Jevandra Raksa Bumi, Seorang laki-laki tampan yang tidak banyak di ketahui orang jika di balik wajah tampannya terdapat sosok iblis yang sangat kejam.
Hidup dalam dendam masa lalu yang membuatnya begitu membenci keluarga besar Bagaskara hingga membuatnya terpaksa menikahi seorang gadis bernama Diara Bagaskara sebagai tumbal atas balas dendam masa lalu.
Akankah Diara berhasil membuat Jevandra melembut dan luluh akan kelembutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perkenalan
Diara yang baru keluar dari ruang ganti terkejut saat melihat Jevandra sudah berada di dalam kamar. Bahkan laki-laki itu sudah berganti pakaian.
Dimana dia ganti? kenapa Diara tidak mengetahuinya? Ah, Diara ingat. Dia tidak memiliki uang untuk hadiah bagi mereka yang menang tadi sore.
Jevandra tau, jika saat ini ada yang ingin di katakan gadis itu padanya. "Suamiku..." panggilnya oda Jevandra yang masih fokus dengan iPad di tangannya.
Laki-laki itu masih bekerja bahkan di dalam kamar? pikir Diara.
"Hem, apa aku bisa meminta uang 10 juta?" tanya Diara memberanikan diri.
Jevandra meletakan Ipad-nya begitu saja, dan menatap ke arah Diara yang berdiri di dekat ranjangnya.
"Akhirnya kau menunjukkan sikap asli keturunan Bagaskara yang berkhianat demi uang." tudingnya saat Diara meminta uang padanya.
Sementara Diara, dia hanya bisa menguatkan hatinya untuk semua ini. Demi janjinya pada mereka, dia rela di rendahkan begini oleh Jevandra.
"Benar, sampai kapanpun saya adalah keturunan Bagaskara sang pengkhianat. Jadi apa saya bisa mendapatkan uangnya sekarang?" tanya Diara membuat Jevandra membuka laci yang ada di samping tempat tidur mereka dan melemparkan satu gepok uang lembaran merah hingga jatuh tepat di bawah kaki Diara.
Setelah melakukan hal itu, Jevandra tidak berkata apapun lagi dan Diara mengambil yang tersebut lalu menyimpannya.
Bahkan dia sempat mengucapkan "Terima kasih, suamiku." katanya sebelum pergi menyimpan uang tersebut, karena besok dia akan memberikannya pada mereka.
Melihat Diara yang memungut uang tersebut membuat Jevandra tersenyum penuh kemenangan. Dia merasa bahagia karena telah membuat harga diri gadis itu jatuh hingga ke dasar jurang.
***
Malam berlalu dengan begitu cepat. Pagi ini, Jevandra tidak pergi ke kantor karena hari ini adalah acara ulang tahun neneknya yang akan di adakan di rumah utama keluarga Jevandra.
Maka dari itu dia memilih libur. Terbangun dari tidurnya, Jevandra sudah tidak melihat keberadaan Diara di sana.
"Kemana dia sepagi ini?" gumam Jeavndra melihat sofa yang sudah rapi.
Samar-samar dia mendengar dari luar balkon kamarnya suara Diara di sana. Jevandra penasaran, dia memilih keluar dari kamarnya menuju balkon dan melihat apa yang di lakukan gadis itu pagi ini.
"Maaf terlambat. Ini hadiah kalian untuk pertandingan kemarin." katanya mengerikan uang yang dia dapat dari Jevandra tadi malam.
"Tidak perlu nyonya. Kami senang bisa menemani nyonya bermain. Tapi maaf, kami tidak bisa menerima uang ini." tolak mereka secara halus.
Mana mungkin mereka menerima uang tersebut, di saat mereka melihat bagaimana kepala pengawal Remi di marah Jevandra kemarin.
"Ah, sudah terima saja. Aku harus masuk sebelum tuan muda bangun." katanya memberikan uang tersebut lalu masuk kembali ke dalam rumah.
Salah satu pengawal tersebut melihat Jevandra yang berada di atas balkon, lalu pergi begitu saja setelah melihatnya.
Dia tersenyum miring melihat bagaimana interaksi Diara yang terlihat begitu di hormati oleh orang-orangnya. Bahkan dengan Nadia yang mereka tau adalah orang terdekat ibunya saja tidak begitu. Tapi dengan Diara, baru seminggu tinggal disini sudah mendapatkan begitu banyak cinta dari orang-orang di sekelilingnya.
Diara yang baru kembali ke kamarnya terkejut saat melihat laki-laki itu sudah kembali duduk dengan iPad di tangannya. Sepagi ini sudah bekerja lagi?
"Sudah bangun? Apa aku menganggu suami ku?" tanya Diara dengan lembut.
Jevandra tidak menjawab, karena menurutnya tidak penting. "Aku akan segera siapkan air mandi dan pakaian kerja." kata Diara hendak menyiapkan kebutuhan suaminya.
"Tidak perlu. Aku tidak pergi ke kantor hari ini." cegahnya membuat Diara berhenti melangkah.
"Oh, baiklah." jawab Diara hendak kembali ke kamar mandi.
"Jam 11 nanti akan ada orang yang datang untuk membantu mu bersiap. Kita akan pergi ke rumah nenek untuk menghadiri acara ulang tahun nenek." katanya tanpa melihat ke arah Diara sama sekali.
"Ulang tahun nenek? Tapi aku tidak memiliki apa-apa untuk hadiah." katanya merasa sungkan.
Bagaimana dia bisa datang dengan tangan kosong? Itu adalah pertemuan pertama mereka. "Tidak perlu memikirkan hal itu. Nanti akan ada orang yang memberitahu mu tentang apa yang bisa dan tidak bisa kau lakukan di acara nenek." kata Jevandra lagi.
"Tapi, suamiku-"
Jevandra menatap tajam ke arah Diara membuat gadis itu langsung menciut saat itu juga. Dia tidak berani berkata-kata lagi jika sudah begini.
***
keren ini mah calon mommy banyak pikiran gampang di bikin hamil
biasanya cepat Up nya..
laki jg pny ksbrn.... jd jgn uji ksbrn ny... jk gk mau hal keras trjd
dgn wajah yg tak sama kau dgr...
kalo mdel yak gn trs ya mt kau🤣