Chezy adalah seorang agen rahasia yang terpaksa menjalani pernikahan kontrak dengan Dallas, pewaris penuh rahasia dari keluarga Alston.
Awalnya hubungan keduanya hanya sebatas teman di tempat tidur. Tapi Dallas jatuh cinta secara tidak terduga. Chezy hanya memanfaatkan pernikahan kontrak ini untuk menyelesaikan misi dari organisasi, tapi malah terjerat dengan kasih sayang pria itu.
Hingga pada suatu hari, Chezy datang pada pria itu dan berkata, "Aku hamil anakmu. Haruskah aku menggugurkannya setelah kontrak berakhir?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nyonya Alston Tidak Menyukai Chezy
Di meja makan yang dipenuhi oleh makanan. Dallas berada di samping Chezy, mengambil beberapa makanan untuknya. Di mata orang lain, Dallas tampak seperti suami yang perhatian. Namun Chezy tahu jika ini hanyalah aktingnya saja.
Orang yang paling tidak suka melihat pemandangan itu tentu adalah Sonya dan Nyonya Alston. Sisanya hanya suam-suam kuku.
Di saat makan siang pun, Nyonya Alston sesekali akan mengatakan sesuatu yang semuanya hampir menyinggung Chezy. Jika bukan suaminya yang sedikit masuk akal, dia mungkin akan merusak suasana di meja makan.
"Di mana Nona Chezy sekolah sebelumnya?" tanya Tuan Alston seraya menikmati makanan.
Chezy tersenyum sedikit. "Hanya sekolah kecil di negara K," jawabnya.
Nyonya Alston tidak bisa menahan diri untuk tersenyum sarkasme. "Kebetulan Sonya juga sekolah perguruan tinggi di negara K, masih universitas ternama. Awalnya dia pulang tahun ini untuk menikah dengan Dallas karena keduanya memiliki banyak kecocokan. Siapa tahu ada lalat tidak diundang," jelasnya.
"Cukup!" Tuan Alston memperingatinya.
"Apa yang salah?! Aku berkata yang sebenarnya." Nyonya Alston tidak senang saat suaminya menatap dengan tatapan yang agak membuatnya takut.
Dallas makan tanpa terpengaruh oleh suasana aneh di meja makan. Tapi dia menatap ibunya dengan peringatan yang jelas.
"Jika tidak memiliki niat untuk menyapa istriku, jangan makan dan pergilah makan siang di luar."
"Dallas, aku adalah ibumu!" Nyonya Alston bahkan lebih tidak senang saat putranya sendiri bicara seperti itu hanya untuk wanita yang tidak diketahui asal-usul.
Sonya benar, Dallas pasti akan dipengaruhi oleh wanita yang tidak tahu datang dari mana.
"Kalau begitu bersikaplah layaknya seorang ibu."
"Kamu—!" Nyonya Alston ingin berdebat.
Kakek Alston tidak tahan lagi dengan keributan di meja makan, langsung berteriak, "Cukup! Jangan berdebat di depan makanan!"
Nyonya Alston langsung tutup mulut. Sonya yang ada di sampingnya segera mencolek lengannya dan menggelengkan kepala. Lagi-lagi Nyonya Alston merasa bersalah.
Chezy tidak banyak bicara. Sesekali dia akan melihat wanita yang duduk di samping Nyonya Alston. Wanita itu bermana Sonya Marweth, tunangan Dallas saat ini.
Keluarga Marweth merupakan mitra keluarga Alston selama bertahun-tahun. Meski bukan yang terpenting tapi merupakan yang paling dekat. Keluarga Marweth sangat baik dan memiliki hubungan dengan Nyonya Alston.
Mereka telah membuat pertunangan masa kecil ketika Dallas berusia tiga tahun. Pada saat itu, jika nyonya Marweth melahirkan seorang putri, maka akan dijodohkan dengan Dallas.
Setelah makan siang, Kakek Alston meminta Chezy untuk bicara empat mata di ruang belajar. Dallas tidak keberatan atau khawatir, dia hanya menunggu dengan tenang di ruang tamu.
Sonya ingin bicara dengan Dallas tentang hubungan pertunangan mereka. Tapi tidak memiliki respons yang baik dari pihak lain.
"Dallas, apakah kamu benar-benar tidak memiliki perasaan padaku?" Sonya memiliki rambut kecoklatan bergelombang yang indah. Iris mata birunya sangat cocok dengan kulit putih bersihnya yang terawat.
Dari kecil, Sonya sudah menyukai Dallas tapi kebanyakan menghabiskan waktu dengan Gaines. Lagi pula, kedua pria itu selalu melindunginya jika ada sesuatu. Sonya merasa aman di mana pun. Tapi semakin dewasa, pikiran ketiganya tentu saja banyak berubah.
Dallas yang sedang merokok saat ini tidak memiliki ekspresi apapun saat melihat Sonya. "Aku hanya menganggapmu sebagian adik perempuan. Tidak lebih."
