NovelToon NovelToon
Putri Mawar Yang Dirindukan

Putri Mawar Yang Dirindukan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:832
Nilai: 5
Nama Author: Only'Rra

Gadis kecil Ella yang hidup di sebuah panti asuhan pinggiran kota yang berada di ujung kekaisaran Reis yang megah, hanya bermimpi untuk lepas dari segala kesakitan dan perundungan yang ia alami di panti.

Kehidupan yang dihantui ketakutan, kelaparan, membuatnya terus bermimpi akan sebuah kangatan keluarga yang sangat terasa nyata.
Mimpi kecil itu yang membuatnya membulatkan tekad untuk lepas dari bangunan yang seolah terus memeluknya jauh ke dasar. Dengan kaki kecilnya yang penuh akan luka, ia melangkah menjauh dari panti menuju gelapnya malam yang terasa lebih aman dibanding bangunan tempat ia tinggal.

Akankah keluar dari kegelapan lama menuju kegelapan baru di depannya akan lebih baik? Atau justru, kegelapan di binar yang menyimpan keinginan untuk hidup di mata Ella, justru jauh lebih pekat dibanding yang ia tinggalkan?


♡♡♡♡♡

Jadwal Up:
Senin s/d Sabtu - Jam 20.00
Minggu - Double Up; 08.00 & 20.00

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Only'Rra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malaikat Kecilku kembali

Derix mengangguk mengerti, kemudian segara pergi untuk melaksanakan perintah atasannya.

Ruby merupakan batu permata kesukaan sang permaisuri, juga permata yang ikut menghiasi pola mawar lambang keluarga Luelle.

Aghasa kembali mengalihkan pandangannya pada Ella yang ternyata terlihat sangat fokus memperhatikan para bangsawan yang datang dari balik tirai jendela.

Para bangsawan yang datang bersama keluarganya, tersenyum, tertawa, dan berjalan masuk menuju tempat pesta dengan berpegangan tangan antara ibu dan anak yang di pimpin oleh ayah mereka.

Aghasa tersenyum sendu menyadari apa yang diperhatikan keponakannya. "Ella ... "

Gadis kecil itu dengan cepat mengalihkan pandangannya ke arah Aghasa. "Y-ya?"

Aghasa mengambil sehelai kain putih berenda dengan pola mawar, dan memakaikannya ke kepala gadis kecil itu sampai menutupi rambut panjang Ella serta wajahnya. Ella nampak kebingungan, namun sedetik setelahnya ia terkesiap akan keindahan kain putih itu.

"Pakai ini untuk sementara sampai kita ke tempat istirahat, ya."

Ella mengangguk sembari tersenyum. Kain yang indah ini bisa ia pakai? Gadis kecil itu merasa sangat bahagia.

Aghasa terkekeh kecil. 'Sikapnya yang menyukai sesuatu yang indah juga tetap sama dari bayi.'

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Perhatian kepada semuanya. Keluarga Kekaisaran Reis, Kaisar Calliope von Reis, Permaisuri Alcaluna von Reis, Pangeran Mahkota Abellona von Reis, Pangeran Kedua Asterion von Reis, dan Pengeran Ketiga Atala von Reis, memasuki raungan."

Seluruh manusia yang berada di Ballroom utama istana yang dijadikan tempat pesta, sontak membungkukkan badan mereka ke arah pintu masuk.

"SALAM KEPADA MATAHARI REIS. SEMOGA KEBERKAHAN DAN KEBAHAGIAAN SELALU MENYERTAI KELUARGA KEKAISARAN."

Semuanya tetap memberikan salam hormat, sampai keluarga kekaisaran melewati mereka, dan duduk di tempat utama yang telah dipersiapkan khusus. Dengan kaisar dan permaisuri di posisi tengah, Abellona yang merupakan putra mahkota duduk di sebelah sang kaisar, dan Asterion serta Atala yang duduk di kursi sebelah permaisuri.

Calliope berdiri dari duduknya dan sedikit mengambil langkah maju. Ia mengangkat gelas yang berisikan wine merah kepada seluruh tamu yang berada di ruang pesta.

