Cinta karena harta akan musnah, karena rupa akan termakan usia.Tapi cinta karena Allah, akan kekal abadi sampai Jannah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurusysyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11.Pertemuan pertama
...◦•●◉✿Happy Reading✿◉●•◦...
...__________...
Arya keluar dari clup malam seperti biasanya. Dia akan keluar saat sudah puas bermain-main di sana dengan para wanita bayaran nya.
Tak seperti biasanya yang tak mengalami apapun saat dia menghabiskan berapapun minum tapi hari ini dia terlihat sedikit mabuk dan jalannya pun sedikit sempoyongan.
"Hahaha, aku sangat puas hari ini. " racaunya tak jelas.
Meskipun sedikit pusing namun Arya tetap saja berjalan seorang diri tak ada yang menemaninya bahkan Arya sudah masuk ke dalam mobilnya untuk mengendarainya seorang diri.
Mobil perlahan-lahan mulai melaju dengan pelan. Malam yang sudah semakin larut membuat jalanan terlihat sangat sepi, penerangan pun sudah terbatas tak seterang saat siang hari.
𝘉𝘳𝘢𝘬𝘬𝘬....
Pandangan mata yang sedikit kabur membuat Arya tak sengaja menabrak sebuah motor yang berjalan di depannya dan motor itu terjatuh beserta pengendaranya.Sadar Arya langsung menghentikan mobilnya dan keluar untuk melihat siapa yang dia tabrak.
"Kalau jalan itu lihat-lihat, kalian itu jalan bukan di jalan pribadi milik keluarga kalian, jadi jangan berhenti mendadak di tengah jalan seperti ini. Sebenarnya kalian bisa mengendarai motor nggak sih. "ucapnya dengan begitu dingin menyalahkan orang yang di tabrak olehnya.
Dua orang bertubuh kekar, memakai kalung rantai yang cukup besar itu nampak kesal dengan apa yang di katakan oleh Arya.Dua orang itu beranjak dengan cepat dan berdiri di hadapan Arya dengan mata yang kian menantang.
"Loh yang nabrak, kenapa loh yang nyolot, bosan hidup!! " umpat salah satu dari mereka dengan nada yang kian meninggi.
"Bukan saya yang nyolot, tapi kamu sendiri. Saya hanya mengatakan yang sebenarnya saja. " jawab Arya dengan datar.
"Nantangin nih orang. " orang itu semakin kesal dengan Arya.
"Nggak usah sok-sokan mau melawan ku, kalian belum mengenal siapa aku kan? aku bisa saja menjebloskan kalian ke sel penjara dengan begitu mudah. sekarang menyingkir lah jangan halangi aku. "
Berkali-kali Arya mengibaskan tangan nya mengusir mereka namun seperti nya sama sekali tak di anggap oleh mereka.
"Banyak ba**t rasakan ini! "
Dua orang itu langsung menantang Arya, memberikan pukulan dan tendangan yang masih bisa di halau dengan mudah oleh Arya.
Hidup dengan jabatan tinggi dan di dunia yang sangat keras membuat Arya harus bisa menguasai ilmu bela diri semua itu semata-mata untuk melindungi dirinya sendiri dari orang-orang yang melakukan kekerasan seperti sekarang.
krekk.. kletukk...
Bugh.. bugh..
Perlawanan Arya berhasil dia layangkan. Arya tertawa sinis setelah berhasil melumpuhkan kedua orang itu hingga tersungkur ke aspal dengan memegangi dada mereka masing-masing.
"Hayoo! masih berani melawan ku. Ayo maju.." tantang Arya.
Kesombongan Arya begitu besar saat bisa mengalahkan kedua orang itu, hingga Arya lengah dan satu orang yang ada di belakang nya mengambil balok dan memukul tengkuk Arya.
𝘉𝘶𝘨𝘩....
Satu kali saja pukulan langsung membuat mata Arya berkunang-kunang. Arya memegangi tengkuk nya yang terasa sakit dan juga terdapat darah yang mengalir di sana.
"Aku akan membalas mu! " serunya.
Arya masih mempunyai cukup tenaga untuk melawan nya, namun sekali lagi orang itu memukul Arya dan kemudian tertawa terbahak-bahak saking senangnya bisa melihat Arya ambruk kesakitan.