"Tidak mungkin! Dallas, kamu berjanji akan hidup bersama denganku waktu itu dan menjagaku. Bagaimana kamu bisa seperti ini?" Sonya hampir saja menangis. Dia menunjukkan ekspresi paling menyedihkan, berharap hati pria itu tergerak.
Tapi Dallas hanya acuh tak acuh.
Dallas tahu banyak hal namun malas untuk mengungkapkannya.
"Sonya, jangan serakah dengan merayu ke sana dan ke sini. Hargai dirimu sebagai wanita," kata Dallas tanpa basa-basi.
Sonya tertegun. Dia tidak tahu kenapa Dallas berkata demikian. Ada sedikit keabnormalan di matanya namun segera tergantikan kesedihan.
Di sisi lain, Gaines yang baru saja memasuki ruang tamu. Dia melihat adegan tersebut, sepertinya tidak ada hasil yang baik. Dia sedikit kesal.
"Dallas, kamu jangan berkata seperti itu pada Sonya. Pertunangan kalian belum berakhir." Gaines memiliki sikap yang tegas sebagai seorang kakak tapi selalu gagal membuat Dallas berada dalam kendalinya.
"Kalau begitu akhiri saja. Atau ... Kakak bisa menggantikannya. Lagi pula tidak ada bedanya."
"Dallas!" Gaines mengepalkan kedua tangannya, menatap Dallas agak dingin.
Sonya tidak tahan lagi dan segera meninggalkan ruang tamu sambil menangis. Usianya yang telah dewasa tidak sesuai dengan sikapnya. Menangis seperti ini, sungguh kekanak-kanakan. Dallas lagi-lagi memikirkan Chezy yang kadang menunjukkan sikap seperti kucing liar.
Melihat Gaines pergi mengejar Sonya, Dallas tersenyum mengejek. Dia menyesap rokoknya lagi, sedikit kesal. Dia mungkin pernah berkata pada Sonya jika suatu hari nanti akan menjaganya. Dia pikir waktu itu tidak apa-apa untuk menikah karena bertunangan.
Hanya saja saat mengetahui jika Sonya bersama Gaines, Dallas menghilangkan harapan itu. Dia tidak menyangka jika Sonya dan kakaknya begitu bergairah satu sama lain. Namun yang membuatnya jijik, Sonya bersikap manja dan kekanak-kanakan di depannya seolah-olah tidak terjadi apapun.
Dallas bangkit untuk mengetuk ruang belajar kakeknya. Ini sudah setengah jam sejak Chezy bicara dengan kakeknya. Kenapa belum keluar juga.
"Dallas, ayah ingin bicara denganmu sebentar," kata Tuan Alston saat melihat putra keduanya keluar dari ruang tamu. Dia menutup koran yang sedang dibacanya.
Dallas menghampiri ayahnya dan duduk tak jauh darinya.
"Ada apa?"
"Masih bertanya ada apa? Tentu saja ini tentang wanita itu. Ayah melihat sepertinya dia tidak sederhana." Tuan Alston adalah mantan tentara. Tapi pensiun lebih awal karena kesehatannya yang kurang baik.
Di ketentaraan, jika seorang prajurit memiliki penyakit atau tidak sehat baik secara fisik dan mental, pasti akan dipensiunkan. Alasannya agar tidak mengganggu yang lain.
"Ayah, aku menikahinya, tentu saja aku yakin. Jangan khawatir tentang ini."
"Masalahnya kamu dan Sonya sudah bertunangan sejak awal dan beritanya tersebar. Kamu menikah secara tiba-tiba tapi pengantinnya bukan Sonya, ini menjadi lelucon dua keluarga. Keluarga Marweth pasti akan datang untuk meminta penjelasan."
Tuan Alston sudah lelah. Urusan anak muda, dia tidak ingin ikut campur. Pertunangan Dallas dan Sonya awalnya hanyalah perjanjian lisan antara istrinya dengan nyonya Marweth.
"Aku akan mengurus ini."
Bagaimanapun saudara kandung yg begitu akrab saat kecil tidak akan mungkin benar² saling membenci😢
Lalu dri POV Dallas sbenarnya si chezy ini mau menikah dgnnya hanya karena keuntungan harta gitukah? Soalnya sempat bingung di awal, Dallas jelas tahu cewek yg dia nikahi ini bukan cewek penakut sembarangan, scara kejadian di toilet itu membuktikan betapa cerdik dan beraninya chezy untuk ukuran wanita biasa mana bisa seberani itukan?. Lalu masa Dallas Masi mikir chezy ini mau menjadi istri kontraknya semata mata hanya karena uang dan status yg dia tawarkan?
Terus juga si chezy kok lngsung mau di awal² episode di ajak lepas mahkota sama Dallas? apakah disaat itu jga chezy SDH tau dallas memiliki hubungan dgn Gaines makanya dia mau² aja demi misinya gitu melepas kehormatannya?🤔