NovelToon NovelToon
MATI RASA

MATI RASA

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:8.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: nazwa talita

Pertama kali kau menyakitiku aku, aku menangis dan memohon padamu agar kau tetap disisiku, kedua kalinya kau menyakitiku, aku kembali memohon kepadamu agar kau tidak meninggalkanku. Ketiga kali dan keempat kalinya kau kembali menyakitiku, aku memaafkanmu dan selalu saja memaafkanmu. Namun, setelah berkali-kali kau terus saja menyakitiku, akankah aku masih bisa bertahan?


"Pergi dari sini sejauh mungkin, karena aku muak melihatmu!"Bian berteriak keras.

"Tapi aku istrimu! aku mencintaimu!" Alea berteriak sama kerasnya

"Tapi aku tidak pernah mencintaimu!"

"Tapi bukan berarti kau bisa seenaknya membawa perempuan itu ke rumah ini Bian, ini rumahku!"


Alea sangat bahagia saat pria yang sangat di cintainya dari masa SMA tiba-tiba melamarnya dan menikahinya seminggu kemudian. Tapi kebahagiaan Alea hanya berjalan sebentar, karena sebulan setelah pernikahannya, suaminya justru membawa perempuan lain ke dalam rumahnya. Sanggupkah Alea terus bertahan dengan kesakitan yang terus ia rasakan?



Mohon siapin tisu yang banyak,karena novel ini bakalan banyak menguras air mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 11 Ayo Kita Bercerai

Alea menatap tajam penuh kebencian ke arah Bian yang sedang menggendong tubuh Amara yang setengah telanjang sambil berciuman di atas tangga menuju kamar.

Darahnya seolah mendidih, seluruh urat nadinya menonjol, sementara kedua tangannya mengepal erat penuh amarah.

"Kau benar-benar lelaki brengsek Bian!" Alea mengatur nafasnya yang naik turun karena emosi yang sudah naik sampai ke ubun-ubun.

Mbok Sumi mendekati Alea dengan perasaan iba,

"Non Alea ... "

"Mbok ... " Alea memeluk Mbok Sumi.

"Rasanya aku sudah tidak kuat lagi Mbok ... "

"Sabar Non, tidak usah menangis lagi."

"Aku tidak menangis Mbok, aku hanya merasa muak dengan pasangan kumpul kebo itu."

Mbok Sumi tersenyum,

"Sebaiknya Non Alea istirahat, dan memikirkan sesuatu yang membuat Non senang. Non Alea sudah makan belum?"

"Sudah Mbok ... "

"Saya temenin sampai Non Alea tidur ya, nanti kalau Non Alea sudah tidur, saya pindah ke kamar saya Non."

"Baiklah, tapi aku mau mandi dulu ya Mbok." Mbok Sumi mengangguk.

Alea masuk ke dalam kamarnya, kemudian menuju kamar mandi. Bayangan dua orang yang sedang bermesraan tadi terlintas jelas dikedua matanya.

Alea memegangi dadanya yang terasa nyeri, "Kau memang benar-benar bajingan Bian, tega-teganya kau terus menyakitiku dan membuat diriku semakin hancur ... "

Alea hampir saja meneteskan air matanya, tapi sekuat tenaga ia menepisnya, Alea sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau ia tidak akan pernah menangis lagi untuk lelaki itu.

Alea keluar dari kamar mandi dan mendapati Mbok Sumi sudah berada dalam kamarnya dengan segelas susu dan camilan.

Mbok Sumi membantu mengeringkan rambut Alea, setelah selesai mengeringkan rambut Alea, Mbok Sumi mengajak Alea nonton film drama Korea kesukaannya.

"Mbok juga suka nonton film Drakor?" Mbok Sumi tersenyum malu-malu.

"Iya Non, saya suka sekali." jawab Mbok Sumi malu-malu membuat Alea tertawa.

"Ya sudah, ayo kita nonton Mbok." seru Alea semangat.

Alea dan Mbok Sumi akhirnya menghabiskan malam itu dengan menonton film. Mereka berdua tertawa dan bercanda hingga sampai akhirnya mereka berdua kelelahan dan tertidur.

Alea bahkan sampai lupa kalau dirinya saat ini sedang bersedih karena tingkah suaminya.

