Mohon klik tanda jempolnya terlebih dahulu..🙏🙏🙏
KISAH CINTA SEGITIGA DUA SAUDARA
Dimana Evan yang berperan sebagai seorang kakak, mengetahui jika adiknya ternyata juga mencintai gadis yang sangat dia cintai.
Evan terpaksa harus menjauh dari gadis yang sangat dia cintai demi kebahagiaan adiknya. itu dia lakukan karena janjinya terdahulu...di mana dirinya pernah berjanji akan melakukan apa pun demi kebahagiaan adiknya.
Carlos yang berperan sebagai seorang adik, dia tidak mengetahui jika gadis yang dia cintai ternyata kekasih kakaknya.
Apa yang akan di lakukan Carlos saat dia mengetahui yang sebenarnya?
Apa Evan harus terus mengalah demi kebahagiaan adiknya dan melepas cintanya? padahal dia sudah mengalah untuk kasih sayang kedua orangtuanya selama ini.
"Sekarang aku tanya sama kamu, jika ada orang yang merebut Carla dari kamu, apa yang akan kamu lakukan?" Evan menatap Carlos dengan serius.
"Aku akan menghancurkan orang itu, siapa pun dia, aku nggak perduli. Aku nggak mau kehilangan Carla untuk kedua kalinya, aku bahkan rela mati untuk Carla." ucap Carlos penuh dengan emosi.
Ingin tau kelanjutan ceritanya, ikuti terus ceritanya ya. Semoga karya aku ini bisa mengisi kekosongan waktu kalian semua.
Selamat membaca,
😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rosshie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Izinkan aku mengenalmu
Sesampainya di rumah Carla, Carlos membantu Reina untuk keluar dari mobil dan mendudukannya di kursi roda. Carla berjalan kearah pintu dan membuka pintu. Carlos mendorong kursi roda yang di duduki Reina masuk ke dalam rumah. Carlos membantu Reina untuk duduk di sofa ruang tamu.
" Bi..buatkan minuman!" Teriak Carla.
" Baik non." Teriak bik Inah dari dapur. Reina mempersilahkan Carlos untuk duduk.
" Makasih tante." Ucap Carlos lalu duduk di sofa.
Carla berjalan menuju dapur dan membantu bik Inah menyiapkan camilan. Bik Inah dan Carla berjalan menuju ruang tamu sambil membawa minuman dan camilan.
" Silahkan di minum den, nyonya." Ucap bik Inah sambil meletakan minuman di atas meja.
" Makasih bik." Ucap Carlos lalu mengambil minuman dan meminumnya.
" Carla ke kamar dulu ya Ma, mau mandi." Ucap Carla lalu berjalan menjauh.
" Makasih ya nak Carlos sudah mau mengantar tante pulang. Tante jadi merepotkan nak Carlos." Ucap Reina merasa tidak enak hati.
" Nggak apa-apa kok tante, lagian rumahnya juga satu arah." Ucap Carlos sembari menepiskan senyumnya.
" Boleh tante bertanya sesuatu sama nak Carlos?" Ucap Reina sembari menatap Carlos.
" Tante mau menanyakan apa?"
" Apa nak Carlos sudah punya pacar? Maaf jika pertanyaan tante menyinggung perasaan nak Carlos." Ucap Reina. Reina ingin lebih tahu soal Carlos.
" Tidak apa-apa kok tante, Carlos belum punya pacar tante, karena Carlos sibuk di rumah sakit."
" Apa ada seseorang yang sedang nak Carlos sukai? Yang menarik hati nak Carlos misalnya, maaf ya nak Carlos bukan maksud tante untuk ikut campur urusan pribadi nak Carlos. Tante cuma merasa nak Carlos menaruh perasaan sama anak tante." Ucap Reina tanpa basa-basi.
" Carlos juga nggak tahu tante, lagian Carlos juga baru kenal sama Carla dan kayaknya Carla nggak suka sama kehadiran Carlos di sini." Ucap Carlos. Reina mengangguk-anggukan kepalanya.
" Kalau nak Carlos benar-benar suka sama Carla maka tante akan membantu nak Carlos." Ucap Reina. Reina ingin sekali menjodohkan Carlos dengan Carla.
" Kenapa tante mau melakukan itu?" Tanya Carlos penasaran.
Tentu Carlos tidak akan menolak kesempatan besar seperti ini. Sekarang Carlos sudah mendapat restu dari Reina. Kesempatan yang ada di depan mata tidak akan Carlos sia-siakan.
