NovelToon NovelToon
ARINDRA

ARINDRA

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 3.3
Nama Author: Lesta Lestari

STORY LOVE ARINDRA

Wanita itu mengerjap-ngerjapkan matanya kala ia terbangun di ranjang rumah sakit. Entah berapa lama ia tertidur, saat ini yang dirasakan hanya sakit kepala yang luar biasa menyerangnya.

Beberapa orang muncul setelah kesadarannya, namun tak satupun ia mengenalnya. Ia berusaha mengingat, namun semua di luar kuasanya.

"Mbak menderita amnesia anterograde"
Kata seorang dokter saat menyapanya

Namun sesosok bayangan muncul di balik pintu kaca, seorang laki-laki berbaju putih itu menatap ke arahnya, seketika ia teringat apa yang sudah terjadi pada dirinya dan menjerit memukul-mukul kepalanya.

"Brengsek, laki-laki brengsek, tak cukup kau memperkosaku, kau pun ingin membunuhku, pergi-pergi"

Jeritan itu terus menerus terlontar, air matanya juga tak kuasa dibendung. Membuat beberapa orang yang di ruangan itu pun panik, karena wanita itu juga memukul-mukul kepalanya dan berusaha melepas selang infusnya dan hendak berlari, namun pada kenyataannya ia malah terjatuh di sisi ranjang dan kaki yang tak bisa digerakkan.

Syabila Arindra nama wanita itu, kisah sedih pilu, romantis dan misteri hidup yang menyelimutinya. Sanggupkan bertahan dan apa yang membuat ia bertahan???

Nantikan selalu Upnya ya pembaca budiman, dang lupa komentar terbaiknya 😆😆

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

"Sekali lagi ana ulangi dengan mengucap bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīm, dan memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada khalayak terutama keluarga Afdan dan Afdan sendiri tentunya. Ana mewakili putri ana yang bernama Aulia Syara Hanifa tidak bisa menerima lamaran ini dan pernikahan antara keduanya tidak bisa dilanjutkan"

Abi Hasan tertunduk, airmatanya pun berlinang. Semua mata tertuju pada Abi Hasan, yang kini terdiam.

"Tapi kenapa Abi, bukankah pembicaraan tempo hari Abi Hasan dan keluarga menerima Afdan. Dan bukankah Abi sendiri yang mentaarufkan Afdan dengan Syara. Kenapa jadi seperti ini, apakah ada yang salah dengan Afdan sehingga Abi Hasan berubah fikiran?"

Ucap pria paruh baya yang tadi menyampaikan lamaran itu, dengan geram dan menahan rasa malu. Wajah kecewanya tak bisa ia tutupi, sorot matanya nanar melihat Abi Hasan yang tertunduk dan menangis.

"Mohon maafkan Ana akhi, ini bukan salah Afdan. Murni kesalahan ana, semalam ana sudah menerima lamaran dari laki-laki lain dan dalam minggu ini Syara juga akan menikah dengan laki-laki itu"

Abi Hasan berbicara sambil tertunduk,

"Sungguh kejam apa yang akhi lakukan pada keluaga ana. Sungguh ana tak akan melupakan peristiwa memalukan ini. Kenapa tidak antum katakan tadi pagi, sehingga keluarga kami tidak menerima rasa malu sebesar ini"

"Maafkan ana Abi Afdan, sungguh ini di luar kuasa ana. Mohon maafkan ana dan keluarga, ana tak sampai hati menyampaikan berita ini tadi pagi, ana fikir ana bisa menolak lamaran laki-laki itu namun ternyata ana tak bisa. Mohon maaf, mohon maaf sekali lagi"

"Siapa laki-laki itu Abi, sehingga Abi tak mampu menolaknya?"

Afdan di tengah rasa kecewa dan malunya masih mampu bertanya dengan lembut pada Abi Hasan.

"Maafkan Abi Nak, Abi tak bisa mengatakannya sekarang, jika saatnya tiba Afdan akan tau dengan siapa Syara menikah, Abi hanya mampu mendoakan yang terbaik bagimu nak"

Meski tak puas akan jawaban Abi Hasan, namun Afdan dan keluarga akhirnya memohon diri untuk kembali pulang dengan rasa malu dan kekecewaan yang dalam.

Sementara di rumah Abi Hasan, para kerabat yang berkumpul ingin menanyakan apa yang terjadi sesungguhnya akhirnya membubarkan diri. Abi Hasan setelah mengantar kepergian keluarga Afdan langsung memasuki kamar dan mengunci diri di dalam. Umi Hasan juga tak banyak bersuara, ia hanya mampu menjawab berbagai pertanyaan kerabatnya dengan gelengan kepala.

