"Maaf nyonya, tapi bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya membuat dia mati rasa.
Namun, tampaknya kematian memang mengikuti nya. "Mommy, pergilah bersama dengan bayimu. kau tidak pantas jadi mommy ku." Kata-kata itu dari bibir kecil dengan wajah yang polos namun senyuman licik terbit seiring dengan mobil yang meledak.
"Jika aku hidup kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama."
Mata itu terbuka dengan napas yang memburu. Dia melihat keseluruh tubuhnya dan sepasang tangannya yang terbuka.
"Baguslah kau sudah bangun. bersiaplah! Pernikahan mu menghitung jam!"
"Aku? hidup kembali?"
Bagaimana kelanjutannya? Apakah akhirnya akan tetap sama atau berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Video Romantis
"Siapa yang kau hubungi?" Leonard masuk dengan kemeja yang sudah acak-acakan menghampiri istrinya yang tampak sibuk dengan ponselnya.
"Logan?" Tebak Leonard.
"Kau tau dimana Logan pergi? Dia tidak di Maldives." Jelas Jennifer yang membuat tangan Leonard tertahan mengambil gelas air.
"Kau tau?" Tanya Jennifer kembali.
"Memangnya kenapa? Dia sedang liburan sekarang. Semuanya baik Jennifer. Kenapa dengan mu?"
"Berarti kau tau kan? Katakan? Dimana Logan? Kemana dia pergi? Jawab aku!" Cerca Jennifer terus menerus pada suaminya.
"Leo! Jawab aku!" Bahkan Jennifer langsung menjauhkan gelas yang masih melekat di bibir suaminya dengan tidak sabaran.
"Jawab aku!" Leonard mengambil napas panjang, istrinya ini menjadi cerewet dan tidak sabaran saat tidak mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Kalau begitu katakan dulu. Kau pasti sudah menghubungi nya tadi kan?"
"Iya. Tapi Logan tiba-tiba memutuskan panggilan dan aku tidak tau dia dimana!"
"Dia di villa pribadi nya." Jawab Leonard membuat Jennifer tampak berpikir.
"Villa pribadi?" Ulang Jennifer.
"Ada banyak! Yang mana satu?"
"Jennifer, katakan padaku. Kau hanya ingin sekedar tau keberadaan putra kita atau ada maksud lain?"
"Apa maksudmu Leo?" Jennifer tampak tidak terima.
"Maksudku jelas. Kau hanya ingin tau atau ingin melaporkan pada seseorang keberadaan Logan dan istrinya?"
"Kau menuduh ku?" Leonard menunjuk arah ponsel Jennifer dengan dagunya. Ada nama Miranda di history panggilan.
"Buktinya ada. Dia mengirim pesan juga sepertinya."
Jennifer yang ketahuan, langsung mengambil ponsel itu dan menyembunyikan nya. "Dengar Jennifer, kalau itu yang kau lakukan lebih baik jangan."
"Kenapa? Kau juga tidak suka dengan Athena kan? Apa kau sekarang menjadi mertua yang baik untuknya?" Cecar Jennifer.
"Kau ingin putra kita menikah berapa kali? Kau ingin Aurora memiliki berapa ibu tiri?" Sontak Jennifer langsung diam.
"Kau tidak memikirkannya bukan?"
"Tentu saja sampai Miranda yang menikah dengan Logan!"
"Dan itu tidak akan pernah terjadi! Kau tau benar!" Jennifer terdiam.
Leonard lagi-lagi menghela napas panjang. "Jennifer, keinginan mu tidak akan bisa terjadi."
"Miranda gadis baik. Dia terpelajar dan berasal dari keluarga yang cukup. Dia tidak masalah menjadi menantu keluarga kita! Kenapa tidak bisa? Dia dan Logan berteman sejak kecil! Keluarga kita mengenal nya! Kenapa tidak bisa?"
"Kalau begitu, bicara dengan Daddy." Tatapan Jennifer langsung terputus ke arah lain.
"Kalau kau bersikukuh dan ingin kenyamanan yang kau terima ini hilang selamanya maka lakukanlah!" Jennifer menautkan kedua tangannya. Matanya bergerak gelisah, Leonard memilih meninggalkan nya yang membuat kepalanya menjadi pusing.
"Leo, maksudku bukan begitu!" Jennifer tersadar dengan apa yang diucapkannya dan mengejar suaminya.
"Leo, maksudku bukan begitu. Aku hanya, aku hanya ingin....."
"Pikirkan dengan baik! Jangan ganggu aku dulu. Aku sedang pusing sekarang." Leonard mengarahkan telapak tangannya di depan Jennifer sebagai tanda tidak ingin gangguan.
Jennifer kembali mengejar suaminya. "Aku minta maaf Leo. Aku benar-benar minta maaf ya. Aku hanya sedang kesal dan kalut. Jadi, aku bicara tidak-tidak. Aku hanya sedih melihat Miranda."
"Sayang, my Leo..... Maafkan aku." Jennifer mengecup dada suaminya berulang kali sebagai permintaan maaf. Leonard membalas pelukan istrinya dan membuat Jennifer senang.
"Jangan ulangi lagi. Atau akibatnya akan buruk."
*************************
"Nyonya, ini teh nya." Jennifer mengangguk kecil, dia sedang menikmati waktu nya setelah pertengkaran kecil dengan Leonard suaminya. Sesekali matanya melirik ponsel disebelahnya.
"Miranda tidak lagi mengirim pesan atau menelpon." Ujarnya.
