NovelToon NovelToon
Pembantuku Konglomerat

Pembantuku Konglomerat

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:104.3k
Nilai: 5
Nama Author: Erna Surliandari

Tak ingin dijodohkan oleh pria yang tak pernah ia cinta untuk kesekian kalinya, Sora memilih pergi dari rumah, dan meninggalkan semua fasilitas yang di berikan sang Papi untuknya.

Ia akhirnya menyamar sebagai Pembantu di rumah seorang saudagar kaya. Bernama Pak Hartono, beliau mempunyai Dua orang anak dengan jarak usia yang begitu jauh. Lalu tugas Sora beralih menjadi Baby sitter karena melihat sang Balita begitu akrab dengannya.

Disanalah Ia mulai bertemu dengan Niji, Kakak Lila yang Dua Puluh Satu tahun lebih tua dari adiknya. Perdebatan demi perdebatan terjadi, antara Sora dan Niji, Kakak dari adik balita yang ia asuh saat ini. Meski jarak yang begitu jauh, Niji begitu menyayangi adiknya itu.
Hingga suatu hari Sora mengetahui, jika Niji adalah adik Ryuji_kekasih yang Ia cari selama ini. Ryuji bukan menghilang, tapi mengalami koma dalam waktu yang lama akibat semua penyerangan yang dialaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sora benci papi?

Suara telepon di kamar Tuan pranata tiba-tiba berdering. Ia yang sedang mengistirahatkan tubuhnya pasca pulang dari hotel, segera mengangkat telepon itu dengan tangannya sendiri. Tuan Pranata memang memasang telepon rumah khusus untuknya sendiri di kamar. Itu di gunakan untuk keadaaan darurat, ketika sakit jantunya mendadak kambuh dan Ia harus segera di tolong.

"Siapa ini? Tanya Tuan Pranata.

"Ini Sora, Pi." Suara itu terdengar begitu merdu ditelinga sang ayah yang amat merindukannya.

Wajah Papi Sora seketika menegang. Tatapannya matanya tajam kedepan namun kosong. Gadis yang Ia cari, akhirnya menghubungi dengan sendirinya.

"Kamu dimana? Pulanglah." pinta Sang papi.

"Di tempat yang begitu jauh. Maaf, sekali lagi Sora harus mengecewakan Papi." ucap Sora, dengan nada datarnya.

"Pergilah dari rumah, hiduplah sesuai dengan yang kamu mau." Ucapan yang keluar dari mulut papi tanpa pernah sora duga sama sekali.

"Sora ngga pernah hidup sesuai dengan keinginan Sora."

"Apa kamu membenci papi?"

"Sora ngga pernah membenci papi sebagai pewaris utama dari hotel. Tapi, Sora benci ketika Sora selalu di anggap buruk oleh keluarga kita. Sora ingin dicintai, oleh Papi dan seluruh keluarga kita."

"Selama bisa membuatmu bahagia, Papi akan menerima semua rasa bencimu terhadap Papi. Kamu adalah pewaris utama Prasasti yang harus bisa menyesuaikan diri dengan tahta kamu nanti. Tapi, kamu juga adalah putri Papi Satu-satunya."

"Sora akan kembali, jika sudah tiba waktunya." Sora kemudian mematikan telepon itu. Lalu duduk kebali di sofa ruang tengah rumah Pak Rudi.

Pada akhirnya, Ia tak kuasa menahan rindu dengan sang Papi, meski terlalu sulit untuk berucap. Hingga akhirnya, mereka kembali pada kebiasaan lama mereka yang beradu argumen dalam perkataan yang singkat.

"Sepertinya, baru kali ini Papi bicara panjang lebar seperti ini. Apalagi, membiarkan aku hidup sesuai keinginan. Hhh, lucu... Apa yang sedang mereka rencanakan?" gumamnya.

Sora pun kembali pada kegiatannya. Ia membantu Bik Mun untuk membereskan rumah yang berantakan karena mainan Lila. Sembari menunggu Niji pulang dari kuliahnya.

"Ngga mandi dulu kau?" tanya Bik Mun.

"Ngga bawa ganti, Bik. Tadi kan langsung ikut aja, ngga sempet ambil barang."

"Mau pakai baju Niji ngga?"

"Ah males. Nanti dia ngomel lagi. Tahu sendiri dia kayak apa."

Bik mun menggeleng, Ia kemudian masuk ke kamar Niji untuk mengambil baju untuk Sora.

