Emin Erdana gadis cantik nan rupawan, usia 18 tahun terpaksa harus menikah dengan Tuan muda Abelano putra tunggal Tuan Basten dan Nyonya Agatha. Untuk menyelamatkan reputasi Keluarga Besar Basten. Setelah pernikahan Putranya Abelano gagal karna sang kekasih lebih memilih pria lain.
Akankah Emin Erdana menerima pernikahannya dengan Abelano?
"Apakah Abelano dapat menerima pernikahan itu? simak ceritanya di "Contrac wedding 30 day's with CEO "
by Morata
FB Nolan s
Ig Sihalohoherlita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11. CANTIK JUGA
Emin memilih untuk tetap berada di balkon daripada harus berdebat dengan suaminya. tatapan kosong menatap hamparan ibukota. Ingin rasanya ingin berteriak di sana untuk menuangkan isi dalam hatinya. Tetapi itu sungguh tidak mungkin ia lakukan di rumah utama keluarga Basten.
Abelano merasa tidak peduli apa yang ia ucapkan dapat menyakiti hati ini. Wanita murahan dan wanita sampah kata-kata itu sering sekali dilontarkan oleh Abelano kepada Emin. Emin berusaha untuk selalu bersabar. yang ia pikirkan saat ini, pernikahan untuk menyelamatkan reputasi keluarga Tuan Basten hanya 30 hari saja. hal itu yang membuat Emin berusaha untuk bersabar.
Bagaimanapun tingkah laku Abelano, ia seolah tidak peduli. "bodoh! bodoh sekali kamu Emin, kamu terlalu memikirkan lelaki yang sama sekali tidak memiliki perasaan apa-apa sama kamu. Toh sebentar lagi kamu akan bercerai setelah pernikahanmu 30 hari. Emin merutuki dirinya sendiri.
Tidak bisa dipungkiri, sekalipun pernikahan itu hanya kontrak 30 hari. Tetapi Emin juga memiliki hati nurani. Kebaikan Nyonya Agatha kepada Emin yang membuat Emin dapat selalu Bertahan, walaupun dirinya selalu mendapat cacian dan makian dari Abelano.
Kini ponsel Emin sudah tidak ada lagi. Sebenarnya bukan Emin tidak memiliki uang untuk membeli ponsel baru kembali. karena Abelano sudah memberikan black card untuk dapat ia gunakan membeli segala perlengkapannya.
Tetapi haram bagi Emin menggunakan uang dari Abelano. Karena ia merasa tidak memiliki hak akan hal itu. Sekalipun Emin istri dari Abelano saat ini, sah di mata hukum dan agama. Semenjak Abelano memberikan black card itu, tak pernah sekalipun transaksi pengeluaran dana dari sana membuat Abelano mengerutkan keningnya.
"Dasar wanita bodoh, dikasih fasilitas untuk digunakan berbelanja mempercantik diri dan menggunakan pakaian yang berkelas, tetapi tak sekalipun pernah digunakan black card itu. memangnya black card itu mau diapain kalau tidak untuk digunakan berbelanja." gumam Abelano ketika memeriksa pengeluaran black card yang diberikannya kepada Emin.
Emin menganggap kalau Abelano sudah selesai menggunakan pakaiannya. Ia pun bangkit dari tempat duduknya berniat untuk melihat Abelano masih di kamar atau tidak. bertatapan dengan Abelano sulit bagi Emin karena itu bisa menjadi malapetaka bagi Emin.
Tak jarang mendapatkan cacian dan makian ketika bertatapan dengan Abelano karena Abelano merasa tidak pantas dilihat oleh Emin yang hanya seorang anak pembantu. Emen berpamitan kepada Abelano untuk sekedar pergi ke salah satu supermarket yang lokasinya tidak jauh dari rumah utama keluarga Basten.
Terlihat Abelano mengembangkan senyumnya. lebih tepatnya senyum sinis mendengar Emin berpamitan kepadanya. "lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan. aku tidak peduli. Yang pasti jangan membuat rumah ini kembali terjadi keributan, gara-gara Papi dan Mami menuduhku mengusir mu." ujar Abelano sambil memalingkan wajahnya dari Emin.
"Tidak tuan muda, Saya hanya sebentar saja." sahut Emin dengan terbata. Ketika Emin sudah mendapatkan izin dari Abelano Ia pun berlalu keluar dari kamar dengan menggunakan baju kaos oblong yang sedikit ketat, dipadukan dengan celana jeans warna biru. Rambut panjangnya diikat ekor kuda. membuat aura kecantikan gadis belia berumur 18 tahun itu semakin terpancar. hingga setiap kaum Adam yang melihatnya akan terpesona.
