NovelToon NovelToon
Mayang Dan Bima

Mayang Dan Bima

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Nikahmuda / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:99.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rumaika

[[ TAMAT ]]

IG : @rumaika_sally

Menikahi temen sebangku semasa SMA. Bagaimana rasanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rumaika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka Lama Mayang

Hari-hari di sekolah terasa lebih menyenangkan. Mayang tak lagi mengekor Bima kemanapun. Ia punya geng cewek-cewek yang mengajaknya makan di kantin, bergosip saat jam kosong dan semua hal seru lainnya.

Bima adalah penyendiri. Dia asyik sendiri. Seminggu ini jam istirahatnya dihabiskan di ruang seni. Pas Sastro memintanya membantu mengurus dan menyeting alat-alat di studio musik sekolah yang baru aja selesai dibangun. Tentu saja itu atas rekomendasi Pak Kepala Sekolah. Beliau ingat, Mama Bima pernah bilang kalau Bima sangat tertarik dnegan musik. Bima tentu saja dengan senang hati melakukannya. Pak Sastro sangat merasa terbantu. Bima lebih paham soal alat-alat modern itu, jauh lebih paham dibandingkan Pak Sastro. Bima menguasai hampir semua alat musik. Tak mengherankan, di rumahnya alat-alat semacam itu adalah mainannya sehari-hari. Eskul musik mungkin sudah bisa aktif mulai semester depan. Pak Sastro menyayangkan Bima lulus sebentar lagi. Tapi Bima berjanji untuk membantu sebisanya dan meminta agar Pak Sastro tak sungkan meminta bantuannya.

Jam istirahat siang itu Bima mengajaknya makan soto ke warung soto Pak Slamet. Mayang mengiyakan. Sudah lama dia tak makan soto.

"Susi, aku nggak ikut ke kantin ya. Mau makan soto sama Mas Bima," Mayang berkata sembari menggandeng tangan Bima.

Bima sempat protes beberapa kali karena semenjak sore itu, Mayang terus-terusan memanggilnya Mas Bima. Katanya sekarang lebih nyaman begitu. Akhirnya lama kelamaan Bima menerimanya. Tapi teman-teman sekelasnya mengartikan lain. Anak remaja seusianya suka bergosip. Mereka mengira Bima dan Mayang berpacaran.

"Kita naik motor ya?"

"Nggak jalan kaki aja?"

"Panas. Biar cepet. Kasihan nanti kamu meleleh kena panas," Bima mulai menggodanya.

Mayang memukul punggung Bima. Bercandaan semacam itu sudah mulai biasa mereka lakukan tanpa mereka sadari. Yang tentunya diartikan lain oleh teman-temannya.

Mayang mulai suka naik motor. Menurutnya seru, dan rambutnya berkibar-kibar kena angin. Bima hanya tertawa-tawa mendengarkan celotehan Mayang di boncengan belakangnya.

Tepat saat jam pulang, Bima mendapat telepon dari Mamanya. Kakinya belum pulih benar. Mamanya bilang nanti pulangnya sekalian antar Mayang naik motor. Tak lupa berpesan agar pelan-pelan dan hati-hati.

Mayang mengecek ponselnya. Ayahnya mengirim pesan via whatsapp sejam yang lalu. Dia bilang ada teknisi dari luar kota yang datang. Papanya tak bisa meninggalkan pekerjaan. Ada rapat penting selepasnya. Mayang menerima telepon setelahnya. Papanya meminta maaf dan minta tolong Tante Asti. Yang ia lupa, Tante Asti Belum pulih benar kakinya dan belum bisa menyetir.

Mayang meminta Papanya agar tidak tidak perlu khawatir. Ia akan berkendara dengan aman. Daia juga minta izin pulang ke rumah Bima dulu. Mayang bilang mau belajar motret. Papanya setuju.

Bima menunggunya di pintu kelas. Meledeknya dengan usil, "Mayang mau main ke studio Bima? Emang dibolehin sama Bima?"

Mayang memonyongkan bibirnya dengan kesal. "Yaudah kalau nggak boleh."

"Gitu aja marah sih." Bima mengikuti langkah Mayang yang tergesa-gesa. Anak itu berlagak marah. Bima tahu dan ia tertawa. Dia juga bercanda tadi. Anak ini.

Jarak dari rumah ke sekolah memang agak jauh. Bima berhenti di sebuah ruko pinggir jalan.

"Kok berhenti di sini?" Mayang nampak bingung tapi turun juga dari motor.

Bima melepas helmnya. "Iya mau ambil helm. Mayang tunggu sini.

