NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Dua Kekasih

Terjebak Cinta Dua Kekasih

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Romansa-Tata susila / Chicklit / Tamat
Popularitas:230.5k
Nilai: 5
Nama Author: ICHA Lauren

WARNING!

Bukan Untuk Anak di bawah umur (21+)

Cinta segitiga dan patah hati yang membuat baper berat.

No Debat dan baca dengan bijak!
Hanya sekedar hiburan bagi yang ingin kisah cinta romantis.

Wilona tidak menyangka jika selepas kepergian sang ayah, ibunya menikah lagi dengan seorang duda kaya raya. Akibat pernikahan itu, Wilona harus bersaudara dengan Wildan, anak cowok menyebalkan yang menjadi saingannya di sekolah.

Wildan yang belum bisa menerima pernikahan papanya, memilih kuliah di luar negri. Setelah perpisahan bertahun-tahun, Wilona bertemu kembali dengan Wildan saat mereka dewasa. Namun sikap Wildan berubah drastis. Dengan pesonanya, ia berusaha mendekati dan menggoda Wilona. Namun benarkah Wildan jatuh cinta pada Wilona? Atau justru Elzen, sang CEO playboy, yang tulus mencintai Wilona?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ICHA Lauren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Rencana Balas Dendam

"Tekanan darah Papa sudah normal. Tapi Papa tetap harus menjaga makanan. Jangan terlalu banyak pikiran. Papa tidak boleh memaksakan diri untuk bekerja sampai malam seperti ini," ucap Wildan sembari menyimpan tensimeternya.

"Iya, Wil. Hari ini Papa terpaksa pulang agak malam karena harus menemani investor dari luar negri. Mereka minta bertemu langsung dengan Papa."

"Sayang, Wildan sudah memperingatkanmu. Lain kali kamu tidak boleh pulang terlalu malam," kata Ny. Kalea menasehati suaminya.

"Wil, apa kamu masih lelah? Apa kamu bisa ikut Papa ke kantor? Papa akan mengajakmu melihat situasi kantor dan berkenalan dengan para manager," tanya Tuan Adrian kepada Wildan.

"Sebenarnya besok aku ingin pergi ke Rumah Sakit Citra Mulya, Pa. Aku ingin menemui dokter Jeremy, papanya Freya. Beliau menawariku bekerja sebagai dokter umum di rumah sakit itu."

"Ow, Freya, pacarmu yang juga kuliah di Australia itu? Apa dia sudah lulus dari kedokteran, Wil?"

"Belum, Pa. Sepertinya Freya ingin melanjutkan kuliahnya di Jakarta."

"Mungkin dia sengaja ingin menyusulmu kesini, Wildan. Freya pasti merindukanmu," sambung Ny. Kalea sambil tersenyum.

"Freya dan aku sudah tidak berpacaran, Ma. Kami sekarang hanya teman."

Katanya sibuk kuliah sampai tidak bisa pulang, tapi masih sempat berpacaran,

batin Wilona mendengar percakapan orang tuanya dengan Wildan.

"Wil, kalau kamu ingin praktek sebagai dokter, tidak perlu bekerja di rumah sakit. Papa akan mendirikan tempat praktek khusus untukmu."

"Aku akan memikirkan itu nanti, Pa. Kalau begitu besok aku akan menemui dokter Jeremy dulu. Setelah itu aku akan ke kantor Papa. Sekarang sebaiknya Papa istirahat."

"Iya, Wil. Kamu juga istirahatlah."

Melihat kedua orang tuanya akan masuk ke kamar, Wilona bergegas meninggalkan ruang tengah. Ia tidak ingin berdua saja dengan Wildan di tempat itu.

"Wilo, kamu tidak menemani Wildan ngobrol? Kalian khan sudah lama sekali tidak bertemu. Biasanya jam segini kamu belum masuk kamar," tanya Ny. Kalea melihat Wilona hendak menaiki tangga ke lantai dua.

"Aku ngantuk, Ma. Besok aku harus berangkat pagi-pagi. Aku mau tidur lebih awal."

"Biarkan saja Wilona tidur. Dia mungkin lelah karena hari ini hari pertamanya mengajar, Lea," ucap Tuan Adrian membela Wilona.

"Pa, Ma, Wilona istirahat dulu, selamat malam," ucap Wilona berpamitan.

