NovelToon NovelToon
Aku Bukan Romeo Dan Kamu Bukan Juliet

Aku Bukan Romeo Dan Kamu Bukan Juliet

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Henny

Fiana Adams tak pernah menduga akan jatuh cinta pada pandangan pertama. Pertemuan yang singkat di reuni sebuah SMA telah membuatnya terus memikirkan Arjuna Zefanya Tekins. Siapa sangka keduanya justru tak bisa dipisahkan sejak malam itu walaupun mereka harus menghadapi kenyataan bahwa keluarga mereka adalah orang yang paling berkuasa dan paling bermusuhan sejak zaman dulu. Berbagai tantangan datang dan berusaha memisahkan keduanya. Sampai akhirnya keduanya berada di sebuah pilihan yang sulit. Mempertahankan cinta mereka atau menjaga nama baik keluarga.
Ceritanya di jamin sangat romantis dan bikin baper. Walaupun memang penuh dengan tantangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Dekati Anakku

Maura Pekins sedih karena putranya lebih memilih tinggal di apartemennya dari pada di rumahnya. Ia justru takut kalau keluarga Adams akan menemukan apartemen Arjuna walaupun memang tidak sembarangan orang bisa masuk ke apartemen ini.

Makanya sore ini ia mengunjungi putranya itu sambil membawa kabar bahagia kalau gadis yang pernah dekat dengan Arjuna sekarang sudah kembali ke kota ini.

Namun saat ia keluar dari lift, matanya justru menangkap keberadaan putri keluarga Adams yang dikabarkan dekat dengan Arjuna.

Maura yang sudah keluar dari lift segera berbalik dan menahan pintu lift yang akan tertutup. Ia menatap Fiana yang nampak gugup.

"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Maura sambil tangannya tetap menahan pintu lift.

"Nyonya, ini apartemen umum. Wajarlah jika Kami berada di sini." Reyna yang menjawab dan langsung pasang badan untuk melindungi majikannya.

Maura tertawa sinis. "Ini memang apartemen umum, tapi lantai paling atas ini hanya ada 3 unit. Yang satu ditempati oleh pemilik mall ini, yang satu ditempati oleh Menteri Pemuda Kerajaan dan satunya lagi oleh anak ku. Jadi siapa yang kalian kunjungi di lantai ini sehingga diberi akses?"

Fiana menatap Reyna. Namun perempuan yang terkenal tangguh itu terlihat tenang. "Jangan usik masalah pribadi seseorang, nyonya. Kalau nyonya tidak akan turun, silahkan biarkan pintunya tertutup."

Maura menatap Fiana tajam. "Jangan pernah bermimpi untuk dekat anakku. Karena keluarga kita akan selamanya bermusuhan." katanya sebelum meninggalkan Fiana dan Reyna. Saat pintu lift tertutup, air mata Fiana langsung mengalir.

"Jangan menangis, nona. Kamu sudah berani mengambil keputusan untuk menjalani hubungan yang berbahaya ini, maka kamu harus belajar bersandiwara di hadapan semua orang yang menentang hubungan kalian." kata Reyna.

"Baiklah." Fiana menghapus air matanya.

"Baguslah. Jangan lupa minum pil anti hamil yang aku berikan padamu, nona."

"Aku meminumnya." kata Fiana. Dia memang belum ingin hamil karena tahu betapa bahayanya hubungan mereka.

Maura menatap putranya yang membukakan pintu dengan tatapan penuh selidik. Arjuna langsung bisa membayangkan kalau mamanya pasti ketemu dengan Fiana.

"Ada apa, ma?" tanya Arjuna lalu segera mengambil tas makanan yang dibawa mamanya.

"Mengapa Fiana Adams bisa ada di sini?"

Arjuna yang sementara mengeluarkan makanan yang dibawah oleh mamanya pura-pura mengerutkan dahinya. "Maksud mama apa?"

"Arjuna, jangan katakan kalau Fiana Adams dari apartemen mu ini."

"Mama, memangnya hanya aku yang menempati tempat ini? Wah, aku langsung lapar melihat masakan buatan mama ini, terima kasih ya mama sayang." Arjuna langsung mengalihkan pembicaraan. Ia memeluk mamanya dan memberikan ciuman di pipi. "Aku makan dulu, ma. Maukah mama membuatkan secangkir teh hijau untukku?" tanya Arjuna dengan wajah penuh permohonan. Ia memang lapar karena tenaganya terkuras habis saat bercinta dengan Fiana.

