NovelToon NovelToon
Jejak Virtual SAGA

Jejak Virtual SAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Aplikasi Ajaib / Romansa / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:57.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sebutir Debu

KARYA INI MERUPAKAN KARYA JALUR KREATIF.

"Jejak Virtual SAGA" adalah sebuah novel fiksi yang menggambarkan perjalanan Gaffi dan Salsa di dunia virtual demi sebuah Misi.

Gaffi dan Salsa adalah dua orang dari seratus programmer yang mengembangkan aplikasi cerdas untuk masa depan. Mereka menciptakan aplikasi revolusioner yang memungkinkan pengguna untuk memasuki dunia virtual yang mendalam dan menarik.

Ditengah kebahagiaan atas sempurna nya aplikasi itu. Satu kabar justru harus mereka dengar dari Tim Profesor.

"Tidak ada jalan lain.Semua programmer sudah di uji. Hanya Kalian yang bisa masuk ke dunia Virtual itu. Kita harus mencegahnya. Jika tidak masa depan generasi kita akan hancur." Ucap Professor Kim.

"Tapi kenapa harus menikah?!" Teriak Gaffi dengan tatapan marah.

"Karena hanya sepasang orang yang menikah di dunia nyata yang bisa memiliki hologram itu. satu-satunya cara menyelamatkan aplikasi ini dari virus itu."

Salsa dan Gaffi terpaksa menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sebutir Debu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Ungkapan Hati Gaffi

Seorang lelaki dengan rambut keriting yang telah berganti warna menjadi putih tampak menatap lembar demi lembar laporan dari sang asisten. Dahinya bahkan berkerut, bahkan sesekali ia tampak memijat dahinya. Tanpa mengalihkan pandanganya pada lembar itu, ia meraih sebuah alat komunikasi yang ada di atas mejanya.

"Ken kemari bersama Mia, bawa hasil riset mu kemari. Aku sedikit khawatir untuk perjalanan virtual ke dua ini." Suara berat dari lelaki 60 tahun itu tampak pelan.

"Baik Prof." Jawab Ken.

Tak lama, dua orang andalan dari Profesor Kim yang memiliki kemampuan berbeda itu telah hadi di hadapan Profesor Kim.

"Duduklah." Ucap Professor Kim tanpa menatap dua orang tersebut.

Ken menyerahkan hasil dari penelitiannya tentang Jejak Virtual medsos Gaffi dan Salsa dan ia memprediksi sesuatu yang akan di pilih hacker untuk perjalanan virtual berikutnya.

"Ada kode-kode baru di perjalanan besok. Lihat ini Prof." Ken menunjukkan satu bagian algoritma yang baru di selembar kertas yang ia prin out.

"Sudah mencari tahu kira-kira dimana letak penyerang aplikasi kita ini berada?" Tanya Profesor Kim.

"Tim Elang sedang mencari tahu, kita sudah mengirimkan beberapa tim ke Australia dan Belanda juga Korea. Dalam dua tiga hari ini kita akan mendapatkan hasilnya.," Beberapa surat diberikan oleh Ken kepada Professor Kim.

"Mia... Aku ingin kau menambah beberapa personil mu. Entah kenapa aku khawatir pada Gaffi dan Salsa. Tampaknya dugaan ku tak meleset. Ada dendam masalalu dari hacker ini pada Gaffi dan Salsa. Melihat catatan medis Salsa usai perjalanan kemarin, aku khawatir...Untuk perjalanan kedua ini." Kali ini Professor Kim menatap wajah datar Mia.

"Hhhh... Aku sudah meminta bagian gelombang sensorik untuk mencari tahu, tapi sepertinya perjalanan itu memberikan dampak langsung pada syaraf manusia. Layaknya seperti kita yang terlalu lama bermain gadget. Maka itu lebih mematikan." Teliti Mia pada catatan medis Salsa.

"Bip..."

Suara dari layar monitor Profesor Kim.

Ia menurunkan kacamatanya dan membaca pesan yang masuk.