Ketika Abelano melihat penampilan Emin, yang selama ini jarang ia lihat. Ia mengerutkan keningnya. "Ternyata dia bisa cantik juga." gumam Abelano di dalam hati. tetapi ia tepis begitu saja, karena ia sadar kalau Emin hanya merupakan anak seorang pembantu.
Nyonya Agatha melihat penampilan Emin terlihat cantik dan menawan membuat Nyonya Agatha mengembangkan senyumnya. "Wow anak menantu mami cantik sekali, Memangnya anak menantu mami mau ke mana" Puji Nyonya Agatha sekaligus bertanya kepada Emin.
Emin ingin ke supermarket sebentar mom, ada sesuatu yang ingin Emin beli di sana. Tidak apa-apa kan mom, Emin keluar sebentar. Emin meminta izin kepada Nyonya Agatha. Tentu dong Sayang, tidak apa-apa. Tapi kamu beli apa yang kamu inginkan di sana. Kamu bisa menggunakan mobil Mami." ujar Nyonya Agatha agar Emin menggunakan mobil milik Nyonya Agatha.
Emin hanya nyengir kuda mendengar tawaran dari Nyonya Agatha. Mami bisa saja menawarkan Emin membawa mobil mewah milik Mami. Tetapi bagaimana mungkin Emin dapat menyetir mobil milik Mami itu, sementara Emin sama sekali tidak mengetahui menyetir mobil." ucap Emin Sambil tertawa cengengesan.
Nyonya Agatha menepuk jidatnya. "Ya Allah maaf ya, anak menantu Mami yang cantik." ucap nyonya Agatha karena dirinya tidak menyadari kalau Emin tidak mengetahui menyetir mobil sama seperti anak-anak muda lainnya.
Kalau begitu kamu diantar oleh Pak min saja." ujar Nyonya Agatha.
"Tidak perlu mom, Lagian Emin, perginya ke supermarket dekat kompleks saja kok. Jadi bisa hanya GL saja
"GL?
"Maksudnya apa itu GL sayang? tanya Nyonya Agatha yang tidak mengetahui Apa maksud dari GL.
"GL , alias goyang lutut mom," ucap Emin sambil nyengir kuda yang mampu membuat Nyonya Agatha tertawa ngakak mendengar jawaban Emin.
"Kamu bisa saja membuat Mami tertawa.Ya sudah terserah kamu saja. Kamu mau GL atau diantarkan sopir." Nyonya Agatha menggelengkan kepalanya setiap kali melihat senyuman dari Emin, hati nyonya Agatha begitu damai.
Emin berlalu dari hadapan Nyonya Agatha, setelah mendapat izin dari ibu mertuanya. Ia berjalan melenggang keluar dari rumah mewah itu. Terlihat petugas keamanan datang menghampiri Emin.
"Nona Emin yang terhormat adakah yang bisa mamang bantu tanya petugas keamanan yang selalu bercanda gurau dengan Emin
"Ah mamang bisa aja. Emin hanya pergi keluar, ada sesuatu yang ingin Emin beli. "Tetapi terlihat Nona Emin sangat cantik sekali. Mamang jadi pangling melihatnya." Puji petugas keamanan yang sudah lama bekerja di rumah utama keluarga basten.
"Aduh mang, jangan terlalu memuji Emin. nanti Emin besar kepala. Lagian Emin tidak memiliki uang recehan yang ingin Emin berikan kepada mamang. Karena sudah memuji Emin." sahut Emin sambil mengembangkan senyumnya.
Membuat petugas keamanan itu langsung tertawa ngakak mendengar jawaban Emin. karena setiap kali mereka bertegur sapa, Emin selalu mendapat jawaban yang mampu membuat petugas keamanan itu tertawa terbahak-bahak.
Tanpa mereka sadari, dari kejauhan tepatnya dari balkon kamar milik Abelano, Abelano memperhatikan interaksi Emin yang begitu dekat dengan petugas keamanan yang bekerja di rumah utama keluarga Basten.
" Mengapa setiap orang yang ada di rumah ini begitu dekat dengan Emin? padahal kan dia hanya anak seorang pembantu." gumam Abelano dalam hati sambil menatap Emin dan petugas keamanan itu dengan sinis.
"Mang Emin pamit dulu, nanti kalau kita terlalu lama berbicara di sini, yang iyanya Emin tidak jadi berbelanja." ucap Emin sambil terkekeh melangkahkan kaki keluar dari pintu gerbang rumah utama keluarga Basten.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN
Dan semoga Emin selalu sukses di luar sana,Jgn mau di pujuk pulang oleh pria tua itu lagi iya Emin..👍🏻