Maura langsung tersenyum. Ia senang karena putranya selalu menyukai masakannya.

Setelah membuatkan teh hijau untuk putranya, ia pun duduk di depan Arjuna yang nampak sedang menikmati apa yang dimakannya.

"Makasi ya, ma. Masakan mama selalu enak."

"Pulang ke rumah. Jangan berdiam di sini."

Arjuna memasukan suapan terakhir makanannya. "Rumah itu mengingatkan aku tentang Zack, Jelo. Rasanya terlalu sakit mengingat kenangan kami, ma."

"Kamu harus belajar menerima kenyataan, nak. Oh ya Dessy sudah kembali."

"Dessy siapa?"

"Masa kamu lupa sama Dessy? Kamu kan dulu sangat menyukai Dessy saat kalian SD. Kamu bahkan pernah bilang ke mama kalau suatu saat nanti kamu akan menikah dengan Dessy."

Arjuna langsung tersedak mendengar kata-kata mamanya. "Astaga mama. Aku sendiri sudah lupa pernah mengangumi seorang Dessy. Papanya sekarang menjadi menteri hukum dan Ham."

"Itu yang mama maksudkan. Jika kamu jadian dengan Dessy, maka kamu punya koneksi untuk proses hukumanmu."

"Mama, pengacara kan sudah bilang kalau hukuman ku pasti tak akan berat. Biar saja aku menjalaninya, ma."

"Nak, Dessy gadis yang baik. Dari keluarga terhormat. Dia seorang diplomat termuda di kerajaan ini. Mama ingin kamu dekat dengan-nya."

"Mama, aku belum mau serius dengan gadis manapun."

"Arjuna sayang, usiamu sudah mau 26 tahun. Mama ingin melihatmu menikah."

"Aku belum mau menikah, ma."

"Setidaknya kamu kenal dulu dengan Deissy. Mama sudah setuju untuk kamu makan malam dengannya besok."

"Mama!"

"Mama juga sudah ijin ke polisi sehingga kamu bisa keluar rumah. Mereka tak akan mengawal mu karena Deissy adalah orang hukum."

"Mama ....!" Arjuna nampak kesal.

"Ayolah, nak. Semua ini untuk kebaikan mu."

"Deissy itu usianya 2 tahun lebih tua dari aku, ma."

"Umur nggak jadi masalah."

Arjuna melepaskan garpu yang ada di tangannya. Siapa yang berani membantah Maura Pekins jika sudah berencana?

***********

Gaun berwarna hitam sudah melekat di tubuh Fiana. Malam ini ia akan keluar dengan pangeran Jeremi.

Wajah gadis itu nampak tak bersemangat.

"Fiana, kamu cantik sekali." kata Rina yang baru selesai mendadani Fiana.

"Kak, aku tak bersemangat untuk pergi."

"Pergilah. Jangan larut dalam kesedihan karena kepergian kakakmu." kata Rina sambil membereskan peralatan make up nya.

"Kak, pasti sakit melalui semua ini kan?"

Rina mengangguk. "Aku ingin berteriak untuk mengatakan kepada semua orang bahwa aku sangat merindukan Jordy. Namun aku juga sudah mengingatkannya untuk berhenti meneruskan permusuhan ini. Ketakutan ku akan apa yang bisa saja terjadi akhirnya menjadi kenyataan. Namun apakah aku harus larut dalam kesedihan ini? Aku punya Axel yang harus kubesarkan. Aku tak mau Axel meneruskan dendam ini." Rina memegang tangan Fiana. "Bantu aku untuk pergi dari rumah ini, Fi."

Fiana terkejut. "Kakak?"

"Aku tak ingin Axel mati sia-sia seperti papanya."

Fiana langsung memeluk Rina. Dia tahu Rina pasti sangat tersiksa berada di rumah ini.

Pintu kamar Fiana terbuka. Nampak Wulan berdiri di sana. "Pangeran sudah datang menjemputmu, nak."

Fiana langsung berdiri. Ia mengenakan sepatunya. Ia menatap Rina. Berusaha tersenyum sebelum akhirnya meninggalkan kamarnya.

Jeremi nampak sedang duduk berbincang dengan papanya Fiana.

Ia langsung terpesona melihat Fiana yang turun dari tangga.

"Saya ijin membawa Fiana keluar makan malam." kata Jeremi.

Fiana langsung melangkah di samping Jeremi. Hatinya sungguh merasa tak tenang.

Mereka tiba di sebuah restoran mewah yang memang khusus untuk kaum bangsawan negara ini.