"Ini, udah ngga pernah di pakai lagi sama dia. Masa iya, mau ngomel karena di pakai orang." ucap Bik Mun, sembari menyerahkan sepasang baju dan celana milik Niji.

"Baiklah kalau begitu. Tapi nanti, kalau dia ngeromet, Bibik tanggung jawab." balas Sora yang kemudian masuk ke dalam kamarnya.

"Assalamualaikum..."  suara Niji terdengar masuk ke dalam rumah.

"Waalaikumsalam..." jawab Sora, yang keluar dengan kemeja abu-abu dan celana jeans milik Niji.

"Woy, itu bajuku. Seenaknya ambil, ngga sopan!"

"Bibik yang kasih, katanya udah ngga dipake." jawab Sora.

"Ya setidaknya izin lah, jangan main ambil. Lagian, prik banget makein baju cowok."

"Dah ih, jangan berisik. Udah di pakai juga, mau lepasin dari badanku? Ambil nih, ambil...." tantang Sora dengan menyodorkan tubuhnya.

"Aaaarrrkkkh!" dengkus Niji yang mulai kesal.

Ia pun menepis tangannya ke arah Sora, dan berlalu masuk ke dalam kamarnya.

"Baju udah bau lemari begini masih aja di ributin. Gue beliin seisi tokonya bisa gue. Tapi entar, nunggu kaya lagi." ledek Sora.

Niji menanggalkan semua pakaiannya, lalu menagambil handuk untuk segera membersihkan diri. Tubuhnya lelah, setelah kuliah dan mengejar materi yang begitu banyak tertinggal.

Sora melirik kembali pada Lila, ternyata balita mungil itu masih terlelap dengan begitu pulas. Ia pun menghampiri Bik mun, dan menagih janji untuk meminjamkan motor padanya.

"Tapi yakin, faham daerahnya?"

"Yakin, Bik. Tadi waktu sama Bapak, aku hafalin jalannya." ucap Sora, berusaha meyakinkan.

"Ya, takutnya nanti salah arah. Kalau udah begitu, urusannya sama polisi ribet."

"Engga, aman aja kalau sama Sora." Ia pun mengambil kunci motor yang di gantung di dinding dapur. "Pergi ya, Assalamualaikum..."

"Wa-Alaikumsalam.... Haish, dasar anak itu." omel Bik Mun yang tengah memasak.

Sora pergi sendirian dengan motornya, menikmati semua pemandangan kota nan  ramai oleh kendaraan yang lalu lalang dengan tertibnya.

"Owh, ini jam pulang kantor. Pantes aja seramai ini." ucap Sora, yang kinu tengah berada di lampu merah simpang Lima bengkulu.

"Patung kudanya, udah diganti sama patung Fatmawati, ya? Baru tahu." imbuhnya, sembari menatap patung besar nan indah yang ada di tengah persimpangan jalan.

Patung Fatmawati yang sedang menjahit bendera merah putih ini menghadap ke arah jalan S Parman, Kota Bengkulu.

Patung karya seniman Bali Nyoman Nuar ini dibiayai oleh konsorsium Badan Usaha Milik Nasional (BUMN). Patung seharga Rp5 miliar ini diketahui mulai dikerjakan sejak Agustus 2019.

Peletakan batu pertama pembangunan patung ini dilakukan oleh Direktur Utama Bank BTN beserta jajaran pimpinan BUMN lainnya dan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pada 17 Agustus 2019. 

Sora lalu kembali berjalan setelah lampu kembali hijau. Ia mengambil arah kiri, ke jalan Ir. Suprapto. Dimana tempat itu termasuk pusat perbelanjaan terbesar di kota Bengkulu. Dulu, Sora dan maminya sering berbelanja di sana.

"Inget Mami lagi deh." gumamnya.

Ia terus berjalan, mengambil arah terus berbelok kiri hingga tiba di kampung china. Dimana banyak rumah tua dan bekas pertokoan milik keturunan cina yang tinggal di sana.

Sebelum berpindah ke kawasan Jalan Suprapto dan Lingkar Timur, pusat perdagangan Kota Bengkulu berada di Kelurahan Malabro, tepatnya di kawasan Kampung Cina. Lokasinya yang dekat dengan Pelabuhan Tapak Paderi dan Benteng Marlborough, menjadikan Kampung Cina menjadi lalu lintas perdagangan di Provinsi Bengkulu.

Namun, kini begitu sepi. Hanya beberapa yang bertahan, dan sebagian bangunan tua itu kosong.

