NovelToon NovelToon
Calon Imam Pilihan

Calon Imam Pilihan

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:292.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Naimma

" Tapi Adek nggak mau nikah sekarang. Harus nunggu Adek lulus kuliah dulu pokoknya ! " Nana mengajukan syarat pada ayahnya saat menerima lamaran dari Zen, pemuda dewasa dengan pesona lesung pipi yang tak lain adalah sepupunya sendiri.

Dengan masa penantian panjang itu, Nana, gadis yang baru saja lulus dari bangku SMA itu mengharapkan Zen menyerah dan membatalkan perjodohan ini.

Berhasilkah Nana membuat Zen meninggalkannya? Ataukah justru ia akan terpikat pada sosok dewasa Zen, lalu menjadikannya sebagai sosok calon imam pilihannya sendiri nantinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naimma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nana Sakit

Sesampainya di rumah, Ibu melihat Nana dan Ayah tiduran diruang TV. Meski melihat kehadiran Ibu, mereka terlihat acuh. Kompak mentap Ibu sekilas lalu beralih kelayar TV yang menampilkan sebuah acara. Ini adalah kesempatan bagus, namun Ibu masih belum memiliki keberanian untuk membahas apa yang sudah terjadi dirumah Zen pada mereka berdua.

" Kalian sudah makan?" Selalu merasa terabaikan saat bersama pasangan Ayah dan anak ini.

" Bapak, sampun." Jawab Nana lalu kembali memeluk Ayah. Tidak peduli dengan Ibu yang duduk di pinggiran kasur tepat di belakangnya.

" Lha kamu nggak makan, Nduk?"

" Nanti kalau pingin, mau bikin mie instan." Nana terdiam. " Kok Ibu lama?" Tanya Nana yang lama-lama merasa kasihan sama Ibu yang seperti sedang mencari perhatian.

" Paklek kamu ngedrop, gara-gara denger lamarannya ditolak." Sedikit melebih-lebihkan, untuk mencari aman.

Nana dan Ayah yang tadinya cuwek hanya melihat kelayar TV, sekarang mata mereka kompak menatap ke arah Ibu. Mencari tau kelengkapan cerita.

" Terus sekarang gimana keadaannya paklek?" Ada rasa bersalah muncul dalam hati Nana.

" Waktu Ibu pulang sih udah agak mendingan." Seketika perasaan Nana menjadi lega dan dan kembali mengalihkan pandangannya kelayar TV. Berbeda dengan Nana, Ayah masih menatap Ibu. Feeling Ayah mengatakan Ibu belum menuntaskan ucapannya." Karna Ibu bilang, mau menerima lamarannya." Lanjut Ibu.

Jjeeeeedddduuuaarrrrrr..... bukan hanya hati. Namun dari ujung rambut hingga ujung kuku jari kaki Nana serasa tersambar oleh ucapan Ibu.

" Lha gimana lagi, Pak? Ibu takut lihat Adekmu ngedrop gitu pas denger lamarannya ditolak."

Nana berdiri, " Ya udah kan Ibu yang nerima, jadi Ibu yang nikah sama dek Zen."

Nana berjalan cepat menuju kerumahnya. Sesampainya dipintu yang terhubung dengan rumahnya, dia teringat jika dirumahnya nggak ada air minum. Dengan hati yang masih kesal dia berbalik menuju kedapur Ibu, untuk mengambil sebotol air putih didalam kulkas.

" Biarkan aja dulu, Bu." Ibu yang hendak mengejar Nana, dilarang Ayah.

" Tapi, Pak... " Air mata Ibu jatuh, membayangkan seberapa besar kemarahan Nana kali ini.

" Ini kan memang kesalahan Ibu."

" Ibu lihat dek Subkhan pucet baget, pak. Ibu takut kalau dek subkhan kenapa-napa trus ibu yang disalahkan. Ibu kan takut pak..." Ayah yang memahami kelemahan ibu membuat ayah menjadi urung untuk marah.