Beberapa saat kemudian Bima keluar dari pintu transparan penuh stiker itu. Rupanya tempat ini menjual aneka pernak-pernik juga suku cadang motor.

Di tangannya Bima menenteng helm mungil berwarna cokelat. Bentuknya lucu, di sampingnya ada stiker personil The Beatles. "Nih," diserahkannya helm itu pada Mayang.

"Buat Mayang?" Mayang terlihat senang sekaligus bingung. Lalu bergegas mencobanya. Pas.

"Mas Bima tahu ukuran Mayang?" Tanyanya sembari mengaitkan pengunci helmnya di bawah dagu.

"Tahu lah. Kepala kamu kan kecil. Ini khusus dibikin. Kamu kan manusia langka."

Mayang mendelik dan mengetuk helm yang dipakai Bima. Bima berpura-pura mengaduh, padahal tidak sakit.

"Makasih ya Mas Bima."

"Hmm," Bima membalas cuek. Mayang mengaitkan pegangan pada pinggang Bima lebih erat.

Mayang tahu Bima juga tersenyum. Terlihat dari kaca spion.

"Bima tahu kalau Mayang suka naik motor waktu itu. Pasti nanti minta naik motor lagi. Makannya Bima beliin helm. Biar aman. Ya, itung-itung buat hadiah ulang tahun Mayang. Kata Mama bulan depan Mayang ulang tahun."

Ulang tahun Mayang tak pernah dirayakan semenjak Bibi Emily tiada. Dulu, saat Papanya kerja, Bibi Emily diam-diam membuat kue dan membeli lilin kecil-kecil. Mayang tahu perihal ulang tahun dari teman-teman sebayanya yang ulang tahun. Ia selalu mendapat undangan. Bibi Emily menemaninya. Ia selalu iri melihat temannya meniup lilin ditemani orangtuanya. Mereka mendapat kado-kado. Balon warna-warni dimana-mana, kudapan manis beraneka ragam, juga gaun cantik.

Bibi Emily mahir membuat kue. Dia akan membuat kue berukuran mini untuk mereka makan berdua. Bibi Emily mengajari Mayang untuk membuat permohonan saat ulang tahun. Mengajarinya untuk merasa bersyukur dan berterima kasih atas nikmat Tuhan yang diterimanya dari tahun ke tahun.

Kue mini itu mereka makan tanpa sisa, menghilangkan jejak dari Papa Mayang. Sisa lilin-lilin itu dibuang setelah dibungkus kertas sebelumnya. Disamarkan bersama dengan sampah-sampah lainnya.

Papa Mayang selalu sedih saat hari itu tiba. Pria itu akan termenung sendirian di kamar. Dan esok harinya kembali bekerja tanpa menengok Mayang yang sedang sarapan di meja makan. Tanpa pernah mengucapkan ulang tahun untuk putrinya.

Bagaimanapun momen kelahiran dan kematian datang bersamaan. Ia kehilangan, sekaligus menerima kehidupan baru setelahnya. Tahun-tahun setelahnya, saat hubungannya dengan Mayang menghangat kembali, ulang tahun tak pernah dirayakan.

Mayang tahu, perayaan bertambah umurnya bersamaan dengan usia kematian Mamanya. Setelah sekian tahun, ia masih merasa kehilangan. Papa bilang Mama suka sekali dengan alam. Mama suka pohon. Mamanya pasti suka tempat ini, pikir Mayang. Ada pohon kapuk di halaman rumah barunya. Ulang tahunnya nanti, bertepatan 15 tahun sepeninggal Mamanya. Dia akan menabur bunga mawar di sekeliling akar-akar pohonnya.

Pun halnya ulang tahun Papanya. Tak ada yang istimewa. Papa bilang tanggal kelahirannya adalah rekayasa. Ia besar di panti asuhan lalu dipungut keluarga berada, dirawat dan disekolahkan. Merekalah yang memberi Papa tanggal lahir. Tahun ketika Papanya menyelesaikan studinya di Nagoya, bertepatan dengan pertemuan dengan Mamanya Mayang. Juga bertepatan dengan kerusuhan Mei 98. Banyak keluarga dari etnis Tionghoa dibantai. Peristiwa mengguncangkan. Papa bilang Mayang bisa cari di buku sejarah atau google. Ia sedang kuliah di Jepang saat peristiwa itu. Seluruh keluarga angkatnya habis tak tersisa. Tempat usaha keluarga mereka habis dibakar. Papa kembali tak punya siapa-siapa. Tapi waktu itu Papa punya Mama. Sampai akhirnya Mama kembali diambil Tuhan saat melahirkannya.

