NovelToon NovelToon
Jangan Salahkan Aku

Jangan Salahkan Aku

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Nikahmuda / Patahhati / Balas Dendam / Romantis / Berondong / Tamat
Popularitas:289.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mayanov

Floryn menemukan suaminya selingkuh di rumah mereka sendiri. Rasa sakit hati membuatnya ingin meninggalkan laki-laki itu dengan segera. Sayang, Floryn terlalu takut untuk kehilangan kenyamanan hidup yang selama ini diberikan oleh sang suami. Apalagi, satu-satunya anak yang mereka miliki masih kecil dan memerlukan figur lengkap orang tuanya.

Floryn memang bisa bertahan di dalam pernikahan itu demi Alvin—sang buah hati—meski tidak lama. Pada akhirnya ia menyerah. Floryn memutuskan untuk menceraikan Enrik dan mendapatkan hidup yang lebih baik.

Sayangnya, untuk mencapai kebebasan itu, Floryn menghadapi banyak hal yang membuatnya terpuruk berkali-kali. Belum lagi dengan Enrik yang pandai memutarbalikkan fakta. Akankah semua berjalan dengan baik?

Note: Tulisan ini tidak mewakili individu atau instansi manapun. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, dan lain-lain, hal itu bukan suatu kesengajaan. Semua hal di dalam tulisan ini bersifat fiktif, murni hasil halu penulis saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayanov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melacak Keberadaan Enrik

“Dadah, Nek …!” seru Alvin melambaikan kedua tangannya kepada sang nenek.

Wanita tua itu balas melambai ke arah Alvin dan anak tunggalnya.

Hari ini adalah hari jum’at. Itu artinya, besok Floryn tidak kerja karena kantornya memang libur mulai sabtu dan akan kembali beraktifitas pada hari senin.

“Apa Alvin mau mampir makan ayam goreng dulu?” tanya Floryn kepada anak semata wayangnya. Ia tidak peduli dengan rasa lelah yang ia rasakan. Selama anaknya senang, ia tidak akan melewatkan hal itu.

“Apa ayah akan menyusul kita?” Alvin bertanya balik.

Pertanyaan itu membuat Floryn sadar jika anaknya begitu menyayangi Enrik. Floryn tersenyum dan mengambil HP dari atas dashboard. Sebelum menghubungi Enrik, Floryn memperlambat laju mobil dan berhenti di pinggir jalan.

“Bunda akan coba menghubungi ayahmu, ya …,” katanya dengan senyum mengembang.

Di sampingnya, Alvin tersenyum senang. Sudah lama mereka tidak makan di luar seperti ini. Tentu saja Alvin bahagia.

“Hallo, Mas …,” sapa Floryn saat panggilan itu akhirnya dijawab.

“Huuhh … Hallo, Sayang? A-ada apa?” sahut Enrik yang berusaha terdengar biasa saja.

Akan tetapi, Floryn merasa jika suaminya tidak sedang baik-baik saja. Di mana laki-laki itu? Apakah ia sedang baik-baik saja?

“Mas? Kamu tidak apa-apa? Apa yang …,” kata-kata Floryn terhenti karena tiba-tiba saja ia memikirkan hal lain. Lalu, jantungnya terasa berhenti berdetak saat samar-samar ia mendengar suara seorang wanita memanggil nama suaminya dengan pelan dan berbisik.

“A-apa Mas Enrik sudah pulang dan ada di rumah saat ini? Apa tadi itu suara ….” Berjuta pertanyaan menghantui pikiran Floryn. Netranya mulai panas. Itu pertanda jika air mata akan kebali menyeruak keluar dan mengalir membasai pipinya.

“Tidak apa-apa, Sayang. Aku sedang meeting di luar kantor. Kamu sudah pulang, ya?” tanya Enrik mencoba untuk melayani kata-kata istrinya.

“I-iya … aku dan Alvin akan makan di luar. Alvin bertanya, apakah Mas mau bergabung dengan kami? Ia ingin Mas ikut …,” ungkap Floryn.

