Warning❗❗ harap bijak dalam memilih bacaan.
Wanita mana yang mau dimaki-maki dalam bekerja? walaupun pekerjaan itu digaji namun mereka juga menjual keringat demi sesuap nasi ataupun demi keluarga mereka. bertahan dengan hinaan juga makian majikannya yang terbaring lemah juga lumpuh membuat gadis bernama Raya itu bermuka tebal dan berhati tegar. Namun apa jadi nya jika cinta membuat benci menjadi cinta? bagaimana kisah dua orang yang berbeda kasta itu?Menikah hanya karna perjanjian dan hanya keuntungan mereka masing-masing
simak ya cerita othor gesrek dan gaje ini.🤭
eh folow akun sosmed othor dong. 🙏maksa loh ya
fb:Yulia putry
ig:yuliaputri03
tiktok:yuliaputri99
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MomPutt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Breakfast
Happy Reading
❤️❤️❤️❤️❤️
setelah malam panas yang mereka lalui itu Adam tampak diam Setelah membersihkan tubuhnya sendiri sebisa mungkin, walaupun Ayah bicara soal kaki dia bergerak namun laki-laki itu tidak mempercayainya. dan akhirnya mereka pun tidur dengan nyenyak malam itu.
pagi pun tiba tanpa Adam sudah lebih dulu bangun dan berpakaian rapi Setelah membersihkan tubuhnya. Raya Pun bangun dan merentangkan tangannya agar otot-ototnya pun bisa terasa renggang. Adam memperhatikan gerak-gerik Raya.
"Apa masih sakit?"
pertanyaan suaminya itu sontak saja membuat wajah Raya langsung berubah memerah, adegan tadi malam kembali berputar di kepalanya dan Raya pun langsung menggelengkan kepalanya.
"Kau yakin?" tanya Adam lagi
Saya ingin sekali menggeleng dan mengatakan bahwa area bawah tubuhnya masih sangat nyeri tetapi Raya khawatir Adam akan mengurungkan niatnya untuk menjenguk orang tua raya hari ini.
"Iya aku yakin, udah jangan dibahas! aku malu." Raya pun langsung kembali membalikkan tubuhnya menghadap ke arah lemari setelah ia berdiri dari tempat tidur tadi, di dalamnya sudah banyak baju-baju yang bertengger atau berjajar dengan rapi sepertinya baju itu sudah dipesankan oleh orang rumah itu atau bisa jadi asisten Nathan Yang mengurusnya.
" karena kau bilang sudah tidak sakit lagi maka Nanti malam kita akan mengulangi lagi agar kau segera hamil.'' ucap Adam tanpa disensor sama sekali bicaranya.
seketika tangan Raya hendak meraih sebuah dress potongan sederhana yang menggantung di udara mendengar ucapan suaminya barusan.
" bersiap-siaplah, Aku menunggumu di meja makan.''
mendengar perkataan suaminya mengatakan Nanti malam akan mengulangi lagi seketika itu juga lutut Raya semakin terasa lemas tidak bertenaga. ingin sekali rasanya Raya menolak dan mengatakan jika dirinya masih merasakan nyeri karena pemaksaan tadi malam namun saya tidak berani bahkan malam tadi jelas-jelas dirinya lah yang menggoda suaminya sehingga melakukan sampai 2 ronde.
sebelum meninggalkan Raya Adam pun memang tidak marah atau berbicara kasar kepada wanita itu, tetapi Raya masih belum leluasa untuk mengatakan apa yang dirasakannya. mungkin karena mereka berdua belum saling sangat mengenal jadi Raya masih merasa sungkan dan belum terbiasa. dan saat ini tidak ada yang bisa Raya lakukan selain berdoa agar Adam akan melupakan keinginannya nanti malam.
setelah berperang dengan batinnya apa yang ia rasakan kini Raya Tengah berdiri dan melihat penampilan dirinya di depan cermin, ia merasa dirinya terlalu Anggun jika bepergian hanya sekedar menjenguk orang tuanya menggunakan dress yang ada di dalam lemari itu.Ia ingin sekali mengganti pakaian nya saat ini dengan pakaian yang ia bawa dari rumah namun kembali ia teringat jika dirinya yang saat ini bukanlah Rayana yang dulu lagi, dia harus mengimbangi dengan Siapa dirinya saat ini dan harus terbiasa dengan itu semua.
setelah selesai dengan berpakaian dan menyeserati rambutnya juga memakai sedikit polesan bedak di wajahnya, Rayana pun langsung keluar dari kamar takut terlalu lama ada menunggu dirinya dan dirinya pun akan lagi-lagi ditegur oleh suaminya itu. tiba di meja makan Adam hanya melirik Raya Tanpa Memberikan komentar apa-apa saat melihat penampilan istrinya itu.
"Makanlah Sandwich panas ini juga minumlah teh susu hangat ini, agar stamina mu tetap terjaga dan sehat juga kuat. dan kau tidak gampang kecapean, dan ya ingat terus kata-kata ku ini, aku inginkan segera punya anak." ucap Adam klau menyodorkan piring berisi sandwich kepada Raya, sangat jelas terlihat makanan dan minuman itu masih hangat .
Raya pun segera memakan sarapan paginya dan tak ingin membantah ucapan suami galak nya itu ia pun hanya diam tak merespon ucapan Adam. setelah selesai breakfast Akhirnya pagi itu Adam dan Raya juga asisten Nathan bersiap-siap untuk menuju ke rumah sakit dimana Raya ingin menjenguk keadaan orang tuanya.
"Apakah aku bisa menginap dirumah mama papa, dengan alasan jagain papa? apa aku harus menanyainya ya?" didalam mobil saat perjalanan Raya berperang dengan otaknya memikirkan bagaimana dirinya tidak terlalu sering bertemu dengan Adam.
Raya seakan akan mendapatkan ide berlian untuk tidak sering-sering bertemu dengan Adam, stiker raya jika dia setiap malam harus nelpon hal yang sama seperti mantan di Raya kuatir ya tidaklah mampu lagi untuk berdiri dan berjalan.
asisten Nathan yang berada di belakang kemudi melirik Raya sekilas lewat kaca spionnya dan ingin sekali asisten Nathan memperingatkan wanita itu agar jangan mengikuti banyak permintaan dan khayalan yang mana akan Merugikan dirinya sendiri juga menyusahkan orang lain. karena apa? Nathan tentu tahu betul Bagaimana karakter dan sifat Adam jika sudah marah.
Adam itu tipe pria yang tidak romantis juga pria dingin, setelah kejadian kecelakaan itu ada memiliki sifat tempramental dan sedikit gampang marah dan juga tidak sabaran akan sesuatu. tetapi sayangnya Raya tidak melirik ke arah Adam yang termasuk Hendak memberikan peringatan itu.
"*Jangan memikirkan hal bodoh yang akan menghancurkan dirimu sendiri Nona Rayana," Batin Nathan sambil geleng-geleng kepalanya.
Bersambung*.. ...