NovelToon NovelToon
My Cold Husband, Rafael

My Cold Husband, Rafael

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Noor.H.y

Patah hati setelah memergoki kekasih yang begitu ia cintai berselingkuh di belakangnya, membuat Kanaya menyerah pada keadaan. Dengan hati yang masih terluka dan kecewa, ia akhirnya menerima perjodohan yang sejak lama telah direncanakan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria bernama Rafael. Seorang pria tampan namun dingin, tenang, dan sulit di tebak.
Bagi Kanaya, pernikahan itu hanyalah jalan pelarian untuk mengubur rasa sakit hatinya. Namun, siapa sangka dibalik sikap Rafael yang kaku dan tak perduli, tersimpan ketulusan yang perlahan mampu membuat hati Kanaya kembali percaya pada cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noor.H.y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Ayam geprek sambal matah

Di tengah keheningan itu, Sinta berdiri sambil menatap kedua calon mempelai tersebut dengan sorot kagum yang tak bisa disembunyikan.

Menurutnya, Rafael dan Kanaya terlihat begitu serasi. Seolah gaun dan tuxedo yang mereka kenakan memang diciptakan khusus untuk menyempurnakan penampilan keduanya.

"Wah... kalian benar-benar cocok sekali," puji Sinta tulus. "Jujur saja, selama ini saya sudah menangani banyak pasangan, tapi jarang ada yang auranya sepas seperti kalian."

Suara Sinta sontak membuat Rafael dan Kanaya tersadar dari pikiran masing-masing.

Kanaya yang sedari tadi tanpa sadar memperhatikan Rafael segera mengalihkan pandangannya. Sedikit rasa malu muncul ketika menyadari dirinya terlalu lama menatap pria itu.

Begitu pula Rafael. Ia berdeham pelan dan mengalihkan tatapannya ke arah lain, berusaha menyembunyikan perasaan aneh yang sempat muncul saat melihat Kanaya mengenakan gaun tersebut.

Sinta yang menangkap reaksi keduanya hanya tersenyum geli.

Kanaya tersenyum canggung, "Ah, mbak Sinta ini terlalu berlebihan." lirihnya, mencoba untuk menyembunyikan sedikit kegugupannya.

"Saya itu jujur loh, kalian memang nampak sangat serasi." ucap Sinta berjalan mendekat ke arah kanaya.

"Jadi, gimana ada yang kurang atau sudah pas. Sayang.. ?" tanyanya pelan pada Kanaya menelurusi gaun yang di kenakan Kanaya.

Kanaya mengangguk, "Udah pas si mbak, aku juga suka." balasnya. Membuat Sinta tersenyum senang.

* *

Setelah sesi fitting selesai, Kanaya dan Rafael kembali ke ruang ganti masing-masing untuk mengenakan pakaian semula.

Beberapa menit kemudian, keduanya berjalan keluar dari Sweet Boutique bersama Sinta yang mengantar mereka hingga ke depan pintu.

"Terima kasih sudah datang. Kalau ada yang perlu disesuaikan lagi, jangan ragu menghubungi saya," ujar Sinta dengan senyum ramah.

Kanaya mengangguk. "Terima kasih, Mbak Sinta."

Setelah berpamitan, Kanaya dan Rafael melangkah menuju area parkir. Namun baru beberapa langkah, gerakan Kanaya terhenti.

Matanya membulat sedikit karena terkejut.

Sebuah mobil hitam baru saja berhenti tepat di depan butik. Seorang sopir segera turun dan membukakan pintu belakang.

Dari dalam mobil, keluar seorang gadis berparas cantik dengan rambut panjang yang tergerai rapi. Begitu melihat Kanaya, wajah gadis itu langsung berbinar.

"Kanaya!" serunya riang.

Kanaya berkedip beberapa kali sebelum senyum lebar menghiasi wajahnya.

"Keisya?"

Keisya melambaikan kedua tangannya antusias ke arah sang sahabat.

"Kamu ngapain disini ?" tanya Kanaya saat Keisya berjalan mendekat.

Belum sempat Keisya menjawab pertanyaan Kanaya. Rafael lebih dulu menanggapainya.

"Saya yang suruh." katanya Rafael pelan. Membuat Kanaya menatapnya bingung.

"Mendadak saya ada urusan. Jadi menyuruh Keisya untuk datang kesini menjemputmu pulang." jelasnya.

"Kalau begitu, saya pergi dulu."

Keisya mengangguk, "Iya, hati-hati Kak." lirihnya.

