Update setiap hari!
Bianca, putus dengan pacarnya yang sudah bertahun-tahun bersama. Namun, setelah putus bukannya asing, mereka justru terus dipertemukan dalam kejadian yang tak terduga.
Entah ini kebetulan? atau memang sengaja di buat oleh Arsen.
"Bagaimana bisa, bos baruku ternyata adalah dia?! Arsenio sialan! Bagaimana caranya kami menjadi mantan jika terus seperti ini?!" geram Biancca yang sudah frustrasi.
"Aghh, dia benar-benar tidak tahu bagaimana caranya menjadi mantan!" --Arsenio Kendrick
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An_cin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 02
Day 1 Putus
“Arsen, tolong aku. Hari ini hujan dan aku tidak bawa payung!,”
“Aku harus bagaimana ini?.” Ucap Bianca melalui ponselnya.
“Tunggulah sebentar!, aku akan segera ke sana.”
Tiba-tiba Bianca langsung terdiam, ia pun membulatkan matanya tak percaya. “Tidak, jangan kemari!, stop di situ Arsen!. Jangan kemari!,”
“Kamu jangan datang!, aku bisa pulang sendiri”
“Kenapa begitu?,” tanya Arsen dengan keadaan bingung.
“Kamu lupa ya, kita sudah putus Arsen, kini sudah mantan. Sudahlah, aku akan pulang sendiri" Bianca pun mematikan teleponnya sepihak.
“Cih, dia yang minta putus dia juga yang tak tahu cara jadi mantan,” Arsen berdecih, terlihat dari raut wajahnya yang tampak terlihat marah.
“Ayo lihat Bianca, sampai mana kamu akan kuat hidup tanpa ku?” Arsen berdiri menatap hujan sebari menyeruput kopi panas, pria itu kemudian melangkah pergi. Berjalan mendekati bingkai foto dengan seorang gadis di dalamnya. Siapa lagi jika bukan Bianca.
Arsen kini tersenyum, "Sayang, kamu akan selalu menjadi milikku. Kemana pun kamu pergi, kamu akan selalu pulang ke sini. Bianca" Ucapnya sebari memukul-mukul dadanya yang bidang.
***
Day 2 Jadi mantan
“AAAAAAAAAAAAA” teriakan Bianca menggelegar, membuat semua orang di rumah langsung panik menghampirinya.
“Bibi, kamu kenapa?,”
“Kamu baik-baik saja?.” Tanya Nando dan di jawab gelengan kesal oleh Bianca.
“Dasar cowok sialan ini,” Bianca terlihat sangat murka, amarahnya meledak-ledak.
“Bagaimana dia bisa menambahkan aku ke grub daring, saat kita sudah putus. DASAR ARSENIO GILAAAAAAAAAAAA."
Nando pun dengan cepat menutup telinganya, ia harus keluar dari sana untuk memastikan bahwa telinganya tetap aman.
Bianca pun mengetik pesan panjang lebar di grub itu, bahkan hal itu membuat Arsen sangat syok.
Arsen yang kini tengah meneguk secangkir kopi, dengan syoknya harus menyemburkan kopi itu. Jordan, sahabat baik Arsen. Yang kini menjadi korban atas Bianca. Lantaran kopi itu menyembur tepat mengenai wajahnya.
Lalu Jordan dengan tatapan datarnya, "Sialan kau Arsen."
“Hai bodoh, kita sudah putus. Jangan bawa-bawa aku ke dalam masalah mu!. Kau paham,” ketik Bianca panjang lebar dan kemudian mengirim pesan itu di grub.
Hal itu sontak membuat satu grub langsung heboh, admin grub itu langsung mengeluarkan kontak Bianca dan memblokirnya.
Arsen yang kini berada di depan layar laptop pun menunjukkan muka masamnya. “Dasar mantan stres, lihat saja. Akan ku buat kau jerah hingga benar-benar kembali padaku!"
Setelah melakukan gencaran melalui nomor Bianca, kini Arsen berpindah pada akun media sosial gadis itu.
Jordan yang melihatnya, bahkan sudah sangat muak dengan Arsen yang sudah tampak seperti orang gila.
***
Day 3 jadi mantan
"AAAAAAAAAAAAAAAA" Lagi dan lagi teriakan Bianca berhasil menggemparkan satu rumah.
"Ada apa?" Bu Mayang, Yang tadi sedang menjemur pakaian, langsung berlari kelabakan dari dari depan ke belakang menghampiri sumber suara.
"Siapa yang teriak?" Nando yang menyeduh pop mie pun, langsung menghampiri sumber suara sebari membawa tumbler.
"Kak Bianca, jangan terus teriak, lama-lama aku bisa congek tau nggak. Telinga aku bisa jadi korban ini." Ujar Lucia yang baru saja pulang jogging.
