NovelToon NovelToon
Fy Unig

Fy Unig

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di mata tetangga apartemennya di Los Angeles, Faelynn Yosephine (26) hanyalah "perawan tua" pengangguran.

Namun, di balik pintu kamar, ia adalah penulis novel romantis papan atas yang memikat jutaan pembaca.

Dunia tenangnya terusik saat Kingsley Emerson (29 tahun), seorang agen elit CIA yang menyamar sebagai diplomat, mulai mengirim pesan misterius dengan nama akun Son_Roger.

Kingsley, yang baru saja kembali dari misi berdarah di luar negeri, terobsesi dengan detail taktik dalam tulisan Faelynn yang terlalu akurat.

Berawal dari debat teknis hingga gombalan tak terduga, Kingsley mulai memasuki hidup Faelynn, membawa bahaya nyata yang selama ini hanya Faelynn tulis di Novelnya.
.
.
Happy reading dear 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Debu tipis menari-nari di bawah sorotan lampu apartemen operasional Kingsley yang terletak di jantung pusat kota Los Angeles. Apartemen ini minimalis, dingin, dan fungsional—sangat kontras dengan kehangatan mansion keluarganya yang baru saja ia tinggalkan beberapa jam lalu. Kingsley meletakkan tas taktisnya di atas meja marmer, lalu mulai membongkar isinya dengan gerakan cekatan yang sudah mendarah daging.

Pikirannya tidak di sini. Bayangannya melayang ke sebuah apartemen lantai empat yang jaraknya hanya dua puluh menit berkendara. Ia sudah membayangkan ekspresi Faelynn saat ia tiba-tiba muncul di depan pintunya. Kejutan. Ia ingin melihat secara langsung mata bulat itu membelalak dan pipi chubby itu merona merah, persis seperti yang sering ia lihat melalui layar ponsel selama dua minggu terakhir.

Kingsley melepaskan kemejanya, memperlihatkan tubuh atletis yang penuh dengan bekas luka perjuangan. Ia tersenyum sendiri. Apa sebenarnya hubungan mereka? Rekan mengobrol? Terlalu intim untuk itu. Sepasang kekasih? Mereka belum pernah bertemu tatap muka. Namun, bagi Kingsley, label itu tidak penting. Yang ia tahu, ia merasa nyaman. Ia terbiasa dengan rutinitas mengganggu gadis itu, mendengarkan keluh kesahnya tentang para tetangga, dan melihat bagaimana Faelynn mulai membuka benteng pertahanannya yang kokoh.

Ia segera melangkah ke kamar mandi, membiarkan pancuran air dingin membasuh sisa kelelahan perjalanannya. Ia ingin tampil segar. Ia ingin menjadi pria yang bisa dibanggakan Faelynn di depan Ibner atau siapa pun yang berani meremehkannya.

Namun, dunia Kingsley tidak pernah mengizinkannya untuk merasa tenang terlalu lama.

Saat ia keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit pinggangnya, suara getaran yang sangat spesifik terdengar dari dalam laci meja rias. Itu bukan ponsel pribadinya. Itu adalah ponsel operasional—benda yang hanya bergetar jika ada sesuatu yang darurat.

Kingsley membukanya. Enam panggilan tak terjawab dari Angel.

Angel adalah penghubung utamanya, gadis jenius di balik layar yang mengatur logistik, aliran dana, dan instruksi langsung dari pimpinan agensi. Jika Angel menelpon berkali-kali, itu berarti dunia sedang tidak baik-baik saja.

Kingsley menekan tombol panggil kembali sambil mulai mengenakan pakaiannya dengan terburu-buru.

"Hallo," suara Kingsley rendah dan waspada.

"Kau harus segera ke kantor pusat, Roger," suara Angel terdengar cepat dan serius di seberang sana. "Ada kasus besar di perbatasan yang baru saja meledak. Pimpinan memanggil semua petugas operasi lapangan level atas. Rapat dimulai Tiga puluh menit lagi, dan kau dijadwalkan berangkat sore ini juga."

Deg.

Jantung Kingsley berdegup kencang, bukan karena adrenalin misi, melainkan karena rasa kecewa yang menghantam dadanya. "Sore ini? Aku baru saja mendarat, Angel."

"Kau tahu prosedurnya, Roger. Kau punya waktu satu jam untuk berkemas sebelum helikopter jemputan tiba di atap kantor. Jangan terlambat."

Sambungan terputus.

Kingsley menatap pantulan dirinya di cermin. Rencana kencan pertama, kejutan di depan pintu, dan keinginan untuk membela harga diri Faelynn hancur dalam sekejap oleh panggilan tugas.