Sedangkan Kanaya hanya terdiam menatap Rafael yang sudah berjalan dan masuk ke dalam mobilnya.

"Bukannya ini weekend ya ? Kok dia kerja, emang ada kantor yang tidak libur di hari minggu ?." gumam Kanaya lirih.

"Ada.. buktinya itu calon suamimu." balas Keisya santai membuat Kanaya menoleh lalu mendengus.

Keisya terkekeh, "Dalam kamus Kak Rafael itu tidak ada kata libur. Meski itu hari minggu maupun tanggal merah dikalender." jelasnya.

"Sudah ih.. Ayo kita masuk ke mobil, panas banget di sini."

Keisya menarik tangan Kanaya untuk masuk ke dalam mobil.

* *

Kanaya dan Keisya duduk berhadapan di salah satu kursi rumah makan yang cukup ramai siang itu. Sesuai permintaan Kanaya, mereka memesan ayam geprek dengan sambal matah yang terkenal sebagai menu favorit di tempat tersebut.

Begitu pesanan datang, mata Kanaya langsung berbinar. Tatapannya tertuju penuh minat pada piring di hadapannya yang berisi nasi hangat, dada ayam krispi berwarna keemasan, dan sambal matah segar yang menggoda selera. Aroma bawang merah, cabai, dan serai yang bercampur dengan harum ayam goreng membuat perutnya semakin lapar.

Di samping piringnya, segelas es jeruk dingin dengan embun yang menempel di permukaan gelas tampak begitu menyegarkan.

"Wah, akhirnya datang juga," gumam Kanaya dengan senyum lebar.

Tanpa menunggu lama, ia segera mengambil sendok dan garpu. Potongan pertama ayam krispi itu dicampurnya dengan sedikit sambal matah dan nasi hangat sebelum masuk ke mulutnya.

"Mmm..." Kanaya memejamkan mata sesaat, menikmati perpaduan rasa gurih, pedas, dan segar yang langsung memenuhi lidahnya.

Keisya yang melihat ekspresi puas sahabatnya hanya terkekeh pelan.

"Segitunya sampai mau nangis bahagia?" godanya.

Kanaya membuka mata lalu mengangguk serius sambil masih mengunyah.

"Kamu nggak ngerti, Kei. Ini salah satu makanan terenak yang pernah diciptakan manusia."

Keisya tertawa kecil, "Iya deh ngerti. Selamat menikmati besti." ujar Keisya, yang juga menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.

Setelah menghabiskan makanannya, Kanaya meraih gelas es jeruk di depannya. Jemarinya melingkari permukaan gelas yang terasa dingin sebelum ia menyesap minuman itu perlahan.

Sensasi segar dari es jeruk langsung membasahi tenggorokannya, membuatnya menghela napas puas. Sementara itu, piring di hadapannya sudah nyaris bersih tak bersisa.

Kanaya kemudian meletakkan kembali gelasnya di atas meja dan mengalihkan pandangan ke arah Keisya yang masih sibuk menikmati ayam gepreknya. Sesekali gadis itu meniup pelan sambal matah di atas sendok sebelum menyuapkannya ke mulut.

"Pas banget Kei, tadi pagi aku belum sempat makan karena bangun kesiangan. Cuma makan bolu buatan Mommy doang." ucap Kanaya, lalu meneguk es jeruk kembali.

Keisya mengangguk, "Iya tahu, makanya tadi Kak Rafael chat aku buat ajak kamu makan. Takutnya kamu pingsan karena belum makan dari lagi." kata Keisya. Membuat Kanaya sedikit tersedak minumannya.

"Uhuk.. Uhuk.."

"Pelan-pelan Nay, nggak ada yang mau minta minuman kamu juga." seru Keisya, saat mendengar sahabatnya tersedak minumannya sendiri.

"Cih.. Bukannya ngajak makan aku sendiri, malah nyuruh kamu. Dasar cowok nggak peka banget." gumamnya, memutar bola matanya malas.

Keisya tertawa kecil mendengar ocehan Kanaya, "Sabar, Kak Rafael emang terkenal dingin, cuek, nggak peka, tapi dia perhatian. Nyatanya dia sempetin chat aku buat ajak kamu makan. Itu sudah satu nilai plus buat kamu."

"Dengar Nay, aku yakin kamu bisa mencairkan gunungan es di hati Kak Rafael. Tapi ya.. Mungkin itu harus sabar, besti." Keisya menggenggam tangan sahabatnya itu, dan menatapnya penuh harap.

Kanaya menghembuskan napasnya kasar, "Aku nggak yakin sih, tapi ya.. Sudahlah. Akan aku coba," lirihnya.

