seorang wanita yang bernama Selena hidup sebatang kara tanpa mempunyai saudara.
dia harus menahan hinaan dan cacian dari semua orang,bahkan tidak ada yang mau berteman dengannya.
apalagi saat melihat wajah nya,semua orang akan jijik dan meludahi nya,dan dengan tekad nya yang kuat dia berusaha untuk bangkit dengan kuliah dan mengandalkan beasiswa nya.
hingga suatu hari saat Selena menyatakan perasaan nya pada pangeran kampus,dia di permalukan habis-habisan,dan pangeran kampus yang mempermainkan nya hanya memandang nya dengan merendah.
karna tidak tahan,Selena berlari meninggalkan kampus nya,hingga dia mendapatkan sistem yang membantu kehidupan nya.
dan sistem mengatakan jika dia ingin kaya raya dan bisa membalas dendam pada semua orang yang menyakiti nya.
dia harus menjalankan misi 3 kehidupan,setelah misinya berhasil dia akan mendapatkan kekayaan dari sistem juga kekuatan untuk melindungi dirinya.
bagaimana kah kisah selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiliya PUtry S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bertemu
Kembali lagi di dalam kamar panglima Javier, ternyata Lidya masih berada di sana,dia duduk di kursi dan sesekali melirik panglima Javier yang sedang duduk sambil menatap kearahnya.
" sialan tatapannya selalu membuat ku takut,dan apa-apaan panglima Javier kenapa dia terus saja menatap ku " batin Lidya,jika tatapan keduanya bertubrukan Lidya akan tersenyum manis pada Javier.
" ehemm...bisakah aku keluar sebentar ? Aku masih memiliki urusan,,lagian tidak baik kan seorang wanita berada di dalam kamar seorang pria,,jika orang mengetahui nya nama baikku pasti akan buruk " ucap Lidya dengan hati-hati.
Bibir Javier berkedut mendengar ucapannya,dia mengetuk-ngetuk meja dengan jari-jari tangan nya.
" aku rasa,kamu tidak perduli dengan nama baikmu,bukankah kamu sendiri yang memasuki kamar ku ? dan aku sangat penasaran. ibu ataupun ayah mu tau. jika putri mereka diam-diam menyusup kedalam kamar seorang pria,, bagaimana reaksi mereka saat mengetahui nya,,pasti ini sangat menarik bukan " Javier memberikan sedikit ancaman untuk Lidya,tapi wanita itu malah berdiri dan menatapnya dengan mata melotot.
" hey tuan ! jangan sembarangan berbicara! Dan ingat ini,jika orang tua ku tau masalah ini,aku tidak akan segan-segan memberikan pelajaran pada mu " kecam Lidya,terlihat nafasnya memburu karna pria ini begitu berani mengancam nya.
Javier terkekeh kecil,dia berdiri ingin berjalan menghampiri Lidya,tapi tiba-tiba matanya yang tajam menatap kearah pintu,begitu juga dengan Lidya dia menatap Javier dengan wajah menegang.
" seperti nya mereka sudah datang, sebaiknya kamu pura-pura tidur dan aku akan bersembunyi" ucap Lidya,tanpa mendengar jawaban Javier,Lidya berlari kearah samping dan langsung memasuki ruang penyimpanan nya.
Javier? Dia mengepalkan tangannya dan berbalik badan,lalu dengan santainya dia menaiki ranjang dan pura-pura tidur seperti yang dikatakan oleh Lidya.
" jika omongan wanita itu benar,kakak kandung ku sendiri berencana ingin membunuh ku,aku tidak akan segan-segan lagi padanya ! " batin Javier yang terlihat masih mengepalkan tangannya.
Sedangkan di depan kamar panglima Javier, beberapa pria yang mengenakan pakaian serba hitam meniup bius kedalam kamar panglima Javier lewat celah-celah pintu.
