NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Pengganti Anak Sahabat

Menjadi Ibu Pengganti Anak Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Sandra, Satya dan Raisya telah menjalin persahabatan sejak mereka memasuki dunia perkuliahan. Perhatian Satya pada Sandra terlalu berlebihan membuat Sandra menjadi terbawa perasaan.
Namun pada akhirnya Sandra harus mengubur perasaanya pada Satya kala Raisya memberitahunya bahwa dia akan segera menikah dengan Satya.
sakit dan perih yang Sandra rasakan.
Namun takdir berkata lain, Sandra terpaksa harus menjadi ibu sambung dari anak hasil pernikahan sahabatnya itu, Raisya dan Satya.
akan kah Sandra sanggup melalui hari harinya bersama Satya yang telah berubah dan masih di hantui oleh bayang-bayang istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berita yang beredar

Sudah dua hari sandrina menjalani perawatan di rumah sakit. Kini kondisinya berangsur membaik.

Di hari kedua ini ibu dan ayah menengok sandrina, ketika aeku beri tahu kalau sandrina sedang di rawat di rumah sakit, mereka langsung panik dan langsung pergi kerumah sakit.

"drina sayang, liat Oma Can sama Opa Naz bawain hadiah buat drina" ibu memperlihatkan sekantong makanan ringan, dan buah buahan untuk sandrina.

"Waaww, makasih Oma Can, Opa Can" gadis kecil itu terlihat ceria sekali, walaupun wajahnya masih terlihat pucat.

"drina happy?"

"seneng sekali opa"

Ah aku senang sekali melihatnya, ibu dan ayah begitu menyayangi sandrina layaknya cucu mereka sendiri.

"ndra, Satya kemana?"

"tadi kak Satya, pulang dulu ke apart Bu. Mau ngambil barang-barangku dan barang-barang kak Satya".

"gimana ndra kamu baik-baik saja kan sama Satya?"

"baik Bu, walaupun sedikit agak canggung"

Ibu mengelus punggungku pelan, ia tersenyum hangat padaku.

"Sabar, nanti juga enggak. Kalian butuh waktu untuk semua ini".

Aku mengangguk, paham dengan apa yang ibu katakan.

Tidak berselang lama, Kak Satya sampai dengan membawa paper bag yang berisikan pakaianku dan pakaiannya.

"oh ada ayah sama ibu. Dari kapan yah, Bu?" ucap kak Satya sambil menyalami ayah dan ibu sopan.

Kak Satya memang sudah memanggil ayah dan ibu dengan sebutan itu dari dulu, sejak persahabatan aku dan kak Satya masih erat. Kak Satya sering main dirumah ku, entah itu main catur atau pergi memancing bersama ayah. Ayah dan kak Satya sangat dekat. Bahkan ketika libur panjang kuliah pun setiap kak Satya pulang magang di perusahaan, pasti ia pulang kerumahku untuk bertemu ayah. Apa yang dilakukan dirumah, ya sekedar berbincang ringan sambil minum kopi atau teh, main catur sampai larut malam ketika weekend.

"baru saja sampai" ucap ibu ringan sambil tersenyum hangat.

"Lagi sibuk, ada proyek besar ya Sat dikantor?"

"Iya yah, jadi belum ada waktu luang buat duel catur nih" ucap kak Satya sambil menyugar rambutnya yang tadi ia tutupi menggunakan topi.

"wahahha, benar sudah lama ayah gak duel sama kamu. Makin jago atau makin..."

"jujur udah lama sekali gak main catur yah, jadi siap menerima hukuman dari ayah"

Hatiku menghangat melihat kak Satya begitu mencair kala mengobrol dengan ayah dan ibu, aku seneng setidaknya kak Satya hanya canggung denganku tapi tidak dengan kedua orangtua ku.

Setelah mengobrol banyak arah. Ibu dan ayah harus pamit pulang. Dan kini meninggalkan aku dan kak Satya. Drina terlelap tidur karena habis diberi obat oleh perawat.

