Bagaimana jika seorang pemuda yang setiap harinya hanya menjadi anak seorang supir didalam keluarga kaya dan dia harus menerima untuk dinikahkan dengan Nona Muda mereka yang tidak bisa bicara.
"Nak, Ibu dan Bapak ingin berbicara serius dengan kamu" ucap Pak Budi pada putranya.
"Bicara apa Pak? Bicara saja" tanya Adji yang sudah duduk dihadapan kedua orang tuanya.
"Begini nak, tadi siang Bapak dan Ibu diundang kerumah Tuan Nadi dan kami disana membahas masalah perjodohan untuk kamu. Bapak tidak bisa memutuskan nya sendiri, karena Bapak tidak mungkin memutuskan. Bapak ingin membicarakan ini dengan kamu dan jika kamu menerimanya, Bapak dan Ibu akan membalasnya lebih dalam lagi dengan keluarga beliau" jelas Pak Budi dengan panjang lebar.
Penasaran apa jawaban Adji pada kedua orang tuanya???
Yuk baca dan ramaikan setiap babnya dengan like, komen, vote dan hadiahnya ya....
Jangan lupa subscribe juga pollow akun Othor ya...
Terimakasih dan selamat membaca 🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atikah syarif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membicarakan perjodohan
'Huh, baru saja aku akan mengenalkan nya pada Mama dan Papa. Dia malah sangat sibuk dan aku juga tidak ingin jika dia dicap sebagai anak durhaka. Biarlah, semoga saja semuanya dimudahkan' ucap Clarissa dalam hati, sambil terus mengirim pesan pada Adji untuk mengantarkan nya pulang.
Setelah Adji menjemputnya dia langsung masuk dan duduk diam saja didalam mobil. Dia bahkan tidak menghiraukan apa yang dilakukan oleh Adji dibalik kemudi.
"Sudah sampai Nona" ucap Adji yang membukakan pintu mobil untuk Clarissa.
Clarissa hanya diam dan langsung masuk tanpa mengatakan apa-apa pada Adji. Dia memang seperti itu pada Adji, tidak bisa menganggap Adji itu ada dan bahkan dia dibiarkan saja oleh Clarissa.
Clarissa memasuki rumahnya dan dia melihat kedua orang tuanya sedang duduk dan menunggunya pulang.
"Sudah pulang nak? Sini sayang" ucap Mama Dania pada putri semata wayangnya.
Clarissa hanya mengangguk dan dia langsung masuk kedalam kamarnya. Dia terlihat lelah dan tidak bersemangat, membuat kedua orang tuanya menjadi bingung akan perubahan sikap Clarissa.
"Dia kenapa Pa? Kelihatan nya tidak bersemangat sekali" tanya Mama Dania saat menatap punggung Clarissa.
"Papa juga tidak tahu Ma, kita bicarakan nanti saja. Mungkin dia sedang lelah dan banyak pekerjaan. Setelah rasa lelahnya sudah hilang, baru kita bahas masalah yang tadi" ucap Papa Nadi sambil mengusap punggung tangan Mama Dania.
"Baiklah, Mama hanya khawatir saja pada Clarissa Pa. Mama tidak ingin jika Clarissa kenapa-kenapa" ucap Mama Dania yang menghela nafasnya sedikit kasar.
Lalu beliau segera beranjak untuk menyiapkan makan malam. Setelah selesai mengajak suami dan juga putrinya.
"Sayang, bagaimana hari kamu? Apa masih sangat sibuk?" tanya Mama Dania yang menanyakan hari Clarissa.
"Ma, kenapa Mama bertanya seperti itu pada Ica? Kita ini sedang makan, nanti saja setelah makan membicarakan nya" ucap Papa Nadi yang melihat expresi wajah Clarissa yang tidak bersahabat.
"Iya-iya, maafkan Mama sayang" ucap Mama Dania segera melajukan makan malamnya saat melihat kode yang diberikan oleh Papa Nadi.
Setelah selesai makan, mereka berkumpul didalam ruangan keluarga. Mama Dania dan Papa Nadi ingin menyampaikan sesuatu yang penting pada Clarissa dan juga memintanya untuk mau dijodohkan dengan Adji.
"Sayang, Papa dan Mama berencana akan menjodohkan kamu dengan Adji. Karena Papa lihat kalian sudah sangat dekat dan kemana-mana selalu berdua. Tapi jika kamu tidak setuju juga tidak apa-apa, karena Papa dan Mama tidak akan memaksakan keinginan Papa dan Mama pada kalian. Terutama pada kamu sayang, karena kamu adalah putri kami satu-satunya" ucap Papa Nadi menyampaikan keinginan nya pada Clarissa.
"Kenapa kamu hanya diam saja sayang? Kami ingin mendengar apa jawaban kamu nak, karena usia kamu sudah sangat pas untuk menikah dan memiliki seorang anak" tanya Mama Dania yang menatap kearah Clarissa.
Sedangkan Clarissa hanya diam saja dan mengepalkan kedua tangan nya menahan marah saat mendengar perkataan dari kedua orang tuanya.
