Kisah seorang wanita bernama Kiko, karena trauma masa lalu nya membuat Ia jijik jika di sentuh oleh seorang pria.
Lebih parahnya akan membuat Ia panik, gemetar bahkan Pingsan.
apalagi Pria itu Tampan.
kemudian Ia bertemu dengan seorang Pria Tampan dan anehnya Ia bisa bersentuhan langsung dengannya, Karena hal itu lah yang membuat Kesalah Pahaman ini Terjadi.
Kiko tidak tahu bahwa Pria tersebut adalah Pria mapan, tampan dan berhati dingin. banyak di Gilai oleh banyak kaum hawa.
Pria tersebut tak lain bernama Dion, pengusaha muda sukses yang memiliki kuasa serta segalanya.
ikutilah Kisah mereka, jangan di lewatkan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imelda Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengecut
sudah beberapa lama mereka saling debat dan bercekcok mulut hingga membuat pelayan toko roti kebingungan.
"maaf Nona .. " belum sempat pelayan tersebut berbicara malah tangan wanita tersebut memberinya aba aba untuk tutup mulut sehingga pelayan tersebut juga ikut frustasi melihat tingkah ke dua customernya yang saling mengejek.
"kau yang lebih muda seharusnya mengalah!" cetus wanita itu setengah berteriak
"tidak, kau yang tua lebih mengalah saja!"
"apa? kau menyebutku tua?"
"ya, memangnya kenapa?"
"kau ya Xashagdjdgaj ( serapah )"
Mereka tetap saling adu mulut hingga akhirnya datang pembeli lain yang menginginkan kue yang sama.
mau tak mau akhirnya pelayan tersebut memberikannya pada pembeli lain.
setelah sekian lama mereka adu mulut dan akhirnya menyadari kue yang ingin di belinya sudah habis tidak ada pada tempatnya lagi.
"loh kemana perginya kue itu?" gumam Kiko keheranan.
"sudah saya berikan ke pelanggan lain Nona" sahut pelayan.
"apa?", "apa?"
mereka saling terkejut dan saling pandang dengan wajah merah padam
"tenang Nona, kita masih bisa membuat kue yang sama satu lagi dan kalian harus mau menunggu!"
lagi lagi mereka berdua saling pandang dan siap siap untuk bertarung.
"hei, kenapa lama sekali?" Dion tiba tiba datang di tengah tengah wanita yang sedang saling murka.
"oh jadi kau memanggil temanmu?" tanya wanita tersebut dengan sinis
Nggg
apa yang sedang mereka bicarakan?
Dion mengernyitkan dahi tak mengerti.
"iya, kenapa? kau takut hah? panggil saja sana suamimu!" tantang Kiko
"oke, kau pikir aku takut! suamiku lebih gagah dari pria cantik seperti dia"
mendengar lontaran wanita tersebut membuat Dion sedikit tersinggung.
"heh Nyonya, sebaiknya kau panggil segera suamimu itu!" tantang Dion
"oke tunggu aku akan memanggilnya, awas kalian jika kabur!"
wanita itu pun berlalu pergi keluar ruang sebelah untuk memanggil suaminya.
"kau yakin mau melawan suaminya?"
"iyalah! palingan hanya pria tua kerempeng"
"Ooh oke aku percaya padamu"
dengan angkuhnya Dion bersindakap dan sok keren di depan Kiko.
Dion yang akhirnya kebingungan yang sedang berada diantara dua wanita, akhirnya bertanya.
"hei, apa sih yang sebenarnya terjadi?"
"aku menginginkan kue yang sama, aku sudah memesannya"
"kan hanya sebuah kue, kau bisa membeli yang lain"
Kiko menggelengkan kepalanya dan menebalkan bibir bawahnya.
"tidak, pokoknya aku mau yang itu!" mununjuk kue yang sedang dibuat.
seperti bocah saja
Dion menyunggingkan bibirnya, dan akhirnya melihat wanita yang berdebat tadi datang dari kejauhan membawa suaminya yang tubuhnya kekar, tinggi dan garang.
seketika Dion langsung ciut dan menelan ludah, Dion gugup dengan hebat tapi dia tidak boleh terlihat remeh didepan Kiko.
buru buru Dion membalikkan tubuh Kiko dan mendorong tubuhnya agar keluar dari toko kue.
"kau tunggu aku disini! biar aku saja yang menghadapai mereka, aku janji bakal membawa kue nya untukmu. Oke!"
"kau serius?"
"kau tidak percaya padaku?" dengan sikap keren membentangkan dadanya kedepan, "aku ini hebat, tunggulah, Oke!"
