NovelToon NovelToon
Gawat! Aku Punya Anak Dari Musuh Sendiri!

Gawat! Aku Punya Anak Dari Musuh Sendiri!

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Karena terlalu lelah dengan urusan skripsi, Ayara pingsan dan saat terbangun Ayara mendapati dirinya berada dikehidupan dimasa depan.

Dimasa depan Ayara menikah dan bahkan sudah memiliki seorang anak laki-laki tampan, tetapi yang membuat Aya ingin pingsan kembali adalah Ayara menikah dengan musuhnya saat di bangku kuliah, pria tampan bernama Guzelar adalah suaminya dimasa depan.

Guzelar pria tampan yang suka menghinanya dan mengatainya wanita tidak benar karena saat di bangku kuliah Ayara suka gonta-ganti pacar hampir setiap hari, bagaimana bisa dimasa depan Guzelar menjadi pria yang lembut dan manja serta bucin padanya?.

Bagaimana Ayara bisa mengatasi semuanya dimasa depan? Menghadapi Guzelar versi bucin dan menerima fakta jika mereka sudah memiliki anak? Ikuti terus perjalanan Ayara dimasa depan! Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Musuhku Suamiku!

"Gak masuk akal! Ini benar-benar plot twist paling brengsek sepanjang sejarah peradaban manusia!"

​Ayara berjalan mondar-mandir di dalam kamar bernuansa emas itu sambil memegang kepalanya yang terasa mau pecah. Setelah mengorek-ngorek informasi dari pelayan rumah yang dipancingnya lewat pertanyaan-pertanyaan pura-pura pikun, akhirnya teka-teki tentang siapa suami masa depannya terjawab sudah. Dan jawabannya sukses membuat Ayara ingin kembali pingsan ke lantai marmer.

​Pria itu adalah Guzelar Jonathan Maximilian.

​Nama yang sangat dihafalnya di luar kepala, bukan karena cinta, melainkan karena tingkat kekesalan yang sudah mencapai ubun-ubun. Guzelar adalah musuh abadi Ayara sejak hari pertama ospek kuliah. Pria berdarah blasteran Rusia-Indonesia itu punya hobi khusus seolah mencari-cari kesalahan Ayara dan melontarkan komentar setajam silet.

​Setiap kali mereka tidak sengaja berpapasan di koridor kampus, Guzelar pasti akan mendengus pelan dan berdecih sinis, seolah-olah keberadaan Ayara di bumi ini mengurangi nilai estetika pemandangan. Tatapannya selalu dingin, penuh penghakiman, seakan menganggap Ayara adalah sampah masyarakat yang tidak punya harga diri.

​Puncaknya terjadi pada semester empat. Saat Ayara sedang asyik bermesraan dan berciuman panas dengan kekasihnya di dekat area tangga darurat dekat kamar mandi lantai tiga, tiba-tiba Guzelar muncul dari balik dinding. Alih-alih berlalu, pria itu malah berhenti, menatap mereka dengan jijik, lalu meludah ke lantai sambil melontarkan kalimat paling menyakitkan seumur hidup Ayara.

​“Cih, murahan. Nggak punya tempat lain buat pamer kebejatan, hah? Dasar jalang!”

​"Sialan! Ingatan itu bahkan masih terekam jelas di kepalaku!" maki Ayara pada dirinya sendiri dengan suara berbisik penuh emosi, takut membangunkan bocah yang sedang tidur di ranjang.

​Ayara menghentakkan kakinya ke lantai dengan sebal. "Bagaimana bisa?! Otakku pasti sudah geser karena skripsi! Dari semua pria beriman dan waras di dunia ini, kenapa takdir malah menjerumuskan aku ke pelukan si mulut beracun itu?!"

​Saking kesalnya, Ayara menoleh ke arah ranjang, menatap Gabriel yang sedang tertidur pulas dengan posisi meringkuk memeluk guling. Wajah damai bocah itu tiba-tiba membuat Ayara tertegun sesaat. Ia memperhatikan bentuk rahang Gabriel, hidungnya yang mancung sempurna, hingga bulu mata lentiknya yang lebat.

"​Ya ampun...!" Ayara menepuk jidatnya sendiri dengan keras.

​"Kenapa dari awal aku nggak ngeh sih?!" gerutunya frustasi.

