NovelToon NovelToon
Jerat Siluman Ular

Jerat Siluman Ular

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Cinta Terlarang / Obsesi / Cinta Beda Dunia / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:128.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ifdetul Faihak

Syafira Andriani terjerat siluman ular yang dendam dan benci padanya, akibat kesalahan yang tak ia sengaja, ia harus terjebak di dalam sebuah istana yang di penuhi dengan ular-ular berbisa, ular-ular itu bukan ular-ular biasa, mereka semua adalah siluman ular yang begitu mengerikan di mata gadis berusia 20 tahun tersebut.

Syafira yang phobia dengan ular hidup dalam ketakutan di istana yang megah dan menawan itu, ia sangat takut dengan sekelilingnya, di sana tak ada satupun orang yang ia kenali.

Bagaimana hidup Syafira selanjutnya, apa kesalahan yang sudah ia perbuat? lalu apakah Syafira bisa keluar dari istana dan terlepas dari jerat siluman ular tersebut?

Penasaran dengan kelanjutan kisahnya! jangan lupa pantengin terus dan ikuti kelanjutannya. Dan jangan lupa pula beri dukungan agar author bisa lebih semangat!

Jangan lupa follow akun media sosial author!
Tik-tok:makhlukangkas4
Ig: makhluk_angkas4
Snack Video: Makhlukangkas4

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ifdetul Faihak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berdebat dengan Maura (Telah Revisi)

"Tutup mulut mu, kau jangan ngarang cerita. Gak ada yang akan di rugikan selama aku menginjakkan kaki ku di sini, kau jaga ucapan mu, jangan mengarang sesuatu yang jelas-jelas tidak benar!" Naik pitam Syafira tak terima saat secara tidak langsung Maura menghinanya.

Syafira memang manusia bukan manusia jadi-jadian seperti mereka, tapi dalam lubuk hati yang terdalam tak pernah terlintas sedikitpun di benaknya bahwa suatu saat nanti kakinya akan menginjak di istana yang rata-rata penghuninya adalah siluman ular.

"Loh kenapa marah, itu fakta bukan. Kerajaan kami jadi terancam saat kedatangan manusia seperti mu, seharusnya kau itu pergi jauh-jauh dari sini, tidak perlu tinggal di sini lagi!"

Maura tak suka dengan keberadaan Syafira, dari awal ujaran kebencian terus Maura layangkan tanpa ampun.

"Kalau aku tidak mau bagaimana." Respon Syafira berusaha melawan Maura.

Menurut Syafira tak ada gunanya ia diam dan terus menerus takut, jika terus begitu maka harkat martabatnya akan di injak-injak.

Maura mengeluarkan tatapan sinis."Kalau kau tidak mau pergi secara baik-baik dari sini, jadi siap-siap aja mati di tangan ku!"

Syafira tercekat, senyuman mematikan yang terukir di bibir Maura begitu menyeramkan. Kini ia menyesal berlagak pemberani di depan Maura yang merupakan manusia jadi-jadian.

Maura berubah menjadi siluman ular. Syafira terkesiap, tubuhnya bergetar takut, ular adalah hewan yang paling ia takuti dan kini hewan itu berada di depan matanya.

"Ku rasa tak perlu tangan pangeran Andara yang bersih menyingkirkan mu yang kotor, lebih baik aku saja yang akan membuat mu terhempas selamanya!" Tutur Maura penuh ancaman di dalamnya.

Ekor Maura melayang ke arah Syafira. Dengan cepat Syafira menutup mata tak dapat membayangkan hancurnya dirinya jika sampai ekor Maura mengenai tubuhnya.

"Aaaaahhhhh." Teriak keras Syafira ketakutan.

Syafira membuka mata terkejut saat tiba-tiba pangeran Andara berada di depannya dan niat Maura yang akan mencelakainya harus di hentikan.

"Apa mau mu, apa yang mau kau lakuin?" Hardik pangeran Andara murka akan tindakan Maura.

Jika pangeran Andara tak datang tepat waktu mungkin Syafira tidak akan melihat sinar matahari esok pagi.