“Aduh … maaf, Sayang. Aku belum selesai dengan meeting ini. Tolong sampaikan permintaan maafku padanya. Mungkin besok saja. Besok kita akan piknik bertiga. Bagaimana?” tanya Enrik berusaha terdengar begitu bersalah.

“Mas … katakan sendiri padanya. akan kuberikan HP ini,” lanjut Floryn.

“Oke.”

Floryn meminta Alvin untuk bicara. Anak itu mengangguk dan mulai meminta ayahnya untuk datang ke rumah makan yang akan mereka tuju. Rumah makan cepat saji itu lokasinya tidak jauh dari kantor, seharusnya sang ayah bisa datang. Namun sayang sekali, Enrik memang tidak bisa menuruti keinginan Alvin. Apa pun urusan yang sedang orang itu lakukan, terlihat jauh lebih penting.

“’Bagaimana?” tanya Floryn kepada Alvin yang terlihat tersenyum setelah sang ayah bicara padanya.

“Ayah tidak bisa datang karena ada meeting. Tapi, katanya besok kita akan piknik ke kebun binatang! Apa itu benar, Bun?!” tanya Alvin yang terlihat begitu senang.

Floryn tersenyum. Ia tidak ingin mengecewakan anaknya. “Tentu saja itu benar. Kita akan piknik besok. Jadi, sekarang kita makan berdua saja, ya …,” ajak Floryn lagi.

Alvin mengangguk dan memberikan HP bundanya kembali. Floryn menerima benda pipih itu dan kembali menyentuh layar. Ia bermaksud untuk mencari tahu kemana suaminya pergi. Kalau memang ada urusan rapat, seharusnya ada salah satu karyawannya yang tahu tentang kepergian itu. Ia memutuskan untuk menghubungi Siti, sekretaris Alvin di kantor. Wanita berusia tiga puluh delapan tahun itu adalah sosok sekretaris yang dipilih oleh Tuan Edward sendiri untuk anaknya.

“Sore, Bu …,” sapa Siti saat mengetahui jika yang menghubunginya adalah istri sang pimpinan.

“Sore, Mbak. Saya mau tanya, Pak Enrik meeting di mana, ya?” tanya Floryn tanpa basa-basi.

“Meeting, Bu? Sepertinya tidak ada. Kalau ada meeting, saya pasti tahu. Tapi kalau ada pertemuan dengan Tuan Edward, saya tidak tahu, Bu …,” jelas Siti. Wanita itu memang akan pulang terlambat setiap weekend. Tuan Edward selalu mengingatkan karyawannya untuk tidak menyisakan pekerjaan penting saat akan berakhir pekan.

“Begitu, ya … oke. Baiklah, Mbak.” Panggilan itu berakhir. Florin menelungkupkan kepalanya di atas setir mobil.

“Bun?” tanya Alvin yang terlihat khawatir dengan keadaan bundanya. “Apa Bunda sakit?” tanyanya lagi.

Floryn mengangkat kepala dan menatap anaknya dengan lesu. Detik berikutnya, ia tersenyum dan mencubit kecil pipi gempal milik Alvin.

“Tidak, Nak. Bunda sedang berpikir saja. Sebentar, ya … Bunda mau menghubungi satu orang lagi,” jelas Floryn.

Alvin mengangguk dan kembali memainkan robot mainan yang ia bawa dari rumah neneknya.

Kali ini Floryn menghubungi rumahnya sendiri. Ia ingin tahu, apakah suaminya itu sudah ada di rumah dan kembali bermain dengan Ambar atau bagaimana.

“Selamat sore. Kediaman Keluarga Enrik dan Floryn Bimasakti. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Mira yang sepertinya sudah sangat terbiasa dengan kalimat itu.

“Bik, ini saya. Apa tuan sudah pulang? Saya mau bicara dengannya,” kata Floryn berdalih.

