NovelToon NovelToon
Perisai Sang Mafia

Perisai Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Reigan Douglas hanya bisa patuh saat Kakek memaksanya menikahi Hana—gadis "kampung" bermata bulat. Pernikahan itu terasa datar dan mati. Bagi Reigan, kehadiran wanita itu hanya akan membatasi geraknya sebagai penguasa Odelgard.

Namun, segalanya berubah ketika sebuah peluru melesat dan nyaris menembus pelipisnya. Reigan pun menyadari satu fakta yang menghantam egonya: peluru penyelamat itu berasal dari senjata milik Vesper—sniper legendaris yang ternyata adalah Hana, istrinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 11 Mencari riwayat Hana

"Maaf." Tiba-tiba saja wanita ini mengucap maaf.

"Tutup mulutmu. Jangan mengucap kata apapun," desis Reigan muak.

Hana terdiam. Masih berdiri dengan menempel di dinding. Ekspresinya masih tenang.

Reigan melangkah menuju meja bar. Dengan tergesa dan tidak sabar, ia mengambil botol minuman dan menuangkannya ke dalam gelas. Meminumnya dengan kasar seakan-akan bisa menghilangkan amarahnya yang meluap.

Pikirannya kalut. Wanita yang ia anggap "kewajiban yang merepotkan" ternyata adalah seorang ahli tempur yang mampu menyelamatkan nyawanya dua kali dalam satu malam. Siapa sebenarnya "Hana" yang dikirimkan kakeknya ini?

****

Esok pagi setelah semalaman Reigan tidak bisa tidur karena amarah yang belum reda.

Ia turun dari lantai atas. Memijit kepalanya yang pening.

"Selamat pagi." Sebuah suara mengembalikan dia pada kenyataan lagi kalau ada seseorang yang berbahaya tinggal satu atap dengannya.

Tadi malam dia seperti predator dengan senjata pembunuhnya, sekarang ia seperti manusia biasa tanpa cela. Perubahan macam apa ini? Reigan tidak percaya dengan apa yang ada didepannya.

Reigan membuka mata. Ia menatap tajam ke arah pantry yang ada di balik tangga. Mulutnya terkunci tidak membalas sapaan yang lebih terdengar seperti sebuah ejekan untuknya.

Jika kemarin-kemarin ia tidak menoleh dan tidak peduli sekalipun pada apa yang dilakukan wanita ini, kini ia memperhatikan dengan seksama. Reigan tidak menuju ke mesin kopinya. Ia langsung duduk sambil memperhatikan dengan seksama apa yang dilakukan wanita ini.

"Ini sarapan untukmu." Hana membuat roti panggang dan telur mata sapi. Reigan tidak melihat apa yang disediakan untuknya. Dia mendongak dengan tatapan tajam pada Hana.

"Kau ingin membunuhku?" tanya Reigan tanpa peduli.

"Apa?" tanya Hana mengerjapkan mata.

"Kau pasti meletakkan racun dalam makanan ini," tuding Reigan seraya menunjuk sarapan pagi yang dibuatkan Hana.

Hana diam. Lalu ia mencondongkan tubuhnya. Reigan terkejut. Hana mengambil pisau baru disamping Reigan dan memotong roti panggang dengan potongan sekitar seperempat dari ukuran sebenarnya.

Bola mata Reigan tak bergeming saat wanita ini melakukannya.

"Lihat. Aku makan roti yang aku buat untukmu." Hana menyuapkan roti kedalam mulutnya. Mengunyah perlahan hingga roti itu tandas. "Perhatikan. Apa aku menggeliat atau langsung tersungkur di atas lantai karena racun dalam makanan ini?"

"Racun itu tidak cukup kuat untuk langsung membuatmu mati," desis Reigan.

"Oh, baik." Hana terima ketidakpercayaan Reigan. Itu wajar. Ia menjauh dari meja makan. "Jadi perhatikan aku selama waktu yang kamu pikir aman, lalu makanlah." Hana memilih membalikkan tubuh dan membiarkan Reigan mengawasinya seperti kelinci percobaan.

Ia mengambil roti panggang yang sama dari meja dapur yang sudah disiapkan di piring. Menarik kursi, lalu duduk tepat di depan Reigan.

Hana tidak memotong roti panggang dengan pisau seperti yang ia lakukan tadi. Kini ia menyentuh roti itu hanya dengan tangan kosong. Makan dengan perlahan tanpa memperdulikan Reigan.

Setiap kunyahan diamati dan diawasi oleh mata Reigan dengan seksama. Dia tidak ingin melewatkan apapun. Namun tidak ada reaksi apapun, karena Hana memang tidak memasukkan racun apapun di dalam makanan.

"Aku tidak perlu menggunakan racun Risin jika ingin membuatmu mati, Reigan. Itu terlalu lama. Aku hanya butuh Sianida untuk membuatmu mati dalam hitungan beberapa detik," ujar Hana datar. Sorot matanya juga tampak tenang.

Ini menunjukkan bahwa tidak perlu menunggu waktu lama jika dia memang ingin membunuh Reigan sekarang. Nyatanya dia tidak melakukan itu.

Namun ini justru terlihat mengerikan.

Sial. Dia juga tahu jenis racun. Apa saja yang otak kecil itu pelajari?

****

Perintah Reigan menelusuri Hana masuk ke dalam ponsel Nico.

