NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ganethaa ( Anak Sulung Casey)

Transmigrasi Ganethaa ( Anak Sulung Casey)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Iblis / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Erika Ponpon

Kisah anak sulung Casey (Transmigrasi Belvia) yang jiwa nya mengalami perpindahan ke tubuh orang lain… bagaimana Ganethaa akan menghadapi kehidupan barunya setelah dia tahu kalau sekarang dia berada di tubuh orang lain…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erika Ponpon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

Beberapa menit setelah keributan di kantin, seorang guru piket datang bersama guru BK.

“Nebula, ikut Ibu ke ruang BK.”

Nebula mengangguk tanpa protes.

“Baik.”

Sementara itu, Rania dan temannya yang terjatuh juga diminta ikut memberikan keterangan.

Satu jam kemudian.

Papah dan Mamah Nebula datang ke sekolah setelah dihubungi pihak sekolah.

Di luar ruang BK, Langit, Bintang, Senjanu, dan Elara ikut berdiri menunggu.

Elara sengaja berdiri di samping Rania.

“Kak Rania nggak apa-apa?” tanyanya lembut.

Rania menggeleng pelan.

“Masih sakit punggung gue.”

Elara menatap ke arah pintu ruang BK dengan wajah prihatin.

“Semoga Kak Nebula sadar kalau kekerasan itu nggak baik…”

Padahal di balik wajah polosnya, ia menyembunyikan senyum puas.

Di dalam ruang BK.

Guru BK menatap Nebula dan Rania bergantian.

“Rania mengatakan kamu membanting teman sekelasmu.”

Nebula menjawab singkat.

“Dia mencoba menyerang saya dari belakang.”

Guru BK menghela napas.

“Tapi tindakanmu tetap terlalu berlebihan.”

Papah langsung memotong.

“Saya minta maaf, Bu Guru.”

“Kami akan mendidik anak kami dengan lebih baik.”

Nebula hanya menatap lantai tanpa ekspresi.

Guru BK kembali berkata, “Sekolah tidak membenarkan tindakan saling menyerang. Kami berharap masalah seperti ini tidak terulang.”

Papah menoleh tajam ke arah Nebula.

“Kamu dengar?”

Nebula mengangguk pelan.

“Dengar.”

“Bicara yang jelas!”

“Dengar.”

Melihat jawaban Nebula yang tetap datar, emosi Papah memuncak.

Plak!

Sebuah tamparan mendarat di pipi Nebula.

Ruangan mendadak hening.

Mamah terkejut.

“Pak…”

Papah masih menatap Nebula dengan wajah penuh amarah.

“Kamu selalu bikin masalah!”

“Nggak cukup bikin keributan di rumah, sekarang sampai sekolah memanggil kami!”

Nebula perlahan mengangkat wajahnya.

Bekas tamparan mulai memerah di pipinya.

Namun tidak ada air mata.

Tidak ada bantahan.

Tatapannya tetap dingin.

Di luar ruang BK, suara tamparan itu terdengar cukup jelas.

Langit menyandarkan tubuhnya ke dinding.

“Rasain.”

Bintang mengangguk pelan.

“Biar kapok.”

Senjanu menghela napas tanpa berkata apa-apa.

Di sisi lain, Rania menyeringai puas.

“Ternyata bapaknya aja muak sama dia.”

Elara menundukkan kepala seolah sedih.

Namun sudut bibirnya terangkat tipis.

Rencananya kembali berhasil.

Sementara itu, di dalam ruang BK, Nebula hanya mengusap pelan sudut bibirnya.

Lalu ia menatap Papah lurus.

Tatapannya begitu tenang hingga justru membuat Papah terdiam sejenak.

Dalam hati, Nebula bergumam,

“Tamparan ini… akan gue inget.”

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Begitu keluar dari gedung sekolah, Nebula berjalan sendirian menuju parkiran.

Namun langkahnya mendadak terhenti.

Di depannya, Rania berdiri dengan kedua tangan terlipat. Di kanan kirinya ada Ghina dan Weni yang sama-sama memasang senyum mengejek.

“Nggak usah buru-buru pulang,” ucap Rania.

Nebula menatap mereka datar.

