Tepat di usia pernikahan yang ke lima, diceraikan oleh suami yang selama ini dicintainya hanya karena tidak bisa hamil. Namun dia tiba-tiba hamil setelah perceraian itu datang...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seperti Mimpi
Aku terlalu mabuk bahkan untuk bisa sekedar menggunakan pakaian ku. Jadi aku hanya bisa duduk ditempat tidur dan menyisir rambut ku dan menunggu rambutku sampai kering. Setelah itu aku menaruh handuk di atas rak. Kesunyian yang ada di dalam kamar membuatku ingin tidur. Tapi aku berusaha bertahan untuk tidak memejamkan mataku. Aku masih ingin menunggu tinggal sebentar lagi.
Suasana kamar menjadi begitu tenang sekarang dan aku terjatuh dalam pikiran terdalam ku, seolah ada sebuah lubang yang tercipta karena minuman beralkohol yang aku minum itu dan aku tidak pernah menyangka bahwa minuman itu sangat kuat sampai aku bisa merangkak dari kamar mandi sampai ke atas tempat tidur seperti wanita menyeramkan dari neraka.
Kulitku yang putih pucat menunjukkan bahwa aku tampak begitu sempurna menjadi sesosok hantu yang selama ini digambarkan memiliki kulit putih pucat dan berambut panjang sama persis seperti diriku saat ini.
Perlahan, kelopak mataku semakin terasa berat. Aku lantas menaruh kepalaku di bantal yang terasa begitu sangat lembut dan nafasku ikut berhembus dengan lembut juga. Aku masih ingin terjaga untuk menunggu Mas Al, tapi sekarang rasanya seperti mustahil. Pria bajingan itu, dia berselingkuh dari ku. Tapi aku tetap tidak bisa menyingkirkan dia dari pikiranku. Mungkin butuh waktu bertahun-tahun bagiku untuk bisa move on darinya.
Setelah itu aku mulai tertidur seperti bayi yang polos tidak mengenakan sehelai kain pun. Aku tiba-tiba seolah mendengar suara pintu kamar yang terbuka. Mungkin itu hanya imajinasi ku saja karena aku sedang dalam keadaan mabuk berat.
"Jangan tinggalkan aku Mas Al. Kumohon jangan pergi." Ucap ku dengan air mata yang terjatuh ke pipiku yang memerah.
Suasana kamar ini dingin, bahkan sangat dingin. Aku menyentuh pundak ku sendiri lalu menaruh jemariku di dadaku untuk memeluk diriku sendiri.
Dan inilah dia, aku seolah merasa bahwa Mas Al tengah berjalan mendekat kearah ku dan dia terlihat begitu tampan. Bahkan dalam mimpiku, dia tidak pernah gagal untuk menggodaku dengan pesona tubuhnya yang seksi itu. Aku bahkan tidak bisa mengalihkan perhatian ku sedikitpun darinya.
Aku mengangkat tanganku ke arahnya, agar dia bisa memegang tanganku. Tapi dia hanya menatapku dengan tatapan yang sedih dan juga sorot matanya yang tampak lelah. Lengan ku terasa sakit karena menunggu dia untuk memegang tanganku. Aku pun lalu menjatuhkan tanganku ke atas tempat tidur. Bahkan di dalam mimpi, Mas Al menolak untuk memegang tanganku.
"Kenapa kau berselingkuh dariku Putri?" Ucap Mas Al.
Aku bisa mengetahui dengan jelas dari suaranya bahwa dia tampak sangat marah padaku sekarang.
"Bajingan. Aku tidak pernah berselingkuh darimu Mas. Aku lebih memilih untuk mati dibandingkan aku harus berselingkuh darimu." Ucap ku dengan tegas.
Aku merasa karena mabuk seperti ini membuatku merasa bermimpi. Kata-kataku seolah keluar begitu saja dari dalam mulutku.
"Jika kau tidak mencintai aku lagi, maka aku juga tidak menginginkanmu lagi. Mungkin, dalam proses aku move on dari mu, aku akan dekat dengan orang baru." Ucap ku mengusap air mataku lalu memunggungi Mas Al.
Itulah saat aku menyadari bahwa aku cukup berani untuk berjalan menjauh dari Mas Al. Aku harap keberanian seperti ini bisa berguna di kehidupan nyata juga.