"Dugaan mu benar Mia.... Maka aku butuh kamu untuk menyiapkan satu layar virtual, dan satu chip yang bisa memberikan kita signal secara visual, agar kita bisa melihat apa yang terjadi pada Gaffi dan Salsa. Kali ini hacker betul-betul ingin mengakhiri virus ini. Menang atau Kalah..." Profesor Kim menatap Ken tanpa berkedip.

Tiga orang itu tak menyadari jika pintu yang sedari tadi terbuka, sehingga membuat sepasang suami istri yang merupakan agen perjalanan virtual itu mendengarkan dengan jelas apa yang disampaikan oleh Profesor Kim.

"Jadi... Ia ingin kami keluar dari perjalanan itu hidup atau mati?" Gumam Gaffi.

"Gaffi... Salsa..." Ucap Professor Kim.

Satu kibasan tangan kepada Ken dan Mia membuat dua asisten Profesor Kim keluar. Mereka paham jika ada hal yang ingin di sampaikan Profesor Kim.

"Duduklah...." Pinta Profesor Kim pada Gaffi dan Salsa.

Salsa dan Gaffi duduk dihadapan Profesor Kim dengan dahi yang datar, mereka menanti penjelasan Profesor.

"Kita bisa menarik semua aplikasi ini. Dan menghancurkan aplikasi yang telah kita luncurkan...." Profesor Kim menatap Gaffi dan Salsa silih berganti.

"Tidak!" Jawab dua orang itu bersama.

Professor Kim menautkan alisnya dan kembali menatap dua orang itu silih berganti.

"Saya bahkan sedang menciptakan satu aplikasi yang bisa saya kombinasikan dengan aplikasi itu Prof...." Ucap Gaffi penuh harap. Ia dulu berjuang keras agar bisa masuk kedalam bagian dari proyek HVR, demi satu mimpinya. Ia berharap bisa menciptakan satu aplikasi yang dimana kelak, anak cucunya termasuk dirinya masih bisa melihat masa lalu dan hadir di masalalu. Karena ada banyak kenangan pada masalalu Gaffi. Bahkan ada seseorang yang kini terpuruk, dan butuh alat itu agar bisa memiliki harapan hidup.

"Sekalipun nyawa menjadi taruhannya, saya ingin aplikasi itu tetap dilanjutkan... " Salsa menjawab dengan tatapan sungguh-sungguh. Ia pun sedang menciptakan satu Assetdatabase agar kelak Program HVR bisa menciptakan satu sensasi dimana orang lain bisa masuk dan merasakan jika menjadi orang lain. Hal itu karena ia ingin sekali Mrs. Tania bisa mencoba penemuan yang ia kombinasikan dengan aplikasi yang masih ia sempurnakan, ia ingin orang tuanya merasakan bagaimana rasanya selalu dibandingkan, selalu dianggap gagal.

"Tapi...." Profesor Kim menyerahkan selembar prin out yang baru keluar dari printer.

Ia menyerahkan selembar kertas itu pada Gaffi dan Salsa.

Suami istri itu saling pandang.

"Menginaplah di sini. Dua hari lagi virus itu akan terbuka. Kita akan memulai perjalanan itu jika tekad kalian sudah bulat." Ucap Professor Kim.

Sepasang suami istri itu menyerahkan semua alat digital mereka pada Ken. Sedangan Mia, ia meminta Salsa untuk istirahat sebentar dan mengambil sampel darahnya.

"Apakah aku akan mati?" Tanya Salsa pada Mia saat mereka baru selesai dengan jarum suntik yang baru saja menyedot beberapa mili darah dari lengan Salsa.

"Tidak ada yang tahu umur seseorang. Tapi kamu bisa memilih mau melanjutkan atau tidak..." Jawab Mia menatap Salsa serius.

Ia pun berlalu dan menuju ruangan yang disiapkan untuk dirinya dan Gaffi. Dua hari ini ia harus berada diruang itu bersama Gaffi. Mereka akan dikontrol makan dan vitaminnya.