Mengantar mereka, saat berpamitan pulang. Malu, sungguh Umi Hasan juga malu akan tingkah suaminya yang secara tiba-tiba menolak lamaran lelaki yang sangat ingin dijadikan menantunya itu.

Syara yang masih Syok dan tak tau apa-apa akhirnya juga berdiam diri di kamar. Air matanya mengalir deras, bagaimanapun Afdan adalah sosok yang pas baginya. Dan ia dalam diam sudah menaruh rasa pada Afdan semenjak lama. Sosok Afdan yang cerdas, tegas membuatnya kagum, dan asa itu semakin besar saat Abinya menawarkan proses taaruf dengan Afdan padanya.

Sungguh, pada akhirnya ia menaruh harapan besar itu saat taaruf pun lancar tanpa kendala meski hanya sebulan prosesnya. Namun bagai godam raksasa yang menghantamnya, justru saat momen khitbah yang ditunggunya Abinya memberi tangisan luka pada dirinya.

Hana datang setelah dzuhur ke rumah Syara, ia melihat suasana sudah sepi hanya ada beberapa orang yang sedang membereskan peralatan bekas acara.

"Apa acaranya sudah selesai ya kak?"

Hana datang bersama Hans kakaknya, karena ia juga penasaran sosok laki-laki seperti apa yang melamar sahabat adiknya itu sampai-sampai adiknya dia bukan laki-laki tipe Syara. Ia hanya merasa cukup direndahkan oleh gadis cupu itu menurutnya.

Bagaimanapun seorang Hansel banyak diburu wanita, tapi ia tidak pernah memabfaatkan itu memilih setia dengan Karina kekasihnya. Namun naas, kesetiaan yang sudah bertahun-tahun dia bangun dihancurkan begitu saja oleh sang kekasih yang memilih berkhianat darinya.

Hans mengangkat bahu tanda tak tahu menjawab pertanyaan Hana. Hana menghampiri dua orang perempuan di depannya, ia melihat Umi Hasan menangis didampingi oleh Umi Ami.

"Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh Umi"

"Walaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh, Hana sama siapa dateng"

Umi Ami yang menjawab salam Hana, sedang Umi Hasan dengan cepat segera menghapus air matanya.

"Hana sama Kak Hans mi, Umi apa kabar?"

Hana menyalimi ke duanya, disambut pelukan hangat dari keduanya.

"Alhamdulillah sayang, kami semua baik. Mana kakakmu"

"Ada di depan mi, lagi duduk. Enggak mau masuk, mau istirahat dan ngerokok dulu katanya"

"Oh ya udah, udah makan?"

"Tadi udah mi sewaktu mau berangkat kesini"

"Ya kan tadi sekarang makan dulu sana, ajak kakakmu"

"Nanti aja mi masih kenyang, oh ya Umi acaranya sudah selesai ya, Syara dimana?"

Hana mencoba bertanya pada Umi Hasan yang sedari tadi diam dan tertunduk, tak biasanya seperti itu. Ia biasanya datang dengan sambutan ramah, hangat dan senyum. Tapi kini meski ia masih disambut hangat tak ada senyuman di wajahnya, dan suara ramah itupun menghilang.

"Ada apa sebenarnya?, apa acaranya batal?"

Guman Hana dalam hati, namun segera ia tepiskan prasangka itu. Bagaimanapun ia selalu berharap yang terbaik bagi sahabatnya itu.

"Syara di kamarnya sayang"

Lagi-lagi Umi Ami yang menjawabnya.

"Apa boleh Hana menemui Syara umi?"

Umi Ami melirik Umi Hasan dan dijawab anggukan olehnya. Meski banyak pertanyaan muncul dalam benaknya, Hana tak berani menanyakannya terlebih pada dua orang yang sangat dihormatinya itu.

"Assalamualaikum Ra, kamu di dalam?"

Syara yang mendengar suara sahabat baiknya itu bergegas bangun membukakan pintu kamarnya. Terlihat sosok Hana yang berdiri mematung melihatnya sedikit berantakan dan tangisan yang belum terhenti.

Syara memeluk sahabatnya itu, dan menumpahkan air matanya yang sudah sejak tadi menguar di kedua pipinya. Hana yang diperlakukan seperti itu kemudian membawa masuk Syara dan mendudukkannya di atas kasur.