"Dasar belagu! laki-laki lemah saja masih sok-sokan, dasar lemah! " ejek orang itu.
Tangan Arya mengepal dia mencoba untuk berdiri namun dengan sigap orang itu memukul kaki Arya.
"Akhh..!! " jerit Arya menanggung sakit.
____________
Arini begitu kebingungan, bagaimana tidak? malam sudah semakin larut tapi sang nenek mengalami demam yang begitu tinggi, bahkan nenek terus menggigil dan meracau tak jelas. Arini mondar-mandir dengan bingung, dia menggigit jarinya karena begitu pusing.
"Mana mungkin aku bisa bawa nenek ke rumah sakit ini sudah sangat malam. Tidak ada kendaraan lewat di sini. " gumam Arini
"Apa aku pergi ke apotik saja untuk beli obat?, tapi, mana mungkin aku keluar malam-malam begini. Nanti aku di kira wanita nakal lagi. Tapi bagaimana dengan nenek? "
Melihat Murni yang terus menggigil membuat Arini tak tega dan merasa sangat kasian. Dengan tekat dan keberanian nya Arini mengambil jaket ke kamar nya memakai nya dan bergegas keluar untuk pergi ke apotek seorang diri, tanpa pamit dengan Murni ataupun kakek Santoso.
Langkah demi langkah Arini menapaki jalanan sepi, matanya terus celingukan, menoleh ke belakang berharap ada mobil atau motor untuk di mintai tumpangan, namun nyatanya sama sekali tak ada kendaraan.
"Bagaimana ini, berapa lama aku bisa sampai ke apotik? " lirih Arini.
Arini berlari kecil untuk mempercepat langkahnya, dia harus cepat sampai ke apotik dan membeli obat untuk Murni yang tengah menderita di rumah.
Arini berhenti saat mendengar ada orang yang menjerit kesakitan, Arini menoleh ke sembarang arah, dan pas Arini kini berada di sebuah pertigaan.
Laki-laki tampan terlihat dengan jelas di mata Arini. Arini ternganga, tapi bukan karena ketampanan laki-laki itu melainkan dia yang tengah terluka dan terdapat darah di beberapa titik di sekujur tubuh nya.
"Astaghfirullah,, ada orang kecelakaan. bagaimana ini, apa aku harus menolongnya?, tapi bagaimana dengan Nenek? "
Arini nampak menimang-nimang dan mencari keputusan yang dia anggap adalah benar. Pergi ke apotik dengan cepat untuk membeli obat untuk nenek nya yang tengah sakit itu adalah perbuatan yang benar, tapi bukan berarti menolong orang yang sedang terluka itu salah kan?.
"Aku akan menolong nya terlebih dahulu, semoga saja nenek dalam keadaan baik-baik saja. Lagian malam yang larut begini mana mungkin masih ada orang lewat? kalau tidak segera di tolong takut nya orang itu akan mati lagi "
Arini berlari dengan cepat, "Tuan tidak apa-apa" tanya Arini Khawatir.
"Akhh.. sakit. " rintih nya.
Orang itu ya tak bukan adalah Arya Gautama yang tengah terluka karena di hajar oleh dua orang yang tidak sengaja dia tabrak tadi, dan sekarang dua orang itu sudah pergi setelah merampas barang-barang berharga milik Arya termasuk mobil mewah nya.
Arya mendongak, matanya melirik kecil ke wajah Arini yang membungkuk di depannya dan tak berani membantunya.
Belum juga mata Arya melihat jelas wajah Arini, mata Arya semakin buram, kepalanya juga sangat pusing hingga akhirnya dia terjatuh di aspal dengan tak sadarkan diri.
Arini nampak panik, dia ingin membantu tapi dia takut dosa jika bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya.
"Bagaimana ini? Bersentuhan dengan orang yang bukan mahram itu berdosa, tapi membiarkan orang kesakitan dan bisa mati sama saja itu pembunuh kan dan itu juga dosa kan? "
Arini terus celingukan, berharap ada orang yang lewat dan bisa menolong nya tapi seperti tak ada satupun yang datang.
"Mana rumah sakit agak jauh lagi. Terus bagaimana aku membawa orang ini ke rumah sakit? "
"Tuan,, tuan bangun, Tuan. " seru Arini mencolek beberapa kali bahu Arya tapi sama sekali tak ada respon.
