NovelToon NovelToon
Adinda Untuk Kapten Zaid

Adinda Untuk Kapten Zaid

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Action / Poligami / Tamat
Popularitas:12.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Bunda Nova

Perjuangan seorang kapten gagah berani dalam mendapatkan cinta seorang gadis yang merupakan adik dari sahabatnya sendiri serta pengorbanannya dalam tugas mengabdi pada negara.


" Zaid tidak perlu dijodoh-jodohkan. Zaid bisa mencari jodoh Zaid sendiri, Bu " tolak Zaid mentah-mentah.

" Kali ini kamu harus menerimanya karena ini permintaan almarhum ayah kamu dan kamu akan segera menikah dengan Adinda, adiknya Arjuna " titah sang ibu.

" Apa ?"


" Dinda menolak perjodohan ini. Kenapa harus dinda ? Kenapa bukan Kak Tiwi aja yang dijodohin " tegas Adinda menolak rencana perjodohan sang bunda dan sang kakak.

" Kamu harus menerimanya dan kamu akan segera menikah dengan Kapten Zaid "

" Apa ? "


Note : Follow ig author ya 🤗 @ovadelovee

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Nova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKZ part 11

Zaid telah bersiap dan menunggu kedatangan Adrian, rekannya yang juga akan berangkat ke Bali.

Adinda dengan setia mendampingi sang suami di depan rumah. Zaid tidak ingin melewatkan sedetik pun kebersamaannya dengan sang istri.

Berat bagi Zaid meninggalkan Adinda, namun tugas negara jauh lebih penting.

Zaid tak melepaskan tautan jemari mereka, bahkan ia kerap menciuminya. Tangan satunya terulur membelai rambut Adinda kemudian mengecupi pucuk kepala sang istri dengan penuh rasa cinta.

Adinda pun begitu, merasa sangat nyaman dengan perlakuan Zaid, lantas ia melingkarkan tangannya merangkul pinggang Zaid. Ini adalah kali pertama, Zaid meninggalkannya setelah pernikahan. Entah akan ada berapa kali lagi Zaid meninggalkannya demi tugas negara. Tapi Adinda mengerti itu adalah kewajiban Zaid sebagai abdi negara.

Adrian datang dengan mengendarai mobil dinas. Ia turun dari mobil, memberi hormat pada Zaid lalu menyalami Adinda dan Bu Sandra.

Adrian membawa koper dan ransel milik Zaid ke bagasi mobil, sementara Zaid berpamitan kepada ibu juga istrinya.

" Jaga diri ya... Jangan deket-deket sama Aldi atau laki-laki mana pun. Kalau ada masalah, kamu bisa hubungi Juna... Aku pasti kangen berat sama kamu " Zaid menempelkan keningnya pada kening sang istri.

Adinda memeluk erat tubuh tegap sang suami. Menyandarkan kepalanya pada dada bidang Zaid.

Setelah ini, selama 7 hari ia akan kehilangan kehangatan seorang Zaid. Seorang pria yang menikahinya karena perjodohan. Seorang pria yang selalu hangat untuknya dibalik sikap kaku dan dinginnya.

Zaid mengeratkan pelukan pada tubuh sang istri saat ia tahu sang istri mulai meneteskan air mata.

" Dinda... Aku mencintaimu sejak dulu, kini dan nanti... " bisik Zaid lembut.

" I love you to, Kapten Z " gumam Adinda.

" Apa yang kau katakan itu benar ? " tanya Zaid sambil memandang wajah cantik Adinda.

Adinda mengangguk malu, lalu memeluk Zaid kembali. Zaid tersenyum, akhirnya ia bisa mendengar pengakuan cinta dari sang istri. Dan sepertinya, ia akan segera mendapatkan hak nya sebagai seorang suami.

OTW Zaid dan Adinda junior ini...

Zaid mengangkat wajah Adinda, lalu mendaratkan sebuah ciuman di bibir Adinda. Adinda membalas ciuman sang suami untuk pertama kalinya.

Kedua insan itu tak menyadari jika apa yang mereka lakukan menjadi tontonan gratis sang ibu juga Adrian.

Bu Sandra tersenyum melihat kelakuan pasangan suami istri itu. Sementara Adrian memilih menundukkan wajahnya. Ia kaget sendiri melihat sang Kapten yang dikenal dingin itu bisa begitu hangat dan mesra kepada sang istri.