Entah mengapa, Wilona merasa Wildan memperhatikan gerak-geriknya dari kejauhan.

...****************...

Wildan menunggu hingga anggota keluarganya masuk ke dalam kamar. Setelah ruang tengah sepi, ia menuju ke dapur untuk menemui Bi Rani.

"Bi, dimana Papa menyimpan semua barang-barang kenangan milik Mamaku?"

"Barang-barang Nyonya Amara sebagian disimpan di gudang lantai tiga, Tuan Muda. Apa Tuan Muda ingin mencari sesuatu?"

"Iya, Bi. Tolong pinjamkan aku kunci gudang lantai tiga."

"Baik, Tuan Muda. Sebentar saya ambilkan," ucap Bi Rani membuka kotak penyimpanan kunci.

"Ini Tuan Muda."

"Terima kasih, Bi. Jangan katakan kepada siapapun kalau aku meminta kunci ini."

"Baik, Tuan Muda."

Dengan langkah cepat, Wildan menaiki anak-anak tangga hingga sampai di lantai tiga. Ia segera menuju ke gudang yang terletak paling ujung.

Aku akan membuktikan apakah yang dikatakan Tante Sandra itu benar,"

batin Wildan sembari membuka pintu gudang.

Pandangan mata Wildan menyapu seluruh isi gudang itu. Di dalamnya terdapat banyak kotak dan peti yang ditumpuk, serta beberapa barang lama yang tidak terpakai. Wildan mencoba memeriksa satu per satu kotak itu dengan hati-hati. Ia tidak ingin menimbulkan suara berisik yang bisa membuat anggota keluarganya terbangun.

Pencarian Wildan terhenti, ketika ia melihat sebuah kotak berwarna kuning keemasan. Wildan mengambil kotak itu lalu membukanya. Ia menemukan album foto lama serta sebuah buku diary di dalam kotak itu.

Apakah ini buku diary mama yang dimaksud oleh Tante Sandra?

Tidak ingin membuang waktu lama, Wildan membuka buku diary itu dan mulai membaca halaman pertamanya.

*Tanggal 20 Februari,

*Hari ini adalah hari kedua aku berbulan madu dengan Adrian, suamiku. Aku sangat bahagia karena bisa menikah dengan pria setampan dan sebaik Adrian. Apalagi aku menghabiskan waktu berdua dengannya di kota Paris. Tapi entah kenapa aku merasa Adrian tetap menjaga jarak dariku. Dia bahkan belum menyentuhku sebagai istrinya.

Adrian beralasan kalau tidak ingin membuatku kelelahan, karena memikirkan kondisi jantungku yang lemah. Tapi aku tidak percaya dengan kata-katanya. Sepertinya dia mencintai wanita lain di dalam hatinya. Aku tau pernikahan kami hanya berdasarkan perjodohan. Tapi aku sangat berharap, Adrian bisa mencintaiku*.

Wildan membuka halaman kedua diary itu, dan melanjutkan membaca tulisan almarhum mamanya.

**Tanggal 27 Februar*i

Diary, seharusnya aku bahagia karena telah melewati malam yang kunantikan bersama suamiku. Namun hatiku malah terasa sakit. Aku merasa Adrian tidak sepenuh hati menginginkan diriku. Aku bertanya terus terang padanya, apakah dia memiliki wanita lain. Ternyata dia mengakuinya secara jujur. Dia masih mencintai mantan pacarnya yang bernama Kalea. Walaupun dia berjanji akan belajar untuk mencintaiku, tapi aku tidak yakin saat melihat sikapnya. Lalu aku harus bagaimana supaya bisa menggantikan Kalea di hati Adrian?

Mata Wildan terbelalak melihat nama Kalea, ibu tirinya, dituliskan secara jelas oleh almarhum mamanya. Ia segera membaca halaman berikutnya di dalam buku diary itu.

*Tanggal 5 Mei

Akhirnya kebahagiaanku datang juga. Aku dinyatakan positif mengandung anaknya Adrian. Semoga setelah anakku lahir, dia akan sungguh-sungguh mencintaiku.

Aku akan menjaga anakku baik-baik, meskipun dokter mengatakan kehamilan ini akan beresiko bagi jantungku.