'Apa Mama dan Papa tidak berfikir dulu sebelum merencanakan sesuatu yang membuat aku kesal dan apa mereka bilang? Jodohin aku dengan supir itu? Yang benar saja, ini tidak bisa dibiarkan. Aku nggak akan membiarkan itu terjadi' ucap Clarissa dalam hati yang menahan amarahnya.
"Sayang, bagaimana jawaban kamu? Apa kamu mau menerimanya atau menolaknya sayang?" tanya Mama Dania yang menepuk bahu Clarissa. Karena sejak tadi hanya diam saja.
"Aku akan memikirkan nya Ma, karena aku tidak mungkin menerimanya begitu saja tanpa memikirkan semuanya" jawab Clarissa menggunakan bahasa isyaratnya.
"Iya sayang, Mama ngerti. Jadi jangan merasa jika Mama dan Papa memaksa kamu, jika kamu tidak suka. Kamu berhak menolaknya dan kami akan menerima semua keputusan kamu. Jadi, jangan merasa terbebani akan rencana kami ini. Karena kami melihat jika Adji adalah pria yang baik dan bertanggung jawab" ucap Mama Dania yang menggenggam tangan Clarissa yang mengepal.
'Mama tahu sayang, jika kamu pasti akan memberontak jika saja kamu bisa bicara. Mama dan Papa juga melakukan ini demi kebaikan kamu dan mendapatkan laki-laki yang tepat dan sangat bertanggung jawab juga dari keluarga yang baik-baik juga' gumam Mama Dania dalam hati dan beliau hanya bisa diam dan tersenyum pada putrinya.
'Apa Mama dan Papa fikir ini tidak membebani aku? Apa mereka fikir aku tidak mampu menentukan pilihan hidup aku sendiri dan pria yang aku sukai? Kenapa harus dia dan tidak ada pria lain sebagai kandidat yang lebih tinggi darinya? Bagaimana bisa aku menerimanya yang hanya seorang supir dan kariawan biasa? Mereka berdua benar-benar menjerumuskan aku kedalam penderitaan tiara akhir' Clarissa hanya bisa mengatakan itu dalam hati dan dia mengeraskan rahangnya. Bahkan giginya gelutuk menahan kemarahan yang tidak bisa diandalkan keluarkan.
"Huh, aku serahkan saja semuanya sama Mama dan Papa. Jika memang dia yang terbaik untuk aku, aku mau istirahat dulu" ucap Clarissa menggunakan bahasa isyaratnya dan dia segera pergi dari sana setelah cukup lama diam dan berada dalam perasaan yang berkecamuk dalam dirinya.
"Iya sayang" ucap Mama Dania dan beliau melihat dengan tatapan yang sulit diartikan. Karena beliau juga merasakan jika Clarissa tidak suka akan perjodohan ini.
.
Sedangkan tidak jauh dari keluarga Wigunadi sama juga sedang duduk bersama dan akan membahas masalah perjodohan antara Clarissa dan Adji.
"Nak, Ibu dan Bapak ingin berbicara serius dengan kamu" ucap Pak Budi pada putranya.
"Bicara apa Pak? Bicara saja" tanya Adji yang sudah duduk dihadapan kedua orang tuanya.
"Begini nak, tadi siang Bapak dan Ibu diundang kerumah Tuan Nadi dan kami disana membahas masalah perjodohan untuk kamu. Bapak tidak bisa memutuskan nya sendiri, karena Bapak tidak mungkin memutuskan. Bapak ingin membicarakan ini dengan kamu dan jika kamu menerimanya, Bapak dan Ibu akan membalasnya lebih dalam lagi dengan keluarga beliau" jelas Pak Budi dengan panjang lebar.
"Maksud Bapak, aku akan dijodohkan dengan siapa Pak? Apa dengan kenalan atau rekan bisnis beliau Pak?" tanya Adji yang tidak mungkin bisa melakukan itu semua. Apa lagi dia sudah berjanji pada seseorang yang sedang dia tunggu kedatangan nya.
"Bukan nak, Tuan Nadi ingin menjodohkan kamu dengan Nona Clarissa. Beliau juga akan membicarakan ini kepada Nona Clarissa, dan kami tidak mungkin langsung menolak keinginan mereka, apa lagi jika semua sudah banyak berhutang budi pada keluarga mereka nak. Ibu hanya ingin kamu memikirkan semuanya dengan matang" jawab Ibu Nining pada putranya.
"Apa Nona Clarissa tidak akan menolaknya Bu? Aku tidak mungkin menerimanya, dia itu Nona Muda Wigunadi. Aku cukup tahu diri Pak, Bu. Tapi lebih baik aku akan berbicara dulu padanya, karena tidak mungkin aku menerimanya begitu saja" ucap Adji menunduk dan membenarkan apa yang dikatakan oleh Ibunya. Jika keluarganya memang sudah banyak berhutang budi pada keluarga Wigunadi.
dan semoga sehat selalu buat penulis nya❤️
gk tahu krn sikapmu membuat ortumu khawatir n km jg jd menderita di luar sana
ortu mu pasti akan mengerti keputusan mu