***

Sesampainya dikamar yang berada dilantai dua rumahnya, Nana melemparkan diri keatas kasur. Biasanya kamar ini hanya Ia gunakan untuk disiang hari. Dimusim seperti ini, saat malam hari hawa di dalam kamar ini berubah menjadi sangat dingin meski tanpa menghidupkan AC. Karna posisi rumah disekitar, tingginya tidak ada yang sebanding dengan tinggi rumahnya. Membuat angin dari laut yang jaraknya sangat dekat dengan pemukiman, berhembusan bebas kesela-sela dinding. Ditambah lagi kondisi jendela-jendela kaca yang berukuran besar sangat memungkinkan ditembus oleh hawa dari luar.

Nana menengkurapkan tubuhnya diatas kasur. Menutup kepalanya dengan bantal, berharap suara tangisannya tidak akan membuat heboh para tetangga. Yang rumahnya berbaris rapat di sekitar rumahnya.

Ya Allah... Apakah ini karma-Mu, karna aku sering pacaran sebelumnya? Sampai Kau tega tak izinkan aku memilih jodohku sendiri.

Ya Allah... Kan Engkau maha tau. Aku bener-bener berpacaran kan cuma sekali, sama Ardi. Kalau sama yang lainnya kan nggak disengaja. Keluh Nana dalam tangisannya.

Setelah kelelahan menangis dan mengeluh, Nana tertidur dengan memeluk guling yang basah entah karna ingus atau murni air matanya.

Di seperempat malam Nana terbangun, meringkukan kaki agar tertutupi rok lebarnya.

Malam ini menjadi malam yang panjang dan menusuk bagi Nana. Dia tidak mengetahui ada beberapa selimut tebal didalam lemari, yang sengaja Sholeh siapkan untuknya.

Kini tubuh Nana sudah menggigil. Dia coba menghangatkan kedua telapak tangannya dengan menyisipkan keketiak secara menyilang. Namun rasanya sia-sia apa yang dia lakukan, tubuhnya masih saja menggigil. Ditambah sakit maagnya yang kambuh, karna dia sudah melewatkan jam makan siang dan malamnya. Nana menagis, menahan kesakitannya.

" Ibu..."

" Bapak..."

Sudah Ia coba berkali-kali memanggil Ayah dan Ibu, dengan seluruh tenaganya yang masih ada. Sayangnya suara yang Ia keluarkan tidak terdengar sampai ditelinga orang tuanya.

Namun firasat seorang Ibu sepertinya begitu tajam. Berbekalkan kunci cadangan, Ibu membuka pintu kamar Nana untuk melihat keadaan anak gadisnya yang semalam memendam amarah terhadapnya.

Betapa terkejutnya hati Ibu, mendapati putrinya meringkuk dengan tubuh yang sedikit membiru. Bahkan bibir merah yang menjadi icon kecantikan putrinya itupun sudah tidak terlihat olehnya.

" Na... Nana..." Ibu menggoyangkan tubuh Nana.

Dengan air yang terus berjatuhan dari kedua matanya, Ibu memanggil nama putrinya. Terkadang Ibu memanggil dengan nada menjerit sambil memeluk tubuh yang sama sekali tidak memberinya respon.

Menyesal. Adalah kata yang mewakili perasaan Ibu saat ini. Seharusnya dia lebih mendengarkan ucapan Firman dan Hafid untuk lebih mementingkan perasaan anak perempuan satu-satunya itu. Agar kemalangan ini tidak perlu menimpa Nana, yang juga berarti menimpa seluruh anggota keluarganya.