"Untuk merayakan atas kembalinya peri cahaya ke tanah Reis dan memberikan berkahnya untuk kehidupan di Reis. Juga untuk mempererat persahabatan antar kekaisaran di Astra, aku mengucapkan salam kepada kalian semua. Semoga kehidupan dari peri cahaya selalu menyertai kita,"  seru Calliope dengan lantang, setelahnya ia langsung meminum wine di tangannya sekali teguk.

"HIDUP YANG MULIA KAISAR CALLIOPE VON REIS."

"HIDUP KELUARGA KEKAISARAN REIS."

Calliope kembali ke singgasananya di samping permaisuri. Setelah itu, satu persatu dari para bangsawan, dimulai dari perwakilan kekaisaran tetangga dan bangsawan kelas atas, mendatangi keluarga kekaisaran Reis untuk mengucapkan salam dan memberikan hadiah yang nantinya akan dipersembahkan bagi peri cahaya leluhur dari Reis.

"Aku tidak melihat paman," gumam Abellona. Putra mahkota itu sedikit merasa kecewa saat tidak mendapati idolanya ditengah kerumunan manusia.

Gumaman itu ternyata masih dapat di dengar oleh kaisar yang duduk di sebelahnya."Mungkin ia pulang kembali ke Ador karena bosan," sahut sang kaisar asal yang sudah mengetahui tabiat sang adik ipar.

Abellona tidak menyerah, matanya tetap menelisik ke seluruh Ballroom istana yang luas, meski dirinya kadang sesekali tersenyum kecil saat para bangsawan yang menghadap menyapa dirinya.

Rambut merah sang paman yang pekat bak mawar seperti ibunya tidak mungkin terlewatkan. Warna itu di benua ini hanya dimiliki oleh keluarga Luelle, bahkan dirinya dan kedua adiknya memiliki warna rambut pirang dari kaisar yang memang memiliki gen lebih kuat dibanding Luelle.

'Tunggu!'  Mata Abellona semakin memicing melihat ke arah pintu masuk pesta. Rambut merah yang ia tunggu kedatangannya mulai mendekat ke arah pintu masuk, ia tersenyum senang.

Sedetik kemudian sang putra mahkota dapat merasakan tubuhnya yang sedikit menengang kala melihat siapa yang berjalan di samping sang paman. Gadis kecil yang mengenakkan gaun bewarna pink manis, dengan penutup kepala berpola mawar dari Luelle, dan ... Rambut merah khas Luelle!

Abellona semakin menajamkan penglihatannya.

Kain renda putih yang menutupi wajah gadis itu perlahan di tarik pelan oleh Aghasa. Dengan netra emas Reis yang memiliki penglihatan tajam dibanding manusia biasa, dapat ia lihat netra yang sama dari gadis itu dengan jelas.

"Kabarkan kedatangan kami," ujar Aghasa kepada pengawal yang menjaga pintu masuk.

Pengawal itu sempat terkejut kala melihat seseorang disebelah grand duke, namun karena sudah di briefing sebelumnya, ia berusaha menetralkan perasaan gugupnya yang kembali saat melihat langsung.

"PERHATIAN KEPADA SEMUANYA! GRAND DUKE KEKAISARAN REIS - GRAND DUKE AGHASA LUELLE, DAN BINTANG KECIL KEKAISARAN REIS - ARCANGELLA VON REIS, MEMASUKI RUANGAN."

Tubuh Alcaluna tersentak kaget, begitu juga dengan sang kaisar dan para pangeran yang tengah menerima salam dan hadiah dari para tamu.

Pengumuman kedatangan yang diumumkan dengan sangat lantang baru saja membuat semua orang membeku. Bukan karena grand duke yang kali ini datang ke pesta, tapi .. Bintang Kecil Kekaisaran? Apa dia tidak salah sebut?.

Malla yang berada di belakang tempat duduk keluarga kekaisaran bersama Halver juga merasakan detak jantung mereka yang seakan berhenti. Ia menggenggam erat pakaian yang digunakannya untuk tetap terlihat tenang.