Tak terasa Mayang meneteskan air mata. Papa juga punya luka. Semua orang punya lukanya masing-masing. Masa kecil Papanya juga penuh luka. Papa kehilangan berkali-kali. Kini satu-satunya yang ia takutkan adalah kehilangan Mayang. Mayang tahu Papanya masih sering menangis. Ia pura-pura tidur saat Papa membenarkan selimutnya saat pulang larut dari kantor. Papa merasa bersalah. Teramat menyesal. Papanya begitu takut suatu saat Mayang membencinya.

Bima merasa salah bicara. Ulang tahun adalah hal sensitif. Tanggal ulang tahun Mayang berarti tanggal kematian Ibunya. Bima terlambat menyadarinya beberapa kilometer setelahnya. Dirasakannya punggung kemeja seragamnya basah air mata. Dipegangnya tangan Mayang di pinggangnya dengan tangan kirinya yang tak memegang kemudi motornya. Digenggamnya lembut. Mayang balas menggenggam.

1
Qaisaa Nazarudin
Penuh liku2 banget hubungan mereka,tapi mengambil waktu yg lama juga nuat mereka nikah sungguhan ya..
Apapun karya mu bagus thor,,Aku salut sgn perjuangannya Bima 👍🏻👍🏻👍🏻⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️🌺🌺🌺🌺🌺🌹🌹🌹🌹
Qaisaa Nazarudin
Menurutku cara mayang ini salah,Tempat istri adalah disisi suaminya apapun keadaannya,apalagi sekarang keadaan Bima yg madih terpuruk dan tergoncang,Mayang harus menjadi kekuatan utk Bima,Bukannya malah ninggalin suami,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Astaga Mayang ingat status kamu,kamu gak bisa lg seenakbya ngadih nomor kamu ke pria lain..apalagi Reza terang2 an bilang alesannya utk apa..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Makanya seharusnya bilang aja tunangan,apa susahnya sih kalo gak mau jujur udah suami istri..
Qaisaa Nazarudin
Udah sakit baru mau cari MANTAN ISTRINYA.. kalo aku jadi Asti ogah ambil tau soal mantan suami lagi,,Aku bukan orang yg sabar dan terlalu pemaaf orgnya,.Jadi sekali di selingkuhin,Seumur hidup akan ku ingat,aku langsung dikte kalo kamu itu org yh gak ku anggap lagi,,
Qaisaa Nazarudin
#Udah SAH gitu..
Qaisaa Nazarudin
Tunangan aja,jgn adek atau sepupu lah,sekurang2 nya mereka harus jgn menutupi ikatan mereka sepenuhnya,sekurang2 nya irg tau mereka ada hubungan spesial gitu,takutnya ada yg ganggu..
Qaisaa Nazarudin
#Ibu angkat
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Mayang masih manggil TANTE Asti?? Udah jadi Mertua juga inu angkat juga, Harusnya panggil MAMA juga dong..
Qaisaa Nazarudin
KARMA buat papanya selingkuhin istrinya sendiri,ninggalin anak dan istri,Nah sekarang dia yg di tinggalin,, Mantoopp👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Nyesek aku thor🥹🥹🥹😫😫😫😫😫😭😭😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Mengambil alih pengasuhan Mayang?? Bukannya Mayang mmg udah istrinya Bima ya,, jadi Mayang udah jadi tanggungjawab nya Bima,walaupun umur mayang masih dibawah standar umur utk menikah tp tetap pernikahannya dlm agama itu SAH..
Qaisaa Nazarudin
Lho kok papanya Mayang meninggal?bukannya td udah sadar ya saat Bima ngadih minum..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan,ku bilang juga apa!!! Hadeeuuhh..Rumit..
Qaisaa Nazarudin
Apa papanya Mayang dan mamanya Bima mulai ada hubungan?? Dan nyata nya Bima juga suka sama Mayang..
Qaisaa Nazarudin
Papanya Mayang dan mamanya Bima tuh pekerjaan mereka apa? kok mereka harus pindah ke sini,daerah terpencil,pantesan Bima gak suka,dia itu anak kota,,
Qaisaa Nazarudin
#Dendam mu
Qaisaa Nazarudin
Kasihan sama mama kamu Bim,Dendam ku sama papa kamu,terus kenapa mama kamu yg jadi mangsa nya,harusnya kamu banggain tuh mama kamu,Tunjukkan ke papa kamu,kalo kamu bisa sukaes tanpa beliau..
Nita Yulianita
ceritanya bagus.. tiap bab di like.. semangat thor
Rumaika Sally: thankyou, Kak. baca cerita aku yang lain juga yuk
total 1 replies
Nita Yulianita
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!