Tak punya pilihan lain, selain mengikuti apa yang sahabatnya Fani minta. yaitu menikah dengan Fauzan yang notabennya adalah suami Fani.
Fauzan adalah masa lalunya dan Kemala bersama Fauzan memiliki memori yang bisa di katakan tidak baik-baik saja. tetapi Kemala menerimanya dan dia rela menjadi istri kedua supaya sahabatnya itu bersemangat kembali dan mau menjalani perawatan atas penyakitnya, yaitu kanker payudara.
pernikahan yang cukup pelik dan Kemala kira kalau dirinya dan Fauzan tidak akan sejauh itu. mereka hanya menikah demi permintaan Fani saja, akan tetapi tidak untuk Fauzan dan Fauzan menuntut supaya Kemala mau melakukan tugasnya sebagai istri betulan, termasuk melayaninya di atas ranjang.
cekidokttt mohon dukungannya untuk karya saya yang kesekian, terimakasih😊🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Dan ucapan Fani benar-benar terjadi. Mereka bertiga berada di ruang keluarga dan menonton salah satu serial televisi__astaga, benar-benar tak habis pikir.
“Menurut kamu gimana sinetron ini, Mal?.“Tanya Fani yang tiba-tiba membuat lamunan Kemala pun terhenti. Lalu wanita itu hanya bisa meringis dan memaksa bibirnya tersenyum lalu menatap layar di depannya bingung__pasalnya, ia tak begitu memperhatikan atau lebih tepatnya sibuk dengan lamunannya sendiri.
Fani berdecak”Mala. Ada apa sih? Kok dari tadi ngelamun terus? Coba cerita sama aku.“Bujuknya lembut, Kemala sendiri dengan cepat menggelengkan kepalanya__pasalnya yang menjadi masalah adalah Fauzan dan tidak mungkin Kemala menceritakannya pada Fani.
“Enggak kok. Gak papa-papa. Cuman agak sedikit capek aja kali Fan..hehe.“
“Karena kerjaan, ya?.“
“Hm.. begitulah “
“Yaudah, kalau kamu capek. Kamu tidur duluan gih.“Ujar Fani seraya menunjuk tepat ke arah kamarnya. Seketika Kemala meneguk ludahnya kesulitan dan tawanya berubah getir dengan kedua bola mata bergerak gelisah__tentu saja Kemala lebih memilih bersama Fani menonton tv, ketinbang di kamar sendirian dan besar kemungkinan dua adegan sebelumnya akan kembali terjadi lagi. Tidak, Kemala masih trauma.
“Enggak papa Fan, aku di sini aja. Nonton sama kamu..hehe.“
“Beneran?.“Tanya Fani memastikan dan menatap sahabatnya dalam.
“Iya, gak papa. Udah izin juga, besoknya masuknya siangan. Gak papa.“Tukas Kemala dan dengan kata lain, ia juga menolak keberangkatannya bersama Fauzan__yang Kemala tahu, Fauzan harus berangkat pagi dan Kemala agak siangan. Kalau begini kan setidaknya Kemala lolos dan tidak perlu tidak enak dengan Fani juga.
Yang Kemala tidak tahu kalau pria bernama Fauzan itu diam-diam menghapal jadwal keberangkatan Kemala besok. Tentu ia takan membuang-buang kesempatan yang ada, lagi pula Kemala adalah istrinya dan Fauzan bebas melakukan apapun terhadap istrinya, termasuk berangkat bareng.
“Oh ya. Mal, aku nanya serius boleh?.“
Kemala langsung menoleh ke arah Fani dengan sebelah alisnya yang terlihat terangkat”Apa Fan?.“
“Eum mengenai anak.. apa kamu sudah siap untuk ikut program bayi tabung, Mala?.“Tanya Fani dan tatapan matanya terlihat serius. Sedang Kemala sendiri terlihat begitu kesulitan menegak ludahnya, mendadka tenggorokannya terasa tercekat juga panas, nafasnya tak beraturan dan keringat tiba-tiba terasa membasahi kening dan hampir seluruh tubuhnya.
Kemala merasa dirinya jahat karena sudah menjadi penghianat bagi sahabatnya sendiri__padahal dia sendiri yang menolak berperan sebagai istri yang sesungguhnya untuk suami Fani, ehh malah kejadian dong dan yang lebih membuat Kemala malu juga menyesal adalah ketika Kemala juga sempat menikmati saat melakukannya bersama dengan Fauzan.
Iya tahu, Kemala hanya terbawa suasana saja. Tetapi tetap saja, jauh di lubuk hatinya Kemala benar-benar merasa bersalah sekali.
“Eumm ya..“Jawab Kemala yang tak tahu harus berkata selain itu.
“Bagaimana kamu sendiri, mas?.“Kini Fani beralih pada sang suami, tatapan dari layar tv pun terputus dan Fauzan menoleh ke samping istri pertama dan kedua. Dia bergantian menatap keduanya sampai tatapan itu kembali pada istri pertama.
“Boleh, saya ikut dia aja.“Jawabnya terdengar datar tanpa minat, Fani menghela nafasnya panjang.