Tanggal 8 Desember,

Rasanya aku ingin menangis sejadi-jadinya. Pagi ini tanpa sengaja aku mendengar Adrian menelpon Kalea. Dia menanyakan kabar wanita itu dengan lemah lembut dan penuh kasih. Cara bicaranya sangat berbeda. Entah kenapa Adrian masih menghubungi wanita itu, padahal dia sudah bersuami. Dadaku mendadak terasa sesak dan nyeri. Suamiku malah menghubungi wanita lain di saat aku sedang hamil besar.

Tanggal 17 Februari,

*Putraku yang tampan telah lahir ke dunia. Dia adalah sumber kebahagiaanku. Tapi dadaku masih saja terasa nyeri. Aku harus beristirahat total di tempat tidur ini. Dokter khawatir akan kondisi jantungku yang makin lemah sehabis melahirkan. Mungkin keadaanku ini diperparah oleh rasa cemburu dalam hatiku.

Kemarin, Kalea dan suaminya menjengukku di rumah sakit. Wanita itu juga sedang hamil besar. Adrian mengatakan bahwa suami Kalea adalah sahabatnya. Namun saat mereka mengobrol bersama, aku bisa melihat tatapan cinta Adrian kepada Kalea. Dia bahkan mengabaikanku selama wanita itu ada. Apa nasibku harus seperti ini? Sampai kapan Kalea akan terus membayang-bayangi kehidupan rumah tanggaku*?

Wildan menutup buku diary mamanya dengan perasaan campur aduk. Ia merasa tidak sanggup lagi untuk melanjutkan membaca tulisan itu. Setiap kalimat yang ditulis mamanya, menggambarkan kepedihan yang mendalam. Ia harus menjalani pernikahan dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan.

Wildan bisa membayangkan bagaimana terkoyaknya perasaan mamanya, ketika harus menerima kenyataan bahwa suaminya mencintai wanita lain. Dan penyebab semua itu adalah, Kalea, mama tirinya.

Sambil menahan amarahnya, Wildan membawa buku diary itu lalu mengunci pintu gudang. Ia buru-buru turun ke lantai dua untuk masuk ke dalam kamarnya.

Wildan merebahkan dirinya di atas kasur dan mencoba memejamkan mata. Ia teringat kembali perkataan Tante Sandra, adik mamanya, yang sengaja menemuinya di Australia.

"Wil, sebenarnya Tante sudah lama ingin mengatakan rahasia ini padamu. Tapi Tante menunggu sampai kamu sudah dewasa dan benar-benar siap mendengarnya. Tante tau papamu menikah lagi dengan wanita bernama Kalea. Kamu perlu tau siapa sesungguhnya Kalea itu."

"Memangnya siapa dia, Tante?" tanya Wildan penasaran.

"Dia adalah mantan pacar papamu sebelum papamu menikahi mamamu. Kalea-lah penyebab mamamu tidak bahagia selama pernikahannya. Mamamu wanita yang sangat baik. Dia tetap bertahan dan tidak menceritakan masalah ini pada Tante. Tapi Tante pernah tanpa sengaja membaca isi diarynya. Dari situ Tante tau bahwa mamamu menderita. Lalu Tante memaksa mamamu untuk mengatakan yang sejujurnya. Mamamu mengakui kalau suaminya hanya mencintai Kalea. Bahkan mereka masih berhubungan ketika mereka sudah sama-sama menikah."

Ekspresi Wildan seketika berubah ketika mendengar ucapan tantenya.

"Apa maksud Tante, apa mereka berselingkuh di belakang mama?"

"Soal itu Tante tidak terlalu tau. Tapi Tante rasa mereka memang melakukannya."

Mata Sandra berkaca-kaca saat mengingat kembali nasib malang kakak perempuannya.

"Mamamu itu mengalami kelainan jantung sejak kecil. Dia harusnya hidup dengan tenang, tidak boleh tertekan, apalagi banyak pikiran. Tapi papamu dan Kalea sudah menyebabkan penyakit mamamu bertambah parah. Dia terus dibayang-dibayangi ketakukan, jika suatu saat Kalea akan merebut papamu dari sisinya. Hal itu terjadi sampai Kak Amara meninggal dunia."

Sandra melanjutkan kata-katanya.

"Wildan, Tante tidak rela melihat Kalea sekarang berhasil memiliki papamu. Kalau almarhum mamamu melihatnya, dia pasti akan sakit hati."

