NovelToon NovelToon
Sistem Harem Putri Mahkota Iblis

Sistem Harem Putri Mahkota Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi / Sistem
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kend 13

Seorang pria remaja mendapatkan kekuatan dari aura ghaib Putri Mahkota Bangsa Iblis. Yang membuat perubahan seratus delapan puluh derajat dari kehidupan sebelum nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kend 13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mesum!

Jay melongo melihat pergerakan Shiva seperti dikejar setan. 'Kebelet banget, kayak nya?' fikir Jay bermonolog sendiri.

Dengan perlahan dia pun menaiki ranjang berukuran besar itu. Ranjang yang sama seperti pada kamar nya sendiri. Namun sprei nya tentulah berwarna pink di kamar ini.

Jay mencari-cari judul drama yang akan ditontonnya. Dia pun meng-klik dua judul serial drama itu untuk disimpan, agar nantinya dengan mudah menonton nya tanpa melakukan pencarian lagi.

Beberapa menit berlalu, Shiva belum juga keluar dari dalam kamar mandi.

Karena gabut, Jay pun mengutak-atik laptop tersebut. "Apa nih?" Gumam Jay penasaran melihat ada file yang memakai memori berukuran sangat besar.

Jay pun meng-klik file tersebut. Loadingnya cukup lama. Namun, sebelum tampilan folder itu terbuka.

"Lu ngapain sih? Acak-acak isi laptop gue?" Ucap Shiva tiba-tiba mengambil alih mengoperasikan laptop itu dari tangan Jay. 'Untung aja file si Mona ini lelet. Hufftt!' ucap Shiva bersyukur di dalam hati nya, karena isi folder teman laknat nya berisikan video yang tidak-tidak.

Jay tersentak kaget, "Abisnya, lu lama amat sih di kamar mandi." Balas Jay yang sedikit jengkel. Tidak, dia tidak jengkel karena Shiva kelamaan di kamar mandi. Tidak juga jengkel karena tidak berhasil membuka isi folder itu. Dia jengkel nya hanya karena tadi dia di kejutkan saja. Untung saja dia tak mengidap penyakit jantung. Kan bisa meninggoy, kan?

Mendengar nada suara Jay yang seperti itu, Shiva memberikan tatapan yang sangat tajam.

"Hehehehe." Melihat tatapan membunuh Shiva, Jay cengengesan. "Sorry, kak! Tadi itu cuma ekspresi refleks gue. Lu pasti kesel juga, kan? Kalau waktu lu fokus, tiba-tiba aja ada yang ngagetin lu sambil marah-marah. Kesel, kan?" Lanjut Jay menjelaskan.

Shiva pun segera merubah raut wajah nya setelah mendengar penjelasan Jay. Tanpa sepatah kata pun, dia kembali memposisikan arah layar monitor laptopnya kearah Jay. Lalu naik keatas ranjang. Kemudian tanpa permisi di meletakkan kepalanya di atas paha Jay yang tengah duduk bersila. Wajah gadis mengarah ke layar laptop yang sudah menampilkan episode pertama serial yang telah disimpan Jay tadi.

'Lah! Kok?' Jay jadi salah tingkah dengan perlakuan kakak sepupunya itu.

"Nonton tuh! Mesum banget jadi cowok!" Ucap Shiva ketus. "Emang, lu juga pengen, punya banyak istri? Belajar dari dulu dari nonton film dulu! Gitu?" Imbuhnya dengan bibir yang dibuat semonyong mungkin.

Jay jadi gemas melihat ekspresi marah tapi imut dari kakak sepupunya itu. "Tuh bibir gemesin banget, pengen dicium, ya?" Ucap Jay tanpa sadar mengeluarkan suara nya.

'Setan! Ini kerjaan lu, kan?' hardik Jay dalam hati pada Milea, yang katanya Putri Mahkota Kerajaan dari bangsa iblis itu.

'Hehehe, peace!' kekeh Milea. 'Gue kan cuma bantuin ngeluarin suara hati lu aja pada cewek itu.' imbuhnya menjelaskan serta membenarkan tuduhan itu.

"Lu, bilang apa barusan?" tanya Shiva bangkit dari posisi nya. Duduk menatap wajah Jay dengan jarak yang begitu dekat. tak menyadari salah satu tali dasternya sudah melorot hingga ke sikutnya.

deg.

Melihat reaksi Shiva yang begitu, Jay jadi gugup sendiri. Ragu menanggapi perkataan kakak sepupunya itu.

Kalau Shiva benar-benar marah, kenapa wajah gadis itu tak menampilkan raut kekesalan nya?