"Ooh oke!" jawab Kiko kemudian walau merasa agak aneh
dan akhirnya Dion berjalan menuju ke dalam toko kue masih dengan sikap keren karena takut Kiko akan melihatnya, padahal didalam hatinya dia sangat gugup.
bagaimana dia bisa menang melawan pria yang jauh lebih tinggi, besar yang kalau di lihat dari segi manapun dia terlihat seperti atlet pegulat hebat.
"hei, kau yang mengganggu isteriku?" bentak pria kekar tersebut
"kalau iya, kenapa?" sahut Dion masih sok keren
saat pria tersebut sudah mengepalkan tangannya yang bersiap ingin mendarat, dengan sigap Dion langsung ciut seketika dan memohon.
"tenang Tuan, tenang! ampun saya hanya bercanda he he"
pria tersebut lalu memegang kerah baju Dion setengah mencekik dan melotot.
"kau meremehkan ku hah?" bentak pria kekar tersebut
"ampun jangan pukul saya!" Dion merengek meminta ampun
"oke tapi kau harus mengalah pada istriku"
karena takut akhirnya pikiran licik itu keluar dari kepala Dion.
"saya tidak bisa mengalah Tuan"
"kenapa? kau menantangku hah?" meninggikan cengkramannya sehingga Dion berjinjit
"istri saya sedang hamil muda"
akhirnya pria itu melepaskan cengkramannya.
"bilang dong dari tadi, kan saya bisa mengalah" sahut wanita tersebut, "kalau begitu berikan saja pada istrimu ya, saya juga begitu waktu masih hamil muda dulu, saat saya mengidam"
"terimakasih Tuan Nyonya, Anda baik sekali"
huuff akhirnya selesai juga, untung mereka percaya dengan bualan ku walau agak memalukan sih. semoga tidak ada yang melihat.
****
Dion akhirnya keluar dari toko dengan membawa sekotak kue dengan penuh rasa bangga.
"wah kau berhasil?" Kiko tersenyum senang
"nih!" menyodorkan kue dengan tampang dingin
"wah terimakasih banyak Tuan"
"itu sih bukan apa apa"
"Tuan memang hebat!" Kiko mengacung jempol
Dion bersindakap penuh percayadiri, "iya dong, hanya dengan melihat ku saja mereka langsung ciut seketika dan langsung ku kibas"
"wah, sungguh?"
Dion mengangguk dengan sombong
"wah keren!"
Kiko selalu memuji Dion sedangkan Dion menyombongkan diri nya penuh bangga hingga akhirnya pasangan suami istri tadi keluar dari toko kue.
"wah bertemu lagi" sapa wanita tersebut membuat Kiko mengernyitkan dahi
kenapa mereka terlihat akrab, seharusnya kan marah?
"kami pamit pulang duluan ya, jaga istri dan calon bayi Anda baik baik" kemudian mereka berlalu pergi
calon bayi?
Kiko menyipitkan mata melirik Dion yang sudah gugup menahan malu sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"apa maksud mereka? katanya kau menghajarnya?" Kiko melotot
"ah itu he he" Dion salah tingkah
"huh dasar pengecut!"
Kiko berjalan cepat sambil memanyunkan bibirnya dengan kesal
"hei, apa kau bilang? aku tidak pengecut ya!" teriak Dion yang sudah berada jauh dibelakang.
huh seharusnya aku tadi tidak tertipu, aku menyesal.
****
Kini mereka sudah sampai dirumah dan Kiko meletakkan kue nya di dalam lemari pendingin.
"kenapa tidak langsung dimakan?" tanya Dion
"aku mau memakannya setelah dingin saja"
Dion mendekati Kiko dengan sikap menjahili.
"nanti malam kau ada acara gak?"
"tidak ada Tuan, tapi aku mau mengerjakan sesuatu"
"sesuatu?" ulang Dion
"ya, saya akan mencoba membuat surat lamaran perkerjaan"
"pffftt kau serius?" Dion terkekeh
kali ini Kiko benar banar marah karena merasa diremehkan.
"aku pasti diterima kok" ucapnya langsung bahasa santai dengan nada sedikit kesal.
"oh ya? dimana?"
eh, kalau aku bilang di THORY GROUP. dia pasti akan lebih meremehkanku pasalnya kemungkinan besar aku akan ditolak mentah mentah.
"ah, itu ada lah kau tidak perlu tahu, yang pasti itu adalah perusahaan besar"
"benarkah?" Dion meremehkan membuat Kiko semakin gugup.
"be...benar! lihat saja nanti"
****
"kue mu aku makan ya?" teriak Dion pada Kiko yang bersemayam di kamarnya.
dengan cepat Kiko keluar kamar, hingga membanting pintu.
"J A N G A N DISENTUH! "
****
****
hai hai P R I M A D O N A _ Lovers
jangan lupa dukungannya dengan Klik Like dan Komen semangatnya ya.
semoga terhibur.