Niat baik tidak selamanya berakhir baik, hal ini terjadi pada rumah tangga Hanna dan Rizal
Malam itu keduanya menyelamatkan seorang wanita yang mendapat kekerasan dari suaminya
Mereka membawa tubuh lemah itu kerumah dan memberikan perawatan hingga wanita bernama Arum itu pulih
Namun nasib buruk menghampiri Hana, wanita yang telah ia selamatkan ternyata menjadi racun bagi rumah tangganya bersama sang suami
Pada akhirnya Rizal terjerat oleh pesona wanita lugu bernama Arum itu, hingga pernikahannya yang telah dikaruniai dua buah hati berakhir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Setelah memastikan istrinya terlelap, Rizal kembali mengendap untuk keluar dari kamarnya
Kekasih gelapnya itu pasti saat ini tengah marah karena tadi Hanna sudah menyampaikan keinginannya
Rizal masuk, disana Arum telah menunggunya dengan wajah ditekuk "Sayang"
"Kamu benar-benar membiarkan aku pergi?" Tanya Arum dengan nada kesal
"Aku sudah berusaha, tapi Hanna sudah memutuskan semuanya" Rizal ikut duduk disamping Arum
"Kita benar-benar akan berpisah?"
"Tidak Arum, aku pasti akan mengunjungi kamu" Rizal menggenggam tangan kekasihnya "Dengar, aku akan beli rumah untuk kamu dan Hafiz. Kamu juga tidak perlu kerja karena aku akan menanggung semua biaya kalian"
"Kita akan tinggal dirumah lain?"
"Aku tidak mungkin tinggal bersama kamu disana, bagaimanapun aku sudah menikah" Ucapan Rizal membuat wajah Arum berubah masam
"Aku akan bersama kamu dua kali dalam seminggu, bagaimana?"
"Aku maunya kamu bersama aku mas, aku tidak mau dua kali dalam seminggu" Arum merengek dan Rizal tidak suka ini
"Tidak bisa sayang, ini saja aku harus kasih alasan untuk Hanna"
"Kalau begitu kamu ceraikan mbak Hanna dan menikah dengan aku, kita bisa hidup bersama"
Rizal melotot, bagaimana Arum bisa memiliki pikiran seperti ini. Ia tidak mungkin menceraikan wanita yang ia cintai
Rizal bahkan masih ingat bagaimana sulitnya menaklukkan Hanna yang merupakan primadona kampus saat itu
"Aku tidak mungkin menceraikan istri aku, aku mencintai Hanna dan dia sedang hamil" Rizal bahkan sudah bangkit dari duduknya
"Apa kamu tidak mencintai aku?"
Rizal panik, ia memberikan isyarat agar Arum tidak berteriak "Jangan berisik! Hanna akan mendengar kita"
"Kamu jahat mas, kamu hanya menjadikan aku sebagai pemuas nafsumu saja?" Arum sudah menitihkan air matanya
"Dengar Arum! Aku mungkin mencintai kamu karena hubungan kita selama ini, tapi untuk menceraikan Hanna? Rasanya itu tidak mungkin" Ujar Rizal
"Aku ingin kamu mas, aku ingin kamu hanya untuk aku" Arum sudah membenamkan dirinya dalam dekapan pria beristri itu
"Maafkan aku Arum, aku tidak akan pernah meninggalkan Hanna. Jika kamu masih keras kepala, aku akan mengakhiri hubungan kita" Rizal melepas pelukannya pada wanita itu
"Tapi kamu tenang saja, aku tetap akan memberikan kompensasi untuk apa yang kamu lakukan selama ini"
Rizal berlalu dari kamar sang selingkuhan. Arum hanya mengepalkan tangannya melihat Rizal yang meninggalkan kamar tanpa menyentuhnya
"Aku tidak akan pernah membiarkan kamu bersama mbak Hanna, Mas"
***
Sudah dua hari, Rizal tidak bicara pada Arum, pria itu bahkan tidak bicara pada wanita itu membuat Arum merasa kehilangan
Bahkan hari ini Rizal tidak menemaninya kekantor polisi dengan alasan pekerjaan. Hari ini ia pergi bersama Ipul
"Mbak Arum ini cantik sekali" Puji Ipul yang melihat Arum lewat kaca spion
"Ah Abang bisa saja" Wanita cantik itu tersipu
"Tidak mau menikah lagi? Maksud saya, suami mbak kan kasar" Saiful memang selama ini sudah mencuri lirik pada Arum, namun ia tidak berani karena takut akan dapat teguran dari majikannya
"Mana ada sih yang mau sama saya bang? Saya itu janda dan di KDRT lagi sama suaminya" Kata Arum
"Saya mau" Celetuk Saiful yang membuatnya mendapat tatapan dari wanita cantik yang duduk dibelakang itu
"Bang Ipul serius? Saya kan cuma..."