"Berangkat kerja sekarang kak?" tanyaku sambil mengeluarkan pakaian yang tadi kak Satya bawa. Kak Satya yang sedang sibuk memainkan ponselnya di sofa menoleh padaku. Ia berdiri dan mencarger ponselnya.

"iya ndra, kamu sibuk di toko ga hari ini?".

"toko udah aku titip sama karyawanku kak, selama aku disini biar aku yang jagain drina".

kak Satya tampak menghela nafas pelan.

"maaf ya ndra, jadi ngerepotin"

"it's oke kak, ini sekarang sudah menjadi tugasku"

Kak Satya telah berangkat kerja, seperti biasa tidak ada adegan romantis suami istri atau sekadar ucapan selamat tinggal. Tidak ada, hanya kata "ndra titip drina ya" setelah itu pergi begitu saja.

*

"Mbak San, toko roti hari ini sepi sekali" ucapan Pipit di sebrang telpon.

"Kok bisa pit ?, kenapa ya" aku menggigit bibir.

"gatau mbak, langganan yang suka beli disini pun ga ada mbak"

Aku memijat keningku yang terasa pening dan pegal.

"kok bisa ya, padahal itu roti roti dengan resep baru pit, apa mereka tidak menyukai itu?"

"Ouhh mbak, apa jangan-jangan karena berita yang menyebar. Sehingga toko roti mbak jadi sepi begini"

Aku sedikit tercengang, sibuk mengurus drina sakit aku jadi melupakan berita yang sedang hangat itu.

"yaudah pit, kalau misalnya sampai sore masih sepi kamu tutup aja tokonya"

Setelah menutup telpon dari Pipit aku membuka halaman sosial mediaku yang sudah lama sekali tidak ku buka. Aku akan mengecek kembali berita yang sedang hangat itu.

Akun instagramku di penuhi oleh DM dari orang-orang tidak ku kenal. ada apa ini tidak biasanya media sosialku seramai ini.

Aku mencoba membuka DM satu persatu.

Dan deggg.

"Cantik sih tapi ular, berani banget rebut suami sahabat"

Baru membuka satu DM sudah membuat hati aku sakit. Masih ada 150++ DM yang belum aku baca, pasti isinya sama hate komen yang mengarah padaku.

"Cantik tapi racun"

"Dia memang lebih cantik dari Raisya, tapi yakin sih Raisya mempunyai hati yang tulus di banding si pelakor ini"

Nyess, satu tetes air mata berhasil turun.

"Kalau gue yang Deket, sudah gue Jambak sih rambutnya"

"heh pelakor, semoga pernikahan kalian tidak langgeng"

Dan masih banyak lagi, aku sudah tidak bisa melanjutkan lagi. Hatiku sudah sakit, air mata terus saja bercucuran. kok bisa masalahnya jadi panjang begini. Siapa yang menyebarkan berita itu, siapa dibalik akun itu?. Belum lagi hate komen yang berada di akun no name itu, sama sakitnya lebih pedih malah. walaupun masih ada komenan positif nya namun lebih banyak hate komen yang mengarah kepadaku.

"Mungkin Sandra terpaksa menerima pernikahan ini, mungkin permintaan dari Raisya gais, stop jangan hate komen plis. Hargain keputusan mereka" tulis dengan akun bernama Pipit rebana, dan aku yakin ini adalah akun milik Pipit karyawanku.

"ya tetap saja sih, walaupun dipaksa kalau aku ada di posisi Sandra akan aku tolak dengan tegas, ah itumah Sandra nya kali yang emang udah punya hati sama Satya, ya gimana Satya orangnya ganteng, tajir mana bisa nolak lumayan kan" deg. Air mataku kembali berderai.

"Mama ndra, kenapa nangis?"

1
roses
sipp di tunggu ya kak
Aimee Aiko
lanjut seru
Buku Matcha
Bagus
roses
kok jadi ikut deg degan ya ndra
roses
sabar ya sandra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!