*****

Pagi ini seperti biasanya Alea memasak sarapan untuk Bian. Selesai memasak, Alea menyempatkan diri untuk berolahraga keliling komplek, kemudian kembali ke taman dan sarapan di sana seperti biasanya.

Sebisa mungkin Alea tidak ingin bertemu apalagi bertatap muka dengan Bian ataupun Amara.

Malam itu Alea berniat pergi ke dapur, ia terbangun dari tidurnya karena merasa haus. Dengan kedua mata yang masih mengantuk, Alea berjalan ke arah dapur dan membuka pintu kulkas. Mengambil air dingin di dalam kulkas dan kembali menutupnya.

Alea berjalan menuju meja makan dan duduk di sana. Mungkin karena efek mengantuk, Alea tidak menyadari kalau sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikannya tanpa berkedip.

Alea membuka tutup botol minuman dingin itu kemudian menuangnya ke dalam gelas dan meminumnya. Air dingin itu langsung membasahi tenggorokan Alea yang kering karena kehausan.

Alea menyemburkan minumannya karena kaget saat melihat Bian ternyata ada di depannya sambil memperhatikannya.

"Kau mengagetkanku saja!" seru Alea kesal.

Sementara Bian hanya terdiam menatap dalam pada istrinya. Sudah hampir sebulan Bian tidak melihat Alea. Mereka berdua satu rumah tapi tak pernah bertemu. Bian menatap Alea yang terlihat berbeda dari biasanya.

Alea terlihat sangat cantik, meski ia baru saja bangun tidur.

"Aku lapar pengen makan, tapi aku lihat di sini tidak ada makanan yang bisa aku makan." Bian menatap Alea yang terlihat cuek.

Bian memang lapar, makanya ia pergi ke dapur untuk mencari makanan yang bisa ia makan. Tapi sayang, sesampainya di dapur ia tidak mendapatkan makanan sedikitpun.

"Kenapa kau tidak menyuruh pacarmu saja untuk memasak?" Alea bermaksud ingin segera pergi dari dapur karena ia malas bertatap muka dengan Bian.

"Amara tidak menginap, dia sedang ada kerjaan di luar kota. Lagipula, Amara kan tidak bisa memasak."

"Al, tolong bikinin makanan, aku benar-benar lapar." Bian mengusap-usap perutnya.

Alea beranjak menuju kulkas, mengambil bahan untuk membuat nasi goreng. Bian tersenyum melihat Alea menuruti perintahnya.

Dengan cekatan tangan Alea langsung meracik semua bahan dan lima belas menit kemudian, dua porsi nasi goreng tersaji di meja makan.

Karena Bian memintanya untuk menemaninya makan, akhirnya Alea pun menambahkan satu porsi nasi goreng untuk dirinya sendiri.

Bian memakan nasi goreng itu dengan lahap. Seperti biasanya, makanan Alea memang selalu pas di lidahnya, sangat enak!

Selama makan, tidak ada satupun dari mereka yang bersuara, mereka makan dalam diam. Hanya saja, Bian sesekali menatap ke wajah istrinya.

Alea merapikan meja makan dan membawa piring bekas makanan itu ke tempat cucian piring.

"Biar Mbok Sumi saja yang mencucinya besok." pikir Alea dalam hati.

Kemudian ia bermaksud kembali ke kamar. Tapi tiba-tiba saja Bian menarik tangannya hingga tubuh mereka saling bertabrakan.

Alea menatap kedua bola mata Bian yang menatapnya tak berkedip.

"Lepas Bian!" Alea berusaha melepaskan tangannya yang di genggam oleh Bian dengan erat.

"Katakan padaku, apa sekarang kau sedang sengaja menghindariku?" Bian menatap tajam ke arah perempuan yang sudah hampir setahun ini menjadi istrinya.

Alea menatap Bian dengan kesal.

"Memangnya kenapa kalau aku sengaja menghindar darimu?"

Bian menatap Alea dengan tajam.

"Sejak kapan kau mulai punya keberanian untuk membantahku Alea ... apa kau tidak takut kalau aku akan mengusirmu dari sini sekarang juga?" Bian makin mempererat genggaman tangannya pada Alea.

