Rendi yang merupakan putra sulung keluarga atmadinata yang tak asing lagi nama nya dikalangan pebisnis tanah air memiliki wajah yang tampan nan rupawan.
Tak heran banyak mahasiswa indonesia yang menyelesaikan studi nya di universitas oxford dilondon dimana tempat rendi tumbuh besar dikota terbesar di eropa itu tergila-gila dengan ketampanan dan kepintaran nya.
Meski memiliki wajah yang berbeda dengan ayah nya akan tetapi kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa ketampanan nya adalah warisan dari ayah nya.
Rendi yang sudah lama mengubur kisah pilu dimasa kecil nya, kini harus kembali ketanah air untuk memimpin perusahaan CEG yang telah bersinar kembali nama nya.
Meski berulang kali berusaha menolak tapi kali ini rendi mengabulkan permohonan ayah nya. sebab, sebagai putra semata wayang keluarga atmadinata mau tidak mau ia harus terjun kedunia bisnis dan berbakti kepada keluarga atmadinata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa Lim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11
Rendi berjalan pelan menghampiri fay dan nayla. agus yang melihat rendi mendekati model nya segera menghampiri rendi
"Maaf pak rendi, saya lupa memperkenalkan felisya." ujar agus sambil tersenyum.
"Fay!!" panggil agus agar fay menghentikan pembicaraan nya dengan pria yang berstatus sama seperti nya.
"Ya pak" jawab fay ketika ia mendengar nama nya disebut.
"Sini!! saya mau ngenalin kamu dengan orang yang telah memilih mu sebagai bintang iklan produk nya." ujar agus sambil menarik tangan fay.
Fay berjalan mendekati keberadaan rendi dan agus sambil memandang wajah tampan rendi yang sedang tersenyum memandang wajah nya.
Rendi kehilangan kepercayaan diri nya ketika fay sudah berdiri tepat dihadapan nya.
"Kenalin fay nama nya pak rendi atmadinata." ujar agus.
Rendi mengulurkan tangan nya dan disambut oleh fay dengan senyuman manis nya yang membuat rendi kehilangan akal sehat nya.
"Rendi? nama yang persis seperti ayah saya." ujar fay sambil melepaskan tangan nya dari tangan rendi yang terus memegang nya.
"Mungkin orangtua saya salah satu penggemar ayah mu." ujar rendi sambil tertawa pelan dan fay ikut tertawa mendengar ucapan rendi.
"Oke pak rendi, silahkan dilanjut saya mau permisi dulu." ujar agus yang tak ingin mengganggu klien nya yang sedang berusaha menggoda model nya.
Rendi mengajak fay dan nayla bergabung dimeja nya bersama harry.
Mereka duduk dan berbincang-bincang dan saling mengenalkan diri.
Fay begitu terkesima dengan rendi yang masih muda namun sudah mampu memegang perusahaan yang besar dan fay begitu mengagumi kepintaran rendi setelah harry mengatakan bahwa bos nya adalah lulusan terbaik diuniversitas nomor satu di london.
Perasaan cinta dan saling mengagumi diantara kedua nya telah tumbuh didalam hati mereka. rendi yang untuk pertama kali nya merasakan jatuh cinta membuat nya ingin memiliki felisya seutuh nya dan fay juga merasakan hal yang sama.
Tak terasa perbincangan mereka telah menghabiskan waktu yang cukup lama.
"Fay, gawat nih udah jam 4 pagi." ujar nayla sambil menyentuh lengan fay yang masih asik berbincang dengan pria yang mulai dicintai nya itu.
Fay terkejut mendengar ucapan nayla dan segera menghentikan pembicaraan nya.
"Pak rendi, kami permisi pulang duluan ya!!" ujar nayla sambil menarik tangan fay.
"Baiklah, biar saya yang akan mengantarkan kalian pulang." jawab rendi sambil berdiri dari tempat duduk nya.
"Terima kasih pak rendi." ujar nayla
"Panggil saya dengan sebutan nama saja, terdengar seperti ada jarak diantara kita." balas rendi yang tak ingin dipanggil para gadis-gadis dengan sebutan bapak.
Mereka mengangguk mengerti.
"Ayo kita jalan." ujar rendi sambil mempersilahkan fay dan nay agar berjalan didepan nya.
Harry menepuk bahu rendi,
"Kau memang benar-benar hebat ren, seperti felisya telah jatuh hati padamu." ujar harry karna felisya dengan mudah nya memberikan nomor ponsel nya kepada pria yang baru saja dikenal nya.
"Berkat bantuan mu harry." balas rendi sambil merangkul bahu harry.
Sesampai nya diparkiran mobil. Rendi membukakan pintu mobil nya untuk fay dan nayla.
"Manis sekali perbuatan nya fay." ujar nayla yang merasa gemas melihat rendi yang memperlakukan mereka bak putri raja.
"Seperti nya aku sangat menyukai nya nay." jawab felisya dan mereka menghentikan pembicaraan nya ketika rendi masuk kedalam mobil nya.