Mas Al melingkarkan tangannya di seluruh tubuhku untuk menghentikan aku berjalan menjauh darinya. Kehangatan menyebar di seluruh tubuhku, saat Mas Al memelukku dengan erat. Aku tidak merasa kedinginan lagi, saat hasrat yang membara bangkit dari dalam diriku. Faktanya aku merasa bahwa diriku tengah demam saat ini.
"Aku mencintaimu Mas Al." Ucapku dengan berbisik saat aku tadinya mengatakan kepada Mas Al bahwa aku tidak menginginkan dirinya lagi.
Mas Al tidak membalas ucapan ku. Dia malah menjatuhkan bibirnya di bahuku yang terbuka dengan memberikan ciuman yang sangat lembut yang membuat aku mulai berdesis karena hasrat yang mulai berkobar dalam diriku.
Efek dari minuman beralkohol tadi sangat hebat, aku berpikir dimana aku bisa membeli minuman itu lagi.
Aroma tubuh Mas Al yang berasal wangi sabun dan juga keringatnya bercampur menjadi satu di tubuhnya. Semua hal itu lantas menyatu dengan tubuhku dan hal itu membuat hasrat ku menjadi semakin lebih membara lagi.
Bibir Mas Al beralih ke arah leher ku, dimana dia menggigit nya dengan begitu cepat seperti sesosok vampir yang tengah menghisap darah korbannya. Aku menggigit bibirku untuk menahan teriakan yang akan keluar dari mulutku. Dan aku sangat yakin jika aku berteriak, maka teriakan ku bisa didengar sampai kamar ke lima, jika kamar ini tidak kedap suara.
Mas Al menyentuh, meraba, mencium dan bahkan menghisap kulitku seperti dia tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya. Sentuhan Mas Al pada tubuhku, seolah membuatku merasa seperti dia begitu sangat mencintai aku. Sentuhan itu semakin membuat aku mendesah dengan cepat, setiap kali dia mencium kulitku untuk meninggalkan tanda merah.
Sensasi yang terasa di dalam diriku membuat aku tenggelam ke dalam sebuah ombak yang besar dan itu membuatku ingin semakin menyelam ke dalamnya dengan rasa yang begitu membuat gairah di dalam diriku semakin bangkit lagi.
Jika ini memang hanyalah sebuah mimpi, tidak masalah bagiku untuk tidak bangun lagi. Selama aku bisa merasakan tubuh Mas Al seperti aku belum pernah melakukannya sebelumnya. Semuanya akan terasa begitu sempurna untuk aku meninggalkan dunia ini dengan kenangan manis yang di berikan Mas Al dalam jiwaku saat ini.
Setelah itu bibir Mas Al bertemu dengan bibirku dan seperti hewan buas yang sangat kelaparan, Mas Al mencium bibirku dengan penuh hasrat hingga membuatku berdiri berjinjit. Aku tidak bisa menahan hal itu lebih lama lagi, kemudian jemari ku melingkar di leher Mas Al untuk memperdalam ciuman kami.
Aroma dari tubuh Mas Al menusuk hidungku dan aku bernafas semakin dalam saat dia semakin memperdalam ciumannya pada bibirku.
Perlahan, posisi berdiri kami berpindah ke atas tempat tidur, dengan tubuh Mas Al yang menindih tubuhku. Tubuh Mas Al yang menindih tubuhku dengan keras memang terasa berat. Tapi hal itu hanya membuatku semakin merasa senang dan aku meregangkan kedua kakiku untuk membuat Mas Al semakin jatuh ke tubuhku.
Mas Al mulai mengeluarkan suaranya yang terdengar begitu seksi seperti musik yang mengalun indah di telingaku. Jemariku melingkar ke arah punggung Mas Al dan perlahan turun ke arah pinggangnya, yang membuat aku menyadari bahkan Mas Al sendiri tidak menggunakan **********.
'Ah! Mimpi ini terasa hampir begitu nyata. Aku tidak mau mimpi ini berakhir begitu saja.'
Mas Al mencium ku semakin dalam, sementara aku semakin mengeratkan pegangan tanganku pada pinggangnya.
Angry bird milik Mas Al yang menekan di tubuhku terasa semakin mengeras setiap menitnya.
Bersambung....