Ia menatap sahabatnya itu, sorot mata yang biasanya selalu terlihat binar bahagia kini hanya terpancar kesedihan. Raut wajah ceria kini tak tampak lagi ada, yang Hana tangkap adalah kepedihan.

Hana menghapus air mata sahabatnya itu, ia tak ingin bertanya mengapa atau kenapa. Ia sengaja membiarkan Syara menumpahkan emosinya lewat air mata. Ia menunggu Syara yang bicara, untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

"Apa salah aku Han sehingga aku mendapatkan hal yang menyakitkan ini"

Hana hanya diam dan menatap, menunggu kata-kata selanjutnya dari Syara.

"Abi tau Han, kalau aku sudah menyukai Afdan sejak lama, dan Abipun memberi harapan agar aku bisa bersanding dengan orang yang aku cintai, tapi Han...."

Syara makin terisak, melihat Syara seperti itu Hana mulai berfikir apakah Daddynya.

"Aaahh mana mungkin"

Jerit hati Hana, sungguh ia tak tega melihat sahabatnya seperti ini. Baginya keluarga Syara adalah keluarga ke dua baginya, dan ia tak rela melihat mereka tersakiti apalagi oleh keluarganya sendiri. Keluarga Abi Hasan adalah keluarga yang sangat baik menurutnya. Sebuah keluarga yang menjadi panutan dalam contoh penerapan keluarga islami.

###########

**Alhamdulillah chapter 11 done

duh sedih aku jadinya...

Ternyata Syara udah jatuh cinta sama Afdan dah lama, apa Afdan tau ya kalo Syara sangat menyukainya?

Udah ketebak dong laki-laki yang mau dinikahkan sama Syara ini siapa???

makin seru kan gan

yuk ah langsung cus aja ke chapter selanjutnya tapi....

sebelum up

tinggalkan jejak dulu ya

vote like comen poin and follow ya

selamat membaca next chapter selanjutnya

❤❤❤❤❤❤**

1
Julia Lubis
Kenapa harus sad ending sih😭😭😭😭
Nurma Lisa Hasanah
ihhh author kenapa ngambil foto idola saya... udah ganteng hafiz Qur'an jg...itu punya saya Thor hehehe 🤭
Tiwi Rahayu
sungguh baru kali ini aku kecewa lihat Jack menikahi Hana 😭😭😭😭
Tiwi Rahayu
tidak mudah melupakan rasa sakit yang dialami oleh Arindra ,rasa sakit yang ditorehkan berulang ulang,kematian orang tuanya dan orang disekitarnya yang turut jadi korban ...
Tiwi Rahayu
aku suka gayamu Arindra...bangkitlah dan bslaskan rasa sakit hatimu.
Tiwi Rahayu
nyesek banget kisah mu Syara tapi lebih miris dan nyesek Arindita yang tidak tau kalau sudah dinikahi dan hamil dari seorang pria pemerkosa dan parahnya lagi beristri 2 ...
Tiwi Rahayu
terkejut dong aku saat Abi Hasan tidak menerima pinangan Afdhan buat Syara
Tiwi Rahayu
Gimana nih jadinya Arindra. apabila tersadar dari komanya mengetahui fakta dia hamil dan lebih parahnya , orang yang harusnya bertanggung jawab malah menikahi orang lain.
Tiwi Rahayu
sediih banget Hana mengetahui kakak yang sangat disayangi dan dikagumi sanggup melakukan pemerkosaan dan yang hadir penyebab sikorban menjadi celaka 😭😭😭
Nur Khofifah
baru baca karya kk ternyata bagus banyak inspirasi banyak hal yg menuju islamnya banyak banget pelajarannya...
tpi kok kisahnya hana sama jack gx di lanjut kak😁
en_en
cerotanya bagus. 👍👍👍bisa out the box
Rain sky
saya dukung mereka gak bersatu😇
Anh PGRI
Terima kasih. novel yg banyak ilmu. salut buat author dan sukses selalu. Amin YRA
Dedeh Hasanah
xxc5
Dedeh Hasanah
,99,,999c, 9,
Mbak Gading Qeyod
aq gak suka polygamist, secara tidak ada hati wanitapun yg akan iklhas
tpi dgn novel ini dpt pelajaran jg dlm artian luas.......
(dan aq ttp menolka poligami) hehhehe

semangat thorrrr.......
Reny Ganestya
kasihan sama aindra ,,,
kasih jodoh buat aindra thor jga sama hans
Ari♈Aries
👍👍👍👍👍
Anggie Nifmala
CeritanyA bagus..
yeni nofriza
Disini yg terluka batinnya wanita2 sholeha...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!