Sora kembali menuruti jalanan, melewati terus pinggiran pantai hingga kini tiba di kostnya.

"Assalamualaikum, Ibuk." panggil Sora yang mulai begitu akrab dengan Bu Norma.

"Waalaikumsalam, Motor siapa kamu bawa, Ra?"

"Owh, ini motor temen. Sora udah dapat kerja, jadi Baby sitter. Itu, pengasuh bayi. Di rumah Pak Rudi." jawab Sora dengan bangga.

" Kirain mau kerja kantoran, kamu sarjana." Ibu kost tak menduga ketika sora menerima pekerjaan apa saja untuk dirinya.

"Ya, ngga mesti sih. Yang penting halal deh. Lumayan buat sambung hidup." jawab nya dengan santai.

"Oh iya, barang Sora tinggal aja sebagian ya? Nanti uang kost Sora rutin bayar, tenang aja." goda Sora pada Bu kost.

"Aish, kendak kau lah. - terserah kamu lah." balas Bu Norma, lalu pergi meninggalkan Sora.

1
L A
Lumayan
L A
Biasa
Ai Nuroh
ini ada kelanjutan nya g Thor ??
Siti Nihayah
ditunggu kelanjutannya yahh ka
Memyr 67
𝗰𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗷𝗮𝘂𝗵 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗲𝗸𝘁𝗮𝘀𝗶, 𝗺𝗲𝗹𝗶𝗵𝗮𝘁 𝗷𝘂𝗱𝘂𝗹𝗻𝘆𝗮.
Memyr 67
𝘀𝗼𝗿𝗮 𝗮𝗻𝗮𝗸 𝗸𝗼𝗻𝗴𝗹𝗼𝗺𝗲𝗿𝗮𝘁 𝗯𝗲𝗴𝗼? 𝗮𝘆𝘂𝗻𝗮 𝗰𝘂𝗺𝗮 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝗶𝗻 𝗱𝗶 𝗸𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿𝗴𝗮𝗻𝘆𝗮. 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝗶𝗻 𝘆𝗴 𝗸𝗲𝗯𝗲𝘁𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗶𝘀𝘁𝗿𝗶 𝗸𝗮𝗸𝗮𝗸𝗻𝘆𝗮. 𝗸𝗲𝗻𝗮𝗽𝗮 𝗵𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗻𝗴𝗶𝗸𝘂𝘁𝗶 𝗮𝘆𝘂𝗻𝗮 𝘆𝗴 𝗻𝗴𝗴𝗮𝗸 𝗮𝗱𝗮 𝗵𝘂𝗯𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗿𝗮𝗵 𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗸𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿𝗴𝗮𝗻𝘆𝗮?
Elen Gunarti
Ditunggu up nya ya kaka
debby harahap
lanjutannya mana ya
Arif Arta
mana updatenya,apa uda ga ada niat bikin lanjutannya????
Uswatun Khasanah
penasaran sama kelanjutannya tp kok udah ada tulisan tamatnya
padahal certa belm kelar
Nurmalia Irma
yupp itu bettuul bgt ayu..suamiku juga anak pertama tapi malah adik perempuan nya yg berkuasa dikeluarga nya
Rosy
lah..kenapa mama Fatma jadi curiga sama Sora..yg patut di curigai itu papanya Sora dan kakaknya..kenapa kecelakaan mama Sora dan Ryuji sama persis..disini Sora hanya korban
Rosy
mama ana sudah meninngoy Thor..kenapa masih bisa mampir kesini 🤭
Rosy
waahh..jangan2 orang yg mencelakai mamanya Sora dan Ryuji adalah orang yg sama ya ..🤔 dan sekarang mama Fatma tau kalau Sora ada hubungan spesial sama Ryuji..
Aisah Aja
lanjut thorrr...💪🏻💪🏻💪🏻
Mirna Loden Mirna Mirna
ko gk ad lnjtan yah mohon donk 🙏🙏🙏🙏
Aish
menarik😍😍
Pujiastuti
semoga cepat terbongkar rahasia yang tersembunyi tentang kematian ibu kandungnya Sora dan kecelakaan yang dialami Ryuji,,,,

lanjut kak tetap semangat upnya 💪💪💪
Purwati Ningsih
Masih misteri.. mkin penasaran aj thorr 😊❤😘
YuliaMile
jangan² ryuji mantan kekasih sora yg diputusin demi perjodohan sora sm laki² yg selingkuh itu,kecelakaan ryuji apa ulah dr ardy kakaknya sora ya ??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!