"Kamu mau celakain dia, celakain aja, tapi sebelumnya lawan aku dulu." Sambung pangeran Andara.

Maura terdiam, mengepal kuat tangannya, usahanya untuk melenyapkan Syafira kembali gagal total dan itu semua gara-gara pangeran Andara.

"Sialan, kenapa pangeran Andara datang di waktu yang tidak tepat, tapi mengapa dia begini pada ku, kenapa seakan-akan dia sangat tidak ingin manusia itu terluka padahal dia sendiri yang bilang kalau dia akan bunuh manusia itu dengan tangannya sendiri." Batin Maura merasa jengkel.

"Kenapa jika aku ingin mencelakai dia, apa kau tidak mau aku menghempaskan manusia yang kau benci itu?"

"Maura aku kan sudah bilang, kalau aku sendiri yang akan melenyapkan dia, kau jangan ikut campur. Aku akan selesaikan masalah ku sendiri aku tidak butuh bantuan mu." Respon pangeran Andara tegas.

Maura makin kesal, rasa bencinya pada Syafira makin menjadi-jadi kala pangeran Andara tak henti-hentinya membelanya.

"Pergi kau dari sini, jangan ganggu dia lagi, kalau sampai aku lihat kau berani mengusik ketenangan dia, kau akan berurusan langsung dengan ku." Peringatan pangeran Andara keras.

Maura yang kalah telak kesal kemudian berlalu meninggalkan mereka.

Pangeran Andara berbalik menatap Syafira yang ketakutan. Kaki pangeran Andara melangkah mendekati Syafira yang memucat karena takut berlebihan.

"Jangan mendekat." Suruh Syafira memundurkan tubuh.

Pangeran Andara mengerutkan alis, bingung mengapa Syafira seperti takut padannya.

"Kamu kenapa, kamu tidak perlu takut lagi, dia sudah pergi, dia tidak akan ganggu kamu lagi." Ujar pangeran Andara lembut.

Kepala Syafira terus menggeleng, ia dapat mendengar dengan baik percakapan antara pangeran Andara dengan Maura barusan. Syafira dapat menyadari bahwa kebaikan pangeran Andara hanya pura-pura dan suatu saat nanti pasti akan membuatnya hancur, sehancur-hancurnya.

"Enggak, jangan dekati aku, pergi kau dari sini, aku tidak mau bertemu dengan mu lagi." Teriak Syafira mendadak takut dengan pangeran Andara.

"Syafira kamu tidak perlu takut, aku tidak akan menyakiti mu, percayalah pada ku." Timpal pangeran Andara perlahan-lahan melangkah mendekati Syafira yang terus mundur.

Pangeran Andara berusaha meyakinkan Syafira yang kini tidak mau berdekatan sama sekali dengannya.

"Enggak, aku gak mau, pergi kau dari sini, jangan ganggu aku lagi, aku tidak mau melihat mu lagi!" Jerit Syafira ketakutan.

"Syafira, Syafira dengarin aku dulu, kamu jangan takut, aku gak akan bahayain kamu, aku mohon kamu jangan kayak gini"

"Enggak, aku gak mau, pergi kau dari sini." Usir Syafira tak mau mendengar penjelasan pangeran Andara.

"Syafira kamu jangan-

"Udahlah kak pergi aja, Syafira lagi gak mau liat kakak." Suruh pangeran William yang baru datang.

"Pangeran tolong aku dari dia." Syafira bersembunyi di belakang pangeran William.

Tatapan maut pangeran Andara jatuh pada pangeran William yang datang layaknya pahlawan kesiangan.

Dalam hati pangeran Andara mengumpat kesal karena Syafira dengan mudah berpaling padanya.

"Kamu jangan takut, aku ada di sini." Ujar pangeran William menenangkan Syafira yang lagi ketakutan.

Pangeran Andara kesal, wajahnya seperti udang rebus, ia menatap sinis adiknya lalu pergi dari sana tanpa mengucap sepatah katapun.

Syafira bernafas lega ketika pangeran Andara telah pergi.

"Kamu gak papa?" Tanya pangeran William khawatir.