“Eh, Nyonya … Tuan belum pulang, Nyah. Apa HP-nya tidak bisa dihubungi?”

“Tidak apa-apa, Bik. Ya sudah kalau memang Tuan belum pulang. Saya juga akan pulang cukup terlambat dengan Alvin. Kami ingin jalan-jalan dulu sebentar,” ungkap Floryn.

Panggilan itu berakhir. Floryn mulai melajukan mobilnya kembali untuk membawa Alvin ke salah satu mall di dekat rumah mereka. Dulu mereka akan pergi bertiga, tidak seperti saat ini. Hanya berdua saja.

“Astaga … kenapa aku lupa menanykan keberadaan Ambar, ya? Hadeh … masa iya aku harus menghubungi rumah lagi? Ah, entahlah! Lebih baik aku fokus dengan Alvin dulu hari sore ini ….”

Bersambung.

Notes: Tulisan miring saya gunakan untuk panggilan telepon. Misal, Floryn menghubungi Siti, kalimat Siti akan dicetak miring dan kalimat Floryn biasa saja. Lalu saya gunakan juga untuk perkataan tokoh di dalam hati dan satu lagi untuk penulisan istilah asing. Terima kasih.

1
mutiara dewi
Luar biasa
𝓜𝓪𝔂𝓪𝓷𝓸𝓿: Terima kasih sudah mampir 🩷
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
ntabss.. tp knp buru2 tamat? pdhl baru jg malam pertama.. knp gk dilanjutkan sj thor??? 🤔🤔
𝓜𝓪𝔂𝓪𝓷𝓸𝓿: Terima kasih 😘😘
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
kurang nyaman di sono😁✌🏃🏻🏃🏻
𝓜𝓪𝔂𝓪𝓷𝓸𝓿: Wah... sayang banget kak. Padahal ada 2 buku tamat & gratis saya di sana. Kalau di apk lain, pake buka kunci 🤭
total 1 replies
Minarni Juita
berarti gk jadi cerai dong klu lagi hamil gtu
Minarni Juita
hadehhh si Zoel yg TDK tau diri mau ganggu bini org
𝓜𝓪𝔂𝓪𝓷𝓸𝓿: Hai, Kak. Jangan lupa like-nya ya 😘😘😘
total 1 replies
Minarni Juita
knapa suaminya bisa bilng pelacur pda istrinya
Minarni Juita
malas bgt baca yg kyk gni,istri yg lemah dan TDK tegas
𝓜𝓪𝔂𝓪𝓷𝓸𝓿: Terima kasih, Kak. Silakan baca sampai selesai. Biar tahu jalan ceritanya ☺☺
total 1 replies
Minarni Juita
hadeehh si florin knapa juga hrus peduli sama Zoel dasar goblok si flo
Minarni Juita
TDK usah takut utk brpisah Flo
Minarni Juita
hadeee hh jgn biarkan Ambar dan enrik bahagia Thor
Minarni Juita
bacanya sakit skali ya Thor...
Minarni Juita
gregetan liat org selingkuh gni smga secepatnya kebongkar Thor
Minarni Juita
smga kali ini florin langsung pergoki suaminya dgn Ambar.
Minarni Juita
hadehhh florin jgn kmu buka peluang utk laki laki lain nnti kmu sama aja dgn suamimu kang selingkuh
Minarni Juita
si florin knapa hrus lapor ayah mertuanya hrusnya tinggalin aja laki laki kang selingkuh gtu
Minarni Juita
hadehhh florin kan kmu sdh minta maaf langsung knapa pake nelpon sgla
Minarni Juita
florin knapa gk labrak langsung tuh suaminya sama Ambar,klu di biarin nnti malah tambah liat mrka
Minarni Juita
liatnya jdi emosi klu di depan mata gtu
𝓜𝓪𝔂𝓪𝓷𝓸𝓿
Terima kasih semua yang mendukung karya ini 🥰
Asti Sugiyo
Waaah....sial beuud nasibmu Flo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!