NovelToon NovelToon
Si Kembar Cantik

Si Kembar Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:242
Nilai: 5
Nama Author: Nafras

Mengisahkan 3 anak kembar yaitu Farah, Gabriella, dan Galu dengan kisah cintanya masing-masing dan hubungan mereka dengan keluarganya
akankah hubungan mereka harmonis?
ikuti terus kelanjutan ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harapan

Ia masih tidak menyangka akan mendapatkan potensi seperti ini di jurusannya, dan menurutnya momen seperti ini sangat langka. Ia berharap semua mahasiswanya bisa sama seperti Gabriella, walaupun ia masih tidak yakin kalau mahasiswanya itu bisa mencontoh Gabriella. Tapi setidaknya ia berharap yang terbaik untuk semuanya mahasiswanya, dan semuanya akan bisa membanggakan nama kampus mereka tercinta tersebut dan itu adalah harapan dari semua dosen.

Setelah selesai melakukan pengisian, Bu Yolanda meminta Gabriella langsung menyerahkan KRS tersebut pada TU. Agar semua mata kuliah pilihannya bisa langsung di ketik dan ia di tambah kan ke grup bersama dosennya, tentunya ia berharap semuanya akan baik-baik saja. Dan setelah itu ia akan bisa bertemu dengan Gabriella di dalam kelas, agar ia juga bisa mengetahui bagaimana proses belajar Gabriella.

Setelah semua beres, keduanya memutuskan untuk pulang. Karena kebutuhan Utari juga tidak memiliki jam perkuliahan hari ini, dan tentunya mereka sudah tidak sabar untuk esok hari. Karena mulai besok Gabriella akan masuk di kelas yang sama dengan Utari.

Mereka pun langsung memesan taksi online, karena mereka memang tidak memiliki kendaraan di kota ini. Dan mereka berharap bisa segera menerima pekerjaan, agar mereka bisa langsung memiliki uang tambahan. Dan mungkin juga bisa membeli kendaraan untuk mereka, dan akhirnya mereka pun sampai di rumah.

...🐹🐹🐹...

Galuh dan Winda saat ini sedang berada di kantin, tentunya Galuh menjadi pusat perhatian. Mereka semua belum pernah melihat Galuh, dan akhirnya penasaran dengan Galuh. Dan tiba-tiba ada gerombolan pemuda yang datang menghampiri mereka, tentunya hal itu membuat Winda khawatir.

" Hai..."

" Iya." jawab Winda yang gemetar

" Aku bukan menyapa mu, tapi menyapu teman mu."

" Oh kalian ini berbicara dengan ku?" tanya Galuh

" Iya, boleh kenalan?"

" Aku Galuh, mahasiswa baru."

" Pantas saja tidak pernah melihat mu, ternyata mahasiswa baru. Jadi bagaimana kampus ini menurut mu?"

" Kampusnya bagus, aku suka dengan kampus ini."

" Kalau boleh tau, kau pindahan dari mana?"

" Aku pindahan dari Bandung."

" Oh ternyata dari Bandung, kalau boleh tau ada alasan tertentu yang membuat mu pindah ke sini?"

" Nggak ada hal yang spesial, hanya ini mandiri dan mencari suasana baru aja."

" Dari jawaban mu sepertinya kau tinggal sendirian di sini ya?"

" Tidak, aku tinggal di rumah Tante ku."

" Oh ternyata ada keluarga di sini, aku kira nggak ada keluarga di sini."

" Ya begitulah, oh iya kamu siapa ya?"

" Aku Abdullah, kau bisa memanggilku Abdul."

" Ok kak Abdul."

" Jangan panggil kakak dong, ya walaupun aku mahasiswa tingkat 3 sih."

" Kalau begitu cocok dong aku memanggil kakak, kan aku masih mahasiswa tingkat 1." jelasnya

" Iya sih, tapi aku nggak mau kelihatan tua, jadi panggilnya Abdul aja ya."

" Yaudah deh Abdul, salam kenal ya."

" Salam kenal juga Galuh, kalau yang disebelah mu ini teman mu ya?"

" Oh si Winda, dia temen aku dari kecil dan dia juga yang merekomendasi kampus ini." jelasnya dan Abdullah melihat ke arah Winda.

' Kenapa sih, Galuh tolong jangan sebutkan nama aku seperti itu. Aku sangat takut dengan Abdullah ini, tampangnya terlihat baik tapi sebenarnya dia bukan orang baik-baik.' batin Winda yang memang merasa takut.