Setelah menunggu beberapa menit,mereka masuk kedalam kamarnya,dan dengan penuh kewaspadaan. mereka menatap kearah tempat tidur yang ternyata disana sudah ada panglima Javier yang sedang beristirahat.
" ingat meski kita sudah menyebarkan bius kedalam ruangan ini,kita tidak boleh lengah,jangan sampai panglima Javier tersadar dan tau apa yang kita lakukan" bisik temannya yang masih menatap kesana-kemari.
" kamu tenang saja,bukankah bius itu di dapatkan oleh kaisar Arya dari kerajaan sebrang,dan aku dengar-dengar bius ini memiliki dosis tinggi" ucap kawan nya dengan santai.
Mendengar ucapan salah satu teman mereka,sontak mereka menghentikan langkahnya.
" jangan sembarang berbicara disini,kamu tau sendiri tembok istana memiliki telinga,,jangan sampai ucapan mu membuat kaisar Arya menghukum mati kita semua " geram kawannya yang terlihat marah.
teman nya mengangguk dan menutup mulut nya,dan mereka.dengan perlahan-lahan berjalan mendekati tempat tidur panglima Javier.
Ternyata yang mereka katakan semuanya sudah dengan Javier,dia begitu marah sehingga badannya bergetar.
" selama ini aku berjuang untuk kerajaan ini,juga untuk nya ! Tapi apa balasan yang aku dapatkan? Kakak kamu benar-benar membuatku kecewa! " batin Javier.
Disaat mereka ingin menusuk panglima Javier, tiba-tiba pedang yang ada ditangan mereka terpelanting kearah pintu.
Tranggggggggggggg
para penyusup itu terkejut,tanpa sadar mereka berjalan mundur dan menatap panglima Javier yang ternyata sudah duduk, dan menatap mereka dengan tatapan membunuh.
" tidak mungkin.. bagaimana mungkin bius itu tidak mempengaruhi nya,,pasti ada yang salah " ucap salah satu penyusup dengan terbata-bata.
Javier berdiri dan tersenyum dingin,dia mengambil pedang yang ada di samping tempat tidur nya.
" ternyata kalian datang ingin membunuh ku,dan aku tidak menyangka Kaisar Arya yang memerintahkan kalian membunuh ku ! Tapi sayang sekali malam ini bukan aku yang mati,tapi kalian semua ! " desisi Javier.
Mereka terbelalak saat Javier ternyata tau siapa yang memerintahkan mereka,belum sempat mereka menyangkal tiba-tiba.
Srekkkkkkkkkkkkkk
brukkkkkkkkkkkkkkkk
srekkkkkkkkkkkkkk
brukkkkkkkkkkkkkkkk
semua penyusup itu tewas di tempat akibat tebasan panglima Javier,darah segar memercik mengenai wajahnya,tapi dia tidak berkedip sedikitpun,dia menatap kearah samping tempat tidurnya. saat mengetahui ternyata wanita itu sudah tidak ada di sana.
" wanita itu tidak biasa, bagaimana dia tau kejadian ini,pasti ada sesuatu yang dia sembunyikan nya,,aku harus menemukan keberadaan nya secepat nya...!! Lucas kemarilah " Javier kembali duduk dan menatap pengawal nya yang baru saja datang.
Sedangkan Lucas yang melihat mayat di dalam kamar tuannya terkejut,tapi dia hanya terdiam dan menunduk.
" saya disini tuan " jawab Lucas yang terdengar dingin.
" bereskan semua kekacauan ini ! Dan cari wanita itu untukku,dan masalah ini jangan sampai ada yang mengetahui nya tanpa terkecuali itu kaisar Arya ! " ucapnya dengan nada menekan.
" baik tuan " ucap Lucas dan pergi dari sana,dia memerintahkan para pengawal kepercayaan Javier ,membereskan semua kekacauan yang terjadi di dalam kamar panglima mereka.