“Minggir.”

Rania tersenyum miring.

“Seret dia.”

Tanpa banyak bicara, Ghina dan Weni meraih kedua lengan Nebula lalu membawanya menuju gudang kosong di belakang gedung olahraga.

Pintu gudang ditutup.

Di dalam, ternyata Elara sudah lebih dulu berdiri sambil menyilangkan tangan.

Brak!

Ghina mendorong Nebula hingga ia terhuyung beberapa langkah ke depan, nyaris kehilangan keseimbangan.

Nebula berdiri tegak kembali.

Tatapannya bergantian mengarah kepada mereka.

“Lo maunya apa?” tanyanya dingin.

Plak!

Rania melayangkan satu tamparan ke pipi Nebula.

“Itu buat kejadian di kantin.”

Nebula hanya memalingkan wajah sesaat, lalu kembali menatap Rania tanpa menunjukkan rasa takut.

Rania menyeringai.

“Ternyata hidup lo menyedihkan juga, ya. Kata Elara, lo cuma anak pungut di rumah mereka. Pantes aja nggak ada satu pun anggota keluarga yang suka sama lo.”

Ucapan itu membuat Nebula perlahan mengalihkan pandangannya kepada Elara.

Tatapan mereka bertemu.

“Ck…”

“Anak pungut…”

Nebula mengulang kalimat itu pelan, lalu tersenyum tipis.

Senyum yang justru membuat Elara merasa tidak nyaman.

Ghina kembali mendekat.

Ia mencengkeram rambut Nebula dengan kasar.

“Masih bisa senyum?”

Di sisi lain, Weni menendang pelan ujung sepatu Nebula sambil mengejek.

“Kasihan juga ya hidup lo.”

Rania menoleh kepada Elara.

“El, lo sial banget punya saudara kayak dia.”

Elara menundukkan kepala, berpura-pura sedih.

“Aku juga nggak ngerti kenapa Kak Nebula berubah begini….”

Weni tertawa kecil.

“Terus sekarang kita apain dia?”

Elara terdiam beberapa detik sebelum berkata lirih,

“Aku cuma pengin dia sadar… jangan ganggu hidupku lagi.”

Kalimat itu terdengar lembut.

Namun cukup membuat Rania dan kedua temannya mengerti maksudnya.

Gudang kembali hening.

Nebula perlahan mengangkat wajahnya.

Senyumnya semakin lebar.

“Hahaha…”

Tawa pelannya menggema di dalam ruangan.

Rania mengernyit.

“Lo ketawa?”

Nebula menatap mereka satu per satu.

“Kalian yakin…”

“…mau terus main kayak gini?”

Nada suaranya berubah jauh lebih berat dari biasanya.

Tatapannya perlahan menjadi dingin hingga membuat suasana gudang terasa mencekam.

“Jangan sampai…”

“…kalian menyesal karena membangunkan sisi iblis yang susah gue kendaliin.”

Senyum di wajah Nebula tidak hilang.

Justru semakin mengerikan.

Entah kenapa…

Untuk pertama kalinya, Rania, Ghina, Weni, bahkan Elara merasakan bulu kuduk mereka berdiri.

Ada sesuatu yang berbeda dari gadis yang berdiri di hadapan mereka.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di dimensi nyata…

Di sebuah ruangan luas bernuansa putih, seorang wanita berdiri di depan jendela besar sambil memandangi langit yang mulai diselimuti senja.

Di belakangnya, seorang asisten berpakaian hitam berdiri dengan penuh hormat.

“Bagaimana kabarnya?” tanya wanita itu tanpa menoleh. “Apa dia sudah menjalani hidup sebagai Nebula?”

“Sudah, Nona,” jawab sang asisten. “Nona Ganethaa sudah sepenuhnya berada di dalam dunia novel.”

Wanita itu mengangguk pelan.

“Bagus.”

Asisten itu tampak ragu sebelum akhirnya bertanya.

“Maaf, Nona… saya ingin bertanya.”

“Silakan.”

“Kenapa Nona memilih Nona Ganethaa untuk masuk ke dalam novel yang Nona ciptakan?”

Wanita itu tersenyum tipis.

“Karena hanya dia yang cocok menjadi Nebula.”