1
Kimie Meonk
aqnunggu karyamu yg berikutnya Thor....😊
Anna Susiana
ayo lanjut menyimak ceritanya
Rania Shanum
lohh laptopnya mn thor?
Rania Shanum
ak bayangkan visual Zen, Andi Arsryl.
N.U: boleh juga sih, tapi senyumannya masih manisan zen dikit,kak....🤭
total 1 replies
Rania Shanum
Suamiku dulu nikah umur 35 ak 25 😁😁
beda 10 tahun. mateng banget yachh
N.U: makasih ya kak rania udah mampir baca, seneng bgt akunya..
kaget juga sih pas buka aplikasi ada notifikasi like sama komenan di sini. kan udah lama bgt tamat. eh ternyata masih ada yg masih mau baca & mau meninggalkan jejaknya.
total 2 replies
Sha
Btw thor, kok penasaran sama kelanjutan cerita kuliah si Nana ya dianter tiap hari atau ngontrak, gimana reaksi si Azzam, juga reaksi Nana pas kerumah mertuanya, wkwkwk.
Sha: sama-sama kak. semangaaaatttt
total 8 replies
Sha
Ndak ada kata-kata lagi wes. Pokoknya mantul banget
Sha: untuk pengalaman pertama ini mah udah the best kak. penulisannya bagus rapi, bahasanya juga mudah dipahami jadi ndk perlu mikir susah-susah hehe.

semangat terus berkaryanya kakak, semoga kedepan lebih baik.
ditunggu juga karya yang bernapaskan Islami (Islam Syar'i)
total 3 replies
Ellen Thianyo
f ,we
N.U: kenpa kak?
jangan ragu buat ngasih saran ke authornya ya...
total 1 replies
Rayhanah Salwani
sampai dsni suka baca ceitanya
N.U: makasih kak, sudah meninggalkan jejak disini.
total 1 replies
Dinda Kirana agustina
sebenernya novel nya bagus.... tpi sayang like nya dikit
Dinda Kirana agustina
aduuuuh repot iaa... banyak tanggung ngan..
N.U: ya begitulah,kak... karna cuma zen yg bisa diandalkan di keluarga. tapi nanti kalau udah ketemu sma nana, lupa deh sama tanggungannya yg lain...😅
total 1 replies
Dinda Kirana agustina
baru Nemu ini novel... aku baca ya...
N.U: trimakasih kak dinda sudah mampir disini.❤
semoga berkenan.😍
total 1 replies
Putu Sugianti
iiI
N.U: trima kasih ya,kak... sudah bersedia mampir disini. kalau punya saran, author siap mendengarkan.
total 1 replies
indrianingtyas
thor q kangen kekonyolan mamam sm mumum beneran ini😣...kpn lanjutin season 2 gt thor..
indrianingtyas: ke tempat mamam sm mumum yo thor..mumum da hamil pa blm kita liat yuk😂😂
total 4 replies
Kimie Meonk
nama nih author q tersayaaaaang.... ad karya bru lgi ga???? kangen nich.. pke banget lgi...😍😍😍
N.U: makasih kak Dian...😍😍😍😍 lope...lope... buat kakak.❤❤❤
total 3 replies
Ari Yanti
Keren thor. .ak suka ceritanya marai kyo wg gemblung...lnjut season 2 thor
N.U: relekan aja ya,kak... mereka udah bahagia kok.
total 3 replies
An-nur
ayolah thor bikin cerita imam pilihan jilid dua kan sekarang udah jadi imam jadi judulnya nggak calon imam lagi,imam pilihan aja hehehe kangen nih
N.U: kangen sama aku???
total 1 replies
Aleza farisa
nggak ada part 2 nya kah thor
N.U: Belum tau,kak...
soalnya belum ada rencana buat nulis lagi dalm waktu dekat ini
total 1 replies
Aleza farisa
keren thor😁😁😁😁😁😁
N.U: makasih...

semga nggak ngecewain cerita penutupnya.😁
total 1 replies
Anik Nur Yamah
terimakasih juga thoor.,, ceritanya bagus banget...
d tunggu crita2 yang lainnya...atau cerita kelanjutannya mamam Zen dan mumum Nana...
N.U: dibilang bagus, pake bgt aku jadi malu,kak...😳😳😳

untuk saat ini sih belm ada keinginan buat nulis lagi. soalnya susah cari waktuny. ntar yg ada, updatenya tambah nggak rutin dari sebelumnya.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!