Para bangsawan yang merasa diri mereka menghalangi pintu masuk menuju tempat duduk keluarga kekaisaran, sontak menyingkir.

Alcaluna membelalak. Rambut panjang yang tergerai berwarna merah bak mawar merah khas Luelle, tatapan mata yang penuh rasa penasaran akan hal-hal indah dan cantik disekitar dengan binar dari netra keemasannya membuat dadanya dipenuhi oleh perasaan tidak karuan.

"Putriku ... PUTRIKU!"

Semua orang termasuk kaisar dan para pangeran yang masih mencerna keadaan sontak terkejut kala Alcaluna dengan tergesa bangkit dari tempat duduknya. wanita itu berlari menuruni anak tangga dari tempat duduk keluarga kekaisaran untuk segera memeluk malaikat kecilnya yang bisa saja kembali menghilang saat ia mengedipkan mata.

Ella menatap wanita cantik yang dari jauh tengah berlari ke arahnya. Perlahan, mimpi tentang keluarga yang hadir di mimpinya mulai terasa jernih dan tidak lagi buram. Suara yang memanggil namanya dengan hangat setiap ia tertidur persis dengan suara wanita yang tengah tergesa menghampirinya saat ini.

Wajah wanita yang seolah berperan seperti ibunya di dalam mimpinya yang buram perlahan jelas. Ella merasakan jantungnya berdegup, mereka orang yang sama!

"Mama ... " lirih gadis kecil itu.

"Ma-ma, mama," panggil Ella kepada Alcaluna yang semakin dekat dengannya.

Bruk-

Pelukan erat yang meluapkan seluruh kerinduan memeluk tubuh kecil Ella.

"Mama, ma-ma ... "

Ella terus meracau dalam pelukan Alcaluna, membuat perasaan bersalah  wanita itu semakin tidak karuan. "Y-ya, ya ... mama disini sayangku," lirih Alcaluna menenangkan.

Tak kuasa menahan air mata, tangis Ella pecah di dalam pelukan hangat Alcaluna.

Ternyata, dirinya sudah pulang ya.

Aghasa yang melihat sang kakak yang ikut menangis saat memeluk Ella, sontak membungkukkan badannya untuk memberi salam. "Salam kepada Bulan dan Bintang Kecil Kekaisaran Reis. Semoga keberkahan dan kebahagiaan selalu menyertai Reis."

Tak lama, Calliope dan ketiga pangeran menghampiri mereka bertiga yang saat ini menjadi perhatian seluruh mata yang berada di ruang pesta.

Aghasa menatap ke arah kakak iparnya setelah tak lupa memberi salam menyapa. Rupanya sang kakak ipar yang biasanya penuh aura songong atas kekuasaan pun kini bisa berkaca-kaca.

Grand duke muda itupun terkekeh kecil saat melihat mata ketiga ponakan lainnya juga ikut berair, terutama si paling bar-bar Atala yang sudah keluar ingusnya.

...----------------...

Cescilla Baressa yang berada di kerumunan bangsawan bersama keluarganya pun mengepalkan tangannya saat melihat pemandangan di depannya saat ini.

'Kenapa si pecundang itu kembali sih!' gerutunya dalam hati.

Tempatnya, dan posisinya di hati permaisuri selama 5 tahun ini tidak boleh kembali tergeser oleh anak yang dianggap pengacau itu.

"Cescilla, mulai saat ini, kau harus lebih memperhatikan sikapmu."

Cescilla menatap ibunya yang berada disampingnya. Ia mengangguk saat melihat wajah datar sang ibu yang menatap lurus pemandangan di depannya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

'Lagi, akan kucoba lagi untuk membuatmu bahagia kali ini ... Periku.'

1
Rey
Apa apaan sistemnya serakah gini
Alia Chans
keren
mary dice
😱😱😱 serem
mary dice
kembali ke tempat tidurmu Ella , Ksatria itu pasti tidak mau kamu jatuh sakit hmmm
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!