Zaid melepaskan tautan bibir mereka, dengan nafas terengah menahan hasrat. Andai saja bukan tugas negara. Tentunya, ia akan segera membawa sang istri langsung ke kamar menghabiskan waktu berperang berdua.

" Aku akan meminta hak ku saat nanti kembali. Kamu bersiap ya " ucap Zaid membelai pipi Adinda lalu mengecup kening Adinda dan segera masuk ke dalam mobil.

Adinda melambaikan tangan saat mobil yang ditumpangi Zaid dan Adrian berlalu dari hadapannya.

" Jangan khawatir Dinda, Zaid pasti baik-baik saja. Kamu doakan saja suamimu itu sehat dan selamat " ucap Bu Sandra merangkul Adinda.

...******...

Sudah 3 hari, Zaid berada di Bali. Menjadi pasukan khusus pengaman para pimpinan negara. Setiap hari, Zaid tak pernah absen menelpon bahkan vidio call dengan sang istri di sela-sela waktu senggangnya.

Zaid baru saja menghubungi Adinda. Sang istri baru saja selesai mandi setelah pulang dari kampus. Hanya melihat Adinda mengenakan bath robe saja, Zaid sudah merasa panas dingin.

Adinda nampak seksi dengan menggulung rambutnya hingga mengexpose leher jenjangnya. Bagian dadanya sedikit terlihat dikarenakan bath robe yang dipakainya sedikit longgar. Belum lagi wajahnya yang segar serta bibir pink yang merekah. Ah, seandainya saja Zaid ada disana tentu ia tak akan menyia-nyiakan anugrah terindah yang diberikan Tuhan untuknya.

Khawatir tak bisa menahan hasrat serta ada orang lain melihat sang istri, Zaid memutuskan vidio call lalu menelpon balik Adinda.

Adinda : " Kenapa vidio call nya udahan ? "

Zaid : " Takut gak tahan, terus pulang sekarang " jawab Zaid.

Adinda menyunggingkan senyumnya.

Adinda : " Kak, Dinda mau minta ijin rayain ultah Caca. Boleh ya ? "

Zaid : " Kapan ? "

Adinda : " Hari Sabtu ini, boleh ya... Lagian Kak Zaid pulangnya kan masih 4 hari lagi "

Zaid : " Siapa aja ? "

Adinda : " Sekelas... Boleh ya Kak, please !! "

Zaid : " Hem... Tapi, gak boleh... "

Adinda : " Iya, iya... Gak boleh deket-deket sama laki-laki lain. Makasih, Kak... Mmmuah "

Adinda menutup panggilan dengan senang hati karena Zaid mengijinkannya pergi. Awalnya ia mengira Zaid akan melarangnya namun diluar ekspektasi ternyata sang suami membolehkan.

Zaid tersenyum melihat ponselnya. Ponsel dengan wallpaper fotonya berdua dengan Adinda saat kemarin mereka pergi berkencan. Zaid menyentuh gambar Adinda.

Tunggu aku pulang sayang !

Bam...

Tiba-tiba terdengar bunyi ledakan di basement hotel. Zaid bergegas menuju arah suara bersama yang lainnya. Sementara anggota yang lainnya mengevakuasi pengunjung yang berada di dalam hotel.

Zaid bersiap dengan pistol di tangannya, bersiaga jika sang pelaku masih berada di sekitar lokasi. Nampak sebuah mobil yang terbakar di dalam basement. Segera beberapa orang anak buahnya mengambil alat pemadam kebakaran lalu berupaya memadamkan api sebelum menjalar.

Zaid mengedarkan pandangan, memindai jika ada pergerakan mencurigakan. Hingga akhirnya, matanya menangkap gerakan dari ujung basement, dimana seseorang berpakaian hitam mengenakan masker berlari ke dalam sebuah mobil pick up.

Zaid dan Adrian mengejar mobil tersebut. Dengan gesit Zaid berlari menuju mobil yang hendak melarikan diri itu dengan menaiki dab melangkah di atas mobil-mobil yang terparkir diikuti oleh Adrian.

Suara ban mobil yang dipacu kencang berdecit saat menyentuh lantai basement. Zaid berhadapan dengan mobil tersebut lalu menembak ban mobil tersebut yang menyebabkan sopir kehilangan kendali. Mobil itu meluncur tak terkendali menuju ke arah Zaid. Refleks Zaid menghindar dengan menjatuhkan diri ke kanan. Sementara mobil pelaku berakhir dengan menabrak dinding.

Sang pelaku, keluar dari mobil dengan terhuyung disebabkan tabrakan yang tak bisa dihindari.