"Nyonya, butuh pijatan? Sepertinya nyonya sedang pusing." Tawar pelayan pribadinya.
"Kau memang pelayan setia ku. Ya, aku butuh pijatan di kepalaku."
"Apa ada masalah nyonya?"
"Menantu baru ku itu. Dia membuat ku pusing."
"Entah kemana dia membawa putraku liburan bulan madu mereka." Lanjut Jennifer.
"Nyonya........" Pelayan itu belum selesai bicara, tapi ponsel Jennifer berdering.
"Logan!" Ujarnya senang.
"Logan, akhirnya kau menelpon mommy! Mommy memikirkan mu sayang. Kau dimana?"
"Halo mommy mertua." Wajah Jennifer yang tadinya tersenyum dengan rona bahagia langsung berubah tegang.
"Kau! Dimana putraku?"
"Mommy ini bagaimana, tentu saja putra mommy dengan ku, istrinya. Kami sedang berbulan madu."
"Kenapa kau yang mengangkat ponselnya?" Tanya Jennifer dengan kesal.
"Karena ini ponsel suamiku." Jawab Athena enteng.
"Logan tidak akan membiarkan barang pribadinya dipegang oleh siapapun."
"Siapapun? Tapi aku ini istrinya mommy. Mommy mulai pikun sepertinya."
"Kau mengatai ku?"
"Itu faktanya. Kenapa mommy marah?"
"Eh, jangan putuskan panggilan nya. Mommy tidak ingin tau kami kemana?" Benar saja, tangan Jennifer tertahan menekan tombol merah.
"Mommy ingin tau kan?" Athena tau, mertuanya pasti tertarik dengan pembicaraan nya.
"Sudah kuduga." Athena meniup kukunya yang baru saja dipoles.
"Katakan!"
"Tenang mommy mertua. Jangan berteriak begitu. Bicaralah yang lembut padaku. Aku ini menantu mommy."
"Kau ingin menguji kesabaran ku? Kau....."
"Lembut mommy. Lembut.... " Jennifer ingin menarik rambut menantu nya itu dan menjambak nya keras-keras. "Ok, Athena.... Katakan, dimana kalian?" Athena tersenyum puas.
"Ya, begitu mommy. Aku suka."
"Kau ingin bicara atau tidak? Mommy menunggu." Athena tertawa cekikikan mendengar kelembutan itu.
"Tidak! Aku tidak ingin bicara mommy. Rahasia!"
"Kau! Dasar kau ......"
"Ahahaha." Athena tertawa kencang setelah mematikan panggilan secara sepihak.
"Apa yang lucu? Kenapa tertawa?" Athena menoleh dengan tawa nya yang masih terdengar.
"Karena mommy. Dia menelpon dan bertanya dimana kita."
"Lalu? Kau katakan?"
"Tentu saja tidak! Kau saja tidak mengatakan nya, kenapa aku harus mengatakannya."
"Kau membuat mommy marah?"
"Menurut mu? Bagaimana suamiku?"
"Letakkan kembali ponselku. Lain kali jangan...." Tapi Athena punya rencana lain. Dia menyalakan kamera ponsel dan menekan tombol video saat Logan sedang mencari handuk.
Saat kamera mulai dinyalakan, dan posisi kamera sudah pas. Athena mendekati Logan yang duduk mengeringkan rambut nya.
"Athena, turun!" Dengan cepat, Athena duduk di paha Logan yang membuat tubuhnya menegang.
"Tidak mau. Kenapa? Aku hanya duduk kan? Aku bantu mengeringkan rambut mu ya."
"Aku bisa sendiri Athena! Turun kataku!"
"Tidak mau!"
"Athena, jangan....."
"Nah, begitu lebih baik. Diam dan nikmati saja. Aku akan menyelesaikannya dengan cepat." Jelas Athena.
Logan diam karena Athena bergerak dan menyenggol bagian keramat nya. "Athena, kau tau yang kau lakukan?"
"Aku hanya mengeringkan rambut mu." Jawab Athena. Logan menelan ludahnya, aroma Athena yang khas dan lembut membuat dirinya terganggu. Belum lagi dengan sun dress yang membuat bagian dada Athena terekspos dengan tali penyangga dilehernya.
"Athena...." Panggil Logan dengan suara berat.
"Sedikit lagi." Ujar Athena, dia menyalakan hair dryer dan mulai bekerja.
"Nah, tinggal sedikit lagi dan....." Athena hampir menjatuhkan gel rambut.
"Suamiku, sabar sedikit."
"Kau benar-benar tidak tau yang kau lakukan?" Tanya Logan, pria itu mer3mas pinggang nya dan lirikan tajam padanya.
"Dengan pakaian ini, duduk seperti ini dan berpenampilan menggoda seperti ini. Kau sadar?" Logan menarik pinggang istrinya membuat jarak mereka semakin terkikis.
"Kau tergoda?"
"Menurut mu?" Logan menaikkan tatapannya menatap bibir Athena.
"Menurut ku......." Logan menautkan bibir nya dengan Athena. Athena membiarkan nya, dia senang akhirnya begini. Kamera itu menayangkan adegan mereka dengan punggung yang menjadi pemeran utama.
*****************
"Agghhh! Kurang ajar kau Athena!" Miranda berteriak kencang melemparkan ponselnya dengan video romantis yang menyakitinya. Meksipun tanpa wajah, Miranda tau siapa pemain nya.
"Aku tidak akan membiarkan Logan menjadi milikmu!"
Bersambung.......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰 🥰 🙏