnya. Mereka sepertinya tidak terlalu dekat. Mungkin karena sikap Haleth."

"Aku justru diajak berbicara oleh pria itu. Ah, kalau dia masih lajang, aku pasti akan mendekatinya."

"Dia masih lajang, mungkin. Buktinya dia mendekati Haleth, kan?"

"Ah, benar. Mengapa Haleth tidak merespon pria tampan, gagah, dan yang pasti banyak wanita menginginkan? Sayang sekali,"

Niel menghela nafasnya. Lebih dari 10 menit lamanya ketiga rekan kerjanya itu dengan semangat membicarakan seseorang yang menjemput Haleth beberapa menit lalu. Desas-desus itu bahkan sudah menyebar ke seluruh penjuru rumah sakit.

Sampai sekarang hanya segelintir orang yang tau bahwa Adam adalah mantan suami Haleth. Terlepas dari ikatan pernikahannya dengan Adam, Haleth menjadi wanita yang acuh terhadap pria. Pantas wanita itu sekali didekati oleh seorang pria, gosip pasti tak dapat dihindari.

Niel meletakkan pulpennya lantas menatap ketiga rekan kerjanya yang masih melanjutkan obrolan. "Dia itu Adam Legrand, mantan suaminya Haleth." beritahu nya.

"Apa?" ketiga wanita itu menoleh secara bersamaan.

"Adam Legrand?"

"Tidak mungkin,"

"Pantas wajahnya tidak asing!"

Niel merotasi bola matanya. "Bukankah kalian sudah pernah bertemu dengan Tasha? Anaknya Haleth saja bahkan mirip sekali dengan Ayahnya,"

"Wah, serius Adam Ayahnya Tasha?"

"Kalau begitu, kau punya saingan yang berat ya, Niel?!"

Niel mendengus. "Aku tidak pernah melihat mereka sedekat ini sebelumnya. Makanya aku ambil start meskipun Haleth merespon ku seadanya."

Salah satu dari mereka mengusap bahu Niel. "Ah, ayolah. Meskipun begitu, dia tetap mau berbicara denganmu. Teruslah berusaha, Niel."

Pria itu mengangguk sekilas sebelum berdiri. "Aku akan kembali ke ruangan ku," katanya kemudian pergi.

Usai menutup pintu ruangan yang semula ia tempati, Niel melangkahkan kakinya menyusuri lorong rumah sakit yang tak begitu ramai. Pria itu memasang ekspresi yang sulit diartikan, lantaran memikirkan hal yang mengganjal di pikirannya sedari tadi pagi. Itu menyangkut Haleth, wanita yang selama ini sudah memikat hatinya. Selama Niel mengenal wanita itu, belum pernah ia melihat hubungan Haleth dengan Adam sebaik yang terlihat hari ini. Ia tidak tau, tetapi ia selalu berfikir, apakah diantara mereka, terjadi sesuatu?

...***...

"Ini, makanlah. Masih hangat,"

"Kenapa kau masih di sini? Aku menyuruhmu pergi tadi." Haleth meraih sumpitnya lantas menatap Adam datar.

Pria itu menempatkan sepotong caviar sushi di antara sumpit Haleth sambil tersenyum. "Memastikan kau makan dengan baik. Itu adalah favorit mu kan? Makanlah," ucapnya.

Haleth melahap sushi itu tanpa suara. Ia juga menghindari tatapan Adam yang intens.

"Jadwal mu di rumah sakit padat sekali." pria itu kembali membuka suara.

"Sudah biasa," jawab Haleth sekenanya.

"Apa kau tidak masalah? Tasha pasti akan merindukanmu. Bahkan saat weekend nanti, kau harus berada di rumah sakit seharian,"

"Darimana kau tau?" obrolan Adam mulai menarik perhatiannya.

"Tidak penting darimana aku tau. Aku akan membeli rumah sakit itu, dan menetapkan jadwal yang baru untukmu,"

Haleth mendecih seraya meletakkan sumpitnya. "Karirku tidak perlu campur tanganmu. Berhenti bersikap seolah-olah kau bisa mewujudkan semua keinginanmu terhadapku. Aku muak! Kau bukan siapa-siapa ku Adam!"

"Berhenti menyulut pertengkaran. Aku hanya memberikan solusi agar kau punya cukup waktu untuk Tasha,"

"Huh? Sorry?! Bukankah seharusnya ucapan mu itu ditunjukkan untuk dirimu sendiri?!" emosi Haleth mulai naik. Tanpa diperjelas pun, semuanya tau jika Haleth menolak mentah-mentah ide Adam.

Tetapi pria itu tetap menanggapi segala amarah Haleth dengan kepala dingin. Ia tidak akan meninggikan suaranya meski emosi Haleth mulai tak terkontrol sekalipun. Karena Adam tau, kesempatan kedua tidak akan datang 2 kali.