Di lantai bawah apartemen, tepatnya di ruang keamanan yang dipenuhi layar monitor, atmosfer terasa jauh lebih dingin dari biasanya. Marco duduk bersandar di kursi kerja sambil menatap kosong ke arah deretan senjata yang tersusun rapi di dinding, sementara Nico masih berkutat dengan tiga monitor yang menyala terang.

"Aku masih bisa mencium bau mesiu itu, Nic," gumam Marco memecah keheningan. Ia mengingat dengan baik kejadian tadi malam. Marco mengangkat tangannya yang sedikit gemetar mencoba memeragakan saat Hana memegang senjata. "Cara dia memegang Glock tadi malam... itu bukan cara orang yang sekadar belajar menembak di hutan untuk berburu babi." Marco kesal juga takjub. Emosinya campur aduk.

Nico tidak menoleh. Ia mendengar ocehan Marco yang kesal, tapi jemarinya terus menari di atas papan ketik dengan kecepatan yang tidak manusiawi. "Aku sedang memutar ulang rekaman dashcam dari lokasi terowongan tadi. Perhatikan ini."

Marco bangkit dan berdiri di belakang Nico. Layar menunjukkan gerakan Hana saat melakukan press check. Gerakan mekanis yang sangat cepat untuk memastikan peluru sudah berada di kamar mesin.

"Lihat sinkronisasi tangan dan matanya," Nico menunjuk layar dengan pena. "Dia bergerak lebih cepat daripada refleks rata-rata prajurit terlatih kita. Dia menembak tepat di tengah dahi sniper itu dari jarak yang mustahil tanpa menggunakan alat bantu optik."

Marco mengusap wajahnya dengan kasar. "Siapa sebenarnya Nyonya kita ini?"

"Itu yang sedang kucari," sahut Nico datar. "Catatan kependudukannya di desa itu terlalu rapi. Semuanya bersih, seolah-olah dia memang hanya membantu di ladang seumur hidupnya. Tapi ada satu celah: ada masa kosong selama tiga tahun dalam riwayatnya. Dia menghilang dari radar dunia digital sebelum muncul kembali di desa itu sebagai 'Hana'."

"Maksudmu riwayatnya dibersihkan?" tanya Marco dengan mata menyipit.

Nico mengangguk pelan. "Dibersihkan dengan sangat profesional. Bahkan sistem keamanan Odelgard pun tidak mendeteksi ada yang salah saat dia pertama kali datang. Seseorang dengan kemampuan seperti itu biasanya hanya ada di dua tempat: unit pasukan khusus rahasia atau daftar hitam tentara bayaran kelas atas."

"Dan sekarang dia tinggal satu atap dengan Bos," Marco bergidik ngeri. "Jika dia adalah pion musuh, Bos sudah lama kehilangan kepalanya."

Nico mengangguk. "Ya. Aku juga sangsi dengan itu, tapi tidak menutup kemungkinan dia memang pion musuh yang menunggu waktu yang tepat untuk menghabisi Tuan Reigan."

"Aku ingin sekali lagi melihat dia mengeluarkan taringnya. Jika tidak ada lagi, itu hanya sebuah keberuntungan." Marco punya pandangan baru. Dia juga bergejolak melihat ada seorang yang punya kemampuan di atas rata-rata dengan profil rapuh seperti nyonya Reigan.

"Apapun itu," Nico menghela napas panjang, "Jangan menatap remeh padanya seperti kemarin. Aku takut kau hanya tinggal nama," pesan Nico.

"Cih, brengsek!" Marco bersemangat juga kesal. Tangannya mengepal. "Jangan lupa. Riwayat nyonya itu juga mengalahkan mu, Heh?" sindir Marco karena Nico juga tidak menemukan data lagi.

Bibir Nico menipis ikut kesal.

Ensiklopedia.

Jenis racun :

1. Sianida : Dalam dosis tinggi, kematian dapat terjadi dalam 1 hingga 15 menit.

2. Risin : Kematian terjadi 36 hingga 72 jam.

1
Riri
cemburu bang...😄
Idah Faridah
dtunggu thor up nya
Idah Faridah
ternyata hana bukan perempuan biasa👍
Lady Ve: Terima kasih Sudah mampir untuk baca🙏
total 1 replies
Riri
reigan ketagihan dialog sama Hana...
Riri
aura gadis desa itu...
Riri
POV Marco: dikira jaman purba
Riri
😂😂😂
Riri
kayak horor punya suami kek Regan
Kusyanti Handayani
thorrr llamnnjuttt lah
E F
lanjuttttt thor dobleeeee🙏💪😍
E F
lanjuttt thor💪😍
Lady Ve: Terima kasih tetap baca.
total 1 replies
Anonim
❤️❤️❤️
Kusyanti Handayani
semangat ladyyyy lanjooootttt
E F
tq thor🙏😍
semangattttt
lanjutttt😄💪
Anonim
❤️❤️❤️
pawon ngebul
kakak othor pokoknya getar hrs update biar g getir nungguinya😩🥺🥺🥺🥺🙏🙏🙏🙏
Lady Ve: 🤣🤣🤣🤣. iya tenang ....
total 1 replies
Kusyanti Handayani
bikin bedebar hanaaaa
Kusyanti Handayani
lanjuttttt
Herlin
Hana..... Sangaaar
Lady Ve: 🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
E F
tq thor🙏😍
lanjuttt
smangattt💪😄
Lady Ve: Terima kasih😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!