"Wajah Gabriel ini kan cetakan jiplakan si Guzelar sialan itu! Bagai pinang dibelah dua, nggak ada bedanya sama sekali! Masa iya aku separah itu sampai nggak bisa bedain muka bapaknya?!"

​Ayara menghela napas panjang, lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa empuk di dekat jendela. Ia menatap langit sore luar kota yang mulai menggelap.

​"Bagaimana bisa aku menikah dengan pria jelek itu!" gerutunya lagi, melampiaskan kekesalan pada angin lalu. Sesaat kemudian, ia mengerjap, melirik sekilas ke arah Gabriel yang menggeliat dalam tidurnya.

"Eh, ralat... Aku menarik kata-kataku kalau Gabriel tidak tampan! Tapi anak ini memang kelewat tampan, jadi mau nggak mau bapaknya pasti... ugh, lumayanlah secara visual. Tapi tetap aja sifatnya nyebelin minta ampun!"

​Ayara kembali memutar otaknya, mencoba menggali memori masa depan yang entah kenapa kosong melompong bagaikan lemari es tidak ada isinya. Ia memijat pelipisnya yang berdenyut-denyut.

​"Sebenarnya apa yang terjadi di antara aku dan Guzelar setelah kejadian di masa lalu?" gumam Ayara bingung, berbicara seorang diri sambil menunjuk-nunjuk udara kosong.

"Apakah kampus kita terbakar terus kita terjebak berdua di ruang bawah tanah? Atau jangan-jangan aku kena pelet? Atau jangan-jangan waktu itu dia sebenarnya naksir aku tapi gengsi jadi pakai cara sok ngartis?"

​Ayara menggelengkan kepalanya kuat-kuat, menepis asumsi tidak masuk akal itu. "Ah, nggak mungkin! Cowok kayak Guzelar itu tipe manusia yang kalau ngomong pakai urat leher dan lidah beracun. Nggak mungkin dia naksir cewek pecicilan sepertiku."

​Semakin dipikirkan, semakin tidak ada satupun potongan teka-teki yang menyatu di kepala Ayara. Tidak ada satupun memori romantis, tidak ada kenangan manis PDKT, apalagi lamaran romantis di bawah cahaya lampu kota.

​"Jadi... kesimpulannya..." Ayara menopang dagunya dengan tangan, memasang wajah stres tingkat dewa.

"Aku menikah dengan musuh bebuyutan ku sendiri, si Guzelar kampret itu. Lalu setelah menikah, kami melakukan hubungan badan... dan dari pergulatan panas itu, lahirlah Gabriel?!"

​Wajah Ayara langsung memerah padam sampai ke telinga. Ia merosot dari sofa, hampir jatuh terduduk di karpet lantaran membayangkan skenario pernikahan antara dirinya dan Guzelar.

​"Ya Tuhan... aku tidur sekamar sama dia? Aku disentuh sama dia? Aku bahkan punya anak dari pria yang pernah ngatain aku jalang?!" Ayara menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, merasa ngeri sekaligus frustasi luar biasa.

"Harga diriku langsung anjlok ke dasar jurang!"

​Bagaimana bisa seorang Ayara yang terkenal independen, pemilih, dan bermulut pedas di kampus bisa takluk di bawah kendali seorang Guzelar Jonathan Maximilian? Apakah di masa depan dia mengalami amnesia massal? Atau diancam pakai pistol?

​"Nggak, nggak boleh panik. Tarik napas... buang..." Ayara mencoba menenangkan detak jantungnya yang berdegup tidak karuan. Ia bangkit dari lantai dan berjalan perlahan mendekati ranjang, menatap Gabriel yang mendengkur halus. Wajah menggemaskan itu seketika meredakan sedikit kepanikan di dada Ayara.

​"Lihat anakmu ini," bisik Ayara pelan pada Gabriel yang sedang tidur.

"Anak kamu ini emang juara manjanya, pinter lagi. Kalau bukan karena Gabriel, aku pasti udah kabur bawa koper meloncat lewat jendela kamar ini."

​Ayara mengusap rambut ikal Gabriel dengan penuh kelembutan. Sifat keibuan di dalam dirinya ternyata masih berfungsi dengan baik, meskipun otaknya masih menolak mentah-mentah fakta kepemilikan suami seorang Guzelar.

​"Pertanyaannya sekarang... apa yang harus aku lakukan?" Ayara kembali bermonolog, mondar-mandir di samping tempat tidur dengan tangan bersidekap.

