NovelToon NovelToon
In Between Us

In Between Us

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:256
Nilai: 5
Nama Author: Hhj cute

Menceritakan tentang Nathan, Fabian, dan Natalie, tiga orang sahabat yang saling menyayangi.

Nathan terlahir dari keluarga yang harmonis dari lahir. Keluarganya yang menyayanginya penuh dengan. kehangatan, tanpa tidak pernah memberikan kasih sayang kurang. Meskipun terlahir dari kalangan keluarga yang sederhana, keluarga mereka terkenal dengan keharmonisan dan kehangatan yang selalu hadir.

Fabian, seorang anak yang terlahir kaya sedari kecil. Ia berasal dari keluarga yang broken home. Kedua orang tuanya yang punya selingkuhan masing-masing, kerap. membuatnya kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya. Hidup berkelimang harta tak membuatnya benar-benar merasakan apa itu hidup tanpa kehadiran kedua orang tuanya.

Sedangkan Natalie, kehidupannya hampir sama dengan fabian. Bedanya ia di tinggal sendiri.

Persahabatan yang mereka jalin cukup erat. Hingga sering berjalannya waktu, dua jiwa yang saling buta arah bersatu menjadi sebuah takdir yang tak pernah tertulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hhj cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

Saat ini Natalie sedang merebahkan tubuhnya di uks, tak kembali ke kelasnya. Tadi setelah dari toilet kepalanya sangat pusing, bahkan ia sempat duduk sebentar untuk menetralisir menetralisir rasa pusingnya. Tapi tak kunjung membaik. Yang ada justru dirinya pingsan, dan di bawa ke uks oleh OSIS yang kebetulan sedang patroli. Hingga di sini lah ia sekarang.

......Cacaaaa......

^^^Ca, gue mau minta tolong^^^

Kenapa?

Lo di mana? Kok nggak balik-balik

^^^Gue di uks^^^

^^^Gue mau minta tolong sama lo,^^^

^^^di pelajaran selanjutnya tolong absenin^^^

^^^gue ya.^^^

Kenapa lo bisa ada di uks?

Lo nggak apa-apa kan?

Nanti gue absenin.

^^^Gue nggak apa-apa^^^

^^^Makasih.^^^

^^^Oh iya, jangan bilang ke siapa-siapa^^^

^^^ya kalau gue di uks. Terutama Nathan^^^

^^^sama Fabian. Sama satu lagi, tolong bawain^^^

^^^tas gue ya. Nanti gue sharelock^^^

Oke, siap

Emang lo nggak di rumah?

^^^Nggak. Gue di rumah tante gue.^^^

^^^Thank's ya, sekali lagi^^^

Sans. Kayak sama siapa aja lo.

Natalie menyimpan hp-nya di saku, lalu turun perlahan dari ranjang.

"Ehh, lo udah nggak apa-apa?" tanya Ketua OSIS di sekolahnya.

"Saya udah nggak apa-apa kok, kak. Cuman pusing dikit."

"Ini lo mau ke mana?" tanya Aidan, nadanya penuh kekhawatiran.

"Saya mau pulang aja kak."

"Yaudah ayo."

"Ke mana kak?" tanya Natalie heran.

"Katanya mau pulang. Ayo saya anter," kata Aidan.

"Eh, nggak usah repot-repot kak. Saya bisa pulang sendiri kok. Lagian saya juga bawa motor," tolak Natalie dengan halus.

"Udah nggak apa-apa, dari pada nanti lo yang kenapa-napa di jalan? Lebih baik saya antar," ucap Aidan.

Natalie hanya bisa pasrah menerima tawaran ketos, belum lagi kepalanya benar-benar pusing. Jangankan naik motor, jalan aja rasanya kayak mau jatuh. Tanah yang ia pijak terasa bergoyang. Pandangannya sedikit buram.

Tubuhnya hampir saja limbung ke samping kalau tidak di tangkap oleh Aidan. "Kamu oke? Apa mau balik ke uks aja?"

"Saya nggak apa-apa kok, kak. Aman."

......................

Tok … Tok … Tok …

"IYA, BENTAR!"

Dewi keluar membuka pintu. Di depan ia melihat keponakannya yang di papah oleh seorang pemuda yang memakai seragam sekolah yang sama.

"Yaampun, kamu kenapa Nata. Kok bisa kayak gini?"

"Aku nggak apa-apa tan, cuman pusing."

"Yaampun. Ayo sini-sini tante anter ke kamar."

Dewi membantu Aidan membawa Natalie ke kamarnya. Setelah mengantar Natalie, Dewi menyuruh Aidan untuk menunggunya di ruang tamu. Sedangkan sang empu, mengambilkan air dan membuat bubur di dapur.

Tak lama kemudian, Dewi datang membawa air di atas nampan.

"Ini, di minum dulu."

"Makasih, tante."

"Oh iya, kalau boleh tau kami siapanya Natalie?"

"Kebetulan saya ketua OSIS, tan. Tadi waktu saya keliling di sekolah saya nggak sengaja lihat Natalie yang pingsan di lorong sekolah. Jadi saya bawa ke uks. Tapi setelah sadar, Natalie minta pulang ke rumah, jadi saya anterin," jelasnya.

"Ooh gitu. Terima kasih ya, nak udah anterin Natalie pulang."