"Tolong...! tolong...! " teriak Arini begitu keras.
Arini terus berteriak namun sama sekali tidak ada satu orang pun yang datang untuk menolongnya. Arini terus berfikir dan terlihat begitu bingung bagaimana dia akan membawa laki-laki itu ke rumah sakit.
Arini terus celingukan dan akhirnya berhenti saat matanya melihat gerobak sampah yang ada di pinggir jalan tak jauh dari tempat Arini berada.
"Aku bisa menggunakan gerobak itu untuk menolong Tuan ini." Arini berlari dengan cepat mengambil gerobak itu tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada yang punya karena Arini pun tidak tahu itu gerobak siapa.
"Maafkan aku Ya Allah,, mungkin aku berdosa karena telah menyentuh nya, tapi aku akan merasa lebih berdosa jika aku membiarkan nya. Maka, ampunilah aku,, Astaghfirullahalazim.. "ucap Arini dengan wajah mendongak menatap langit.
Dengan susah payah Arini memapah dan membantu Arya supaya naik ke dalam gerobak tersebut. Tubuh Arini yang kecil dan harus menolong Arya yang bertubuh tinggi dan berat tidak akan mudah begitu saja. Arini harus mengeluarkan segala kemampuannya untuk berhasil.
"Astaghfirullah,, astaghfirullah hal 'azim..." serunya seraya memohon ampun kepada Tuhan nya. "aku pasti bisa.. ak... ak..."
Baru saja Arya bisa berdiri kekuatan Arini terasa habis, dia oleng dan berujung Arini yang kembali tumbang dan tubuh Arini menindih tubuh Arya yang tak sadar.
"Astaghfirullah.. " secepatnya Arini beranjak dan menjauh dari tubuh Arya, takut mendapatkan dosa dan juga takut sampai ada yang melihat nya. Bisa-bisa Arini kembali terkena masalah nantinya.
"Ya Allah, bantu Arini. Berikan kekuatan pada Arini untuk bisa membawa tuan ini ke rumah sakit. " doa Arini sungguh-sungguh.
"Tuan sih, punya badan berat amat. Kalau punya badan kira-kira dong, Tuan. Kalau begini kan hanya menyusahkan orang. " gerutu Arini namun sedetik kemudian Arini menutup mulutnya yang dia anggap tak pantas untuk mengomentari orang, "Astaghfirullah... Arini kalau begini itu tandanya kamu tidak ikhlas menolong nya, ck.. kau ini dasar.. " seru Arini memarahi diri nya sendiri bahkan Arini juga menoyor kepalanya sendiri.
"Bismillah,,, aku pasti bisa. Semangat Arini, semangat.. "
Wajah Arini kembali berbinar, berusaha mengeluarkan kekuatan nya yang tak seberapa demi bisa menolong Arya yang sama sekali tidak dia kenal.
"𝘔𝘦𝘯𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘭 𝘴𝘢𝘫𝘢. 𝘚𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘵𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘵𝘶𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘪𝘵𝘢. 𝘋𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘮𝘣𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘢𝘵𝘢𝘴 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯, 𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘪𝘬𝘩𝘭𝘢𝘴 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘭 𝘪𝘵𝘶. 𝘕𝘪𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩,,𝘓𝘪𝘭𝘭𝘢𝘩𝘪𝘵𝘢'𝘢𝘭𝘢.. "
"Kata Ustadzah Aisyah seperti itu kan.,,, Lillahita'ala.. semuanya hanya karena Allah dan untuk Allah. " ucap Arini.
Dengan segala kekuatan nya Arini pun berhasil membaringkan tubuh kekar Arya ke dalam gerobak, Perlahan-lahan Arini pun kembali bekerja keras mendorong gerobak itu untuk membawa Arya ke rumah sakit.
"Lillahita'ala.. " ucapnya dengan tersenyum kecil "Bismillah.. "
____
Bersambung..
___________
ini memang pasangan unik lah ya arini dan Arya
wuah Arya junior sudah mau otw ini semoga lancar ya lahiran nya jangan membuat kerecokan di rumah sakit nanti agar para dokter dan perawat tidak bingung 😅😅😅
nah lho Arya salah jawab kan makanya kalau istri sedang mengagumimu jangan kamu komplain dia keluar kan kata" yg bisa bikin kamu bingung