NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Sang Ibu Tiri

Cinta Terlarang Sang Ibu Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:821
Nilai: 5
Nama Author: Tusya Ryma

Setelah kehilangan ayah dan melihat ibunya terbaring koma, Karissa justru dikhianati oleh Louis, kekasihnya sendiri, yang berselingkuh dengan sahabatnya.

Dalam amarah dan rasa kecewa, Karissa mengambil keputusan nekat—menikahi ayah Louis.

Kini Karissa bukan lagi kekasih Louis, melainkan ibu tirinya.

Namun tinggal serumah dengan pria yang pernah dicintainya ternyata jauh lebih sulit dari yang ia bayangkan. Louis membencinya, tetapi di saat yang sama, ia juga tidak rela kehilangan Karissa.

Karissa ingin membalas dendam. Tapi tanpa sadar, ia justru terjebak dalam permainan cinta yang ia mulai sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tusya Ryma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 Amarahnya Mereda

Minggu lalu, saat Karissa sedang bekerja paruh waktu sebagai pelayan restoran di Ratu Hotel, Tuan Lee duduk di salah satu meja bersama temannya.

Saat mengantarkan makanannya ke meja, Karissa tidak sengaja mendengar percakapan mereka. Tuan Lee meminta bantuan temannya untuk mencari seorang wanita yang bersedia menikah kontrak dengannya dengan bayaran yang lumayan besar.

Mendengar hal itu, Karissa langsung tertarik.

Apalagi ia mendengar dari rekan kerjanya kalau pria tua itu adalah pemilik Ratu Hotel. Itu artinya beliau adalah ayah dari Louis—pria yang sudah menghancurkan hatinya.

Karissa memberanikan diri. Ia berdiri di depan meja setelah menyajikan semua makanannya. Ia menawarkan dirinya untuk menikah dengan Tuan Lee.

Pernikahan itu cukup untuk membuat Louis kehilangan kendali.

Mendengar semua ucapan Karissa, wajah Louis terlihat sangat buruk. Ia mengepalkan kedua tangannya erat-erat, menahan gejolak yang berkecamuk di dalam dirinya.

Karissa sangat puas. Inilah yang ia harapkan dari pernikahan ini, membuat Louis kecewa.

“Sekarang...” Karissa tersenyum tipis,“Coba panggil aku ‘Mama’!”

Kalimat itu membuat Louis semakin tidak tahan.

Ia melangkah mendekati Karissa dengan emosi yang sulit dikendalikan.

“Kariss!”

Tatapan mereka bertemu.

Karissa tahu, Louis sedang marah. Namun untuk pertama kalinya setelah tiga bulan, ia tidak takut menghadapinya. Justru ada kepuasan aneh ketika melihat pria yang pernah menghancurkan hatinya kini terluka karena dirinya.

Louis menatap Karissa dengan tajam.

“Jangan pernah berpikir semuanya akan baik-baik saja!”

Karissa membalas tatapannya tanpa gentar.

Karena sejak malam itu, kehidupan mereka tidak akan pernah sama lagi.

Mantan kekasih, kini menjadi ibu tiri. Dan mereka harus hidup di bawah satu atap yang sama.

Itu membuat pria di depannya semakin tidak tahan.

Louis menarik tubuh Karissa dengan kuat. Membiarkan wanita angkuh itu berada di dalam pelukannya. Ia mencengkram bokongnya dengan satu tangan. Dan satu tangannya lagi meraba wajahnya.

Dengan tubuh yang saling menempel, Louis menunduk untuk menatap wajah cantik itu, menatapnya dengan tajam.

Ia berkata dengan suara berat, "Mama? Apa kau sungguh ingin aku memanggilmu dengan sebutan mulia itu?"

Louis menyeringai. Ia mengelus pipi putihnya dengan satu jari.

"Jangan bermimpi!" ucapnya dengan tegas.

Detik kemudian, ia menggendong paksa wanita itu. Membawanya masuk ke dalam kamar yang ada di ujung ruangan.

“Louis! Apa kau sudah gila? Lepaskan! Aku adalah ibu tirimu! Tidak seharusnya kau berbuat seperti ini terhadapku! Lepaskan!”

Karissa meronta, berusaha melepaskan diri dari dekapan pria itu.

“Yang sudah gila itu adalah kau!” sergah Louis dengan keras. Ia mencengkeram wajah kecil wanita itu.

“Kenapa kau menikahi ayahku, hah? Apa karena patah hati, belum bisa move-on, dan tidak ada pria yang mau denganmu, jadi kau menikahi ayahku?”

“Apa pria di dunia ini sudah habis, Kariss?” teriaknya lagi, masih belum puas.

“Lepaskan aku, brengsek!” Karissa menepis tangan Louis, berusaha menghindari cengkeraman pria itu.

“Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau berjanji satu hal!” Louis menatapnya dengan marah. “Berjanjilah untuk segera bercerai dari ayahku!”

“Aku tidak bisa!” Karissa masih memberontak. Ia berusaha menjauh dari pria itu.