"Katakan padaku, kenapa kau menghindariku selama sebulan ini Alea?!" Alea meringis saat merasakan sakit di pergelangan tangannya karena cekalan tangan Bian.

Alea menatap wajah tampan di depannya. Entah apa yang membuatnya jatuh hati pada pria ini. Tapi dalam hatinya ia mengejek dirinya sendiri. Betapa bodohnya dia karena selama ini begitu mencintai pria ini.

Alea ingat bagaimana terkadang ia bahkan sampai berlutut dan memohon pada pria ini agar tidak meninggalkannya.

Alea rela menahan kesakitan asal masih bersama pria ini, bisa melihatnya setiap hari saja Alea sudah sangat bahagia.

Alea tersenyum mencibir yang ia tunjukkan untuk dirinya sendiri.

"Selama ini kau benar-benar bodoh Alea, mencintai seseorang yang tidak pantas untuk kau cintai." batin Alea

"Lepaskan aku Bian!"

"Katakan padaku, kenapa kau menghindariku Alea?" Bian melihat kedua mata Alea yang menyorot tajam ke arahnya. Tatapan mata itu persis sama seperti tatapan saat Alea melihatnya bercumbu dengan Amara malam itu. Malam sebulan yang lalu.

Bian seolah membeku melihat Alea menatapnya dengan tatapan penuh amarah dan kebencian. Tapi detik berikutnya, cekalan tangannya pada Alea perlahan terlepas saat mendengar jawaban dari Alea.

"Kau ingin tahu kenapa aku menghindarimu?!" Alea menatap tajam ke arah Bian, giginya bergemeletuk menahan amarah yang hampir saja meledak.

"Karena aku muak melihatmu Bian Aditama!"

"Aku membencimu! teramat sangat membencimu!" Alea berteriak hingga suaranya terdengar menggema di ruangan itu. Alea masih menatap Bian yang terlihat terkejut mendengar ucapannya.

"Bian ... ayo kita bercerai!"

.

.

Terima kasih sudah membaca, jangan lupa like n koment ya 🙏🙏🙏 dan Votenya juga 😊😊

1
Gintania nia
menarik
Nani heri Upitarini
belibet y,Alea mestix belajar dr masa lalu yg riweh...
Anonim
Bian masih hidup
Wahyu Kasep
saya kecewa dengan penuki

harusnya 😊 bian amarra
Kenzo Alea
biar bisa capel ter the best
Wahyu Kasep
Alea akan jadi fatnher tetap Kenzo
biar bisa jadi ' real capel
Isranjono Jono
orang tua yang kau salah kan padahal kau sendiri yang bodoh
Yokelin Ririhena
duuh,Alea...jangan " kumat" lagi pingsannya
Yokelin Ririhena
harus,kuat non...jngan kasih tempat lagi si "kampret" dihatimu
Yokelin Ririhena
Si "kampret". ..muncul!,sikat Ken,jangan sampe dia rebut Alea,iih gemess
Nina Priyantina
ale kenapa kamu jadi cewek kok lemah naget kamu kaya orang tua mu punya kuasa tinggalin tu bian si cowok mokondo
Nina Priyantina
ale kenapa kamu jadi cewek kok lemah naget kamu kaya orang tua mu punya kuasa tinggalin tu bian si cowok mokondo
Sri surya
gebeg al seret kekamar mandi si kenzo,cuci mandiin dia pake mama lemon yg banyak gantian al,sambil kosre pake kaki,masih sakit ati ketika al di seret le kamar mandi
Sri surya
ya smpun aliya kena belayan dikit udah pasrah,seengganya bikin kenzo nyesel udah mamdiin lo dngan kasar numpajin sabun cair banyak seolah lo najisnya,ih najis!
Sri surya
bego bgt si kenjo,maen seret aja harusnya lk lknya yg di tanya,gedek tinggalin al sama aja bikin terhina setan!
Sri surya
yah kenapa mesti dp dulu
Mamah Ica De
satu kata untuk perempuan yg bernama ALEA T....... L
Husni
iya, menggambarkan Alea perempuan lemah.
Maria Magdalena Indarti
aku cari belum ada penjara hati
Maria Magdalena Indarti
wah.... ada season 2 ya
Maria Magdalena Indarti
pasti Bian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!