“Dia kehilangan keluarganya.”

“Dia tahu rasanya dikhianati.”

“Dan dia tidak akan membiarkan dirinya terus menjadi korban.”

Wanita itu perlahan membalikkan badan.

Sorot matanya dipenuhi keyakinan.

“Tokoh Nebula membutuhkan seseorang yang mampu mengubah takdirnya sendiri.”

“Ganethaa adalah pilihan yang paling tepat.”

Asisten itu mengangguk pelan.

“Saya mengerti, Nona.”

Wanita itu kembali menatap ke arah jendela.

“Terus awasi Ganethaa.”

“Dia belum saatnya bangun dari tidur panjangnya.”

“Selama misinya belum selesai…”

“…biarkan dia tetap berada di dunia itu.”

“Baik, Nona.”

Asisten itu kemudian membuka tablet di tangannya.

“Ada satu informasi lagi.”

Wanita itu menoleh.

“Tuan Casey sudah kembali ke Indonesia.”

Ekspresi wanita itu berubah serius.

“Lebih cepat dari yang kuduga.”

“Beliau sekarang menjaga Nona Ganethaa yang masih tertidur.”

Asisten itu mengangguk.

“Ya, Nona.”

Wanita itu menarik napas pelan.

“Pastikan identitasmu tidak terbongkar.”

“Tuan Casey bukan orang biasa.”

“Kalau dia sampai mengetahui ada seseorang yang memindahkan kesadaran Ganethaa ke dunia novel…”

“…dia akan mengejar kita sampai ke mana pun.”

Sang asisten menundukkan kepala.

“Baik, Nona.”

Wanita itu kembali memandang langit di balik jendela.

“Lanjutkan pengawasan.”

“Takdir cerita ini baru saja dimulai.”

1
Yue Li MZy
wah menarik. cuma gergera percaya sama org asing ngaku² kan anak nya ini pasti keluarga Jordan bakal berantakan. makanya punya otak digunain bukan malah langsung percaya
Atalia
rasain apa yang di rasakan nebula selama ini.
author jgn lama2 lah uploadnya soalnya nggak sabar sama kelanjutannya niii
Atalia
mau kasihan tapi mereka jahat sama anak sendiri, ditunggu yaa kelanjutannya author🥰
Atalia
wah plost twits banget yaa pemirsa
Atalia
gue suka gaya loh nebula 🥰
Anita Rahayu
tolong thor nyiksa jgn nanggung 😤😤😤😤😤😤😤😤😤😤sikat sampai habis😡😡😡😡😡😡😡😡😡
Atalia
wah akhirnya yang di tunggu datang juga bantai mereka red 🤭
ditunggu ya kelanjutannya author
Atalia
kayaknya dia ngirim nyawa sendiri ke nebula deh
makini seru nii
Ira Melly
Lanjut
Atalia
Dasar goblok bintang
ditunggu ya kelanjutannya author
Atalia
wah bahaya nii kasusnya
Reycaryuca: Hehehe makasih ka…. Udah mau baca novel saya… 😍😍🙏🏻🙇🏻‍♀️
total 3 replies
Atalia
balikin aja tampar mereka
Atalia
wii keren banget Nebula
Atalia
wah dia ketemu sama orang yang buat dia ke novel yaa
ditunggu ya kelanjutannya author
Atalia
dasar penipu kalian emang harus mampus aja tadi
ditunggu ya kelanjutannya author
Atalia
kenapa harus di kasih ampun sii
Atalia
wah ada yang mau main-main
enak banget yaa pindah jiwa orang yaa, dasar pengkhianat
ditunggu ya kelanjutannya author
Atalia
dasar tukang curi nggak tau malu kamu elara.
wah nebula keren bantai mereka yang suka cari masalah
ditunggu ya kelanjutannya author
Yue Li MZy
ka Erika,up nya cuma satu nanggung bgt saking penasarannya dan saking lamanya KA uthor up pengen tau kelanjutannya Ganetha(Cucu Hana aja Belvia & Keivan)🥺🥺
Atalia
wah siapa yaa yang buat dia sampai masuk ke novel.

ditunggu ya kelanjutannya author 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!