" Hiks... hiks...hiks.... Kenapa?.... Kenapa kalian jahat sama aku?....... huaa...... kalian jahat tidak punya hati, lebih baik aku pergi dari dunia yang penuh dengan orang orang yang munafik di sini. Hiks.... Hiks... " karla menagis dan berkata sambil sesegukan di dalam kamarnya, setelah mengatakan itu karla langsung mengambil pisau yang ada di meja sampul tempat tidurnya. Setelah mendapatkan pisau tersebut karlapun langsung menyayat tangannya hingga tangganya mengeluarkan darah yang begitu banyak hingga karlapun tak sadarkan diri di dalam kamarnya.
Apakah karla akan di temukan dan di selamatkan ?
Ataukah dia akan mati di dalam kamarnya tampa ada yang mengetahuinya?
Yuk kita cari tahu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SORE KIM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11
" Astaga gue belum memberi jawaban kepada ibu tika " kata clara yang menepuk jidatnya dan langsung mengambil hpnya yang ada di sampingnya serta dengan cepat mengetuk nomor ibu tika kedalam hpnya.
Sekitar dua menit clara menunggu telponnya di angkat dan akhirnya di angkat oleh ibu tika. " hallo siapa ini? " kata seseorang yang berada di seberang telpon itu.
" hallo bu, ini clara bu " kata clara.
" Astaga clara, saya tungguin dari tadi telpon kamu sampai pulang sekolah kami malah baru telpon sekarang. " kata ibu tika di seberang telpon itu.
" hehehe maaf bu clara lupa, ini baru ingat sama ibu " kata clara yang cengengesan saat mendengar apa yang di katakan ibu tika.
" kamu itu Yah, jadi bagaimana! apa keputusan kamu? " tanya ibu tika yang sedikit heran dengan kelakuan clara.
" clara mau bu ikut olimpiade matematika " jawab clara
" kamu serius, ini tidak lagi bohong kam? " kata ibu tika yang kesenangan dengan jawaban clara.
" iya bu saya serius, oh iya kalau boleh tahu seleksi akhirnya di mulai jam berapa yah bu dan akan di laksanakan dimana? " jawab clara yang di akhiri dengan pertanyaan.
" baguslah kalau kamu mau, seleksi akhirnya akan di laksanakan pada jam sembilan pagi dan di laksanakan di ruangan aula besok. " jawab ibu tika dengan semangat karna jawaban clara yang mau ikut seleksi akhir besok.
" baik bu, saya hanya ingin menyampaikan itu saja " kata clara.
" iya baiklah dan terima kasi atas jawaban kamu. " kata ibu tika.
" kalau begitu saya tutup telponya yah bu saya mau istirahat " kata clara yang akan mengakhiri panggilan itu.
" iya, iya kamu cepat tidur sana jangan sampai be sok telat datangnya yah. " kata ibu tika
" baik bu " jawab clara dan langsung saja mematikan telpon itu dan clara pun langsung bangkit dari duduknya dan menuju ke tempat tidur sampai tiga menit kemudian clara lansung tenggelam dalam dunia mimpi nya.
...****************...
paginya seperti biasa aktifitas clara yang selalu bangun lebih awal dan langsung membuat sarapan serta coklat panas kesukaannya dengan toping marshmellow.
" Kak clara nanti kita jadikan pergi ke mall. " kata laras saat mereka sudah berada di dalam mobil untuk mengantar laras ke sekolah terlebih dahulu.
" jadi dong " jawab clara yang masi sibuk dengan hpnya sehingga dia menjawab laras tampa menatap ke arah laras.
" Ok, jadi nanti pulang sekolah kita langsung ke mall atau pulang terlebih dahulu buat ganti baju kak? " tanya laras lagi.
" kita langsung ke mall aja yah soalnya nanti kakak malas keluar lagi kalau sudah ketemu sama kasur. " kata clara sambil terkekeh setelah mengangkat kepalanya dari hp dan menghadap ke arah laras yang ada di sampingnya.
" hahahaha ok sip kak " kata laras yang ikut tertawa dengan jawaban clara. Mobil pun berhenti di depan sekolah laras dan laras langsung saja keluar setelah berpamitan kepada clara.
Kini clara kembali sibuk pada hpnya setelah mengantar laras dan hanya dia saja dengan sopir yang menjalankan mobil ke sekolah clara.
" non clara kita susah sampai. " kata sopir setelah memberhentikan mobil di depan gerbang sekolah.
" Hmm makasih pak. " kata clara sambil keluar dari mobil dan berjalan masuk ke sekolah.
clara yang turun dari mobil dengan muka datarnya tampa memperhatikan orang - orang yang menatapnya heran dan juga takut karna kejadian kemarin di kantin membuat mereka takut berdekatan dengan clara. Sampai clara masuk ke dalam kelasnya dan duduk di bangkunya.
" clara " teriak putri di samping clara sehingga membuat clara kaget dengan teriakan itu.
" Astaga telinga gue lama - lama nanti biasa budak ini kalau begini terus " kata clara sambil mengusap - usap telinganya.
" ih biasa aja kali, baru jiga segitu " kata putri yang cemberut karna perkataan clara.
" lo bilang baru segitu! berarti ada yang lebih parahnya lagi dong dari suara seorang lo yang tadi. " kata clara tampa beban dan dengan mudahnya mengatakan itu.
" lo hug... tena putri, tenang ok. bukan begitu juga kali clara. " kata putri
" yah sudah, kenapa lo panggil - panggil nama gue tadi! awas aja kalo tidak penting, gue pukul lo yah. " kata clara
" kalem woi, kalem. sensi amat sih mba lagi pms Yah? " kata putri lagi.
" kalem ... kalem, telinga gue jadi korban di sini woi. masa gue tidak membelanya demi keamanan pendengaran gue gitu. " kata clara.
" ayo buruan bilang kenapa panggil nama gue? " tanya clara lagi.
" hehehe lo tau ngak! " kata putri yang belum selesai dan langsung di potong oleh clara.
" ngak tau kan lo belum kasi tau gue. " kata clara.
" yah kan dengerin dulu sampai akhir napa " kata putri yang kesal karna perkataannya di potong oleh clara.
" yah udah buruan apaan ? " kata clara yang tidak sabaran dengan kelakuan putri.