Black Rose julukannya, ada tatto mawar hitam di punggungnya. Dia agen rahasia XpostOne 06 yang paling ditakuti. Sepak terjangnya terdengar sampai belahan dunia. menyamar sebagai jurnalis dan presenter hot news di sebuah televisi swasta milik ayahnya.
Kini ia ditugaskan untuk menangkap seorang pemb*nuh bayaran yang lari ke luar negeri. Konon pemb*nuh ini sangat licik dan dilindungi oleh sindikat bawah tanah.
Mampukah dia menangkap pemb*nuh itu atau dia malah terb*nuh?
*****
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.11.TIDUR SEKAMAR.
Tamunya banyak banget, untung masih ada kursi kosong. Qai lega dapat duduk.
"Permisi, saya ikut satu." ucap Qai sopan dan duduk tanpa menunggu jawaban. Seolah Bella sengaja menyiapkan kursi ini untuknya. Orang lain satu meja berisi empat kursi, sedangkan dia satu meja dua kursi dan berhadapan.
Pria dihadapannya ini tidak menjawab sapaannya, bereaksi atas keberadaannya. Qai penasaran dan melirik sekilas. Orang ini cukup ganteng terkesan cuek dan dingin. Tapi apa urusannya menilai pria itu. Uhh...
MC kemudian melanjutkan sambutannya.
"Hadirin sekalian yang kami hormati, selamat malam dan selamat datang di acara resepsi pernikahan yang bahagia ini. Saya sebagai pembawa acara akan memandu melalui rangkaian acara yang akan dilaksanakan malam ini.
Seperti pernikahan mewah lainnya, ada camilan ringan dan minuman segar yang disajikan khusus untuk menyambut tamu.
Buffet, dengan pilihan menu lengkap mulai dari appetizer, sup, main course, dessert. dengan standar cita rasa bintang lima.
Ada Food Stall dengan berbagai pilihan live cooking premium, seperti aneka steak, bebek peking, seafood, salmon sushi, hingga hidangan tradisional eksklusif.
Qai tidak begitu bersemangat untuk makan, ia hanya minum dan mencicipi cemilan. Ia masih program diet dan sengaja mengatur makanan.
Tak terasa satu jam telah berlalu. Puncak acara adalah dansa, tapi ia tidak berniat turun. Tiba-tiba perasaannya mulai tidak enak sehabis minum mojito.
Ia harus cepat ke kamar yang disiapkan oleh Bella. Qai perlahan mundur mencari celah untuk bisa keluar dari tamu. Kamar 345 adalah kamar yang diberi Bella untuknya. Qai mengambi cardlock dan menempelkan.
Sebenarnya ia tidak ingin menginap tapi keadaannya sekarang mencemaskan. Padahal cuma welcome drink kenapa minuman itu seolah membuatnya mabuk.
Qai menjatuhkan tubuhnya di bed. Ia tahu ada orang jahat mengerjakannya dengan memberi obat perangsang. Qai membuka seluruh bajunya, ia harus berendam di bathtub. Tiba'-tiba seorang pria nerobos masuk ke kamarnya dan menubruknya.
"Tolong aku...panass...aku tidak tahan.." ucap pria itu menc*um Qai. Dalam situasi yang memabukan siapapun tidak bisa berpikir normal. Tidak ada yang harus di tunda, mereka saling mem*luk erat dan berc*uman.
Akhirnya keduanya menyatu. Kata-kata cinta yang tidak masuk akal dan lenguhan nikmat, memenuhi pergumulan mereka. Sepanjang malam mereka bercocok tanam, memadu kasih selesainya subuh.
Matahari dari tadi sudah menghiasi bumi, Qai membuka matanya perlahan, ia kaget akan keberadaannya yang tel*njang bulat.
"B*jingan, berani kau memperkosaku.." tangannya melayang menampar pipi pria yang tidur disebelahnya.
"Ngapain memukul ku!" teriak pria itu kaget, ia bangun sambil memegang pipinya. Mereka saling menyalahkan.
"Jangan pura-pura, dua puluh lima tahun aku menjaga harga diri dan mahkota ku, tapi kau telah menghancurkan dalam semalam." ucap Qai menangis pilu dan menyesal tidak mengikuti omongan Jhon Meyer. Ia tidak menyangka nasibnya sial begini.
"Sabar-sabar aku akan tanggung jawab."
"Tanggung jawab apa? dasar br*ngsek, kau bisa mengembalikan semua itu seperti semula. Kau juga membuat tulang ku remuk dan men*ndihku berkali-kali."
"Tapi kau duluan menggodaku dan sengaja membubuhi obat per*ngsang ke minumanku." kilah pria itu.
"Kau yang licik itu bukan perbuatanku..."
"Siapa duluan yang minta, kamu sengaja b*gil dan mem*luk ku. Ini kamar ku."
"Ini juga kamar ku!"
Mereka berdua kaget karena cardlock mereka sama. Berarti ada yang mengatur supaya mereka satu kamar. Tapi kamar yang dikasi Bella memang untuk satu pasangan. Salahnya mereka bukan pasangan, apa karena mereka duduk semeja berdua di kira satu pasangan.
Menyadari kesalahan ini terletak pada Bella, Qai langsung berteriak.
"Bella...pelayananmu tidak becus!!" teriak Qai geram.
"Siapa namamu?" tanya pria itu menatap Qai. Ia merasa mendapat angin surga, orang yang ditidurinya cantik, sexy dan musuhnya.
"Beraninya kau menanyakan nama ku."
"Minta nomor kontakmu tidak boleh, jika kau pelit aku akan melacak keberadaan mu."
"Kurang ajar, aku akan menc*kik mu!" pekiknya melempar bantal ke tubuh pria itu.
"Nama panggilanku Orion dan ini kartu namaku."
"Aku tidak butuh!!" Qai melempar kartu nama itu ke lantai.
"Hemm... aku akan menemukanmu."
"Aku akan memb*nuhmu." ancam Qai.
Qai turun dari tempat tidur, cepat-cepat memakai pakaiannya dan keluar dari kamar. Hari ini ia terpaksa menunda bertemu dengan Jhon Meyer. Kepalanya sedikit pening. Biarlah Jhon Meyer marah dia tidak urus, hidupnya sudah hancur.
*****