" Karena tante ingin Carla bahagia, tante ingin mencarikan laki-laki yang baik untuk Carla dan nak Carlos sangat cocok dengan Carla. Walau Carla itu orangnya judes tapi hatinya sangat baik."
" Jujur saja tante, Carlos memang tertarik sama Carla, tapi Carlos ingin mendapatkan hati Carla atas usaha Carlos sendiri." Ucap Carlos. Ia tidak bisa membohongi hatinya kalau ia sudah mulai tertarik sama Carla.
" Tante mohon sama nak Carlos untuk menjaga Carla dan membuatnya bahagia."
" Jika Carla mau menerima Carlos maka Carlos akan mencintainya setulus hati tante. Carlos akan membahagiakan Carla. Tapi Carlos nggak bisa memaksa Carla untuk mencintai Carlos."
" Tante tahu, terimakasih karena nak Carlos sudah baik sama Carla."
Carla keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang tamu.
" Sekarang mama harus istirahat, mama kan baru selesai cuci darah." Ucap Carla. Reina menganggukan kepalanya. Carlos membantu Reina berjalan menuju kamarnya. Carla membuka pintu kamar Reina.
Carlos masuk kedalam kamar dan merebahkan Reina di ranjang.
" Makasih ya nak Carlos." Ucap Reina sambil menyentuh lengan Carlos.
" Sama-sama tante, kalau begitu Carlos keluar dulu ya tante karena tante harus istirahat." Ucap Carlos lalu berjalan keluar. Carla menarik selimut dan menyelimuti tubuh mamanya.
" Mama harus istirahat agar cepat pulih." Ucap Carla. Carla duduk di tepi ranjang.
" Nggak usah mengkhawatirkan mama, temanilah nak Carlos." Ucap Reina sambil memegang tangan Carla.
" Baiklah Ma." Ucap Carla. Carla berdiri dan berjalan keluar kamar. Ia menuruni tangga dan berjalan menuju ruang tamu.
" Terimakasih ya dok atas semua bantuannya." Ucap Carla sambil duduk di sofa.
" Sama-sama, aku melakukan ini juga demi calon mertua aku." Goda Carlos.
" Apa! Calon mertua! Maksudnya! " Ucap Carla terkejut.
" Masak kamu nggak tahu, kamu beneran nggak tanu atau pura-pura nggak tahu." Goda Carlos lagi.
" Jangan bercanda ya, siapa juga yang mau menikah sama kamu. Dari tadi aku diam saja atas kekonyolan yang kamu katakan sama mama, karena aku cuma menganggap itu hanya bercanda, tapi kali ini kamu sudah kelewatan. Kita memang berteman tapi kita nggak terlalu dekat untuk membicarakan hal seperti ini. Lain kali jaga bicara kamu!" Seru Carla emosi.
Carlos tidak menyangka ucapannya akan membuat Carla marah. Niatnya hanya ingin bercanda.
" Maaf, aku nggak bermaksud untuk membuat kamu marah. Aku cuma mengutarakan apa yang mama kamu bicarakan tadi sama aku."
" Maksud kamu apa?" Tanya Carla penasaran.
" Tante meminta aku untuk menjaga kamu, tante ingin aku menikah dengan kamu." Ucap Carlos sembari menatap Carla.
" Apa! Menikah! Gila! benar-benar gila!" Ucap Carla terkejut. Carla mengeleng-gelengkan kepalanya. Ia tidak percaya mamanya bisa berbicara seperti itu dengan orang yang belum lama di kenalnya.
" Siapa yang gila?" Tanya Carlos binggung.
" Kamu!" Ucap Carla kesal.
Tutt..tutt..tutt..
Carla mendengar ponselnya berbunyi. Ia mengambil ponsel dari saku celananya.
" Siapa lagi coba, nggak tahu apa orang lagi emosi." Ucap Carla kesal lalu menjawab telfon tanpa melihat siapa yang menelfon.
" Ada apa?" Ucap Carla keras.
" Galak banget sih." Ucap Evan terkejut.
" Aku lagi emosi tahu." Ucap Carla kesal.
" Kalau kamu emosi kenapa kamu meluapkannya sama aku? memangnya salah aku apa coba." Ucap Evan binggung.