Malam hari saat mereka masih sibuk menatap layar-layar yang menunjukan algoritma. Gaffi penasaran apa yang membuat Salsa ingin melanjutkan perjalanan virtual mereka.

"Apa alasan mu memilih ini agar bisa mati di perjalanan virtual?" Tanya Gaffi.

"Kau pikir aku ingin bunuh diri?" Jawab Salsa kesal.

"Lalu apa alasan mu?"

"Aku hanya ingin tahu siapa dia? Apa hubungannya dengan ku. Kenapa ia harus mengorbankan nyawa orang lain agar kita bisa terlibat dalam perjalanan ini!," Kembali Salsa kesal karena ia merasa di permainkan.

Gaffi menghabiskan satu gelas susu yang diberikan tim Mia untuk dirinya.

"Apakah kita mengambil hak seseorang? Dan itu orang yang sama?" Tanya Gaffi seraya menyerahkan satu gelas susu.

"Mungkin... Tapi melihat kode ini... Dan ini...." Jari Salsa bergantian menyentuh layar-layar.

"Dia perempuan?" Tebak Gaffi.

"Hari ini aku percaya Bahwa Profesor Kim benar, kamu memang salah satu yang terbaik." Salsa menerima segelas susu itu. Mereka menatap layar-layar yang tersu berganti kode-kode nya. Mereka tak bisa berselancar di sana, hanya Ken dan tim yang berselancar di algoritma itu. Mereka hanya menikmati hasil itu dari layar dan mengamatinya.

"Katakan saja jika kamu melihat sesuatu yang terjadi di masa depan... Itu alasan mu mau menikah dengan ku bukan?" Salsa berdiri tepat di layar besar. Dan mencubit satu bagian layar sehingga berhenti bergerak dan tampak kode itu menjadi besar.

"Future-Virtual-Salsa-" Tulisan di layar yang dicubit Salsa.

"Katakan... Apakah dimasa depan kita memang sepasang suami istri?" Tanya Salsa pada Gaffi.

Salsa menoleh ke arah Gaffi.

"Katakan... Apakah sebelum kita menikah ada orang yang ingin menikah dengan mu? Tapi kamu menolaknya? Jika Ya, maka orang itu yang sedang menginginkan kematian mu. Karena di masa depan, kematian mu.... Membuat ku menjadi lelaki tanpa kehidupan...." Gaffi menatap kedua netra istrinya dalam, bahkan kini Gaffi tak segan-segan memeluk tubuh Salsa.

"Mari kita rubah garis takdir itu dengan keluar dari perjalanan Jejak Virtual itu hidup-hidup....Aku mencintai mu.... Salsa..." Bibir Gaffi mengucapkan isi hatinya.

"Bohong!" Teriak Salsa yang mendorong Gaffi dengan kasar.

1
solihin 78
rupanya ifah lah biang keladinya
Rusdan fanani
bagus buanget sambil belajar jdi ibu dan istri yg baik
umi @lthofa
karya jozzzzz gandos rewo2,,,,,,semoga ada produser film yang melirik 😍😍😍😍😍
umi @lthofa
hana kah?????
anak dari alleyah dalam novel istri yang dianggap buta?????
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
iyalah jangan kasar² kan dia sedang mengandung kalau kau maen kasar kasian juga dia
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
hati hati sama tuh org semoga km baik² saja salsa
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
dia bertemu sama Ifah kan dia anaknya alisha
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
ada apa dibalik air terjun itu ko salsa menyuruh gaffi buat melihat nya
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
udh mulai ada titik terang
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
hacker tuh siapa sih ko dia mau balas dendam
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
semoga aja perjalanan mereka cpt selesai
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
semoga aja salsa Istiqomah
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
gak apa² dong sesekali dia dandan
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
burung apa yang berdiri tuh 🤭
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
emang bisa gaffi kau rebut dari salsa
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
wah akan kah gaffi akan direbut oleh wanita lain
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
gak pernah salah kalau keturunan nya datang ke gaffi
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
aku yakin kalian akan berhasil melakukan ny
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
semoga aja kalian tetep bersama
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
ternyata salsa tuh alergi sama kucing
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!