Zaid bangkit lalu berjalan menuju si pelaku sambil menodongkan pistolnya. Sang pelaku mengangkat tangannya saat Zaid mendekat, namun saat Zaid menurunkan senjata, si pelaku dengan cepat mengambil belati yang ada di dalam jaketnya lalu melemparkan ke arah Zaid hingga mengenai lengan Zaid.

Zaid segera menembak kaki pelaku yang membuatnya langsung terjatuh. Anggota pasukan lainnya mendekati Zaid dan pelaku, kemudian mengamankan pelaku. Sementara Zaid dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Zaid sampai di Rumah Sakit, beruntung hanya luka kecil tidak terlalu dalam hingga Zaid hanya mendapat tiga jahitan saja.

Karena kejadian ini, Zaid diperbolehkan kembali lebih dulu ke kesatuannya.

Dan akhirnya, Zaid kembali dari Bali setelah 2 hari beristirahat. Zaid melangkahkan kaki dengan perasaan bahagia saat turun dari taksi yang ditumpanginya dari Bandara. Ia ingin segera menemui istri kecilnya, mengobati kerinduannya dengan memeluk sang istri.

Zaid membuka pintu rumah, lalu menuju kamarnya berharap sang istri terkejut dengan kedatangannya. Tapi ia justru yang terkejut karena tak menemukan Adinda disana.

1
juwita
mampir
SJR
Assalamu'alaikum guys, mampir yuk ke novel ku ini, "ISTRI BERCADAR MILIK KETOS TAMPAN" saling suportnya dan jangan lupa like dan follow nya ya 🙏❤️😊
Olivia
Alhamdulillah lega rasanya melihat mereka yang pada akhirnya benar-benar menikah, ya meskipun memang belum ada cinta di hati Dinda untuk Zaid, tapi ya nggak papa lah yang penting nikah dulu ya😊😊😊
Olivia
Tenang saja ya Arjuna, insya Allah Zaid bisa kok membahagiakan Adinda, karena Zaid memang sudah benar-benar mencintainya bahkan sudah sejak lama menyimpan perasaan itu untuknya😊😊😊
Olivia
Alhamdulillah senang sih kalau pada akhirnya mereka benar-benar dijodohkan semoga saja lewat perjodohan ini bisa menjadi kemajuan untuk hubungan Adinda dan Zaid kedepannya nanti, agar bisa benar-benar menyatu dan ikatan suci pernikahan dan bukan atas nama perjodohan tapi atas nama Cinta, ya semoga saja hubungan dekat langgeng terus kedepannya, ya meskipun aku tahu pasti Adinda akan menolak perjodohan ini, tapi jika Zaid benar-benar mencintai Adinda maka Zaid harus benar-benar memperjuangkannya kan🥺🥺🥺
Olivia
Tenanglah Zaid, karena insyallah jika kalian benar-benar berjodoh maka pasti takdir akan benar-benar menyatukan kalian di waktu yang tepat nantinya😊😊😊
Olivia
Ya untuk permulaan cukup bagus lah, cukup menarik untuk di baca kok😊😊😊
Wati Watipristika
Luar biasa
Erina Munir
tq ya umi othor atas karyanya...
Erina Munir
wahhh...jangan2 si reksa anaknya pk lukman tuh...yg d culik...mungkin juga penculiknya bpk tirinya reksa ya thor
Erina Munir
ya nihh.... othorkan mak comblang...🤣🤣🤣
Erina Munir
hahaa...masih baru nih masalahnya...jdi wajar klo evan curiga
Erina Munir
tsu niih bang bagas kadang2 duja telmi...hadeeh...dalah paham muluu
Erina Munir
sabar bagas...ternyata alesha udh nyadar kok...evan juga udh sadar dri pingsanya....siap2 aja alesha buat berbahagia sama bagas
Erina Munir
evan ga lakkii...payah...hrsnya tegas dong...gimana klo berumah tangga nnti nih...
Erina Munir
heheee...intermezo ya thoor
Erina Munir
jodoh kan d tangan Allah...tpi kenapa manusianya...yg maksaiin ya hrs begini atau begitu ya thor
Erina Munir
klo didikan ortunya bagus yah in syaa Allah hasilnya seperti yg d harapkan
sonya yunisa
Bagus bgt 👍🏼👍🏼
Erina Munir
wahhh...anak kokay neehh...psling2 msu d jodohin...tpi ga mau...kabuur deeh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!