***************
sementara Lidya yang telah berada di rumah sederhana miliknya,dia menghela nafasnya dan mengingat kejadian tadi,saat panglima Javier membunuh semua para penyusup itu dengan mudah.
" dia sangat menakutkan,hampir saja aku menjadi tawanan nya, sebaiknya beberapa hari ini aku tidak keluar,aku tidak mau bertemu dengannya lagi,,," Lidya merinding mengingat betapa kejamnya Javier membunuh musuhnya.
( nona jika anda bersembunyi,maka misi anda akan berjalan rumit,,bukankah nona harus melakukan misi 2 kehidupan lagi,apa nona tidak ingin kembali ke dunia asal nona dan membalas dendam pada semua orang yang menyakiti nona )
Lidya terdiam mendengar itu,tapi rasa takut berada di dekat panglima Javier membuatnya ragu-ragu.
" hah..baiklah sistem,aku akan berusaha mendekati panglima Javier,dan aku tidak boleh takut,ini semua demi kebahagiaan ku, sudahlah sebaiknya aku istirahat,,aku sangat mengantuk" gumam Lidya,dia memejamkan matanya dan setelah beberapa menit terdengar suara dengkuran halus.
**************
keesokan harinya, di istana, pagi-pagi sekali Kaisar Arya sudah berpenampilan rapi, sepanjang jalan dia tersenyum lebar,bahkan dia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya pagi ini.
Semua pelayan dan prajurit yang berpapasan dengannya, ikut tersenyum. meski mereka merasa penasaran, apa yang membuat Kaisar Arya terlihat bahagia.
" jika aku mendengar kabar kematian adikku, aku harus terlihat sedih dan terpukul, Javier maafkan kakak mu ini,jika kamu masih tetap hidup,itu sama saja aku membesarkan musuh ku sendiri,,," batin Kaisar Arya.
Tanpa dia sadari jika Panglima Javier sedang berdiri di hadapan nya.
" yang mulia Kaisar,apa yang membuat mu terlihat bahagia pagi ini ? Aku jadi sangat penasaran" tanya Javier dengan tersenyum dingin.
Deggggggggggggggg
langkah Kaisar Arya terhenti,dia mendongak dan menatap adiknya yang sedang berdiri di hadapan nya dengan wajah terkejut,tapi buru-buru dia mengubah mimik wajah nya dengan tersenyum lebar.
" Javier kamu,,ehemm..tidak ada, Kaisar ini masih terharu karna memilik seorang adik yang hebat seperti mu,,jadi kamu sudah memikirkan hadiah apa yang kamu inginkan ? " tanya Kaisar Arya,dia tersenyum terpaksa dan mengepalkan tangannya.
" bagaimana mungkin dia masih hidup,apa rencana ku gagal lagi,sialan,, orang-orang itu tidak becus,dan sebaiknya aku tidak boleh membuat Javier mencurigai ku,,aku harus tetap tenang" batin kaisar Arya yang masih tersenyum kaku.
Javier menyeringai saat melihat wajah tegang kakaknya,dia benar-benar tidak menyangka kakak yang selama ini dia sayangi ternyata mengkhianati nya.
" aku sudah memikirkan nya,tapi aku akan memintanya di waktu yang tepat,,,kalau begitu aku pergi dulu,aku masih memiliki banyak urusan " Javier pergi tanpa mengucapkan salam pada Kaisar Arya.
kaisar Arya? Dia meradang, wajahnya yang tadinya lembut berubah menjadi dingin,dia menatap kepergian Javier dengan tatapan tajamnya.
" kali ini kamu selamat lagi,tapi tidak untuk lain kali, karna aku sudah menyiapkan sesuatu yang tidak akan pernah bisa kamu bayangkan,, Javier aku juga sangat penasaran apa yang kamu minta dariku " kecam Kaisar Arya,karna Susana hatinya sedang buruk,dia kembali lagi ke kamarnya,dan Kaisar Arya akan melampiaskan amarahnya didalam kamar nya.