NovelToon NovelToon
BATAS 2 TAHUN

BATAS 2 TAHUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:967
Nilai: 5
Nama Author: Ainun masruroh

Aleea nama panggilannya, Putri dari seorang pemilik pesantren yang cukup ramai di kotanya, aleea dikenal ramah dan santun, dia juga mengajar di pesantren milik abahnya namun aleea juga sibuk dengan dunianya sebagai penulis.

Areez seorang ustadz muda yang mengajar di pesantren milik abahnya aleea, tingginya yang semampai dengan badannya yang gagah membuat setiap orang melihat tak berkedip mata. sangat tampan memang tapi areez tidak banyak bicara hanya seperlunya, kecuali abahnya aleea.

Kebanyakan lingkungan pesantren memegang teguh adat dan senioritas, begitupun pesantren milik abahnya aleea. perbedaan umur terkadang seperti jurang yang dalam, rasa sulit untuk mengungkapkan terbatas rasa sopan seringkali menjadi pikiran.yang lebih tua merasa umurnya menghalangi untuk menunjukkan perasaan sedangkan yang lebih muda selalu bersikap sopan, bahkan terasa terlalu sopan hingga sulit di bedakan, entah itu rasa hormat, takdim atau justru menyimpan perasaan lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ainun masruroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sepucuk surat perpisahan

Setelah malam itu, aku tidak lagi melihat areez seliweran di pesantren ataupun di dalam rumah, dia seperti asap yang tiba-tiba hilang tak berbekas, sebenarnya ada ataupun tidak ada areez bukan suatu hal besar, tapi kehadirannya beberapa hari lalu sepertinya membuat bekas nyaman di hari-hariku berikutnya, ada suatu seperti rindu mungkin atau entah apa aku juga belum tau, tapi rasanya ingin mencari tau dia dimana dan sedang apa.

(what's up)

(nomer baru) 08.55 : " assalamualaikum, mbak aleea maaf mengganggu, saya mengirim hasil CT scan, jadi mbak leaa tidak perlu ke RS karna mbak leea baik-baik saja "

satu pesan dari areez

aku membaca pesan dari areez berulang kali dan tanpa sadar aku tersenyum tipis saat membacanya, bukan karna hasil CT scanku tapi karna areez yang mengirim pesan, astaghfirullah...

aku tak membalas pesan areez, aku berfikir jika aku balas pesannya aku akan terus berharap, aku tak mau kesulitan menahan rasa apa yang dia tinggalkan, dia akan pergi setelah ini, biarkan rasa aneh ini juga pergi menghilang bersamanya.

Aku tutup handphoneku dan mengambil tabku, aku keluar dari kamar hendak ke halaman belakang, ternyata ada ibu di halaman belakang, ibu terlihat sibuk dengan beberapa gambar yang berjajar, ibu dari dulu suka menjahit dan kebanyakan baju Abah, aylin dan aku adalah hasil buatan ibu, jadi tidak heran jika sudah di toko kain, beliau bisa-bisa sangat lama karna memang itu dunia ibu, kelas menjahit di pesantren ini juga ibu yang mengkoordinir, dari kelas ibu ada beberapa santri yang sudah keluar mengembangkan hasil-hasil jahitnya dan menjadi fashion desainer. terkadang ibu iseng membuat model baru dan ia jahit sendiri dan sold setelah semenenit post di Instagram, tapi ibu masih enggan membuat brand karna menurut ibu, ibu lelah jika harus membuat banyak dan khawatir jika baju yang bukan ibu sendiri yang bikin bajunya tidak sesuai dengan yang ia inginkan, jadi ibu hanya membuat iseng dan menerima beberapa pesanan pelanggan.

" lagi milih apa Bu " tanya kepada ibu yang bingung

" ini loh mbak lea, ibu milih model buat seragam anak santri sama seragam guru " jawab ibu sambil melihat beberapa model yang sudah ia gambar

" mbak leea bantu ibu milih dong " sambungnya

" aleea mana ngerti model baju Bu... Tapi kayanya yang di pegang ibu modelnya bagus dan ga pasaran " jawabmu sambil menunjuk ke tangan ibu

" ibu juga mikirnya ini bagus cuma masih ragu "

" yaudah deh terserah ibu aja, pilih dulu jangan keburu-buru "

Aku membuka tabku dan melanjutkan bab novelku, aku tetap di sebelah ibu yang masih sibuk memilih model, dahinya berkerut tipis, padahal menurutku apapun yang di buat ibu pasti bagus, dan juga seragam tahunan santri selalu membuat elegan namun tetap syar'i jadi siapapun yang pakai, seberagam apapun warna kulitnya, seragamnya tetap cocok apalagi santriwati jika pakai seragam saat ada acara, mereka terlihat anggun sekali.

Aku terus mengetik, tak lama ibu selesai memilih dan ibu pergi ke kelas menjahit. Aku sendirian di halaman belakang, angin siang ini sejuk sekali, meski langit cerah tapi tidak terasa gerah jadi enak sekali duduk siang" di halaman belakang. Tiba-tiba aku teringat dengan aroma masakan areez malam itu, aku disini mengetik dan mengendus aroma masakannya, perasaan aneh itu muncul lagi, sepertinya aku tidak bisa melanjutkan mengetik jika terus teringat areez, lalu aku tutup tabku hendak kembali lagi ke kamar.