Fay mencuri pandang menatap mata rendi dari kaca spion yang memantulkan bayangan wajah rendi.
Rendi menyadari bahwa fay sedang memandangi nya dan ia tersenyum menikmati suasana seperti ini.
Rendi melajukan mobil nya menuju istana arsyad setelah fay dan nayla memberitahukan tempat tinggal mereka.
Sesampai nya disana fay dan nayla turun dari mobil dan rendi juga ikut turun.
"Oh jadi kalian tinggal disini." ujar rendi sambil memandang rumah nayla.
"Iya, kamu sudah bisa pergi kok." jawab fay
"Aku akan pergi kalau kalian sudah masuk kedalam." ujar rendi
Fay dan nayla tak ingin rendi melihat mereka masuk kedalam rumah sambil mengendap-endap.
"Sebaik nya kamu saja yang pergi duluan, ini sudah terlalu pagi." fay mencoba mengusir rendi yang masih berdiri bersandar dimobil nya.
"Baiklah, sampai ketemu di studio pemotretan fay." ujar rendi sambil membuka pintu mobil nya dan segera meninggalkan fay dan nayla.
Nayla memanggil-manggil nama penjaga rumah nya dengan suara yang pelan.
"Mas,,mas,,bukain pintu nya dong!!" ujar nayla
Tak selang berapa lama mas penjaga rumah membukakan gerbang untuk mereka.
"Kata nya sebentar mbak, kenapa sampai pagi? kalau sampai tuan tahu, saya bisa dipecat mbak." ujar mas penjaga nya.
"Makanya jangan sampai mereka tahu." ujar nayla sambil berjalan pelan masuk kedalam rumah.
Nayla membuka pintu rumah nya dengan menempelkan ibu jari nya dan mereka mengendap-endap masuk kedalam rumah lalu membuka kunci kamar nya.
Mereka bernapas lega sebab rencana mereka berjalan dengan lancar.
Fay dan nayla segera mengganti baju mereka dengan piyama dan naik ke atas ranjang nayla.
"Fay, kalau seandainya rendi dan kamu berpacaran, gimana tanggapan mama mu nanti? pasti tante tidak akan setuju kan fay?" ujar nayla yang merasa khawatir dengan fay
"Backstreet ajalah nay, nggak mungkin kan aku bawa rendi kerumah ku dan ngenalin dia sama mama. bisa-bisa umurku tidak panjang nay." ujar fay sambil tertawa
Fay membuka kunci layar ponsel nya dan melihat foto rendi yang ada dikontak whatsapp nya.
"Seperti nya dia orang yang penyayang nay, foto profile nya aja sama kakek dan nenek nya." ujar fay sambil memperlihatkan kontak whatsapp rendi.
"Aku pikir dia orang indonesia asli, ternyata nenek dan kakek nya berwajah bule ya!!" ujar nayla.
"Pantes saja nay wajah nya tampan nggak ketolongan." jawab fay
Tak berapa lama masuk pesan whatsapp dari rendi.
Rendi: "Goodnite fay"
Fay tersenyum kegirangan ketika membaca pesan nya dan segera membalas pesan rendi
Fay: "Nite too"
Fay meletakkan ponsel nya dibawah bantal dan dalam sekejap fay kehilangan kesadaran nya.
***
Rendi yang baru saja tiba dirumah nya berjalan naik kelantai atas menuju kamar ayah nya.
Rendi mencoba membuka pintu kamar daniel dan ternyata daniel tidak mengunci kamar nya.
Rendi berbaring disamping ayah nya yang sedang tertidur lelap.
"Daddy, maafkan aku yang selalu memintamu untuk berhenti mencintai mommy, sebab waktu itu aku tidak mengerti seperti apa perasaan mu terhadap nya dan sekarang aku baru mengerti ternyata seperti ini perasaan cinta." ujar rendi sambil memeluk ayah nya.
g pake lama lah... 🥰
jangan libur berkepanjangan..
khawatir lupa cerita awalnya...
sehat n syemangaaaatt sllu 🥰
s daniel jga ga jujur sama anaknya soal masalah mereka dulu..malah d biarin anaknya berlarut2 benci sma emaknya..herman deh
dri kisah sblmya padahal udh jelas klo s daniel biang masalahnya.
rumah tangga bae2 dia zina sampe buntingin mantan, eh d kasih ksempatan malah ngecewain lagi..
alya sama rendy udh ngalah biarin anaknya ikut s daniel eh malah ga pernah d kasih pengertian k anaknya soal duduk permaslahan mereka..skrng udh kek gini masih seolah2 dia korban..hadehhh
kenapa and bisa JD pembangkang
karna ketika salah satu Dr ortu mendidik yg satunya membela maka ank JD pembangkang karna merasa kalau suatu ketika dia buat kesalahan pasti akan ada yg membelanya,,,,
siap siap,,,,,,
kapan aja bom bisa meledak,,