Bahaya!
Seorang gadis manis menjual dirinya sendiri pada kakak iparnya. Kirana namanya dia mendapat perlakuan sadis dari sang suami yang menyuruhnya menjadi wanita malam.
Kirana tidak pernah di sentuh oleh suaminya, sehingga hubungan terlarang antara dirinya dan kakak iparnya perlahan menjadi sebuah kerangka cinta.
Mampukah cinta mereka meruntuhkan norma, dan membebaskan Kirana dari cengkeraman suaminya?
Simak kisah lengkapnya dalam Novel Pelacur tapi Perawan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta tanpa ucapan
Lengan Alvin bergetar saat sosok itu nampak hendak tersenyum ke arahnya dan secepat kilat Alvin menarik sosok itu ke dalam pelukannya, air matanya jatuh berbarengan suara tangis yang menyayat.
Di lantai bawah Jack mulai gelagapan di tambah suara tangis Alvin yang terdengar begitu pilu hingga mampu membuat urat nadinya berdenyut lebih cepat. Jack berlari ke tempat di mana semula dirinya meninggalkan Alvin dan tiba tiba matanya terbelalak saat di sana tampaklah Alvin menangis memeluk sosok tersebut.
"Sayang, maafkan aku.. maaf.." Lirih Alvin beberapa kali mengecup kening Kirana yang kini sama sama menangis dalam hati karena air matanya sudah kering sejak lama.
Suara ambulan terdengar meraung mendekat ke arah mereka dengan air mata yang masih terjatuh Alvin mengangkat tubuh itu berlari menuju ke arah bawah dan langsung masuk membiarkan para perawat merawat Kirana.
Alvin benar benar tidak habis fikir dengan apa yang di lakukan Joshua pada Kirana, mengapa orang itu bisa senekat dan sejahat itu pada orang yang bahkan tidak pernah membuat dirinya kehilangan apapun.
Jelas itu semua di lakukan Joshua karena Alvin, Alvin sadar akan hal itu dia tidak akan pernah memaafkan Joshua apapun yang terjadi, meski Joshua memohon dan menangis darah pun Alvin tidak akan melepaskannya kali ini.
Malam itu berjalan dengan tenang, karena semua pihak bersifat mendukung namun hasil laporan Dokter mampu membuat dada Alvin berdegup cepat dan tak mampu berkata apapun.
Kirana tengah hamil, dan kondisinya sangat jauh di katakan dari kata layak bahkan rahim itu sudah hampir mengering namun ajaib bayi dalam kandungan Kirana ternyata baik baik saja meski jelas saat itu kondisinya kekurangan gizi.
Alvin menatap wajah Kirana yang kini tertidur dengan tenang, wajah cantik itu berubah menjadi begitu kurus dan hal itu sungguh sangat menyiksa batin Alvin, rasa bersalah dan penyesalan tanpa akhir kini benar benar dirinya rasakan.
Status dan Identitas kini tidak menjadi bahan prioritas Alvin, dirinya hanya berharap bisa hidup bahagia bersama Kirana dan itu sudah cukup bagi Alvin.
"Gelap.. Kak Alvin.. tolong.." Kirana mengigau dan refleks Alvin mengusap dan menggenggam tangan Kirana dan mengecupnya berulang ulang, mungkin ringisan itulah yang satu bulan ke belakang ada dalam bibir Kirana.
Alvin menempelkan telapak tangan Kirana yang mungil di pipi Alvin, merasakan hangatnya perasaannya yang mengalir, dia sulit mengatakan apapun saat itu.
Jack yang berada di luar ruangan menjadi saksi sekaligus tim sibuk Alvin saat itu, Jack saat itu juga buru buru menghubungi Momy Alvin dan memberi kabar tentang Kirana yang mana saat itu Momy Alvin berada di Shanghai bersama dengan Keenan.
Para tim pencari di bubarkan namun pihak intelejen masih terus mengawasi dan mencari keberadaan Joshua, tidak ada yang tau saat itu apa yang sebenarnya terjadi. Sulit bagi mereka mengusut kasus tersebut.
Pagi hari Kirana akhirnya tersadar sedangkan Alvin belum tidur sedikitpun, mata Kirana terbuka saat pemandangan pertamanya adalah Alvin dia akhirnya tersenyum lega.
"Ternyata bukan mimpi." Lirih Kirana, Alvin mengelus kening Kirana. Tidak ada satu katapun yang mampu terucap dari bibirnya dia meletakan tangan Kirana di bibirnya dan mengecupnya berulang ulang.