Tanpa membuang waktu, ia menyambar ponsel pribadinya. Ia harus bicara dengan Faelynn. Ia menekan nomor gadis itu dengan tangan yang sedikit gemetar.

Nada sambung berbunyi... sekali, dua kali, namun tidak ada jawaban.

"Oh, Sayang, ke mana kamu? Kenapa tidak menjawab?" gumamnya frustrasi. Ia mencoba menelpon kembali. Tetap nihil.

Sambil terus mencoba menghubungi, Kingsley mulai mengemasi perlengkapan tempurnya. Ia memeriksa magasinnya, memasukkan beberapa peralatan komunikasi tambahan, dan terakhir, ia menyelipkan pistol Sig Sauer kesayangannya ke dalam holster di pinggangnya. Pikirannya terpecah antara taktik misi dan rasa bersalah pada gadis di ujung telepon.

Pada percobaan ketiga, akhirnya ada suara di seberang sana.

"Hallo? Ada apa, King? Kau sudah sampai?" suara Faelynn terdengar tenang, mungkin dia sedang sibuk menulis.

"Aku sudah sampai, Lyn," Kingsley menghela napas lega, meski suaranya terdengar sangat terburu-buru. Ia menjepit ponsel di antara bahu dan telinganya sambil mengunci tas perlengkapannya. "Dengarkan aku. Aku hanya punya waktu satu jam untuk berkemas. Aku harus rapat ke kantor sekarang, dan sepertinya aku akan langsung pergi bertugas sore ini."

Keheningan sesaat terjadi di seberang sana. "Pergi bertugas? Sore ini? Tapi kau baru saja kembali, King."

"Aku tahu, Lyn. Aku benar-benar minta maaf. Ini darurat," Kingsley berhenti sejenak, menatap ruangan apartemennya yang kosong. "Aku belum tahu berapa lama aku akan pergi kali ini. Lokasinya berbahaya, dan akses komunikasiku mungkin akan terbatas."

"Berapa lama?" suara Faelynn terdengar sedikit bergetar.

"Entahlah, aku belum tahu pasti. Tapi Lyn... bisakah kau menungguku kembali?"

Ada jeda yang terasa seperti selamanya bagi Kingsley. Ia sudah bersiap untuk mendengar kekecewaan atau bahkan kemarahan. Namun, Faelynn justru memberikan jawaban yang membuat dadanya sesak oleh rasa haru.

"Pulanglah dengan selamat, King. Pulanglah sampai tidak kekurangan apa pun. Aku akan di sini," ucap Faelynn lembut.

"Lyn... panggil aku 'Sayang'. Tolong. Aku ingin mendengarnya sebelum aku berangkat," pinta Kingsley, suaranya parau. Ia butuh pegangan sebelum terjun kembali ke medan perang.

"Ay..."

Kingsley mengernyitkan dahi, namun senyum miring muncul di wajahnya. "Ay?"

Faelynn terkekeh kecil di tengah suasana haru itu. "Itu panggilan Sayang khusus untukmu, dariku."

"Terima kasih, Sayang. Aku akan merindukanmu lebih dari apa pun di dunia ini," ucap Kingsley tegas.

"Aku juga akan merindukanmu, Ay... Jaga dirimu baik-baik di sana."

Kingsley mematikan ponselnya, menarik napas panjang, dan menyambar tas taktisnya. Ia melangkah keluar apartemen dengan satu janji yang tertanam kuat di benaknya: Ia harus pulang hidup-hidup. Bukan hanya untuk negaranya, tapi untuk wanita mungil yang kini menunggunya dengan sebutan "Ay".

Misi dimulai, namun kali ini, Kingsley Emerson membawa hati yang tidak lagi kosong ke medan laga.

.

.

Draft pesan untuk Faelynn sebelum Kingsley benar-benar kehilangan sinyal di medan tugas:

"Sayang, helikopter sudah lepas landas. Maaf aku tidak bisa menemui mu secara langsung hari ini. Simpan panggilan 'Ay' itu baik-baik untukku, karena aku akan menagihnya setiap hari saat aku kembali nanti. Tetaplah menulis, tetaplah bersinar, dan jangan biarkan siapa pun meremehkan mu. Aku selalu mengawasi mu dari kejauhan. Stay safe, my little writer."

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
ren_iren
kembalikan king dan faelynn😂
Ros 🍂: maafkan author Buntu 😭🤣🙏🏼
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍
ren_iren
dan tetiba king and faelyn berubah jd gadis angkat jemuran... dirimu kak, ada2 aja.... 😂😂😂
Ros 🍂: Nanti saya revisi kak, biar masuk cerita nya, Makasih Kak 🫶🙏🥰
total 3 replies
winpar
lnjut thorrr
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍
Ros 🍂: ma'aciww kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!