Aku melangkah kekamar, saat hendak masuk aku dengar suara samar Abah mengobrol entah dengan siapa, aku tidak peduli dan terus masuk ke kamar. Aku memutuskan tidur siang, bosan sekali...

Hari hari berlalu... Tidak ada hal baru... Hanya mengajar dan membuat novel, novelku hampir selesai tinggal beberapa bab lagi lalu di kirim ke editor untuk di edit sebelum di jual. seminggu sudah tanpa kehadiran areez, malam itu dia benar-benar membuat acara perpisahan untuk dirinya, pikirku dia akan kembali untuk pamit, tapi tidak, malam itu benar-benar jadi malam perpisahan dari areez untuk semuanya, aku tidak tau seberapa lama dia ke Maroko tapi jika dia ambil S2 paling tidak dia akan kembali 2 tahun lagi.

dan aku baru teringat sesuatu, para santri sudah tidak bergosip lagi tentang aku dan areez, padahal malam itu aku tidak keluar dan areez juga tidak ikut makan bersama, aku fikir itu akan jadi gosip baru buat mereka, tapi besoknya saat aku mengajar dan sampai saat ini, mereka tidak bertanya apapun tentang aku dan areez, tidak ada cerita dari mulut ke mulut, syukurlah...

Malam ini aku memilih halaman belakang untuk melanjutkan mengetik, suara Santri terdengar samar mungkin karna mereka sedang mengaji, Abah juga sedang mengajar dan ibu sejak 3 hari lalu jadi suasananya sedikit hening malam ini, saat aku lagi asyik mengetik tiba-tiba ada aroma yang familiar, seperti aroma malam itu, masakan areez...

tapi tidak mungkin kan, areez tidak ada di sini, aku dengar Keta Abah areez akan pergi besok ke Maroko jadi tidak mungkin dia yang memasak disini, kayaknya aku harus ke kamar, halaman belakang membuat aku terus menghayal yang tidak-tidak. Perasaan aneh dan aroma masakan areez membuatku gila akhir-akhir ini, astaghfirullah...

Aku melangkah masuk ke pintu belakang, melewati dapur dengan langkah lesu, melewati meja makan, ruang tengah dan masuk ke kamar, aromanya jadi menyebar ke seluruh ruang yang ada di rumah, bahkan kamarku juga, aroma ayam saus mentega.

" tok tok tok " .....

Suara ketukan pintu

" mbak leea..." suara ibu dari luar pintu, aku segera membuka pintu

" kok tumben masakan areez ga di makan, biasanya semangat buat makan " ucap ibu

" emangnya... Ada areez masak?" tanyaku

" areez ga masak, tapi tadi areez kesini nganter makanan jadi sama ibu tak angetin, tapi malah di lewatin gitu aja, kalau mbak leea gamau, biar ibu aja yang makan ya "jelas ibu

" eh... Lea mau Bu, makan berdua aja yuk " ucapku sambil menggandeng tangan ibu ke dapur.

" mbak leea... Tadi ada surat juga buat mbak leea dari ustadz areez " bilang ibu sambil menunjukkan amplop berwarna hitam. Aku tak segera ambil amplop itu dari tangan ibu, aku cuma melihat keheranan.

" gpp mbak leaa, mungkin areez mau menyampaikan sesuatu" ucap ibu mendahului aku menyentong nasi, aku masukkan kantong amplopnya, mau baca nanti kalau aku sudah makan.

Aku makan berdua sama ibu, enak sekali... Sayangnya hanya ayam saus mentega aja padahal dadar jagung buatannya juga sangat enak sekali, tapi ini saja sudah cukup. setelah makan aku kembali ke kamar, aku ambil amplop itu dari kantong gamisku, sekelebat ada aroma parfum, aroma parfum yang sama juga seperti aroma laki-laki yang di Mesir dulu, benar-benar sama, aku sudah memastikan berkali-kali dari amplop ini.

...Assalamualaikum wr wb....

...Maaf sebelumnya jika surat saya terkesan melampaui batas....

...Lewat surat ini, saya ingin menyampaikan sesuatu yang mungkin belum sempat terucap secara langsung. Ada rasa segan yang membuat kata-kata saya seringkali tertahan di ujung lidah setiap kali melihat mbak aleea. Namun, karena sesuatu yang saya ingin kejar, jadi waktu menuntut saya untuk melangkah pergi dalam waktu yang cukup lama, saya tidak ingin membawa beban yang terus saya pikirkan ini terlalu jauh....

...Saya ingin berterima kasih atas teh jahe malam itu yang membuat perasaan saya jadi tidak karuan, saya sudah sampaikan perasaan saya kepada Abah dan maksud saya untuk ingin menjalin keluarga kedepannya, maaf hanya ayam saus mentega saja, saya tidak sempat membuatkan menu lain....

...wassalamu'alaikum wr wb...

...Areez ...

Apa maksudnya....

Aku berkali-kali membaca surat dari areez, ada kata Abah di di dalamnya, tapi aku belum juga mengerti maksudnya apa, aku sungkan untuk bertanya ke Abah, jadi aku tutup lagi suratnya dan aku masukkan ke dalam amplop seperti semula, aku ambil plastik dan aku masukkan amplop itu kesana, biar bau parfumnya tidak bilang meskipun orangnya tidak ada.

Sampai jumpa di entah kapan semesta mempertemukan kita

( batinku menaruh rapi amplop itu di laci )

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!