Bianca yang melihat adiknya baru pulang, langsung menariknya masuk ke kemar dan langsung menutupnya. Meninggalkan Nando dan Bu Mayang yang masih berada di luar kamar itu dengan tatapan dasar sebari terus mengumpati Bianca.
Lucia kini menatap kakaknya heran, ia bersedekap, dan mencoba meminta penjelasan dari sang kakak.
"Jadi? Untuk apa aku di tarik ke sini? Untuk ini AAAAAAAAAAAAAAAAAA" Belum selesai Lucia berbicara, Bianca sudah memperlihatkan isi ponselnya.
Dan hal itu cukup, untuk membuat adiknya berteriak histeris. Di instagram, pria itu semakin menjadi-jadi.
Ia memposting fotonya yang bertelanjang dada, dan semua tagar itu di penuhi oleh komentar gadis-gadis genit. Tak hanya itu, pria itu bahkan memberikan tag akunnya, dengan sontak semua langsung berpikir negatif.
"Wah, kak, mantanmu ini gila." Lucia benar-benar tak percaya dengan apa yang ia lihat. Namun setelah itu tatapannya berubah.
"Emmm, tapi mantanmu boleh juga, ah kakak, padahal dia se ok itu. Mengapa kau malah putus dengannya. Bagaimana jika aku saja yang jadi pacar kak Arsen."
Bianca yang mendengar itu langsung murka, ia kemudian menarik Lucia, membuka pintu dan menendang gadis itu keluar dari kamarnya.
Bianca yang sudah sangat malu itu pun kembali menutup pintu kamarnya secepat mungkin.
"BRAAAAAKKKK"
"Terus, jika pintu kamarmu rusak, kau baru marah-marah." Ucap Bu Mayang, dari luar kamar.
Bianca tak peduli, gadis itu merebahkan tubuhnya di atas kasur dan menutup wajahnya dengan bantal.
Gadis itu tak menyerah, ia juga tak mau kalah. Ia kini membuka ponselnya dan mencari nomor bos Arsen.
***
Day 4 jadi mantan
Arsen yang kini tengah berada di ruang kantornya, di kejutkan oleh seorang wanita setengah baya yang langsung melabraknya.
"Apa-apaan ini? Maaf bu, apa kau tidak bisa mengetuk pintu?" Ucap Arsen saat melihat wanita itu dengan jelas masuk begitu saja.
"Brak." Wanita itu memberikan gambaran kertas yang telah di print, berisikan bukti chat screnchoot.
Kini Arsen memungut kertas itu, ia mengambilnya dan betapa syoknya dia. Saat ia melihat dengan jelas bahwa ada nomor Bianca yang secara terang-terangan mengatakan bahwa ia di suruh oleh pacarnya untuk merayu suaminya.
"BIANCAAAAAAAAAAAAAA"
Di sisi lain, Bianca kini tengah bersama dengan Florencia. Flo yang mendengar semua itu pun, sontak langsung tertawa tanpa jeda.
"Jadi? Kau kirim dia wajahmu?"
Bianca langsung menggeleng, "Tentu saja tidak, mana mau aku chatting dengan pria tua itu. Aku pakai foto google."
"Biarkan saja, pasti sekarang Arsen sialan itu sudah di labrak oleh istri bosnya. Biar dia tahu rasa. Enak saja mau minta balikan, sekali mantan tetap mantan."
Floren yang mendengar hal itu langsung tertawa terpingkal-pingkal.
***
Semua hal itu terus terjadi, mereka saling ejek, saat bertemu, mereka langsung saling adu mulut. Bianca dengan opininya yang terus menjatuhkan Arsen, dan Arsen yang masih terus mengejar Bianca.
Semua hal itu di saksikan secara langsung oleh Jordan dan Florencia. Di mana mereka sedang gaduh, pasti dua orang itu akan menjadi penonton setia di antara pertengkaran keduanya.
Kini di mall, Arsen dan Bianca tanpa sengaja di pertemukan oleh keadaan. Lalu lagi dan lagi, Jordan dan Floren lah yang menjadi saksi pertengkaran mereka.
"Aku datang dulu, harusnya troli ini punyaku!" Ucap Bianca yang tak mau kalah.
"Kiss dulu sini, baru akan ku berikan trolinya."
"Dasar Arsenio biadab"
"Apa si mantan?"
"Wow, ini gila, sampai kapan mereka akan saling menyalahkan?" Tanya Florencia kepada dirinya sendiri.
Jordan yang berada di sampingnya pun, kini langsung menanggapi. "Entahlah, mungkin sampai manusia punah."
Mendengar hal itu, sontak keduanya tertawa, melihat sahabatnya yang tengah beradu mulut. Bukannya melerai, mereka malah tertawa terbahak-bahak. Padahal saat ini, semua orang di sana tengah menatap mereka dengan tatapan aneh.
Bersambung...