Banyak orang lebih senang membeli barang daripada membayar hutang. Kebahagiaan apa yang pantas didapatkan saat terlilit hutang dimana seseorang tidak mungkin membayarnya dengan ucapan. Sebelum meminjam uang dari seseorang, akan lebih baik putuskan terlebih dahulu mana yang lebih dibutuhkan. Anak atau Uang?
Layaknya Ibu Suri dalam serial drama, Go Hae Ri adalah definisi ibu mertua yang kekejamannya seperti Ibu Suri Kerajaan. Ia tidak menerima pernikahan putranya(Go Seol Won), dan dengan segala cara menyiksa sang menantu(Kim Sae Ju) agar mendorongnya untuk meninggalkan Kediaman Go.
Berhasilkah sang mertua menghancurkan pernikahan putranya sendiri, atau sebaliknya sang menantu yang tetap sabar dan memilih berjuang demi rumah tangganya? Come on and join now!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bpearlpul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 Kimchi Jjigae
Mata nyonya Hae Ri memicing. ‘’Apa kau bisa memasak?’’
Sae Ju terbelalak dan mendongakkan kepala menatap ibu mertuanya itu. Meski ragu, ia menganggukkan kepala. Ia selalu membantu ibunya memasak saat di rumah. Mendengar hal itu membuat nyonya Hae Ri mengkodenya agar menuju ke dapur.
Sang gadis hanya menurut dan berjalan menyusul ibu mertuanya.
Nyonya Hae Ri menyuruh Sae Ju untuk membuat kimchi jjigae. Sama seperti namanya, sup tersebut terdiri dari kimchi dengan kuah yang asin serta pedas. Dengan cita rasa pedas, gurih, hangat, sekaligus menyegarkan, sup ini dipadukan dengan tahu, sayuran, seafood dan daging sapi.
Tanpa membuang waktu Sae Ju meletakkan tas sekolahnya dan mulai memasak. Ia tidak perlu khawatir mengenai bahan, karena semua bahan masak sudah tersedia secara pribadi di kediaman tersebut. Itulah mengapa nyonya Hae Ri tinggal menyewa koki profesional.
Puluhan menit kemudian, Sae Ju meletakkan panci berukuran besar di tengah-tengah meja dan tidak lupa meletakkan semangkuk nasi putih hangat di depan nyonya Hae Ri. Wanita dewasa itu mengulurkan tangan dan mencicipi sup tersebut.
‘’Bagaimana rasanya Nyonya Besar?’’ tanya Sae Ju melihat sang mertua hanya diam.
Nyonya Hae Ri hanya diam sambil meletakkan sendok. Saat itu juga ia memegang pegangan panci dan membantingnya sehingga tumpah mengenai tangan Sae Ju. ‘’Apa ini yang kau sebut makanan?!’’
Sae Ju meringis bukan main sambil mengibaskan kedua tangannya lalu segera menyalakan air di wastafel sebagai pertolongan pertama. Matanya bahkan sudah berair karena saking panasnya sup dari kimchi jjigae tadi.
‘’Rasanya terlalu hambar. Buat sup yang baru!’’ perintah Nyonya Hae Ri.
Sang gadis hanya menurut dan membersihkan kekacauan itu terlebih dahulu. Lalu kembali membuat kimchi jjigae yang baru.
Nyonya Hae Ri kembali menatap panci panas di depannya yang berisi kimchi jjigae. Namun, ia tidak menyentuh sup itu, melainkan menyuruh Sae Ju untuk mencicipinya.
Kali ini Sae Ju memastikan kalau sup tersebut sudah memiliki rasa yang sempurna dibandingkan yang tadi.
‘’Apakah rasanya sungguh enak?’’ tanya Nyonya Hae Ri.
‘’I-Iya Nyonya Besar,’’ jawab Sae Ju.
‘’Apa kau juga ingin memakannya?’’ tanya Nyonya Hae Ri sekali lagi.
Sae Ju menggigit bibir bawahnya sambil menelan saliva. Tidak bisa dipungkiri, ia memang ingin memakan kimchi jjigae itu karena merasa lapar. Ia tidak memiliki uang jajan saat di sekolah tadi, dan hanya memakan sebagian camilan yang diberikan oleh Oh Yong.
‘’Kalau begitu kau bisa memakan semuanya.’’
Sang gadis terbelalak setelah mendengar ucapan mertuanya. Dengan ragu, Sae Ju memastikan kalau sang mertua memang mengizinkannya. Dan nyonya Hae Ri menyodorkan semangkuk kimchi jjigae ke depannya.
Meski tidak percaya, Sae Ju pun duduk dan menikmati sup itu. Begitu sendok pertama masuk ke dalam mulutnya, saat itu juga nyonya Hae Ri menambahkan cabe bubuk ke dalam supnya.
Sang gadis membulatkan mata melihat mertuanya menuangkan semua cabe bubuk dalam botol bumbu tanpa menyisahkan sedikitpun.
‘’Kau ingin memakan semuanya, kan? Kalau begitu habiskan kimchi jjigae itu di hadapanku!’’ perintah Nyonya Hae Ri yang duduk di depannya.
Sae Ju menatap sup di dalam mangkuk dengan raut wajah yang tidak bisa dijelaskan. Tanpa mencicipinya pun ia sudah tahu seberapa pedas kimchi jjigae tersebut. Bahkan rasa pedasnya diluar nalar bagi manusia bisa menahannya.
Seperti dugaannya, sang mertua pasti akan memberinya hukuman kejam, dan itulah yang terjadi sekarang. Sae Ju harus menghabiskan sup panas super pedas dan tidak tahu apakah perutnya bisa menampung rasa pedas itu nanti.
Dengan tangan gemetar, Sae Ju mengulurkan sendok ke dalam mangkuk lalu mencicipinya. Ia memejamkan mata sambil mengepalkan tangannya yang melepuh tadi. Tangannya yang memegang sendok tadi kembali mencelupkannya ke dalam mangkuk sambil butiran air matanya terjatuh. Sedangkan nyonya Hae Ri yang melihatnya hanya memasang wajah datar.
tamat ya, trus adegan terakhir itu ???
bingung sendiri kan??
makanya ngomong tuan muda 😊😊