“Jadi kamu siapnya kapan, Mal? Maaf ya, tapi kamu tahu sendiri kondisi aku kayak gimana. Aku cuman mau cepet-cepet punya anak aja, Mala.“
Di satu sisi Kemala sangat merasa bersalah dengan Fani, karena sudah membohonginya. Di satu sisi yang lain, Kemala takut kalau dirinya sampai mengandung benihnya bersama Fauzan. Apalagi dirinya saat itu sedang dalam masa subur dan tidak mengenakan pengaman. Kalau iya dirinya hamil, lalu bagaimana dengan Fani? Kemala takut akan menyakiti perasaan Fani, kalau sampai sahabatnya tahu yang di kandung Kemala bukan anak Fani dan juga Fauzan. Tetapi anak Kemala dan Fauzan.
Semoga saja tidak, tolong Tuhan. Gumam Kemala dalam hati seraya memejamkan matanya erat-erat.
“Eum bulan ini Fan. Aku siap kok.“Sahut Kemala seraya memaksa bibirnya tersenyum cerah. Walau jantungnya di dalam sana masih berdebar-debar takut. Takut kalau sampai dirinya benar-benar mengandung anak Fauzan sebelum proses bayi tabung itu selesai.
“Yaudah Mal, Mas. Bulan ini kalian mulai konsultasi sama dokter, ya?.“
“Iya.“
“Iya sayang.“
*****
Pagi sekali Kemala sudah bangun dan sudah mandi serta mengganti bajunya dengan baju kemarin yang ia kenakan__piyama Fani sudah ia lepas dan cuci sendiri.
Kemala berecana untuk memasakan sarapan pagi untuk sahabatnya itu dan Kemala merasa pagi ini akan berhasil, apalagi mengingat kata bibi yang bekerja di rumah Fani. Kalau Fauzan sedang keluar untuk olahraga lari katanya__mumpung tidak ada pengganggu, Kemala bebas untuk meng-ekplore dapur dan membuat makanan enak sedta bergizi untuk sahabatnya.
“Non Mala udah bangun?“.Tanya bibi dengan ramah pada Kemala dan Kemala membalasnya dengan tersentum ramah juga. Wanita itu berjalan ke arah dapur dan mulai mengeluarkan beberapa bahan masajan dari dalam kulkas.
“Udah dong, bi. Lagian udah jam segini juga “Sahutnya. Kemala mengeluarkan dua buah wortel, bihun, roti tawar, telur, beberapa sayuran lainnya dan juga daging.
Karena salah satu makanan kesukaan Fani adalah tongseng bihun dan wortel, maka Kemala akan memasaknya. Namun sepertinya Kemala akan menambahkan beberapa bahan sayuran lainnya. Jadi bukan hanya ada wortel, tapi beberapa sayuran yang pastinya menurut Kemala sendiri lebih sehat dan banyak serat, selain itu. Kemala akan memanggang roti tawar yabg rencananya akan di isi dengan telur ceplok, sayuran hijau dan tomat yang nanti akan ia potong-potong. Tak lupa juga dengan susu coklat kesukaan Kemala dan Fani sebagai pelengkap.
“Ibu masih tidur ya, non?.“Tanya Bibi yang di jawab anggukam oleh Kemala.
“Eh, non Mala mau masak, ya? Tapi bibi bisa masakin lho, non. Non Mala tinggal minta mau di masakin apa, nanti bibi masakin. Gak usah masak lah, nanti tubuh non yang udah wangi sama seger ini jadi bau dapur lho.“Sahut bibi yang membuat Kepala Kemala geleng-geleng. Pasalnya masak memasak adalah salah satu hal yang Kemala sukai dan Kemala sama sekali tidak keberatan kalau tubuhnya yang sudah wangi malah harus tercemar dengan bau dapur. Lagian ada parfum juga, bisa lah di semprot beberapa kali langsung wangi kembali..hehe
“Gak papa bi. Lagian sayanya mau juga.“
Bibi menghela nafasnya panjang.
“Yaudah atuh, kumaha neng Mala ajalah. Bibi mah cuman ngasih tahu.“
“Makasih lho bi. Bibi baik banget.“Tukas Kemala seraya tersenyum kecil. Wanita itu mulai mengupas dua buah wortel yang di bawanya lalu mulai memotong-motongnya dan membagi menjadi beberapa bagian, setelahnya Kemala memotong-motongnya menjadi ukuran seperti korek api, tipis dan agak panjang.
“Oh ya. Bibi bisa bantu apa non?.“Tanya bibi sambil memperhatikan Kemala yang terlihat cukup cekatan di dapur.
“Boleh deh. Bibi bantu untuk potong kol sama pakcoy ga? Nanti setelahnya cuci sampai bersih.“
“Siap non..“
Kemala dan bibi pun larut dengan beberapa bahan makanan yang mereka potong dan cuci, sampai keduanya tak menyadari kalau ada seseorang yang kini terlihat menyipit dan memperhatikan setiap tindakan yang di lakukan oleh Kemala.
Orang itu menarik sudut-sudut bibirnya sedikit dan membentuk sebuah lekukan kecil di sana, tatapannya terlihat semalin dalam saja tatkala menyaksikan secara langsung bagaimana ekspresi wajah Kemala yang terlihat berbeda-beda. Mulai dari serius, mengeryit karena kebingungan sampai lekuk yang jelas terlihat saat bibirnya membentuk sebuah bentuk cantik ketika tersenyum.
Saya rindu senyuman kamu, Mala.
****
lanjut Thor 👍👍
lanjut Thor 👍👍👍
lanjut Thor 👍👍👍
good job thor 👍👍👍♥️♥️♥️
lanjut 👍👍👍