“Hah, kau tidak bisa?” Louis bertanya dengan tajam.

“Kalau tidak bisa, jangan salahkan aku kalau aku memaksamu untuk menghadapi akibat dari keputusanmu ini!”

“Tidak, jangan lakukan itu, Louis! Kau brengsek!” jerit Karissa dengan sedikit panik.

“Ini penawaran terakhir! Kalau kau bersedia bercerai dari Ayah, sekarang aku akan melepaskanmu!” ucap Louis.

Namun, Karissa tetap menggeleng.

“Ti-tidak! Aku ... aku tidak bisa bercerai dari ayahmu!” jawab Karissa dengan berat.

Pasalnya, mereka berdua sudah sepakat untuk berpura-pura menikah. Tidak mungkin semuanya dibatalkan begitu saja.

“Baik, jika itu maumu! Jangan salahkan aku ....”

Pertengkaran mereka meninggalkan luka emosional yang sulit dilupakan.

***

Pagi hari.

Cahaya terang masuk melalui celah tirai jendela. Karissa masih terbaring di atas tempat tidur dengan tubuh yang terasa lelah.

Samar-samar, terdengar suara mobil berhenti di halaman rumah. Suara itu membuat Karissa tersadar dari tidurnya.

Karissa membuka mata perlahan. Ia menatap sekeliling ruangan yang tampak redup dengan perasaan bingung.

Cuplikan kejadian semalam tiba-tiba muncul dalam ingatannya. Pertengkarannya dengan Louis kembali terbayang, membuat dadanya terasa sesak.

“Masih ingin tinggal di kamarku?”

Terdengar suara Louis memecah keheningan pagi.

“Tuh, suamimu sudah pulang!”

Karissa langsung menegang.

“Apa kau ingin ... Ayah tahu pertengkaran kita semalam?” lanjut Louis dengan nada mengejek.

“Brengsek!” maki Karissa sambil mengeratkan gigi. Tangannya gatal ingin menampar wajah tampan itu.

“Aku tahu, kau sengaja melakukan ini! Kau ingin membuatku malu dan terhina!”

‘Sungguh sial!’ maki Karissa dalam hati.

Niat hati ingin membalas dendam, malah dirinya sendiri yang terjebak dalam masalah yang menjadi rumit.

Louis hanya menyeringai. Ia menatap wajah penuh amarah di sampingnya.

Karissa segera bangkit dari tempat tidur. Ia mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya, kemudian berjalan cepat keluar dari kamar.

Bruk!

Wanita itu membanting pintu dengan keras. Bisa terlihat seberapa besar rasa kesalnya dari cara dia menutup pintu.

Louis hanya berbaring sambil menatap langit-langit kamar. Rasa marah dan kesalnya kepada wanita itu perlahan mereda.

***

Di dalam kamar tidur milik Tuan Lee, Karissa segera melempar selimut yang dipakainya ke dalam tong sampah.

Setelah itu, ia masuk ke kamar mandi dan membiarkan air hangat membasahi tubuhnya.

Rasa lelah dan tegang yang memenuhi tubuhnya perlahan berkurang setelah ia berendam di dalam bak mandi.

Saat Karissa masih memejamkan mata untuk menenangkan pikiran, terdengar suara ketukan pintu diiringi suara seorang pria.

“Karissa, apa kau masih di dalam?”

Itu adalah suara Tuan Lee. Karissa segera membuka mata.

“Iya, aku belum selesai!”balasnya.

Padahal, dirinya sudah hampir satu jam berada di dalam kamar mandi. Namun ia enggan untuk keluar.

“Baiklah! Aku berangkat ke kantor sekarang, ya!” pamit Lee dari balik pintu kamar mandi.

“Iya! Pergilah!”

Setelah beberapa saat, Karissa sudah tidak mendengar suara apapun dari balik pintu.

Mereka belum bertemu, tapi suaminya sudah pergi lagi.

Karissa merasa lega. Ia memang sengaja berlama-lama di kamar mandi agar tidak bertemu dengan Tuan Lee.

Setelah dirasa semuanya aman, Karissa keluar dari bak mandi. Ia mengenakan jubah mandi berwarna putih yang sudah tersedia di sana.

Ketika kembali ke kamar, Karissa menatap kiri dan kanan untuk memastikan keberadaan suaminya.

Setelah yakin pria itu sudah tidak ada, barulah Karissa merasa lega.

Di tempat tidur sudah ada satu set pakaian wanita, lengkap dengan pakaian dalam. Di atas lipatan pakaian itu terdapat sebuah kartu bank berwarna hitam dan sebuah ponsel.

“Bukankah ini punyaku?” gumamnya sambil mengambil ponsel tersebut.

Ia membuka kunci layar dan melihat belasan panggilan tak terjawab serta beberapa pesan singkat.

Padahal dari semalam, ponsel itu ada di kamar Louis.

1
Bu Kus
lanjut LG thro makasih
Bu Kus
penuh teka teki siapa dalang di balik itu semua jadi penasanaran
Bu Kus
seru banget kayanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!