NovelToon NovelToon
Mengungkap Misteri Kematian Sang Putri.

Mengungkap Misteri Kematian Sang Putri.

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Virgo kelabu

Orang tua Yang rela melakukan apapun untuk mengungkap semua misteri Kematian tragis sang putri yang pernah mereka abaikan selama ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgo kelabu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31

Sebuah mobil melaju lambat dan sedikit menepi. Dengan sekali lirikan Nismara tahu itu mobil milik Miranti.

Tin tin tin

Nismara mahalan nafas. "Aduh Miranti aku tidak ingin siapapun melihat aku kenal sama kamu. Bahaya bisa terbongkar penyamaranku. Terlebih mahkota Gym masih terlihat dari sini." ujar perempuan cantik itu bermonolog dalam hatinya.

Namun Miranti masih membunyikan klaksonnya sekali lagi. Mau tidak mau Nismara berhenti melangkah, dia sama sekali tidak ingin menarik perhatian orang karena Miranti terus-menerus membunyikan klakson.

Mobil Miranti benar-benar berhenti, sedetik kemudian kaca pintu mobilnya bergerak turun.

"Ada apa Tante? Kalau mau tanya alamat saya bukan orang sini, silakan tanya orang lain aja!" Nismara mendahului bicara. Tak lupa matanya membulat sebagai kode pada Miranti untuk tidak bicara sembarangan. Ada beberapa orang hilir mudik di trotoar, bahkan beberapa melirik ke arah mereka.

Miranti tergagap dengan kode Nismara, tetapi dia mengerti. "Oh, iya, mau minta tolong, barangkali kamu tahu, email kalau nggak dijawab itu karena apa ya?"

"Mungkin orangnya sibuk, Tan." Nismara sedikit mengeram.

"Oh, kalau jam-jam sekarang apakah masih jam sibuk ya?"

Nismara tersenyum dengan rasa terpaksa. "Coba ditunggu lima menit lagi, Tan." Sahut Nismara cepat, kemudian dia melangkah pergi meninggalkan Meranti begitu saja.

Nismara masuk ke dalam sebuah cafe, dia hanya ingin segera duduk dan membuka email. Apakah ada yang penting sehingga Miranti nekat melanggar perintahnya.

Ada puluhan pesan dalam kotak masuk emailnya, yang kesemuanya datang dari Miranti. Ah ternyata hanya seputar menanyakan kabar dan perkembangan kantor. Bukan sesuatu yang sangat penting bagi Nismara.

Dert

Telepon genggam Nismara bergetar, satu pesan masuk lagi dalam emailnya. Dari Miranti: Ayo ketemu, Nis, ada hal penting yang harus aku bicarakan. Soal perusahaan. Penting!!!!!!

Nismara menghela nafas. "Sepenting apa sampai harus pakai! sebanyak itu?" gumamnya pelan.

Dert.

Pesan lagi dari Miranti : Cafe Republik, lima belas menit lagi. Atau aku akan menyusulmu ke dalam?

Spontan Nismara melongokkan kepala keluar. Melalui jendela cafe, netranya melihat mobil Miranti di seberang jalan. Nismara melenguh lagi. kenapa jadi Miranti yang memberi perintah?

"S14lan!" rutuknya.

Saat dilihatnya pintu mobil Miranti terbuka, Nismara tugas membalas email asistennya itu dengan mengiyakan keinginannya. Dua detik kemudian pintu mobil itu tertutup kembali, lalu bergerak melaju lurus dengan pelan.

Nismara berdiri, tak dia hiraukan seorang pelayan yang menuju ke arah dirinya dengan buku menu di tangan. Nismara keluar dan mencegah taksi yang kebetulan lewat. Beruntung tak harus memesan taksi online karena pasti dia harus menunggu lebih lama.

Lima gelas menit kurang sedikit, dua perempuan seumuran yang sekarang secara fisik terlihat seperti ibu dan anak itu telah duduk berhadapan. Sengaja memilih tempat terpencil untuk menghindari tatapan mata yang sekiranya mereka kenal.

"Awas kalau nggak penting ya, Mir." Ancam Nismara.

"Apa kekuatiranku itu nggak penting?" Miranti menjawab sambil tersenyum simpul.

"Hadeh....." Nismara mencebik, dia memutar bola matanya dengan malas. Miranti malah tertawa. Nismara membalas dengan seringai lucu, kesal sekaligus gemas dengan perhatian sahabatnya itu.

"Nis, aku perlu persetujuanmu untuk membuat tanda tangan palsu, untuk proyek yang baru, apakah kamu oke?" tanya Miranti sambil mendekatkan es teler pesanannya.

"Boleh, gitu aja tanya. Jadi hanya itu yang membuat kamu maksa aku ketemu?" Nismara mulai menyeruput kopinya pelan-pelan.

Miranti tertawa. "Salah sendiri nggak balas pesanku. Itu udah aku kirim seminggu yang lalu loh. Menjadi Sofia Elena itu begitu sibuk kah?"