"Maaf, kak! gue tadi kelepasan." ucap Jay akhirnya. Pandangan nya tak sengaja melirik kearah dada gadis itu yang hampir terekspos keseluruhan nya dengan jelas.

Shiva menangkap arah pandangan pemuda itu. "huh! Masih SMA saja fikiran nya udah mesum!" Dengusnya sambil memperbaiki kembali posisi tali dasternya yang telah melorot.

"Maaf lagi, Kak!" Cicit Jay pelan.

"Maaf terus!" ucap Shiva ketus. Kemudian dia memposisikan duduk nya dengan benar. Melihat ke layar laptop yang masih terus menayangkan serial drama.

'Lah! trus gue harus ngomong apa?' Jay jadi bingung sendiri dengan tingkah laku kakak sepupunya itu.

'Harus nya, tadi tuh lu langsung cium dia!' Celetuk Milea di pendengaran Jay.

'lu gila apa?' Ucap Jay mendengar perkataan Milea.

'Lu nggak peka banget sih, jadi cowok!' dengus Milea.

'Maksud lu?' Tanya Jay penasaran.

'Tadi kan! Sepupu lu udah mengkode!'

'Kode apaan?'

'Ciuman pe'ak!'

"Aduh!" Jay merintih sambil menggosok dahinya yang mungkin saja di jitak oleh Milea yang tak kasat mata.

"kenapa lagi, lu?" Shiva yang berada disamping Jay mendengar rintihan pemuda itu dengan mengernyitkan alisnya.

"Ah, nggak apa-apa. Kayaknya digigit nyamuk." Kilah Jay memberikan jawaban asal.

"Masa sih? di kamar ini mana ada nyamuk." Tanya Shiva yang mulai curiga pada tingkah aneh Jay barusan.

"hah?" Jay terperanjat mendengar penuturan Shiva.

'Hihihihi!' Milea cekikikan. 'Mampus lu!' ucap nya dengan puas ngerjain Jay.

Karena Jay diamnya terlalu lama, Shiva pun mengabaikan nya. Mengalihkan pandangannya kembali ke layar laptopnya untuk kembali menonton.

Begitu juga dengan Jay, ikut larut menyaksikan alur serial drama yang saat ini tengah mereka tonton.

Beberapa menit kemudian, Jay mendengar tarikan nafas Shiva semakin berat, melihat adegan yang ditampilkan layar monitor pada laptopnya.

'Kok adegan ciuman nya banyak banget sih?' kesal Shiva dalam hati.

'Ajarin sepupunya ciuman tuh!' Perintah Milea di pendengaran Jay.

'Nggak!' Jawab Jay singkat.

'kanapa?' Tanya Milea. "Apa lu juga belum pernah ciuman ya?' lanjut nya menggoda Jay.

"Jay!" Panggil Shiva lembut. Pandangan nya tetap mengarah pada layar laptop.

"Hmm?" Jay hanya menggumam menanggapi panggilan sepupunya itu.

"Lu udah pernah pacaran belum?" Tanya Shiva malu-malu. Rona diwajahnya kian memerah.

"Belum." Jawab Jay dengan polos. "Kenapa emang nya?" Lanjut nya dengan bertanya. Mengapa sepupunya itu menanyakan hal yang begituan?

"Nggak apa-apa." Timpal Shiva. Suaranya semakin serak kala melihat adegan di layar itu kian memanas.

"oh! Lu sendiri gimana, kak? Udah pernah pacaran?" Akhirnya Jay pun memberanikan diri nya untuk bertanya mengenai itu. Karena kakak sepupunya itu telah lebih dulu memulai nya.

"Pernah." Jawab Shiva singkat.

"Kapan? Kok gue nggak tau?" Tanya Jay penasaran.

"Udah lama. Waktu SMA." Ucap Shiva dengan jujur.

"Sekarang udah putus?" Ucap Jay menduga mengenai hubungan asmara sepupunya itu.

Shiva mengangguk pelan. "Abisnya dia reseh sih." Jawab Shiva kala mengingat perlakuan kekasih nya waktu itu.

"Reseh gimana?" Tanya Jay yang mulai penasaran.

"Minta-minta cium terus!" Jawab Shiva polos. Ekspresi nya menahan kemarahan. seakan jawabannya itu adalah masalah besar untuk dirinya.

"Hah? Itu kan hal yang wajar jaman sekarang!" Ucap Jay tidak menyalahkan masalah soal ciuman sepasang kekasih.

Shiva mendelik kesal mendengar ungkapan Jay. "Mesum!"

*****

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!