"Saya tidak peduli, sebenarnya saya sudah tertarik saat melihat mbak Arum datang dirumah untuk pertama kali" Astaga, Ipul merasa malu mengatakannya
"Saya punya anak bang"
"Ya gak apa-apa, anak kamu berarti anak saya juga kan?" Pria itu kembali melihat dari kaca spion didepannya
Arum tersenyum begitu manis, sebenarnya Ipul ini tidak kalah tampan. Tubuhnya kekar dengan kulit yang sedikit gelap, ditambah usianya yang lebih muda dari Rizal
"Kalau begitu, makan ini datang kekamar aku, aku menunggu"
Wajah Saiful terlihat sumringah, sementara Arum hanya ingin menghilangkan Kekesalan karena Rizal yang mendiamkannya
"Tapi beliin aku baju baru yaa bang!"
"Apapun buat neng Arum, setelah dari kantor polisi kita belanja yaa" Ujar Saiful dengan senyum lebarnya
Satu jam lamanya keduanya berada dikantor polisi, setelah itu Saiful benar-benar mengajak Arum untuk berbelanja
Pria itu bahkan menggunakan tabungannya selama ini untuk memenuhi keinginan wanita pujaannya
Arum membeli beberapa potong pakaian untuknya serta Hafiz, bahkan ia juga membeli perhiasan serta ponsel baru
Sebenarnya Rizal memberi uang, tapi akan ia simpan jika sewaktu-waktu pria itu akan membuangnya
"Waah, bang Ipul baik banget sih. Aku seneng banget loh hari ini" Arum terlihat sumringah menenteng beberapa paperbag
"Apapun buat neng Arum pasti Abang kasih" Arum sudah menggandeng lengan pria tinggi itu. Ia tidak akan bisa sebebas ini jika bersama Rizal, tapi ia juga tidak ingin melepas Rizal karena dia mencintainya
"Nanti malam jadi kan neng?"
"Jadi dong, aku tunggu dikamar! Tapi pastiin kalau semua orang udah pada tidur" Ucap Arum dan langsung diangguki oleh Ipul
"Abang jadi gak sabar!" Keduanya terkekeh, lalu melangkah meninggalkan pusat perbelanjaan
***
Hanna terbangun, wanita hamil itu merasa tenggorokan nya sedikit kering. Hanna melirik pada suaminya yang tengah terlelap
Hanna memilih untuk ke dapur sendiri tanpa membangunkan suaminya, saat menuruni tangga ia tidak sengaja melihat supir pribadinya berjalan pelan dan memasuki kamar tamu yang mana ditempati oleh Arum
"Ngapain Ipul kekamar Arum?" Gumamnya
Demi mengobati rasa penasarannya, Hanna melangkah mendekati kamar tamu. Sebenarnya ini tidak benar karena dirinya merusak privasi orang lain
Hanna meneguk ludahnya, wanita itu lalu mendekatkan telinganya pada pintu yang tertutup
Hanna menutup mulutnya, ia tidak salah dengar. Dari kamar yang tertutup terdengar suara-suara yang... Astaga Hanna tidak ingin mengatakannya
Suara itu terdengar begitu jelas, seolah dua orang didalamnya benar-benar menikmatinya
"Astaghfirullah"
Hanna berlalu, rasa haus yang tadi ia rasakan seketika hilang karena rasa terkejutnya atas apa yang ia dengar
Apa Hanna telah salah menolong orang? Arum bukan wanita lugu yang malang, wanita itu mungkin wanita malam
Ya, ia ingat apa yang Hafiz ucapkan. Mungkin om banyak uang yang anak laki-laki itu katakan adalah pria yang menggunakan jasa Arum
Hanna harus bertindak cepat, hari ini Ipul besok-besok mungkin suaminya juga ikut termakan rayuan wanita itu
Sementara itu didalam kamar, Ipul terbaring disamping wanitanya yang tengah menormalkan napasnya
Mungkin Arum bisa mengakui jika permainan supir ini lebih menakjubkan dari Rizal. Hanya saja Arum terlanjur jatuh hati pada pria tampan itu
"Kamu memang hebat sayang!" Puji Saiful. Pria itu mendekat lalau memeluk tubuh Wanitanya, mengecup bahunya yang polos yang masih dialiri keringat
"Abang juga jago banget mainnya, aku sampe remuk rasanya" Arum tidak bohong, tubuhnya rasanya tidak bisa digerakkan
"Kalau gitu kamu tidur gih!"
"Abang sebaiknya pergi! Nanti kalau ketahuan bisa bahaya!"
Ipul mengiyakan, bisa-bisa ia kehilangan pekerjaannya jika majikannya tahu kelakuan bejat nya
Pria itu lebih dulu mengenakan pakaiannya lalu kembali ke kamarnya. Ia harus kembali bekerja besok dan hanya tersisa beberapa jam saja untuk tidur
semoga byk yg baca