Keisya tersenyum, "Tenang, kalau ada apa-apa kamu bisa cerita sama aku, Bunda, atau pun Opa."

Kanaya mengangguk pelan. "Eh tunggu, apa dia nggak punya pacar sampai mau di jodohkan dengan aku Kei ?"

Keisya sedikit berfikir sebelum menggeleng, "Setahu aku si nggak deh Nay. Dari dulu aku belum pernah dengar tentang pacar Kak Rafael. Pernah ada wanita yang cukup dekat dengan Kak Rafael pas di Amerika, tapi.. Setahuku mereka cuma sahabatan, nggak lebih."

* *

Pintu apartemen terbuka dan Rafael melangkah masuk lebih dulu. Wajahnya terlihat serius setelah seharian berada di lokasi proyek yang tiba-tiba mengalami kendala. Di belakangnya, Andra mengikuti sambil membawa beberapa berkas dan tablet yang berisi laporan terbaru.

Rafael melepaskan jaketnya lalu meletakkannya di sandaran sofa. Ia mengusap tengkuknya pelan, berusaha meredakan rasa lelah yang sejak tadi menumpuk.

"Apa tim lapangan sudah mengirimkan laporan lengkap?" tanyanya tanpa menoleh.

"Sudah, Pak. Semua data dan dokumentasi kendalanya sudah saya kumpulkan," jawab Andra sigap. "Besok pagi juga sudah dijadwalkan rapat dengan kontraktor dan konsultan."

Rafael mengangguk tipis. Tatapannya jatuh pada layar tablet yang disodorkan Andra. Beberapa saat ia membaca laporan tersebut dalam diam, sesekali mengernyit saat menemukan beberapa poin yang menurutnya perlu segera ditindaklanjuti.

"Kita tidak bisa membiarkan ini berlarut-larut," ucap Rafael tegas. "Kalau terlambat ditangani, jadwal proyek bisa mundur."

"Saya juga berpikir begitu, Pak."

Rafael mengembuskan napas panjang lalu menyandarkan tubuhnya ke sofa. Meski lelah, pikirannya masih dipenuhi berbagai kemungkinan solusi untuk menyelesaikan masalah yang muncul di proyek tersebut.

Andra yang sudah lama bekerja dengannya memahami kebiasaan itu. Ia tahu Rafael tidak akan bisa benar-benar beristirahat sebelum menemukan jalan keluar.

"Baiklah, kamu bisa pulang sekarang. Besok pagi jangan lupa jadwalkan meeting lebih awal."

"Baik, Pak. Kalau begitu, saya ijin pulang dulu." ucap Andra, memberi salam lalu berjalan keluar dari apartemen Rafael.

Rafael yang sejak tadi menyandarkan tubuhnya di kursi kerja akhirnya memejamkan mata sejenak, mencoba meredakan penat setelah meninjau proyek yang mengalami kendala.

Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama.

Suara dering ponselnya tiba-tiba memecah keheningan ruangan.

Rafael membuka matanya perlahan, lalu meraih ponsel yang tergeletak di atas meja. Alisnya sedikit berkerut ketika melihat nama yang tertera di layar.

Tanpa menunggu lama, ia menggeser ikon hijau dan menempelkan ponsel ke telinganya.

"Halo?" sapanya singkat dengan suara bariton yang tenang.

* * * *

1
Noey Aprilia
Ya suami kutub lh,apa lg.....🤣🤣🤣....
Noey Aprilia
Mskpn klkas,tp ttp prhtian....
skrng psah kmar,tar lma2 jg dia dtng sndri.....🤭🤭🤭...
Noey Aprilia
Rafael nih tipe2 kulkas,tp aslinya prhtian....dia ga tau msti brskap ky gmna,mkanya kya acuh gt....tp ykin bgt kl bntr lg dia bkln bucin parah....
Noey Aprilia
Kanaya....tau ga kl sbnrnya km yg nyosor dluan?????🤭🤭🤭....
yg ngsih btas spa,yg lmpar bntal spa...
tp gengsi buat ngaku sih.....
Noey Aprilia
Enth spa yg bkln bucin dluan....ga sbr aja nunggu mreka mesra,trs bkin sng mntan nangis guling2...
Noey Aprilia
Hai kk...
Aku udh mmpir....slm knal....
btw,gmna nih mlm prtmanya???
bkln perang atw sling adu punggung???atw yg 1 tdr d rnjang,yg 1 d sofa....🤣🤣🤣
Noey Aprilia: Sama2....smngttt...😘😘😘
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!