Kirana bisa merasakan apa yang kini di rasakan Alvin, dia tahu mungkin Joshua memang memiliki niat jahat sedari awal pada dirinya namun samar samar saat dirinya tak sadarkan diri dia beberapa kali mendengar kata kata yang menyebut nama Alvin, yang itu tandanya semua itu bukan hanya karena motif kebencian Joshua semata yang membuatnya gelap mata.
Wajah lelah dan terpuruk serta syukur bercampur dalam wajah yang biasanya terlihat datar pada orang lain itu, Kirana mengelus lembut pipi Alvin, Alvin memejamkan matanya merasakan kelembutan yang di berikan Kirana pada dirinya.
Kata tak mampu terucap dari keduanya lagi, mereka saling merasakan kerinduan satu sama lain hingga genangan air mata jebol dari mata Alvin dan langsung membasahi lengan Kirana.
"Kak.." Kirana berbisik dan berusaha tersenyum, dia teringat akan perintah Alvin saat di Apartemen dulu untuk memanggilnya sayang, namun benarkah Alvin mencintainya? Namun, Kirana sendiri kini sudah jujur pada hatinya bila dia memang mencintai Alvin.
"Sa..yang.." Lirih Kirana hingga akhirnya suara segukan keluar dari bibir Alvin dan langsung memeluk wanitanya itu dengan segenap perasaanya yang berbaur tak terarah meluap mencurahkan segalanya dalam bulir butir air mata.
"Maaf sayang, ini salah ku.. maaf.." Alvin memeluk Kirana dan beberapa kali mengecup rambut Kirana yang sudah agak lurus karena semalam Alvin dengan hati hati berusaha mencuci rambut itu dengan kain dan menyisirnya penuh kelembutan.
Kirana sungguh tidak tahan dengan perlakuan Alvin, air matanya tak dapat keluar hingga membuatnya hanya dapat memeluk Alvin dan merasakan debaran hebat di dadanya.
"Sayang, maaf.." Lirih Alvin lagi mengecup kening Kirana, Kirana mengedipkan matanya bertanda mengiyakan permintaan maaf Alvin, Alvin tersenyum tulus dan sekilas dan hanya sekilas saja dia mengecup bibir Kirana.
"Istirahat lagi ya? Aku di sini sekarang tidak akan kemana mana lagi." Alvin duduk di tepi ranjang pasien dan mengelus jari jemari Kirana dengan penuh perasaan.
Di sisi lain pencarian Joshua yang kini bahkan melibatkan intelejen luar kotapun belum mampu membawakan hasil yang memuaskan, hingga sebuah kabar tentang organisasi yang sangat rahasiapun masuk ke telinga Jack.
"Tuan, berdasarkan informasi yang saya tahu mereka tidak pernah gagal menemukan apapun di sudut bumi ini, mereka memiliki alat yang canggih dan juga pemilik pusat organisasi itu adalah seorang pria bermarga Attahaya." Mendengar kabar itu Jack sedikit terkejut karena sebelumnya dia memang pernah mendengar nama besar itu, namun itu juga dua satu marga yang di miliki dua keluarga sekaligus.
"Bukankah Raisa sudah tidak ingin menangani kasus apapun lagi sekarang, setelah dia menikah?" Jack berbicara mengira bila marga itu berasal dari keturunan seorang Mafia kelas kakap yang kini keturunan terakhirnya sudah memiliki 5 orang putra yang tampan.
"Bukan Nona Raisa yang saya maksud tuan, melainkan Tuan Atta. Dia yang terkenal akan kejeniusannya itu." Jack mengangguk faham, dia tahu siapa Atta dia memang tidak pernah bertemu secara langsung namun Atta memang cukup terkenal di dalam bidang teknologi.
"Mereka bukankah tidak memiliki organisasi intelejen, lalu organisasi apa yang kamu maksud?" Kini nampak raut khawatir di wajah Jack tentang bagaimana dia bisa menemui orang seperti Atta.
"Telingaku berdengung keras banget." Seorang wanita cantik bertubuh tinggi dan berambut panjang serta mata indah berwarna coklat keemasan menghampiri mereka semua orang kini terpaku serta terpukau dengan kecantikan gadis tersebut.
Bersambung...
Mbak baru mau maraton lagi dikarya kak Nuah yang sudah tamat
ceritanya bagus👍👍