Adam menghela nafasnya. "Kau melarang ku membawa Tasha. Jika kau berfikir aku tidak punya cukup waktu untuk anak kita, aku bisa membawa Tasha ke Abu Dhabi kapanpun aku mau."

"Jangan lancang ya! Aku lebih berhak atas Tasha!"

"Haleth, ayolah. Singkirkan keegoisan mu itu. Apa kau yakin, Tasha senang dengan kau yang seperti ini?"

"Aku lebih mengerti Tasha. Jadi kau diam saja!"

"Dari sisi mana kau mengerti putri kita?"

Nafas Haleth memburu dengan tatapan mata yang tidak bersahabat. Pertanyaan Adam membungkamnya.

"Kau lebih menjunjung tinggi ego mu, dan membelenggu Tasha di sana. Apa itu yang kau sebut mengerti?"

Sial! Haleth kehabisan kata-kata!

"Kau tidak bisa terus memaksa Tasha untuk mengikuti semua keinginanmu,"

"Aku bekerja untuknya, jadi dia harus menurut padaku!"

"Aku juga bekerja untuk Tasha, Haleth. Tapi aku tidak pernah menekankan ego ku padanya," Adam lagi-lagi berhasil memojokkan Haleth. "Aku tau kau tidak sadar. Tapi, kau tidak pernah bekerja untuk kesenangan Tasha. Kau bekerja untuk kesenangan mu sendiri, menyibukkan diri untuk mengalihkan masa lalu kita, benar kan?"

Haleth terkekeh dengan nada mengejek. "Sok tau!"

"Aku tidak sok tau," Adam menyangkal. "Memang benar seperti itu, kan? Jika kau tidak bisa melupakan masa lalu kita, kenapa kita tidak memulainya kembali, Haleth?"

Tawa Haleth meledak. Wanita itu berdiri dari kursinya lantas tersenyum angkuh. "Keep dreaming! Hal itu tidak akan terjadi, sampai kapanpun! Dan satu lagi. Apapun alasannya, kau tidak akan bisa mengusik karirku sebagai Dokter! Jika kau mau membeli rumah sakit itu, beli saja! Maka dengan senang hati aku akan mengundurkan diri, Mr Legrand!"

Ia mendorong cukup kencang kursi yang semula ia duduki, berniat merapikannya. Namun karena emosi menguasainya, kursi tersebut justru tak terlihat rapi. Disusul perginya Haleth dari ruangan tersebut, kontan membuat Adam menghela nafasnya frustasi. Ia terlampau bingung menghadapi temperamen Haleth yang naik turun. Padahal, Adam melakukan ini demi kebaikan Haleth juga. Tapi entah mengapa, ide bagus itu selalu tampak berbeda dari sudut pandang wanita tersebut.

Cara apa lagi, yang harus Adam lakukan untuk mendapatkan kesempatan kedua dari Haleth?

1
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
ditinggu kelanjutannya thor 🥰
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
penyusunan kata²nya bagus, ceritanya menarik 👍👍
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
ceritanya menarik
Alwi
lanjuuut,,
자기아
lanjut thor
자기아
keren abis thor
Seriani Yap
Bagusss tapi UP nya luamaaa bangettttt
Seriani Yap
Lanjuttt
Nicky
next yuk
Esther Nelwan
aku sll nungguin ni cerita up...mksih thor udh up
Reni Suryani
lanjut...
Esther Nelwan
semangat thor 💪💪 aku sll menunggu upnya😁
Nicky
next yuk
Esther Nelwan
semoga janji adam pada Haleth d tepati ...byk hati yg tersakiti klw adam ingkar yg k dua x
Rina Wardani
pasti dimana2 ceritanya sama ya ketika suatu hubungan sudah membaik trs tiba2 masa lalu datang
knp datangnya gk pas waktu heleth menolak adam,dan adam lg berjuang mendapatakan mantannya lg,pasti setelah saling menerima dan memberi kesempatan tiba2 masa lalu datang
pasti utk mengiring haleth menerima niel krn kecewa utk kedua kalinya ma ex husbandnya adam yg kembali mengulangi kesalahan yg sama berselingkuh dgn iris
Rina Wardani
boleh aq nebak,seperti yg sudah2 adam pasti akan mengulangi kesalahan yg sama,kembali terjerat cinta yg blm tuntas ma iris,yakin aku✌️mereka akan kembali makan bersama,kemudian menghabiskan waktu bersama,trs adam mengantarkan iris ke hotel dan tidak kembali sampai esok paginya 😁
judulnya aja my ex husband maka akhirnya tetep menjadi ex husband
Reni Suryani
selamat atas kelahiran baby girlnya Thor🥳
Nicky
seruuu
Esther Nelwan
akhirnya yg d tunggu up jg...aku kasih bunga dah bwt othornya
Reni Suryani
semangat up ya Thor😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!