"Sama-sama, tan."

"Oh iya, kalau boleh tau nama kami siapa ya?"

"Saya Aidan, tan."

Dewi mengangguk mengerti. Keduannya terdiam cukup lama sebelum akhirnya Aidan pamit untuk kembali ke sekolah. Karena bagaimanapun juga pelajaran masih belum usai dan ia juga harus mencontohkan hal-hal yang baik pada murid lain. Kan nggak mungkin seorang ketos bolos sekolah? Yang ada Aidan bisa turun jabatannya.

Setelah kepergian Aidan, Dewi kembali ke kamar Natalie dengan semangkuk bubur dan air putih di atas nampan. Tak lupa dengan obat yang memang sudah ia sediakan untukku jaga-jaga.

Tok … Tok … Tok …

"Nata, tante masuk ya."

Pemandangan yang pertama kali Dewi lihat saat masuk ke kamar ponakannya itu adalah Natalie yang sedang tertidur pulas. Wajahnya yang pucat. Rambutnya yang sedikit lepek akibat keringat dingin yang terus bercucuran membasahi pelipisnya.

Dewi menyentuh kening Natalie. Rasa panas menjalar ke telapak tangannya. Dengan telaten ia mengompres keponakannya itu.

"Nata, ayo makan dulu," ujar Dewi lembut.

"Eugh, iya tan," lirihnya.

Natalie bangun secara perlahan, mendudukkan dirinya dengan bersandar pada kasur. Dengan telaten Dewi menyuapi Natalie.

"Udah, tan."

"Ehh, ini masih ada."

"Nggak mau, tan. Nanti mual," tolaknya.

Dewi menghela napas sabar, lalu mengambil obat yang di bawanya.

"Tan, tolong ambilkan obat Nata di laci dong."

"Ini?" tanya Dewi sambil mengangkat obat yang di temukannya.

"Iya. Makasih, tan."

"Hmm, istirahat. Mulai sekarang kamu jangan terlalu banyak beraktivitas dulu. Inget, tubuh kami sekarang udah nggak sekuat dulu," tutur Dewi.

"Iya, tanteku yang cantik …."

"Oh iya tan. Nanti kalau ada temenku yang ke sini bawa tas tolong ambilin ya, tan. Dan kalau bisa, jangan bilang siapa-siapa ya tan kalau aku ada di sini," ucap Natalie.

"Semuanya? Meskipun Fabian dan Nathan?" tanya Dewi memastikan.

"Iya, tan. Semuanya tanpa terkecuali."

"Oke." Dewi merapikan selimut yang di pakai keponakannya itu agar nyaman dan hangat.

......................

Di sisi lain, di dalam kelas. Fabian dan Nathan sepanjang pelajaran menatap cemas ke arah pintu. Keduanya menunggu kedatangan Natalie yang tak kunjung datang.

"Ke mana sih Nata. Masa ke toilet doang sampek satu jam?" tanya Nathan entah pada siapa.

"Nathan, coba lo telfon Nata."

"Duhh, jangan bego. Lo mau kita ketauan guru!" jawab Nathan sedikit ngegas.

"Apa gue susul aja ya." Fabian gelisah di tempat duduknya.

"Jangan, lah. Lo emang mau kepergok ketos gegara masuk toilet cewek!"

"Yaa nggak mau sih."

"Yaudah, diem. Jangan kebanyakan tingkah," ujar Nathan.

Sekolah telah usai dan Natalie masih belum menunjukkan batang hidungnya. Fabian dan Nathan semakin cemas di buatnya.

"Duhh, lo ke mana sih Nat … jangan bikin kita khawatir napa," gusar Nathan.

"Caca!" teriak Fabian saat melihat Caca melintas di depan mereka.

Caca menoleh kanan kiri memastikan tak ada orang lain selain dirinya, lalu menunjuk dirinya sendiri. Bisa jadikan Caca lain yang di maksud oleh Fabian.

"Ada apa?" tanya Caca heran, karena tak biasanya mereka berdua memanggilnya.

"Itu tas Nata, kan?" Fabin menunjuk ke arah tas Natalie yang di pegang Caca.

"Iya, kenapa?"

"Kok ada di lo? Terus Nata-nya mana?"

"Oh, ini. Dia nitipin tasnya ke gue. Gue juga nggak tau di mana Nata sekarang. Mungkin udah balik duluan?" alibi Caca.

"Kalau emang pulang duluan, terus ngapain tasnya di titipin ke lo? Kan bisa ambil dulu terus balik. Biasanya juga Nata selalu bareng kita berdua kalau mau balik," ujar Nathan.

"Lo lagi nggak bohongin kita, kan?" tuding Fabian yang membuat Caca semakin gugup.

"E-enggak kok. Gue nggak bohong. Suer!" Caca mengangkat kedua jarinya.

Nathan memicingkan matanya. "Awas ya kalau lo bohong. Gue hek entar," ucap Nathan sambil memperagakan keduanya tangannya di leher.

"Iya."

Caca buru-buru kabur dari keduanya tanpa pamit. Dirinya takut keceplosan kalau kelamaan di tahan oleh keduanya. Yang ada nanti Natalie bisa marah padanya kalau sampek keduanya tahu.

.

.

.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!