"Aku sudah bilang kan, kita kontak seminimal mungkin karena aku ingin menjaga penyamaranku."

*Ya tempatkanlah baca pesanku, lalu hapus." cecar Miranti.

Nismara mencebik.

"Aku takut jika suatu hari tanda tangan palsu itu akan menjadi bumerang kepadamu dan perusahaan kita." Miranti mulai bicara lagi. "Misal kita berkonflik dengan partner kita, bisa rugi banyak kan, Nis?"

"Menurut Om Ben gimana?" Nismara bertanya. "Kalau soal begituan konsul langsung aja dengan om Ben."

"Udah Nis. Dan Om Ben menyarankan supaya kamu aja yang mendatangi. Dan Karena aku udah terlanjur bilang sama Pak Brata......"

"Siapa Pak Brata?" tukas Nismara memotong pembicaraan Miranti.

"Aku berhasil dapat investor pengganti Samudra, Nis. Nah Pak Brata itu yang bersedia tanah modal untuk proyek kita, tapi dia hanya bisa setengah dari uang yang Samudra kasih, lumayan daripada tidak." Miranti bicara panjang lebar.

Respon yang diberikan Nismara hanya ber oh saja.

"Nah kemarin atas saran Om Ben, aku bilang ke Pak Brata untuk menunggu paling lama 2 minggu, sampai kamu mengirim berkas yang sudah ditandatangani." kata Miranti lagi. "Aku bilang ke Pak Brata kalau kamu sedang libur di luar negeri."

Nismara mengangguk. "Jadi intinya kamu mengajak aku ketemu untuk minta tanda tanganku?"

"Ya salah satunya itu." jawab Miranti meringis.

"Lain kali kamu palsukan saja, nggak usah nunggu aku dan gak usah bilang sama Om Ben. Coba kamu ambil pulpen dan kertas, kita lihat seberapa mirip tanda tangan yang kamu buat."

Miranti berdiri dan pergi ke arah bar, Dia meminta kertas dan pulpen pada pelayan yang ada di situ.

Dua menit kemudian dua perempuan itu sibuk menggores-gores kertas putih. Miranti sampai berkeringat untuk mengulang beberapa kali, akhirnya dia bisa menggoreskan tangan semirip mungkin seperti aslinya.

"Gampang kan?" Nismara tersenyum, Miranti ikut tersenyum.

"Pokoknya, Mir, tentang perusahaan, aku percaya seratus persen kepadamu. Aku tahu kemampuan dan kapasitas, feelingmu juga jarang meleset selama ini. Jadi mulai sekarang Jangan pernah ganggu aku lagi masalah kantor ya. Aku perlu berkonsentrasi pada masalah Sherin."

"Oh iya, aku sampai lupa tanya, gimana progresnya? Apa udah dapat clue nya?"

Nismara menarik sudut bibirnya. "Ada beberapa petunjuk, Mir, tapi tidak terlalu menggembirakan. Semuanya berjalan lambat. Dan jujur aku mulai putus asa."

Lalu Nismara menceritakan semua kejadian yang dia alami saat menjadi Sofia Elena. Bagian yang bertemu dengan Samudra dia sengaja skip sebab tidak penting dan tidak ada hubungan dengan penyelidikannya.

Miranti menelan ludahnya sendiri.

Sejenak menjadi senyap.

"Nis, aku tidak akan pernah bosan mengatakan kepadamu, ini berbahaya. Sherin sudah baik-baik saja di sana. Percaya lah."

Nismara menutup wajah dengan kedua tangannya sendiri. Kini dia meragu. Apakah yang dikatakan Miranti ini benar? Dia pun jadi teringat ucapan Benjamin bahwa dengan terungkapnya kematian Sherin itu dibunuh atau bunuh diri tidak akan ada bedanya lagi bagi Putri semata wayangnya itu.

"Astaga..... tapi aku sudah sejauh ini, Mir." Nismara mendesah.

Miranti tersenyum. "Ya anggap saja petualangan. Yang terpenting adalah dalam hatimu sudah mengikhlaskan kejadian yang menimpa Sherin. Jadi kamu sekarang aku antar pulang ya? Jadilah Nismara ku, tinggalkan Sofia Elena."

Nismara tercenung. Otaknya berputar-putar dan sebagian membenarkan ucapan Miranti.

1
Ar-Rasyid Fikri
ada pesan sebagai orang tua kallau anak adalah titipan walau hadir nya dari sebuah kesalahan, harus di perhatikan, di rawat di sayang, biar GK nyesel. nyesel kan kalau anak sudah salah jalan.

teka teki nya dapat. suka banget.
Ar-Rasyid Fikri
wah bisa-bisa nya muncul ide gitu tho Nis?
Rahma Wati
hayo lho Nis, gimana kalau gk mau dikasih uang. wah berabe ini
Rahma Wati
kasian Sherin dr kcl tdk diharapkan.
Maria
penuh dengan teka teki tp seru. Ada pelajaran yg BS kita ambil dr cerita ini. penyesalan pasti akan datang di belakang, kalau di depan itu namanya pendaftaran.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!