" Benar juga ya kata Evan, kenapa aku marah-marah nggak jelas sama dia. Dia kan nggak tahu apa-apa. Seharusnya aku marah sama dokter yang nggak tahu diri ini. " Bathin Carla.
" Maaf.."
" Kamu marah sama siapa sih?" Tanya Evan penasaran.
" Ada pokoknya, kalau melihat wajahnya ingin rasanya aku tonjok itu muka yang sok alim." Umpat Carla sambil menatap Carlos.
Carlos hanya tersenyum mendengar Carla sedang mengumpatnya. Carlos senang melihat wajah Carla saat sedang marah. Wajahnya terlihat semakin cantik.
" Ngapain kamu senyum-senyum, dasar gila!" Ucap Carla ketus.
" Aku nggak tersenyum kok, barusan kamu mengatai aku gila." Ucap Evan binggung.
" Bukan kamu, tapi orang yang ada di depan aku." Ucap Carla kesal.
" Ya sudah deh, kamu urusin dulu teman kamu itu, bye." Ucap Evan lalu mematikan telfonnya.
" Sudah puas marah-marahnya." Goda Carlos sembari menyungingkan senyumnya.
" Aku belum puas, ingin rasanya aku memberi kamu pelajaran, tapi karena ini bukan sepenuhnya salah kamu jadi aku mengurungkan niat aku." Ucap Carla sambil mengerucutkan bibirnya. Ia benar-benar sangat kesal. Ia tidak menyangka mamanya akan berfikiran sejauh ini.
Carla berdiri dan mendekati Carlos yang masih senyum-senyum sendiri.
" Jangan kamu dengerin ucapan mama aku. Lebih baik kita nggak usah bertemu lagi, aku nggak mau mama semakin ngaco ngomongnya." Pinta Carla.
" Kalau aku nggak mau gimana?" Goda Carlos.
" Terus apa alasan kamu untuk tetap menemui ku?" Tanya Carla penasaran.
" Karena kamu dan karena permintaan tante." Ucap Carlos sembari menepiskan senyumnya.
" Jangan kamu anggap serius omongan mama aku, karena mama aku nggak tahu apa-apa tentang aku."
" Kalau begitu izinkan aku mengenalmu lebih jauh lagi." Pinta Carlos serius.
" Untuk apa? Kita hanya sekedar teman nggak lebih." Tanya Carla heran.
" Memangnya aku bilang kita lebih dari teman? Aku cuma ingin mengenal sahabat aku lebih jauh lagi, memangnya nggak boleh ? Dan kamu tenang saja, aku juga nggak menganggap serius omongan mama kamu itu."
" Makasih kalau gitu." Ucap Carla tenang.
" Kalau gitu aku balik dulu." Ucap Carlos lalu berdiri dan berjalan keluar. Carla mengantar Carlos sampai di depan pintu.
" Sekali lagi terimakasih."
" Boleh aku minta nomor telfon kamu?"
" Buat apa?"
" Kita kan teman dan aku juga ingin memantau keadaan mama kamu, sekarang mama kamu menjadi tanggungjawab aku."
" Emmm..."
" Tenang saja aku nggak akan macam-macam." Ucap Carlos. Carla mengambil ponselnya dan memberikan kepada Carlos. Carlos mengetik nomor telfonnya di ponsel Carla dan Carla menelfon nomor Carlos.
" Makasih ya, kalau gitu aku balik dulu." Ucap Carlos lalu berjalan menuju mobil. Ia masuk ke dalam mobil.
Carlos melajukan mobilnya keluar dari rumah Carla. Carla masuk ke dalam rumah dan menutup pintu ( ceklek ).
" Mama ini ada-ada saja, kurang kerjaan banget sih pakai acara meminta dokter Carlos untuk menikah sama aku." Gerutu Carla.
🌟🌟🌟🌟
DLM CERITA INI SBENARNYA PLING BENCI DGN TOKOH EVAN.. YG KDUA YAA CARLA JUGA.. KRN MRK TDK JUJUR DARI AWAL TTG HUBUNGAN MRK, DISAAT CARLOS MASUK..
CARLOS GK SALAH.. APA YG DILAKUKAN EVAN SBNARNYA SNGT MRENDAHKN WANITA, KRN ANGGAP WANITA SPRTI BARANG YG BSA DITUKAR GULING, ATAU ALIH TANGAN..
KLO AKU JDI CARLA, AKU TTP NIKAH MA CARLOS, BIAR NYESEK TU EVAN..