"Kalau nanti si singa jelek itu pulang, aku harus bersikap gimana? Apakah aku harus pasang muka galak biar dia nggak semena-mena? Atau aku harus pura-pura amnesia permanen supaya nggak ketahuan kalau aku ini Ayara dari masa lalu yang hobi gonta-ganti pacar?"

​Ayara menghentikan langkahnya, matanya membelalak ngeri. "Mati aku! Kalau Guzelar tahu aku dari masa lalu, dia pasti bakal ngejek aku habis-habisan! Dia bakal bilang, tuh kan, apa kubilang, cewek urakan kayak lo ujung-ujungnya jadi istri gue juga dengan gaya songongnya yang minta ditonjok!"

​Bayangan senyum menyebalkan Guzelar berkelebat di kepala Ayara, membuat tangannya terkepal kuat-kuat menahan gemas. Harga diri seorang Ayara tidak boleh runtuh di depan musuh bubuyutannya itu!

​"Pokoknya aku harus pasang strategi. Kalau dia mulai nyelekit, aku skakmat pakai omongan pedas. Kita lihat saja, siapa yang bakal kalah mental duluan, aku atau si kutu busuk berdarah Rusia itu!" tekat Ayara bulat, meski dalam hatinya yang paling dalam, ia masih merasa menciut membayangkan suara bariton dan tatapan tajam sang suami.

​Tiba-tiba, suara deru mobil mewah terdengar memasuki halaman mansion dari luar jendela kamar. Langkah kaki tegas terdengar menggema di lorong lantai bawah.

​Ayara menegang. Jantungnya langsung melompat ke tenggorokan.

​"M-mampus... Jangan-jangan itu dia?!" gumam Ayara panik setengah mati, menatap pintu kamar yang tertutup rapat dengan napas memburu.

Bersambung...

1
Ita Putri
mike
Hadi Mulyono
biadab banget ayah ayara ..jadi kuat ayara balas dendam .aku kok pingin ayara bisa bela diri .hajar keluarganya yg jahat
mimief
ternyata yg bikin dia hancur bukan mike.
tapi dari orang yg paling dia cintai .
yg dikira jadi pelindung dia
😔🥹🥹🥹
Anbu Hasna
ketiduran di ruang laundry 🫣🫣
mimief
saudara tirinya ya?🥹🥹🥹
mimief
sering Thor...
sayang akal sehat selalu mengalah. Karena jajan nya aku banyak. kalau kabur susah ntar jajan nya🤣🤣🤣🫣
It's me Ri🥕
Wkwkwk... Ayara emang suka benget ngerjain orang, tapi ga boleh ditiru yaa🤭
It's me Ri🥕
Tania nya belom mau cuti kak😭
mimief
dasar Ayana...kasian bapak bapak dikerjain.
nanti suaminya marah besar itu istri kesayangan nya main ditarik ajaa🫣🫣🤣
Anbu Hasna
kirain beneran jadi sekertaris. kasihan Tania lagi hamil besar disuru kerja
Mia Camelia
banyak rahasia ingatan yg belum terungkap nih🤔
Hadi Mulyono
guziler perlu di bawa ke uya kiya biar di hipnotis tar kan jujur ngomongnya😄
mimief
iy kan,laki laki tuh aneh. buat nyari perhatian kita tuh ngelakuin segala cara🤣🤣🤣.
seenggaknya dia inget akyu
eh ..kok cyiin nya kebawa lagi thor🤣🤣
mimief
masa lalu adalah cerminan masa depan kita
mimief
kyk dihipnotis kl yaaa....🥹🥹🥹
biar trauma nya terputus
Mia Camelia
mungkin duanda nyiksa ayara pas lagi hamil muda 🤔🤔🤔
Hadi Mulyono
emang nanti Gabriel mati?
Hadi Mulyono
ayara ayo semangat balas lah dendammu
mimief
pantesan mereka sebegitu benci nya.
anak pertama mereka??🥹🥹🥹
mimief
kalau kata di didrakor fix me..
meminta pertolongan adalah langkah pertama kita mau sembuh
jadi ga usah takut dan malu...
ayo kita sembuh bersama
It's me Ri🥕: Benar kak, semakin bungkam maka akan semakin sulit untuk sembuh 🥺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!