Fiana turun dari mobil ketika pangeran Jeremi yang membukakan pintu.

Sebuah mobil lain berhenti di dekat mobil mereka. Fiana tahu kalau itu mobil Arjuna.

Arjuna tidak melihat Fiana. Ia berjalan ke sisi lain dan membukakan pintu bagi seseorang.

Fiana terkejut melihat siapa yang datang. Ia mengenal gadis itu. Seorang diplomat muda yang sangat terkenal karena kecantikan dan kepintarannya. Ia juga seorang influencer dengan followers terbanyak di negara ini.

"Deissy!" panggil Jeremi.

Deissy menoleh. "Pangeran Jeremi?"

Fiana dan Arjuna saling berpandangan. Mereka memang sudah saling mengirim pesan dan mengabarkan akan makan malam dengan orang lain. Namun siapa yang sangka mereka akan ketemu di sini.

Deissy menatap Fiana. "Apakah ini gadis yang kamu ceritakan?" goda Deissy.

Jeremi tersenyum. Ia memeluk pinggang Fiana. "Fiana perkenalkan ini diplomat kebanggaan kerajaan ini."

Fiana sebenarnya kaget karena Jeremi memeluk pinggangnya.

Deissy menjabat tangan Fiana. "Kamu cantik sekali. Pantas saja pangeran begitu menyukaimu." bisik Deissy.

"Kalian mau makan malam di sini juga. Kalau begitu kita boleh bersama." kata Jeremi. Namun ia kemudian ingat permusuhan kedua keluarga ini.

"Tapi....." Jeremi nampak ragu. Ia menatap Fiana.

"Jika nona Adams tidak keberatan, maka aku juga tak keberatan makan malam bersama." kata Arjuna sambil menatap Fiana.

"Eh, boleh saja. Tapi bolehkah kita makan di ruangan privat?" tanya Fiana. Ia takut jika kakaknya tahu.

"Tentu saja." Jeremi langsung memanggil seorang pelayan. Ia berbicara sebentar lalu mereka diarahkan memasuki pintu khusus.

Saat mereka sudah berada di ruangan khusus, mereka pun memesan makanan. Fiana yang duduk di depan Arjuna pun nampak tak nyaman karena tatapan Arjuna yang nampak menahan cemburu.

"Fiana, ayo coba anggur ini. Sangat enak." kata Jeremi. Fiana kaget karena Jeremi langsung memegang gelas itu dan menyuapinya.

Fiana nampak tegang karena merasakan kalau kakinya di bawah meja ada yang menginjaknya.

***********

Apa yang akan terjadi kemudian?

1
Gia Nasgia
Edgar penuh dgn misteri dan pak Roman kirain tulus membantu Juna🥺
tintiin21
waduh non stop... 😅😅😅😅😅
Liina Anjani Malick
ada apa ya aku jg bingung bang juna😔🤣
Liina Anjani Malick
makin ke sini makin k sono🤣 jd fiana udh meninggal bnrn😤
Syavira Vira
gemessss
Syavira Vira
lanjut
Gia Nasgia
oh ternyata Edgar dendam dgn orang tua Fiana karena Jordy menikung Edgar🤔 ehh si Juna candu🤭
tintiin21
semakin seru semakin penuh teka teki ini.... 😁😁😁😁
momAriqa
terlove love kak author ❤❤ lanjut kak 🤗🤗
Enny Olivia: makasi ya
total 1 replies
Gia Nasgia
Ihhh kak Hen ternyata kisahnya Arjuna and Fiana penuh teka teki🤭tetap cemungut 🫶💪
Gia Nasgia
Lah giliran Juna yg takut dgn Fiana ehh Diana😂
tintiin21
Dokter edgar masih tanda tanya bgt.. 🤔🤔🤔
tintiin21
ini namanya kado terindah Jun... 😁😁😁
Liina Anjani Malick
jadi gmn moms... 😤teka teki nya bnym syekali... aku udh pusing mikirin kehidupan ku eh jd ikut mikirin idup fiana... astagfirullah🤣
Enny Olivia: makasi tetap membacanya walaupun sudah pusing 😄😄🙏🙏
total 1 replies
Maria Kibtiyah
si edgar punya dendam ma siapa si
Syavira Vira
🥰🥰♥️♥️
Syavira Vira
semangat kak dilanjut 🙏💪👍🏻♥️
Liina Anjani Malick
diana = fiana ya moms😔
Syavira Vira
👍🏻👍🏻💪💪👍🏻♥️♥️♥️
Syavira Vira
lanjuttttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!