" Oh jadi si Winda ini yang merekomendasikan mu untuk masuk ke kampus ini, tidak kusangka temanmu ini merekomendasikan mu untuk masuk ke kampus ini ya. Lalu bagaimana harimu di kampus ini, apakah menurutmu menyenangkan?"

" Sejauh ini aku masih merasa nyaman sih di sini, Aku berharap sih tidak ada drama yang akan membuatku tidak nyaman di kampus ini. Karena aku yakin di setiap tempat pasti ada saja halangan yang membuat kita tidak nyaman, tetapi aku sangat berharap hal itu tidak akan terjadi padaku disini."

" Semoga saja semuanya terjadi sesuai dengan keinginanmu ya Galuh, kalau begitu kita akan lebih sering bertemu di kantin. Aku harap kau bisa betah di kampus ini hingga kau di wisuda nantinya, Dengan begitu kita bisa saling bertemu." ucapnya dengan tersenyum dan tentunya hal itu membuat Winda semakin takut.

" Semoga saja memang begitu, untuk saat ini aku hanya ingin mencari ketenangan saja terlebih dahulu. Karena ketenangan dan kenyamanan adalah hal yang paling utama pada saat kita berada di tempat yang baru, namun jika aku sudah tidak mendapatkan hal tersebut. Mungkin langkah satu-satunya yang terbaik untukku adalah pindah dari sini, karena dengan begitu aku bisa mencari ketenangan yang lebih baik."

" Mengapa kau memilih ketenangan, bukankah dengan keramaian kau akan merasa nyaman?"

" Tidak semua orang merasa nyaman ketika berada di keramaian, dan begitu juga aku yang lebih suka menghabiskan waktu hanya berdua saja dengan Winda. Aku dan Winda memang sudah bersahabat sejak lama, karena itu kami berdua sudah saling mengerti. Jadi aku akan merasa tenang ketika bersama dengan Winda, karena aku tidak perlu takut dia melakukan kesalahan yang akhirnya membuat aku tidak menyukainya lagi."

" Bukannya wajar ya jika kita melakukan kesalahan bila tidak mengetahuinya?"

" Sebenarnya wajar-wajar saja jika kita melakukan kesalahan bila kita tidak mengetahuinya, tetapi aku bukanlah orang yang selalu setiap saat ingin menjelaskan mengenai kesalahan yang dilakukan. Satu kali dia membuat kesalahan itu adalah kesempatan yang terakhir, apalagi jika kesalahan yang dilakukan cukup fatal."

" Sepertinya akan sangat sulit, dan jika aku melakukan kesalahan di hadapanmu pada saat ini mungkin saja kau akan pergi dan tidak ingin mengenalku lagi."

" Aku adalah orang yang sangat sulit bersosialisasi pada dasarnya, tetapi jika aku sudah merasa nyaman dengan orang tersebut dan menganggapnya seperti keluarga. Tolong jangan sampai dia melakukan kesalahan yang membuat aku tidak menyukainya lagi, jika memang hal itu sampai terjadi maka aku tidak akan membiarkannya untuk hadir dalam kehidupanku lagi."

" Contoh kesalahan yang bisa saya dilakukan olehnya dan membuatmu tidak ingin memberi kata maaf padanya adalah apa?"

" Mungkin saja contohnya adalah ketika aku dengannya sedang berselisih, kemudian dia bukannya menyelesaikan masalah yang sedang kita alami. Tetapi ia justru memblokir kontak ku dan tidak ingin berbicara denganku, tentunya Ia melakukan hal itu dengan alasan demi ketenangannya tetapi itu justru membuatku tidak ingin mengenalnya lagi."

" Ternyata kau memiliki prinsip yang cukup tinggi juga ya, semoga saja hal yang kau katakan itu tidak akan pernah terjadi ya." ucapnya yang tentu saja merasa takut kalau Ia melakukan kesalahan dan Galuh tidak mau mengenalnya lagi.

Keduanya masih terus melanjutkan obrolannya, tentunya orang-orang di sana merasa heran dengan Abdullah yang begitu tampak baik kepada mahasiswa baru itu. Mereka merasakan adanya kejanggalan melihat respon dari Abdullah, apalagi sebelumnya Abdullah tampak tersenyum ketika berbicara dengan Galuh. Tetapi mereka menyadari sorot dari Winda yang merasa takut, dan mereka semua tahu Apa alasan dari ketakutan Winda.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!