Syafira menggeleng cepat."Enggak, aku gak papa, aku baik-baik aja, makasih udah bantu aku."

Pangeran William membalas dengan senyum manisnya.

"Eh kamu mau kemana." Teriak pangeran William mencegah Syafira yang hendak pergi.

"A-aku, a-aku mau ke sana."

Arah mata Syafira jatuh ke sebelah timur, berniat kembali untuk mencari jalan keluar karena makin lama keadaan makin tambah runyam.

"Jangan ke sana, di sana adalah ruangan tempat para siluman ular bersemedi, kamu jangan ke sana, mereka pasti akan menghabisi mu." Larang pangeran William.

Syafira pun tercengang, kini ia bingung harus pergi kemana, tak mungkin ia melanjutkan langkahnya karena itu sama saja mengantar nyawanya pada mereka (siluman ular).

"Apa benar di sana banyak ular?" Syafira kembali memastikan.

Pangeran William mengangguk."Iya, di sana ada banyak ular, kamu jangan ke sana, mereka bisa aja bunuh kamu, kamu mau mati di tangan mereka hah?"

Kepala Syafira menggeleng cepat."Enggak, aku gak mau, aku masih mau hidup, aku tidak mau mati di tempat ini."

"Kalau seperti itu lebih baik sekarang kamu balik ke kamar, jangan keluyuran, apalagi nekat datang ke sana, karena aku takut gak bisa jaga kamu dari mereka." Suruh pangeran William.

Syafira mengangguk patuh, tak bisa mengambil resiko. Sebisa mungkin ia ingin tetap hidup dan tak terluka sedikitpun meski tinggal di kawasan musuh yang begitu berbahaya.

"Kalau ada yang ganggu kamu lagi, panggil aku aja, aku pasti akan langsung datang." Perintah pangeran William.

Syafira lagi-lagi mengangguk, lalu tanpa banyak bicara melangkah memasuki kamar kembali.

1
Raya Raya
lumayaaan
Raya Raya
Seruuu
ARVA
Nie apa msih ada kelanjutannya lgi apa gk sih
Poetri Ammor
up
neni nuraeni
pst cowo yang sudah menolong Syafira secara dia kan musuh bebuyutan nya pangeran andara
ARVA
udh satu bulan lebih nunggu up ny GK ada gk
Anaknya Baba: coba baca novel Poppen kak, siapa tahu sesuai selera kakak.
total 1 replies
Amin Salam
kelamaan updetnya
neni nuraeni
lnjut
ARVA
Waduh gawat nie cerita ny lama kali up ny
ARVA
Seperti ny nih orng gk seriusan bikin ceritanya. Soalnya nunggu up aku baca cerita lain smpai tamat. Eee blek sini Caman satu. gawat dh
Makhluk Angkasa: bukan gak serius, tapi real life juga padat, terus kisah-kisah di platform/aplikasi lain juga banyak yang on going dan butuh up, oleh karena itu selang-seling ya, di karenakan authornya sedang berupaya membagi waktu. sekian kepada kakaknya, mohon maaf apabila sudah lama menunggu
total 1 replies
Amin Salam
lama bgt up nya sampek lumutan gk up det
ARVA
Lame betul nunggu kelanjutan ceritanya 🤦
FiaNasa
udah agak lupa m alur ceritanya jadi gak nyambung bacanya,akibat kelamaan up-nya,,
Fainurita Fainurita
bagus dan sangat kolosal
neni nuraeni
cuma sedikit lnjut dong thor
ARVA: Apa msih ada kelanjutan ceritanya GK nie🤔🤔
total 1 replies
FiaNasa
jadi bingung bacanya soalnya udah lupa sama alur critanya,
Amin Salam
kmana aja udh lm bru up
Makhluk Angkasa: sorry kak, lagi sibuk revisi di karya sebelah
total 1 replies
wikha Sandra
ini la yg paling aku takuti msuk² hutan.apa lg berburu itu sama saja mengganggu kehidupan alam.
widiya jaishy
kok bisa syhafira hamil sejak kapan pasutri😫
Frianty Frianty
hai Thor lanjutin lagi dong cerita nya.seru nie
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!