"Kamu adalah putra tunggal Kak Amara. Sudah menjadi tugasmu untuk membalas perbuatan Kalea pada mamamu. Kamu bisa melihat buktinya sendiri di buku diary milik mamamu. Saat kamu pulang nanti, kamu harus mencari dan membaca isinya. Tante yakin buku diary itu masih tersimpan di rumahmu," sambung Sandra meyakinkan Wildan.

"Tapi Tante, bagaimana aku bisa membalas Kalea? Dia sudah menjadi istri papaku. Dan aku juga punya adik laki-laki bernama Reymond. Aku tidak tega merusak kebahagiaan adikku sendiri."

"Apa kamu lupa Wildan, Kalea punya seorang anak perempuan. Dia adalah saudara tirimu. Kamu bisa membalas perbuatan Kalea lewat anak perempuannya. Buat dia jatuh cinta padamu, lalu campakkan dia. Permainkan perasaannya! Kalau anak perempuannya menderita, Kalea pasti akan menderita juga. Anak perempuannya itu akan mengalami hal yang sama seperti yang dirasakan mamamu dulu."

Wildan terdiam sejenak. Ia tidak tau apakah dia bisa memenuhi permintaan tantenya. Karena itu berarti dia harus berubah menjadi pria kejam yang menyakiti hati Wilona.

"Tante...aku rasa itu tidak adil bagi Wilona. Aku tidak tau apakah bisa melakukannya atau tidak," jawab Wildan ragu-ragu.

Sandra memegang bahu Wildan untuk meyakinkan keponakannya itu.

"Wil, Tante tidak akan memaksamu. Tante cuma minta bacalah isi diary mamamu begitu kamu pulang ke rumah. Kamu akan memahami bagaimana menderitanya mamamu. Selanjutnya terserah padamu. Kalau kamu benar-benar sayang dan peduli pada almarhum mamamu, maka lakukanlah apa yang Tante katakan."

Wildan bangkit dari tempat tidurnya. Kepalanya terasa berat karena menahan luapan emosi yang sedang bergelora di hatinya.

"Wilona, maafkan aku. Tapi kamu harus menanggung akibat perbuatan mamamu. Kalea sudah membuat mamaku meninggal dalam penderitaan. Kini giliranmu yang harus membayarnya. Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku sampai kamu tidak bisa melupakan aku," gumam Wildan mengepalkan tangannya.

1
Mrs. D
bagus
Maya Ellydarwina
luar biasa novel mu thor,seperti kisah cinta ku penuh rintangan tapi berakhir bahagia,panjang umur,sehat selalu dan makin sukses thor 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🤗🤗🤗🤗😘😘😘
snowwhite risca: terima kasih Kakak. Jangan lupa baca novel author yg lain. "istri bayaran milik Tuan Raja" dan "CEO Magang dan Mama Perawan". boleh juga follow IG Author : inspirasi.riscaame. Di sana banyak karya novel author yg lain.
total 1 replies
Dwi handayani
bikin gemes ni widan
Rini Haryati
keren
sukses
semangat
mksh
Sandisalbiah
wow thor kau jadikan wilona seperti cewek gampangan.... sadisss...
✨viloki✨
😭💔😭💔😭
✨viloki✨
Duh pait
Rita Herlina
jirayu...😍😍😘
Pipin Davian
That’s right true love is not easy 👍🏻👍🏻
Pipin Davian
Lagiunya thor finnely some one
Pipin Davian
So sad wildan 😭😭😭
Pipin Davian
Psti el tg jd love master nya
Janah Husna Ugy
tapi kasian,,, calon pengantin nya, pdhl baik
Ayannawidara
yyaa.. terlalu asik ceritanya.. g kerasa udh ending... 🤗🤗terimakasih thor.. ayoo semngat buat karya lagi... 💪💪♥️
Vanda Saderyana
seru ceritanya....
Dewi Ros
ok
Junifa
aku tunggu extra partnya thor
𝘋𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘻𝘢𝘭𝘦𝘢
🥰🥰🥰🥰🥰
Eka Warnelly
Kira kira penyelesaian yang bagaimana yang diinginkan Elzen...
𝘋𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘻𝘢𝘭𝘦𝘢
semakin seru,, lanjuuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!