NovelToon NovelToon
Love Unscripted

Love Unscripted

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Teen
Popularitas:877
Nilai: 5
Nama Author: CieMey

Zhevanya Maharani Karasya (Vanya) selalu menjadi anak yang dapat dibanggakan oleh kedua orangtua nya, siapa sangka sifat nya yang ceria periang dan selalu berfikir positif itu ternyata menyembunyikan rasa sakit yang sangat menyiksa. Vanya yang selalu ingin menyerah oleh penyakit nya itu tak pernah menduga masa remaja nya akan terasa sangat berwarna.

Pertemuan nya dengan Nana, Farida, dan Irgi benar benar membuat masa remaja nya begitu berwarna, indah dan membuat banyak kenangan yang tak terlupakan, sampai pada akhirnya Semua terasa begitu sia sia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CieMey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Nyaman

Vanya membuka matanya ketika mendengar suara pintu yang terbuka. Sudah jam istirahat pertama, sudah dapat dipastikan yang datang adalah Nana. 

"Van gimana udah enakan?" Tanya Nana sambil memberikan kotak bekal milik Vanya.

"Udah Na" Vanya mengambil kotak bekalnya dari tangan Nana dan langsung memakan bekalnya.

Nana terdiam menatap Vanya yang sedang makan. 

"Na... Lo ga makan?" Kata Vanya dengan mulut yang masih di penuhi makanan. 

Nana menggeleng. Vanya menatap tajam kearah Nana. Nana terkekeh melihat ekspresi Vanya "gue udah makan tadi Vanya... Sekarang cepet abisin makanannya biar cepet naik keatas" Nana menjelaskan maksud gelengan nya tadi. 

Vanya melanjutkan aktivitas makannya tanpa memperdulikan tatapan Nana yang terus tertuju padanya.

Setelah Vanya berhasil menghabiskan makanan nya mereka memutuskan untuk kembali ke kelas, bagaimanapun kondisi Vanya saat ini, mereka tetap tidak ingin meninggalkan kelas dan tertinggal beberapa materi.

Selama pelajaran Nana terus memperhatikan Vanya, sesekali Nana melihat Vanya seperti menahan sakit dan itu membuat Nana sedikit khawatir, Entah apa yang terjadi pada Vanya saat ini yang jelas Nana sangat yakin Vanya sedang tidak baik baik saja dan dia pasti sangat kesakitan.

Hebat nya Vanya berhasil menyelesaikan semua tugas dan pembelajaran hari ini.

...☘️☘️☘️...

"Van lo ngapain sih nyuruh gue kesini, lo kan lagi sakit bukan nya istirahat aja" Nana berjalan menuju kulkas yang berada di dapur Vanya dan mengambil minuman soda.

Itu membuat Vanya sedikit mengomel. Vanya tidak terlalu suka melihat orang di sekelilingnya meminum minuman bersoda, bukan hanya karena Vanya tidak suka dengan rasanya, tapi juga karna minuman bersoda tidak baik bagi kesehatan apalagi jika di konsumsi berlebihan.

"Na lo kan kemaren udah minum soda, kenapa sekarang minum lagi sih, bukan nya pelit ya tapi itu kan ga bagus kadar gulanya tinggi Na"

Jelas celotehan Vanya tidak pernah di dengar oleh Nana, Nana memang selalu mendengarkan celotehan Vanya yang lain tapi perihal minuman soda tidak satu kata pun yang masuk kedalam telinga Nana.

hanya anggukan kepala dari Nana yang Vanya terima dan itu membuat nya semakin ingin mengomel, sampai akhirnya Vanya terdiam dan pasrah, ia tau kalau semua yang ia katakan tidak akan di dengar dan itu hanya membuat nya lelah dan kehabisan tenaga.

Mereka menghabiskan waktu nya dengan menonton film zombie favorit mereka. di sela sela kegiatan menonton film itu Vanya melirik kearah Nana dan terus memperhatikan Nana. sangat indah untuk di pandang tapi Vanya ragu untuk memilikinya.

Tanpa Nana sadari Vanya sudan terlelap disamping nya, menghadap kearah nya. wajah nya yang mungil terlihat begitu tenang dan cantik.

"Van sampe kapan gue harus jadi temen lo, gue suka sama lo Van, peka dikit kenapa sih"

Ya begitu lah isi hati Nana saat ini.

Nana berjalan menuju kulkas lagi dan mengambil beberapa botol minuman bersoda dan beberapa snack. Sambil menunggu Vanya bangun, Nana memilih untuk lanjut menonton film.

...☘️☘️☘️...

Vanya bangun dengan kondisi ruangan yang sudah gelap, disamping nya ada Nana yang juga tertidur pulas. tanpa ia sadari ia sudah tidur terlalu lama.

waktu menunjukkan pukul 20.00. seperti biasa rumah Vanya akan selalu sepi, orangtua nya lebih banyak menghabiskan waktu di kantor dan jangan tanya abang nya karna sudah pasti dia tidak akan pulang cepat kalau belum di telpon papa.

"Na bangun udah malem nanti kita dikira macem macem" Vanya berteriak sambil sibuk menyalahkan lampu lampu di rumah nya.

ia takut orang tua nya pulang dan melihat keadaan rumah yang seperti kapal pecah ini.

"Naaaa wooii bangun Na" sangat sulit membangunkan Nana, apa dia sangat kelelahan yang membuat tidur nya benar benar lelap.

Untung nya di percobaan kedua Vanya membangunkan Nana berhasil. Nana yang baru bangun sibuk melihat sekelilingnya, seingat nya tadi ia masih menonton Netflix dan di luar masih cerah kenapa sekarang sudah sangat gelap.

Setelah selesai membersihkan rumah Vanya duduk di sebelah Nana dan menghela panas. mereka beruntung karna keluarga Vanya belum ada yang pulang, kalau saja salah satu dari keluarga Vanya pulang disaat mereka masih tertidur pulas entah sebesar apa masalah yang akan mereka hadapi.

...☘️☘️☘️...

Nana terus senyum senyum tidak jelas di dalam kamar nya, ia terus membayangkan muka Vanya yang terlihat sangat cantik ketika sedang tidur

kalau boleh jujur Nana ingin sekali tetap berada di sana dan terus bersama Vanya. Nana tahu itu adalah hal yang tak seharusnya ia pikirkan tapi ia benar benar tidak bisa mengontrol pikiran nya.

1
Ridwani
👍👍👍👍👍👍
gempi
b
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!